Merleen merupakan seorang mafia. Sudah tidak terhitung banyaknya nyawa yang sudah ia bunuh. Banyak orang yang mengincar nyawanya.
Namun ia meninggal di tangan sang kekasih.
Arwahnya masuk kedalam tubuh seorang putri menteri yang terbuang. Dia dibuang oleh keluarganya karena hamil diluar nikah.
Padahal ia hamil karena jebakan dari kakaknya. Kakaknya tidak terima bahwa ia akan menikah dengan seorang jenderal.
Bukan hanya dibuang oleh keluarga. Gadis itu juga harus merasa sakitnya melihat lelaki yang ia cintai mencintai menikah dengan kakaknya.
Merasa frustasi gadis itu menyeburkan dirinya kedalam aliran sungai dari atas jembatan. Gadis itu pun tewas. Dan tubuhnya diambil alih oleh Merleen.
Empat tahun kemudian ia kembali ke ibu kota. Kedatangannya membuat geger kekaisaran.
Gadis itu membawa anak laki-laki berusia tiga tahun yang begitu mirip dengan Raja Chen. Dialah Raja perang yang terkenal akan kekejaman nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di perjalanan
Bertahun-tahun lalu ada sekelompok orang yang menyembah Iblis. Semakin lama jumlah mereka semakin banyak. Lama kelamaan mereka membentuk sebuah klan. Klan itu dinamakan klan iblis.
Namun klan Iblis telah musnah bertahun-tahun yang lalu. Ternyata kini ada yang membangkitkan klan itu lagi.
"Bagaimana dengan persiapannya?" tanya sang ketua . Dia merupakan pimpinan tertinggi klan iblis.
"Masih butuh beberapa orang lagi yang mulia," jawab sang bawahan.
"Ingat, saat bulan purnama nanti, persembahannya harus siap. Aku tidak ingin ada kekurangan satu apapun!"
"Baik yang Mulia."
"Bagaimana dengan para pengikut kita?"
"Saat ini banyak orang yang tergiur masuk dalam klan Iblis. Mereka menginginkan kekuatan dan keabadian."
"Ha..ha...ha....setelah kita membebaskan raja Iblis dari segel yang membelenggunya, apapun yang kita inginkan pasti terwujud."
"Yang mulia benar sekali ."
Raja iblis yang mereka maksud merupakan iblis yang di segel oleh sang Dewi di masa lampau . Konon menurut cerita sang Raja iblis di segel dalam sebuah gua yang di sebut goa iblis .
Tidak ada siapapun yang yang bisa memasuki goa itu. Jangankan untuk masuk mendekat pun sulit. Karena goa itu di jaga oleh sepasang naga api.
Sudah puluhan tahun tapi tidak ada satupun yang berhasil memasuki goa iblis . Namun pemimpin klan iblis yang saat ini mengetahui rahasia kekuatan terbesar sang iblis.
Jika kekuatan sang iblis mendapatkan kekuatan itu , maka sang iblis mampu keluar dari segel yang membelenggunya.
Pada bulan purnama mereka harus menumbalkan gadis perawan dan juga anak kecil . Semakin banyak yang ditumbalkan semakin besar pula kekuatan yang iblis itu punya . Sehingga bisa menghancurkan segel.
Meninggalkan cerita sang iblis kita kembali pada Lin Hua. Setelah menginap semalam di penginapan kini Lin Hua bersama si kembar dalam perjalanan ke kota Xi'an.
Semalam Lin Hua masih sempat menyambangi kediaman Xiu Ying. Lin Hua menyebar beberapa racun pada keluarga Xiu Ying.
Untuk Xiu Ying ia memberikan racun yang membuat wajahnya rusak. Racun itu sulit untuk diidentifikasi. Sehingga tidak sembarang tabib mampu mengobatinya.
Lin Hua yakin Xiu Ying akan merasa malu untuk keluar dari rumah . Sama seperti keadaan Lin Hua sebelumnya.
Untuk kakak Xiu Ying, Lin Hua memberikan obat perangsang dan bermain dengan beberapa wanita. Jika hal ini tersebar, nama baiknya juga akan hancur.
"Berhenti di restoran depan, Paman! "
"Baik Nona."
Saat ini Lin Hua sudah melakukan setengah perjalanan. Sebentar lagi mereka akan memasuki hutan. Dari pada harus istirahat di dalam hutan lebih baik istirahat di restoran.
"Kok sepertinya ada yang aneh," gumam Lin Hua sambil menggandeng si kembar kedalam restoran.
Tidak seperti keberangkatan, ia merasa desa yang ia lewati saat ini lenggang tidak seperti sebelumnya.
Sejak tadi Lin Hua memang berada di dalam kereta. Jadi ia tidak memperhatikan keadaan di luar. Padahal sang kusir sudah menyadarinya sejak memasuki desa ada hal-hal janggal yang membuatnya curiga sekaligus waspada.
"Apa yang ingin anda pesan Nona?" tanya sang pelayan restoran.
"Keluarkan makanan terbaik yang kalian miliki!"
"Baik Nona. Tolong tunggu sebentar."
Lin Hua mengangguk. Dia mengajak si kembar untuk sabar menunggu.
"Ma, kok Lestolanya sepi," celetuk Jia Yu yang memperhatikan suasana restoran.
"Entah, tolong jangan keras-keras!"
Jia yo dan Jin Hai mengangguk. Ketiganya menunggu makanan datang dengan diam
Tak lama kemudian makanan yang mereka tunggu datang. Ada ayam panggang serta mie rebus.
"Silahkan."
"Terima kasih."
Pelayan itu meninggalkan mereka bertiga. Lin Hua merasakan aroma yang familiar. Ternyata makanan mereka telah dibubuhi oleh ramuan obat tidur.
"Jangan dimakan!" ucap Lin Hua dengan tegas.
"Ada apa Ma?"
"Ada yang sengaja ingin bermain-main dengan kita," celetuk Lin Hua dengan tersenyum smirk.
Jin Hai dan Jia Yi faham. Mereka tidak jadi menyantap makanan di depannya. Hingga beberapa saat kemudian dia orang pelayan datang menghampiri mereka. Salah satunya pelayan yang tadi mengantarkan hidangan.
"Kok makanannya belum disantap Nona?" tanya pelayan itu dengan ramah.
"Bagaimana kalau kalian saja yang memakannya?"
"Maaf Nona, taoi_"
Tubuh kedua pelayan itu bergetar. Dari respon Lin Hua mereka menebak jika Lin Hua mengetahui sesuatu yang mereka bicarakan.
"Kenapa diam saja? Ayo segera makan!"
"Maaf Nona. "
"Apa kalian kira kami orang bodoh?"
"..."
"Apa kalian pikir kami tidak akan menyadari ada yang tidak baik dengan makan yang kalian hidangkan!"
"Kami_"
"Bawa aku pada bos mu!"
"Ha?"
"Kalian belum mengerti juga rupanya. Bawa kami ke tempat bos kamu berada."
"Baik!"