Namaku Lin Mey, Putri dari seorang Kaisar, Kekaisaran Lin, ibuku bernama Xin Xia Fei, dari Klan Xin.
Pernikahan Politik, itu biasa terjadi, karena kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan dari Pernikahan itu.
Ibuku adalah wanita Genius, Ahli dalam Alkemis dan Formasi, tapi semuanya di rahasiakan dengan baik, setelah aku berumur 7 tahun, ibuku mulai melatih ku.
Kediaman kami yang terbilang jauh dari Istana, dimanfaatkan ibuku melatih ku.
Keberadaan ibuku sangat tidak disukai oh siapapun, termasuk ayahku, karena hanya Politik.
Dia tidak pernah datang melihatku, hanya jika ada acara Formal baru aku dan ibu bertemu dengannya.
Saat Umurku 10 tahun, entah ada masalah apa, tiba-tiba aku dan ibuku di kembalikan ke Klan dan status kami di cabut.
Kami tiba di Klan, terlihat suasana sudah kacau, ternyata Klan ibuku sudah di hancurkan, dengan tuduhan memberontak.
Ibuku tetap tenang, dan kemudian dia membawaku ke Hutan.
Penasaran lanjutannya... ikuti terus cerita ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.32. Lupa
"Hahahaha, dia pikir,dia lebih pintar dari kita, ucap Seno sambil menyetir Fortuner miliknya.
Belum sempat Aji, membalas ucapan Seno, polisi sudah menghadang mereka dengan senjata terhunus, hingga Fortuner itu mengerem mendadak.
Polisi langsung dengan paksa membuka pintu mobil dan menangkap kedua orang itu.
Tiba di kantor Polisi, Lin Mey, Roland dan Pak Roby dan Notaris sedang duduk santai setelah membuat laporan.
"Sial, kenapa wanita ini ada disini dan oh tidak tim itu tim pembersih dan truk pengangkut, batin Seno Prawira.
Di media massa segera tersebar berita terkait penyerangan di sebuah lahan milik LM Property.
Penyerangan di pimpin langsung Direktur Utama Prawira, sekaligus Pemilik perusahaan tersebut bersama Rekan bisnisnya Aji Andara, seorang pengusaha jasa jual beli properti PT Andara Reality.
Dalam berita tersebut terdapat caption penangkapan Seno dan Aji di salah satu ruas jalan.
Di perusahaan Seno, terlihat para karyawan gelisah dengan berita yang beredar.
Lin Mey sendiri, sedang duduk di kantin sambil mengutak-atik laptopnya untuk meretas Perusahaan Prawira Property.
"Oh ada cecurut rupanya yang berusaha menghancurkan data perusahaan ku, kini aku serang balik, batin Lin Mey.
"Brakk... sial kenapa laptopku yang meledak. umpat pria peretas anak buah Seno Prawira.
Namanya Baron seorang Hacker kelas kakap dan sudah 10 tahun menjadi kekuatan tersembunyi Seno Prawira.
"Kamu tidak bisa lari, seluruh data hingga pasport kamu sudah terdeteksi, bahkan pelabuhan pun tidak bisa kamu lewati, menyerah atau istri dan anakmu jadi taruhannya
Kalau kamu mau aku bisa membebaskan kamu dan bekerja untukku, asalkan kamu membantu polisi dan menyerahkan seluruh bukti kejahatan Seno, waktumu 1 menit untuk menjawab, pesan Lin Mey lewat handphone.
Lin Mey segera mengambil uang perusahaan dan sisanya dia biarkan, uang Seno Prawira juga di ambil.
Istri Seno akhirnya lega, dengan begini dia bisa bebas dari laki-laki bejad itu.
Seno sendiri adalah Duda beranak 2, tapi kedua anaknya ikut dengan mantan istrinya yang berbisnis di bidang perkayuan di Kalimantan, mereka bercerai karena Seno sering KDRT, kemudian dia memaksa istri keduanya ini untuk menikah dengannya, seorang janda muda beranak 1, 5 tahun menikah mereka tidak memiliki anak, karena istrinya selalu menggunakan pengaman.
istrinya saat di telpon tidak merespon, dia justru pergi dari rumahnya dan ke apartemen, semua uang pemberian Suaminya sudah di pindahkan.
Di perusahaan Andara Reality juga sama, para karyawan kebingungan akibat tertangkapnya sang bos.
Selesai di kantor Polisi, Lin Mey mengajak Roland, Pak Roby dan ibu Notaris, mampir ke restoran dan menikmati masakan khas kota Semarang.
Para korban yang berada di RS, di jaga ketat oleh Tim kepolisian.
"Nona Muda, di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ada lahan yang hendak di jual, 3000 hektar, mereka minta 15 triliun, 2 km dari jalan trans Jawa, di lahan itu ada Sungai, sangat cocok untuk perkebunan atau sawah, kalau sawah kita hanya butuh buat bendungan dan juga bisa dimanfaatkan untuk listrik skala kecil, daerahnya agak sejuk, ucap Roland.
