TAMAT 22 MEI 2024
Teruntuk para ibu tangguh, ingatlah kalian tidak lemah. Kalian manusia luar biasa yang pantas bahagia, novel ini untuk kalian semua.
Seorang wanita muda berusia 21 tahun benama Latica, harus menerima kenyataan pahit saat dia berada di bangku kuliah. Peme*rkosaan yang terjadi kepadanya telah membuntukan segala harapan yang dia miliki.
Derita yang luar biasa itu dapat di hadapinya meski tangis di setiap harinya terus menghampiri kehidupannya. Latica yang pada awalnya menganggap anak dalam perutnya sebagai bencana berubah menjadi kebahagiaan luar biasa.
Keteguhan yang dia miliki menjadikannya kuat, dan sang anak menjadi kekuatannya. Namun dia tidak percaya akan pria, dia takut sesuatu yang mengerikan itu terulang.
Bagaimana jadinya bila pria dari masa lalunya kembali? Mampukah Latica menerima cinta pria itu?
Bagaimana pula bila Ayah dari Putranya muncul dengan segala ancaman yang dia layangkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Latica bersama dengan Elvin membimbing Rayyan, mereka menuju ke daerah pentas drama di adakan. Tidak seperti di tempat lain yang padat, di pentas drama nampak sangat teratur.
Para penonton duduk lesehan beralaskan tikar, nampak beberapa orang juga membawa jajanan dan juga makanan dari rumah seperti yang di lakukan oleh Elvin dan Latica. Elvin juga duduk di anatara keramaian, dia membuka tikar yang biasa di pakai untuk berkemah.
"Ayah, nanti akan ada acara apa saja?" Tanya Rayyan melihat orang-orang yang nampak tengah memakan bekal mereka.
"Nanti akan ada pentas drama dan kesenian di sini, kita makan dulu ya?" Latica sigap menyiapkan makanan dan menatanya.
"Ayah, di sini kenapa tidak panas?" Rayyan kembali bertanya, memperhatikan tenda besar yang menaungi mereka.
"Karena ini di bawah tenda, kita akan aman di sini." Jawab Elvin, hingga tanpa sengaja seorang wanita nampak menghampiri mereka.
"Latica ya?" Sapanya, Latica yang mengenal wanita itu langsung mengangguk dan berdiri.
"Iya, Siska apa kabar?" Tanya Latica, Siska adalah salah satu tetangga Latica di kampung yang saat ini sudah sukses menjadi asisten dokter.
"Baik, wah Rayyan juga di sini. Eh, pak Bos?" Ucap Siska, Elvin hanya menatapnya sejenak sebelum kembali berfokus pada Rayyan.
"Kenal juga sama Kak Elvin ya?" Ucap Latica tersenyum lembut, Siska mengangguk membenarkan.
"Dia Bos aku Ca, di rumah sakit siapa yang tidak kenal dia?" Ungkap-nya dengan rasa penuh kekaguman.
'Bos? Bukankah sempat ada kabar bila Siska itu pernah jadi tunangannya si Bosnya itu ya?' Latica menatap Elvin sejenak dan kembali tersenyum pada Siska.
"Aku boleh gabung di sini gak?" Tanya Siska, perasaan Latica menjadi tidak enak saat mendengar permintaan Siska.
"Tidak! Yang boleh duduk di sini hanya orang penting saja bagi ku." Tolak Elvin tegas, Latica terdiam dan mengangguk faham mendengar penolakan Elvin tersebut.
"Maaf ya Sis, mungkin lain kali kita bisa bertemu lagi." Ucap Latica kembali duduk, sedangkan Siska nampak menghentakkan kakinya kesal, sebelum akhirnya pergi.
"Aku pernah dengar bila Siska pernah bertunangan dengan Bos-nya. Entah kenapa aku merasa tidak enak mengingatnya." Ucap Latica, saat ini dia dalam mode ngambek atau apalah. Karena dari ucapan Latica dapat terdengar bila dia terasa ketus.
"Itu namanya cemburu Yank, kamu jangan khawatir karena aku juga tidak akan tertarik pada wanita lain selain kamu." Latica merasakan kedua pipinya memanas.
"Lihatlah pipi mu yang merah itu, aku pengen cium boleh gak si?" Elvin terkekeh sendiri, Latica langsung menggelengkan kepalanya cepat.
"Hahaha, manisnya sayang ku yang lagi marah." Ucap Elvin lagi menggoda Latica.
"Hentikan Kak, jangan panggil aku seperti itu." Elvin mengangkat alisnya bingung.
"Kenapa gak suka di panggil begitu? Bukankah itu panggilan kesayangan ya?" Elvin tersenyum dan berfikir keras.
"Iya, tapi sekarang kita belum boleh mengatakan hal-hal seperti itu Kak." Gumam Latica, Elvin terkekeh dan mengangguk setelahnya.
