NovelToon NovelToon
Aku Lelah, Mas!

Aku Lelah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amie.H

Kehidupan yang tidak mudah harus aku jalani. Aku Nisya. wanita usia 29 tahun, seorang Ibu dari 3 orang anak. Awal pernikahan hidup kami baik-baik saja dengan ekonomi yang cukup. namun, setelah tiga tahun menikah dan gaji suami ku jauh lebih besar di banding sebelumnya, ia mulai berubah. Mabuk, judi hingga perselingkuhan mewarnai rumah tangga kami. Bahkan uang bulanan yang biasanya lebih dari cukup itu kini berubah menjadi serpihan kenangan. Ya.. Suamiku, Gani. Kini memberikan nafkah kepada kami dengan asal-asalan, bahkan tak jarang ia justru memberikan makian disaat aku meminta hak kami.
"Kerja kalau mau uang tuh, kerjaannya minta terus. Kamu gak tau kan kalau kerja itu capek, kamu taunya hanya minta saja!" selalu kata itu yang terucap.
Mulai dari situ, hidupku aku rubah. Aku tak ingin lagi berleha-leha. aku ingin merubah hidupku bagaimana pun caranya.
Mari ikuti kisah perjalanan aku mengubah hidupku kali ini😊

Fb : Adivahalwahasanah
Ig : @Adivahasanah
Tt : A.H Hasanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

Sementara itu. Bu Ratih, Gani, dan juga Lika yang baru saja sampai di rumah duduk termenung. Ketiga nya saling diam tanpa ada yang mengucap satu patah kata pun. Sampai akhirnya Gani bertanya pada Ibu Ratih.

"Sebetulnya apa hubungan Ibu dan juga Bapak mertua Gani, kenapa beliau kelihatan sangat membenci ibu?" tanya Gani menatap tajam ibu nya.

"Sebetulnya... Bapak kamu, Anton. Pernah menjalin hubungan dengan Kakak dari Pak Sabar, yang tak lain itu Bu Yuli. Majikan Ibu dan juga Bapak kamu." kata Bu Ratih.

"Nggak mungkin sesederhana itu kan bu? Tadi Bapak mertua Gani bilang kalau apa yang kita punya saat ini milik Bu Yuli, maksudnya apa?" tanya Gani.

"Itu kesalahan Ibu dan juga Bapak di masa lalu Gan. Ibu dan bapak membuat kesalahan besar sampai akhirnya bapak kamu mendekam dipenjara, seperti apa yang mertua kamu sampaikan tadi" kata Bu Ratih yang mulai jujur dengan kedua anaknya. Ia tak bisa lagi menyembunyikan kebenaran yang ada.

"Maksudnya apa? Tolong jujur dengan Gani bu, selama ini Gani sama sekali nggak tau apa-apa tapi sekarang Gani harus menerima akibat dari perbuatan kalian!" kata Gani dengan nada serius.

"Dulu.... Ibu dan Bapak kamu bekerja di rumah salah seorang pasangan suami istri yang cukup terpandang, mereka mempunya dua orang anak. Lelaki dan perempuan. Iyaa... Anak mereka itu Pak Sabar dan juga Bu Yuli. Suatu ketika Bu Yuli ini mengakui perasaannya pada bapak kamu, yang mana saat itu beliau menjadi supir sekaligus tukang kebun dirumah itu sementara ibu hanya menjadi Asisten rumah tangga. Mereka sangat baik, baik sekali. Dulu, ibu tidak tau kalau bu Yuli mempunyai adik laki-laki. Ibu tau jika Pak Sabar adik dari Bu Yuli ketika peristiwa naas itu terjadi" kata Bu Ratih terhenti.

"Pada saat itu sebetulnya bapak dan ibu sudah menjadi sepasang suami istri meskipun sirih, Ibu bekerja lebih dulu dirumah itu. Lalu pada saat rumah itu membutuhkan supir dan tukang kebun, ibu memasukkan bapak bekerja disana. tiga bulan bekerja, ternyata Bu Yuli menaruh perasaan pada Bapak kalian. Lalu bapak kalian menerimanya dengan senang hati dan memberikan alasan yang membuat ibu pun ikut tergiur.

