Sinopsis:
Menceritakan saudara kembar yang saling bermusuhan dan membenci. Sang kakak bernama Aksa, sedangkan adiknya bernama Arion. Meski kembar mereka memiliki kemampuan yang berbeda. Arion memiliki IQ tinggi. sedangkan Ares bisa di bilang kurang cerdas daripada Arion sehingga Ayah mereka sering membandingkan mereka berdua.
Sampai suatu masa, sahabat masa kecil mereka datang kembali. Naya, gadis yang lincah dan cantik ini menarik perhatian mereka berdua. Sehingga mereka bersaing merebut hari Naya.
Siapakah pemenang hati Naya?!🤔🤔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shea Olivia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epilog
...❀•°•═════ஓ๑♡๑ஓ═════•°•❀...
Arion membuka kamar Aksa lebar-lebar, berusaha menemukan sosok yang sedang bermalas-malasan di tempat tidur sambil menggoyang-goyangkan kepala dan mengayun-ayunkan tangannya dengan heboh.
Tapi tak ditemukannya. Dia hanya menemukan puluhan poster-poster di dinding kamar Aksa.
Bagi Arion ini seperti mimpi. Tak pernah sekalipun dia berpikir untuk kehilangan suara dentuman-dentuman dari kamar Aksa, teriakan-teriakan yang sering disebutnya sebagai nyanyian, suara-suara bantingan barang... Dan tak pernah Arion melihat kamar Aksa serapi ini.
Arion tiba-tiba membayangkan Aksa duduk di jendela sambil menyanyi dan memainkan gitar. Arion juga bisa melukiskan bagaimana keadaan Aksa waktu itu. Rambut acak-acakan, kaus usang, celana belel...
"Sialan!" sahut Arion sambil melemparkan barang terdekat yang bisa diraihnya.
Arion tak bisa lagi menahan tangisnya. Tangis yg selama setahun ini berusaha untuk disembunyikannya. Arion membaca lagi surat dari Aksa yang dulu ditinggalkannya di kamar.
Surat itu meminta Arion untuk menjaga Naya, juga berisi pujian tentang permainan basket Arion, dan Aksa bangga karnanya. Seorang Aksa bisa menulis itu semua, rasanya bagai mimpi bagi Arion.
Aksa memang orang yang penuh kejutan. Selama ini, dia selalu bertahan tanpa pernah mengeluh. Ternyata dalam hal inilah dulu Arion harusnya membantu Aksa.
Arion tak pernah tahu. Siapapun tak pernah tahu. Yang diketahuinya hanyalah, kakaknya adalah sebuah misteri baginya. Selalu menjadi misteri. Bahkan pada saat-saat terakhirnya. Walaupun demikian, Aksa akan selalu menjadi bagian dari diri Arion. Selamanya.
"I miss you, bro'," bisik Arion lemah.
...❀•°•═════ஓ๑♡๑ஓ═════•°•❀...
"Aku pertama kali melihatnya saat musim panas yang terik.
Dia datang tanpa ada seulas senyum pun di wajahnya.
Dia tampak seperti seorang laki-laki yang kesepian.
Menanti seseorang untuk menemukan kunci ke hatinya yang gelap.
Aku tak tahu ternyata akulah sang pemegang kunci itu.
Aku menyinari hatinya, sampai akhirnya dia mau merekah.
Aku menyukai caranya tersenyum untukku.
Aku menyukai sikapnya yang membuatku merasa spesial dan betapa sosoknya sudah menjadi menu utama dalam mimpiku.
Dia adalah cinta pertama, juga sejatiku.
Aksa, sang angin yang berhembus sepoi di musim panas kini telah kembali ke tempatnya berasal.
Walaupun tak lagi bersama, tapi dia tetap akan menjadi hal terbaik yang pernah terjadi padaku.
Aku akan selalu teringat padanya juga selalu tak sabar,
Menanti datangnya musim panas,
Saat di mana aku bisa kembali bertemu dengannya."
Naya tersenyum pedih saat membaca tulisannya. Dia kemudian menggulung surat itu, memasukkannya ke kaleng, lalu menguburnya kembali di bawah pohon perjanjian.
Setelah itu, dia berdiri, menatap tulisan di pohon yang sudah mulai hilang. Pohon itu mulai meranggas, karna cuaca yang kering. Suasana persis seperti saat Aksa meninggal.
Daun-daun yang berguguran mengingatkan Naya kembali pada saat mereka bertemu untuk pertama kalinya, juga saat mereka berpisah untuk selamanya.
Sudah setahun semenjak kematian Aksa. Naya baru saja kembali dari Amerika. Hari ini tepat hari kematian Aksa, dan Naya sudah berjanji kepada keluarga Aksa untuk datang berziarah.
Sebelum itu, Naya menyempatkan diri untuk membaca tulisan yang ditulisnya setahun yang lalu, yang kemudian dikuburnya di bawah pohon akasia yang dulu pernah dijadikan tempat perjanjian.
"Nay," panggil seseorang yang sudah sangat dikenal Naya, membuatnya berbalik.
Naya mendapati Arion dan Lala yang sedang menunggunya.
"Kita pergi sekarang?" tanya Arion sambil tersenyum lembut.
Naya mengangguk perlahan, lalu bergerak menuju mereka. Naya menoleh ke arah pohon itu untuk yang kesekian kalinya, membayangkan masa kecilnya bersama Aksa yang indah.
Naya tak akan pernah meninggalkan apa pun di belakang. Naya akan terus membawa kenangannya bersama Aksa. Selamanya.
"I'll always love you," bisik Naya.
Setelah menatap cincin hijau di jari manisnya, Naya tersenyum lalu masuk ke mobil.
...❀•°•═════ஓ๑♡๑ஓ═════•°•❀...
alur? bukan urusanku, w gak ahli romance🗿