"Tanya kelengkapan dokumen dan siapa saja pemiliknya, agar kita tidak ketemu masalah di masa depan, cek ke aslian sertifikat ke BPN, jika ada airnya, saya ingin sebagian buat kolam ikan gurame, kualitas ekspor dan restoran mewah, juga udang sebagian lagi sawah, dan jika ada perbukitan, untuk tanaman keras agar tidak longsor, Ucap Lin Mey.
"Tanah itu terbagi 2 dan datar, 2000 dan 1000 di batasi sungai, lanjut Roland.
"Baik, kamu kejar tanah itu, dan hitung saat kita akan membangun jalan, akses ke lokasi, cari mesin gilingan padi, ucap Lin Mey.
Baik Nona Muda, ucap Roland.
Hampir Maghrib Lin Mey tiba di rumah besarnya, rutinitas memasak dan mandi dan makan malam, setelah itu dia menghubungi Hana dan bercerita.
Keesokan harinya, dia berangkat ke tempat Pak Ernest, katanya pesanannya sudah siap, dia membuat beberapa set cincin dari batu Giok.
Lahan seluas 1 hektar untuk pabrik Perhiasan termasuk luas, dan saat ini masih fokus pada produksi, 2 bulan lagi dia berencana akan opening, 15 orang pekerja dan 2 desainer sangat cukup untuk produksi.
Lahan tersebut sudah di berikan pelindung, begitu juga Toko Perhiasan miliknya, yang saat ini sedang di bangun, tidak tanggung-tanggung, dia membeli 5 Ruko sekalian, sedangkan pabriknya berada di persis di belakang rukonya, untuk finishing di kerjakan di lantai 3, jadi tidak perlu repot.
Lin Mey, merencanakan, akan memamerkan 1 set perhiasan milik salah satu permaisuri salah satu kerajaan yang di taklukkan.
Sementara memeriksa pekerjaan di perusahaannya, dia teringat akan peta Kuno.
Tak lama kemudian bawahan nya dia yang didapatkan dari Dewa Hacker.
"Nona Muda, maaf saya baru menghubungi anda, nama saya Han Kiang, pelayan Tuan Zeng Cheng,sang Dewa Hacker dan Pencipta berbagai perangkat lunak terbaik dunia.
Mohon anda datang, saat ini mungkin sudah waktunya aku pergi, semua dokter sudah menyerah, umurku 89 tahun, maaf tidak bisa melayani Nona Muda, ucap Han Kiang.
"Baiklah, malam ini saya kesana, ucap Lin Mey.
"Bahaya, aku harus ke sana dan mau tidak mau aku terbang, dan pastinya aku harus berubah wujud, tapi tidak masalah, aku bisa berkamuflase, tapi lebih baik kalau malam hari.
Aku harus memberikannya Pill Dewa, agar dia bisa berumur panjang minimal 50 tahun lagi, monolog Lin Mey.
Dia bergegas kerumahnya dan menyiapkan segala sesuatunya.
Jam 7 malam di pekarangan rumahnya, Lin Mey berubah menjadi burung Phoenix dan mengaktifkan elemen angin dan petir tanpa warna, akan mempercepat kecepatan.
Walau tak secepat pesawat tempur tapi minimal dia tebang di kecepatan 700 km perjam,
Sudah setengah perjalanan dia istirahat dalam gelembung udara yang dia ciptakan dari elemen angin, saat beristirahat dia tertawa seperti orang gila, hahahaha betapa bodohnya aku hingga lupa, kalau aku bisa merobek Ruang dimensi, monolog Lin Mey, dan langsung merobek Ruang dimensi dengan mengingat tempat yang pernah dia datangi.
Dan benar saja tepat jam 3 subuh dia tiba di tempat perjudian batu, dengan berkamuflase dia terbang menuju rumah, milik Dewa Hacker.
'Halo saya sudah tiba, ucap Lin Mey.
"Maaf Nona Muda saya tidak bisa bangun dari tempat tidur, silahkan masuk, ucap laki-laki lansia itu.
Begitu sampai kamar Han Kiang, pria Tua itu berusaha untuk melakukan penghormatan.
"Tidak perlu, sekarang telan Pill ini, minimal kamu bisa hidup 50 tahun, ujar Lin Mey dan memasukkan Pill ke mulut Han Kiang.
Tubuh Han Kiang di selimuti cahaya Emas dan terdengar teriakan yang memilukan, hingga sejam kemudian Han Kiang dengan di bawa melayang menuju kamar mandi, kemudian perlahan-lahan di turunkan di bak mandi, baru kemudian sadar.
"Mandilah, ini pakaian mu dan gunakanlah. Ucap Lin Mey dan keluar dari kamar mandi.
Menunggu hingga 30 menit, akhirnya Han Kiang keluar dari kamar mandi dengan penuh semangat, seluruh penyakitnya kini telah sembuh.
"Han Kiang menghadap Nona Muda, ucap Han Kiang sambil berlutut.
"Tidak usah terlalu formal, apa kamu memiliki keluarga? Tanya Lin Mey.
"Saya mengadopsi seorang Putri, saat ini usianya 20 tahun, dan sedang istirahat di kamarnya, jawab Han Kiang.
" Baguslah,sebelum aku pulang, aku akan memberikannya pil agar dia selalu sehat, dan ini untuk kalian campur dalam air minum.