NovelToon NovelToon
BOSKU MENGINGINKAN TUBUHKU

BOSKU MENGINGINKAN TUBUHKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nesakoto

Demi melunasi utang orang tuanya, Kinara rela mengorbankan dirinya daripada dipaksa menikah dengan pria tua. Dikhianati oleh pria yang dicintainya dan adik tirinya sendiri, ia memilih meninggalkan rumah untuk memulai hidup baru. Namun satu keputusan nekat mengubah segalanya, menyeretnya ke dalam takdir yang mengikatnya dengan pria paling berkuasa yang tak pernah ia bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nesakoto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I want you again!

Diana berdiri di depan pintu rumahnya dengan hati yang berdebar. Bayu sudah mengabarinya sejak tadi bahwa ia akan datang, dan hanya itu saja sudah cukup untuk membuat senyum tipis menghiasi wajahnya.

Tangannya bahkan tak henti meremas ujung pakaian yang ia kenakan, seolah ingin memastikan semuanya tampak sempurna ketika Bayu melihatnya.

Namun senyum itu seketika memudar ketika matanya menangkap sosok Bayu sedang berbicara dengan kakak tirinya di halaman. Keduanya berdiri agak dekat, dan meski percakapan mereka terdengar singkat, cukup untuk menyalakan api cemburu dalam dada Diana.

Rasa benci itu kembali menguasainya. Entah mengapa, setiap kali melihat Kinara, rasa amarah selalu menghantuinya. Seolah-olah kakak tirinya adalah bayangan yang selalu merebut apa pun yang ia inginkan.

Padahal kalau dipikir logis, bukankah seharusnya Kinara yang membencinya? Karena hampir semua hal yang seharusnya dimiliki Kinara selama ini, justru berakhir di tangannya.

Diana menghela napas panjang, buru-buru mengubah raut wajahnya saat melihat Bayu yang sudah selesai bicara dengan Kinara, melangkah mendekat. Senyum manis ia paksakan kembali, seolah tak terjadi apa-apa.

Begitu jarak mereka cukup dekat, Diana tiba-tiba meraih tubuh Bayu dan memeluknya erat. “Bayu… aku kangen.” Bisiknya lirih, nyaris penuh perasaan.

Bayu terperanjat. Ia tidak menyangka Diana akan bertindak seberani itu. Jika saja ia sempat bersiap, mungkin ia bisa menghindar. Dengan wajah kaku, ia segera berusaha melepaskan diri dari pelukan itu.

“Diana, lepasin!” Ucapnya cepat dan melepaskan pelukan Diana dengan kasar, setelahnya melangkah masuk ke ruang tamu tanpa menoleh lagi.

Di ruang tamu, Arbian yang semula masih berdebat dengan istrinya mengenai kepergian Kinara secara tiba-tiba, segera berdiri begitu melihat Bayu masuk. Wajahnya langsung berubah ramah, seolah melupakan ketegangan sebelumnya.

“Ah, Nak Bayu. Silakan duduk.” Ujarnya sambil memberi isyarat pada sofa di hadapannya.

Bayu mengangguk singkat, lalu mengambil tempat duduk. Tanpa banyak basa-basi, ia menyampaikan maksud kedatangannya. “Saya sudah berbicara dengan kedua orangtua saya. Mereka menyetujui jika saya akan melamar Diana secepatnya.” Ucapnya tegas.

Ia mengatakan hal itu tanpa mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya. Sebab kenyataannya, kedua orangtuanya sama sekali tidak setuju.

Mereka tahu betul bahwa perusahaan milik Arbian Bramasta kini sedang dilanda masalah besar. Namun, karena Bayu terus mendesak dan bersikeras pada pilihannya, akhirnya orangtuanya tak punya pilihan selain mengiyakan.

Rani tersenyum lebar, jelas sekali hatinya dipenuhi kegembiraan. Bayu, putra keluarga Minoto yang kaya raya, nyatanya sebentar lagi akan menjadi menantunya. Baginya, itu pertanda bahwa masa depan yang lebih mewah tengah menanti.

“Dua hari lagi saya sudah menjadwalkan pertemuan keluarga. Tempatnya di Geranium Resto.” Ucap Bayu kembali

Rani terbelalak. “Geranium Resto?" Tanyanya memastikan.