Sedangkan di sisi lain Siska nampak mengigit kuku jari telunjuknya, dia mengikuti Elvin sejak dia pulang dari Rumah sakit. Namun siapa sangka bila pria itu malah pergi bersama Latica dan Rayyan.
"Dasar ja*lang sia*lan itu! Berani sekali dia mengambil pria incaran ku." Ucapnya kesal, di tambah lagi saat ini dia melihat Elvin yang tertawa lepas bersama dengan Rayyan. Sedangkan Latica nampak tersipu dengan kedua pipi yang memerah. Siska benar-benar marah melihat hal itu.
Sejak masa sekolah, Latica seolah menjadi bintang yang selalu bersinar. Mereka teman sekelas, namun Latica seolah mengambil semua perhatian yang seharinya di miliki oleh Siska.
Sejak dulu, setiap pria yang di inginkan oleh Siska pasti jatuh hati pada Latica. Namun, Latica selalu menolaknya dan tidak pernah berpacaran. Hingga banyak prestasi yang di raih oleh Latica, bahkan Siska sering kali harua berpuasa diri menjadi nomor dua.
"Pak Elvin pasti tidak tahu bila Latica adalah wanita ja*lang yang memiliki anak tanpa pernikahan. Aku harus membuat Pak Elvin menjadi milik ku, apapun yang terjadi." Ucap Siska kesal.
Sedangkan Latica yang saat ini sudah jauh berbeda dari masa sekolah jelas dapat melihat rasa ketertarikan Siska pada Elvin. Namun Elvin nampak tak perduli dan justru bersikap ketus padanya.
'Aku merasa insecure bila harus seperti ini, yang menginginkan dan mengejar Kak Elvin pasti cantik-cantik sepeti Siska.' Ucap Latica dalam hati.
Selama drama berlangsung Latica sama sekali tak dapat fokus, dia terus berfikir mengenai Elvin. Latica tak tahu apakah dia sanggup atau tidak untuk menghadapi orang-orang yang menginginkan Elvin di masa depan.
Elvin juga menyadari perubahan sikap Lati a saat itu, dia tidak tahu apa yang tengah di pikirkan Latica saat ini. Namun apapun yang terjadi, Elvin juga tak akan melepaskan Latica.
Rayyan nampak tertidur akibat kelelahan, Elvin membawa Rayyan ke mobil sedangkan Latica membawa bekas makanan mereka. Elvin merasa bila dia masih belum cukup jalan-jalan bersama dengan Latica. Tapi, apa boleh di kata saat ini statusnya masihlah belum boleh melakukan hal yang terlalu berlebihan.
"Ca, kamu kenapa?" Tanya Elvin saat mereka sudah berada di mobil, Rayyan juga nampak terlelap dalam dekapan Latica.
"Ca?" Tanya lagi Elvin saat Latica malah bengong dan tidak memberikan tangkapan apapun terhadapnya.
"Eh, iya Kak?" Latica melamun sebelumnya hingga tak begitu mendengarkan ucapan Elvin.
"Sepertinya memang ada yang tidak beres, karena wanita tadi ya?" Tanya Elvin, Latica tertegun dan langsung menggelengkan kepalanya.
"Jangan bohong Ca, apa yang sebenarnya kamu pikirkan?" Latica mengelus kepala Rayyan dan mengigit bibir bawahnya.
"Kamu itu, selalu saja melakukan kebiasaan buruk ini ya?" Elvin membalikkan wajah Latica hingga mereka akhirnya dapat saling bersitatap.
"Besok kita pulang ke kampung kamu Ca." Ucap Elvin, mata Latica langsung membulat mendengar ucapan Elvin.
"Untuk sementara kita tinggal dulu di rumah Kak Fika, kamu terlalu banyak memikirkan sesuatu yang tak pasti Ca. Kamu percaya saja dengan apa yang aku lakukan, jangan merasa ragu sedikitpun Ca." Latica menganggukkan kepalanya pelan.
"Nah, gitu dong. Besok kita berangkat. Malam ini kamu sebaiknya istirahat saja dengan tenang." Latica kembali menganggukkan kepalanya.
Mereka pulang menuju kediaman Bagaskara, namun sepanjang malam Latica sama sekali tak bisa memejamkan matanya dan malah terjaga sepanjang malam. Dia terus memikirkan mengenai pilihannya saat ini, mau sholat istoqoroh juga tidak bisa karena saat ini dia sedang kedatangan tamu bulanan.
"Bang Sat, buatin gue surat andon." Ucap Elvin yang berada di kamar tamu, Satya yang mendengar ucapan Bosnya itu terkejut bukan main.
semoga Rayan tidak apa apa 😣😣😣😣😣
gimana reaksi Wina setelah tahu kenyataan bahwa suaminya sendirilah yang menghancurkan sahabat baiknya
kesempatan dalam kesempitan ya Vin 😄😄😄😄😄😄