"Alasan? Alasan apa bu?" tanya Lika.

"Bapak menerima cinta Bu Yuli karna ingin memperalat dan memanfaatkan beliau untuk kehidupan kami" kata Bu Ratih membuat keduanya membelalakan mata.

"Apa!! Pantas aja Bapak sampai murka seperti itu, lalu apa yang kalian lakukan pada Bu Yuli? Nggak mungkin kan kalian hanya sampai disitu aja sampai membuat bapak masuk penjara?" tanya Gani.

"Memang tidak sampai disitu aja. Setelah mereka mempunya hubungan, bapakmu menjadi kepercayaan Bu Yuli. Hanya kami yang tinggal dirumah itu. Ibu, bapakmu dan juga Bu Yuli. Suatu ketika, Bu Yuli mempercayakan semuanya pada bapakmu. Bahkan beliau mengizinkan bapakmu keluar masuk kedalam kamar nya ketika beliau tidak ada dirumah. Disaat itu, Bu Yuli tengah pergi ke acara arisan dirumah temannya. Bapakmu diam-diam mengambil surat kepemilikan rumah itu dan juga minimarket serta beberapa tanah yang sudah sempat kami jual. Ketika Bu Yuli tau jika surat-surat dirumahnya hilang, beliau mengecek Cctv. Bapakmu tertangkap basah, beliau marah dan mengatakan Bapakmu penghianat. Mereka bertengkar, bapakmu tidak sengaja mendorong Bu Yuli hingga ia jatuh dari lantai dua rumah itu. Semuanya terekam Cctv. Tapi saat itu bapak dan ibu sudah sempat kabur, kami membawa semuanya. Bahkan ibu menjual semuanya kecuali minimarket itu. Beberapa tahun kemudian, saat ibu mengandung kamu. Pak Sabar datang, dia tidak sendiri. Melainkan bersama dengan para polisi yang memburu bapakmu..."

"tunggu... Kenapa hanya bapak? Bukannya ibu juga ada andil dalam kejadian itu?" tanya Lika.

"Tidak! Saat itu tuntutan adalah pembunuhan berencana dan perampokan, tapi karna semuanya sudah dijual makanya tidak ada yang bisa diganggu gugat lagi. Semua yang sudah menjadi milik kami tetap menjadi milik kami, termasuk minimarket itu!" kata Bu Ratih.

"Nggak masuk akal, bukannya kalau dalam kasus seperti itu harusnya semua ini tersita?" tanya Gani.

"Benar! Tapi bapak kamu berhasil mendapatkan cap jempol milik Bu Yuli pada saat itu, bapakmu masih sempat menggunakannya untuk surat kuasa dan surat pemberian aset itu secara sah!" kata Bu Ratih.

"Astagfirullaaahhh... Kalian tega melakukan itu? Tapi kenapa ibu bisa bebas?" tanya Gani.

"Kata siapa? Ibu pun sempat masuk bui, tapi ibu memberikan jaminan makanya ibu bebas. Tapi bapak mu, kami tidak sanggup jika harus membebaskan bapakmu saat itu karna jaminannya besar dan tuntutannya berat!" kata Bu Ratih.

"Jadi... Saat ini rumah tangga Gani dan Nisya benar-benar berada diujung tanduk tanpa bisa kembali di perbaiki. Apa yang harus Gani lakukan sekarang bu?" kata Gani.

"yang bisa kamu lakukan sekarang adalah meyakinkan Nisya, Gan. Bujuk dia, apalagi kalian mempunyai tiga orang anak yang masih memerlukan kasih sayang orangtua yang lengkap. Mungkin sekarang Nisya masih perlu waktu, tapi kamu nggak boleh menyerah!" kata Bu Ratih dengan senyum kecil tanpa di sadari oleh Gani.

"Gani tau bu... Tapi gimana caranya, sementara Gani saja sudah tidak boleh berada dilingkungan mereka. Gani harus berbuat apa bu?" tanya Gani.

"Gan.. Gan.. Kamu kan bisa kirimkan makanan, kirimkan bunga, kirim mainan untuk anak-anak. Tunjukkan kalau kamu memang serius mau memperbaiki rumah tangga kalian!" kata Lika yang juga di benarkan oleh Bu Ratih.

