NovelToon NovelToon
Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Si Kecil yang Terbuang

Sejak lahir, Aluna Kirana dianggap sebagai pembawa kesialan hingga keluarganya tega membuangnya di tengah hujan. Beruntung, seorang nenek berhati mulia menemukannya dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang meski hidup dalam keterbatasan.

Bertahun-tahun kemudian, Aluna tumbuh menjadi gadis yang lembut, kuat, dan penuh ketulusan. Tanpa disadari, takdir membawanya kembali bertemu dengan keluarga yang pernah membuangnya. Di saat penyesalan mulai menghantui mereka, Aluna juga dipertemukan dengan Arsen Mahardika, seorang CEO muda yang perlahan mengubah jalan hidupnya.

Ketika rahasia masa lalu terungkap, mampukah Aluna memaafkan mereka yang telah meninggalkannya? Ataukah ia akan memilih orang-orang yang mencintainya tanpa syarat?

Sebuah kisah penuh haru tentang luka, pengorbanan, keluarga, dan cinta yang membuktikan bahwa seseorang tidak ditentukan oleh masa lalunya, melainkan oleh keteguhan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 - Lelaki yang Mencari Raka

Laila memeluk Raka lebih erat saat mobil hitam itu berhenti tepat di hadapannya. Jantungnya berdegup kencang. Ia tidak mengenal pria tua yang baru saja turun dari kursi belakang mobil.

Pria itu mengenakan setelan jas abu-abu yang rapi. Rambutnya sudah memutih, tetapi sorot matanya tampak teduh. Begitu melihat bayi dalam gendongan Laila, matanya berkaca-kaca.

"Laila?" tanyanya pelan.

Laila mengangguk dengan hati-hati.

"Iya... Bapak siapa?"

Pria itu tidak langsung menjawab. Pandangannya justru tertuju pada wajah mungil Raka yang sedang terlelap.

"Jadi... ini benar cucu itu."

Laila mengernyit.

"Cucu?"

Pria itu menghela napas panjang, seolah menahan sesuatu yang selama ini dipendam.

"Maaf. Perkenalkan, nama saya Surya."

Laila masih memasang wajah bingung.

"Saya sahabat almarhum ayah suamimu."

Ucapan itu membuat Laila sedikit terkejut.

Selama menikah dengan Arman, ia tidak pernah mendengar nama Surya.

"Bapak salah orang."

"Saya tidak salah."

Surya mengeluarkan sebuah foto lama dari dalam dompetnya.

Foto itu memperlihatkan dua pria muda yang tersenyum sambil merangkul bahu satu sama lain.

Laila langsung mengenali salah satunya.

"Itu... ayah Arman."

Surya mengangguk.

"Kami bersahabat sejak muda. Setelah ayah Arman meninggal, kami kehilangan kontak."

Laila mulai sedikit tenang, tetapi tetap menjaga jarak.

"Kenapa Bapak mencari saya?"

"Saya baru mengetahui kabar kematian Arman kemarin."

Mata Surya kembali memerah.

"Kalau saya tahu lebih cepat, saya pasti datang saat pemakamannya."

Laila menundukkan kepala.

Kesedihan kembali memenuhi dadanya saat nama suaminya disebut.

Surya melirik koper lusuh di samping kaki Laila.

"Kamu mau ke mana?"

Laila terdiam.

Ia sendiri tidak tahu jawabannya.

"Saya... belum punya tujuan."

"Tidak ada keluarga?"

Laila menggeleng.

"Kedua orang tua saya sudah meninggal."

Surya memejamkan mata sesaat.

"Kalau begitu ikut saya."

Laila langsung menggeleng cepat.

"Maaf, Pak. Saya tidak bisa ikut orang yang baru saya kenal."

Surya tersenyum tipis.

"Itu keputusan yang benar. Kamu memang harus berhati-hati."

Jawaban itu justru membuat Laila sedikit lega.

Pria tersebut tidak memaksa.

Sebaliknya, Surya mengeluarkan sebuah kartu nama.

"Ini alamat dan nomor saya."

"Kalau suatu hari nanti kamu benar-benar membutuhkan bantuan, datanglah."

Laila menerima kartu itu dengan ragu.

Belum sempat ia mengucapkan terima kasih, suara klakson keras terdengar dari arah belakang.

Seorang pria bertubuh besar turun dari sebuah truk.

"Heh! Jangan berdiri di tengah jalan!"

Laila yang sedang menggendong Raka spontan mundur.

Namun tumitnya tersangkut batu.

Tubuhnya oleng.

"Ah!"

Koper terlepas dari tangannya.

Tubuh Raka hampir saja terjatuh jika Surya tidak bergerak cepat menopang bahu Laila.

"Hati-hati!"

Laila memeluk Raka erat-erat sambil menangis ketakutan.

"Maaf... maaf...."

Surya memungut koper yang isinya sudah berhamburan di jalan.

Beberapa potong pakaian bayi jatuh ke tanah yang masih basah oleh hujan.

Tanpa merasa jijik, Surya ikut memungut satu per satu pakaian kecil itu.

Saat itulah matanya menangkap sebuah surat yang terselip di antara pakaian.

Di bagian atas surat itu tertulis nama Arman.

Surya membacanya sekilas.

Wajahnya langsung berubah tegang.

"Tidak mungkin..."

Laila menoleh heran.

"Ada apa, Pak?"

Surya segera melipat kembali surat itu.

"Tidak... bukan apa-apa."

Tetapi sejak saat itu pikirannya tidak lagi tenang.

Isi surat tersebut membuatnya sadar bahwa kematian Arman mungkin bukan sekadar kecelakaan biasa.

Seseorang tampaknya sengaja menyembunyikan sebuah rahasia besar.

Dan tanpa disadari Laila, dirinya bersama Raka kini mulai terlibat dalam rahasia yang dapat mengubah hidup mereka selamanya.

Bersambung...

1
Adinda
mungkin victor simpanan istrinya damar bapak kandungnya Keisha
ժׁׅ݊ɑׁׅ݊ꪀꫀׁׅܻ݊ꫀׁׅܻ݊݊ꪀ_݊ꪀꪱׁׅ꯱: Terima kasih sudah Like dan Komen ka🙏🙏🙏
total 1 replies
Adinda
semoga Aluna bertemu keluarga sebelah ibunya atau kakeknya
Adinda
Aku harapnya Aluna direbut oleh keluarga dari ibunya atau kakeknya yang Kaya biar ayah kandungnya Tau rasa dibenci oleh anaknya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!