"benar apa kata kakak kamu Gan, kamu nggak boleh menyerah. Lagi pula, biar gimana pun kalian masih suami istri dan kamu adalah Ayah dari kedua cucunya. Dia tidak berhak memisahkan kalian!" kata Bu Ratih yang kemudian saling pandang dengan Lika.

"Iyaa bener apa yang dibilang ibu. Aku setuju. Lagian perempuan mana sih yang nggak akan luluh kalau diperjuangkan!" kata Lika dengan senyum lembut menatap Gani.

"Iya bener, aku harus berusaha meluluhkan hati istri dan juga anakku. Aku akan berusaha mengembalikan mereka dalam kehidupan aku, aku ngga boleh menyerah hanya karna larangan mereka" kata Gani dengan tekat yang membara.

"Nah.. Gitu dong... Lagian masa laki-laki lemah, nggak boleh lah. Laki-laki itu harus kuat!" kata Bu Ratih dengan mata berbinar.

Entah apa yang ada di pikirannya, hanya dia dan juga tuhan yang tau. Yang pasti semuanya adalah siasat buruk bu Ratih.

"Kalau begitu Gani pulang dulu, Bu. Gani akan menyiapkan keperluan istri dan juga anak Gani yang diminta bapak!" kata Gani.

"loh kenapa malah kamu siapkan? Biarin aja nggak usah, toh nanti juga istri kamu itu bakalan balik lagi!" kata Lika.

"Iya tapi nggak tau kapan, kasian kalau nanti mereka malah kekurangan disana. Nggak apa-apalah, hitung-hitung meluluhkan hatinya. Saat ini lebih baik Gani mengalahkan?" kata Gani yang langsung di angguki keduanya.

"Bener juga kamu. ya sudah kalau begitu, sana lah pulang!" kata Bu Ratih.

"Iyaa... Assalamualaikum" kata Gani menyalami tangan keduanya.

"Bu... Sebetulnya apa yang ibu rencanakan? Aku tau ibu pasti memikirkan sesuatu kan?" tanya Lika ketika Gani sudah pergi dari rumah itu.

"Benar sekali. Kamu memang pintar Lika! Apa lagi kalau bukan menghancurkan mereka kembali? Ibu tidak terima jika Pak Sabar membuat kita bangkrut, ibu akan balas semua perbuatan dia! Ibu kira setelah semuanya berlalu dia bisa berbesar hati memaafkan ibu dan juga bapakmu, tapi ternyata. Dimatanya masih menyimpan dendam yang kami tidak sangka!" kata Bu Ratih.

"Tapi bu... Kenapa selama ini ibu nggak pernah ngajak Lika atau pun Gani menjenguk bapak?" tanya Lika setelahnya.

"Ibu tidak ingin kalian malu karna mempunyai seorang Ayah narapidana, lagi pula semua ini keinginan Ayah kalian!" kata Bu Ratih yang tampak santai.

"Tapi kenapa?" tanya Lika Lirih.

"Sudahlah ngga perlu di pikirkan, lebih baik kamu pulang. Sebentar lagi suami dan anak kamu pulang untuk makan siang!" kata Bu Ratih.

"Ahhh ibu nih ngga seru, masa ceritanya di potong-potong sih!" kata Lika dengan bibir mengerucut.

"Udah besok lagi, kayak nggak ada hari besok aja!" kata Bu Ratih.

Bersambungg

****

Haloo.. Maaf ya cuma 2 bab hari ini, tadi tiba-tiba suami author ajak pergi. Jadinya nggak sempet nulis naskah. Besok kita lanjut ya, kita usahakan sampai kontrak. Kalau nggak bisa ya mohon maaf, hehehhe,🥰

1
Jetva
perasaan lia baru masuk SMA..koq udah kuliah..??
AH. HASANAH
Kuat ya kak💪🙏
Jetva
papaq hanya 3 bln melihat cucunya ...beliau meninggalkan dunia ini saat anakq berusia 3 bln....klo mamaq lebih lama..hingga anakq lulus SMA...
AH. HASANAH
Kalau langsung, tamat dong ceritanya kak hehehe😄
falea sezi
cerai sat sset 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!