Semua orang tahu, Geranium Resto adalah restoran paling bergengsi di negara itu. Untuk bisa makan di sana, orang harus melakukan reservasi jauh-jauh hari.

Bahkan untuk ruangan paling bawah saja, biayanya bisa mencapai puluhan juta. Sedangkan lantai tertinggi hanya bisa dimasuki pemegang kartu VVIP—yang sebagian besar merupakan keluarga pemilik resto itu sendiri.

Bayu mengangguk. “Saya sudah mengurus semuanya. Keluarga saya akan datang, begitu juga kalian. Kita akan membicarakan mengenai pernikahan saya dengan Diana lebih lanjut, di sana.”

Rani menepuk tangannya dengan riang. Bayangan tentang menantu kaya, pesta mewah, dan hidup penuh kemewahan berkelebat di pikirannya.

Setelah berbicara secukupnya, Bayu berdiri. “Saya pamit dulu.”

Tanpa menunggu, ia segera berjalan ke luar. Diana yang sejak tadi hanya menyimak, buru-buru mengejarnya. Tentu saja ia tidak rela Bayu pergi begitu cepat.

“Bayu, tunggu!” Serunya sambil menarik lengannya. “Kita akan segera menikah, kan? Ini baru pertemuan kedua kita. Apa kamu nggak mau ngajak aku jalan, supaya hubungan kita lebih dekat?" Tanyanya dengan malu-malu.

Bayu menatapnya dengan dingin. Jelas, ia tidak peduli dengan ajakan Diana. “Sejak awal kau  tahu kan, sedikit pun aku tidak menginginkan pernikahan ini. Berulang kali sudah ku katakan kalau aku ini kekasih kakakmu. Jadi jangan berharap lebih dengan hubungan kita kedepannya!"

Wajah Diana memucat. “Tapi Bayu—”

“Cukup. Keinginanmu untuk menikah sudah kupenuhi. Sekarang aku punya urusan yang jauh lebih penting daripada harus pergi denganmu. Ada rapat yang harus segera aku hadiri.” Tegas Bayu.

Ia melepaskan tangan Diana dari lengannya, lalu melangkah pergi tanpa menoleh sedikit pun.

Diana hanya berdiri terpaku, dadanya terasa sakit. Namun tekad dalam dirinya semakin menguat: bagaimanapun caranya, ia akan membuat Bayu jatuh cinta padanya.

•••

Suasana berbeda menyelimuti sebuah gedung pertemuan megah. Renald Dirgantara, pewaris Merta Dirga tengah duduk di kursi utama. Tatapannya dingin, gerakannya tenang, tapi aura yang dipancarkannya membuat semua orang di ruangan itu terdiam.

Hari ini, ia menggelar rapat dengan beberapa perusahaan besar dan sejumlah perusahaan berkembang. Tujuannya jelas: mencari mitra untuk beberapa proyek besar yang akan ia kembangkan.

Bayu, duduk bersama para petinggi lainnya, merasa dadanya berdebar. Ini adalah kesempatan emas. Ia yang merupakan putra kedua keluarga Minoto, akhirnya diberi kepercayaan oleh Papanya untuk mewakili perusahaan. Biasanya, kakaknya Reihan yang selalu mendapat kehormatan itu.

Di dalam hatinya, Bayu berbisik, "Aku harus berhasil. Bukan hanya demi perusahaan, tapi juga demi harga diri . Dan… demi Kinara. Suatu hari, akan aku pastikan dia menyesal karena memilih untuk mengakhiri hubungan mereka."

Satu per satu perusahaan melakukan presentasi. Renald mendengarkan dengan wajah tanpa ekspresi, sesekali membolak-balik resume. Sorot matanya tajam, seakan bisa menilai isi hati orang hanya dari sekilas pandang.

Ketika giliran Minoto Corp tiba, Bayu melangkah maju dengan percaya diri. Ia memaparkan rencana kerjasama, strategi, dan keuntungan yang bisa didapatkan. Ia bicara penuh semangat, mencoba menunjukkan bahwa dirinya layak dipertimbangkan.

Namun Renald tetap tak menunjukkan reaksi apa pun. Setelah semua presentasi selesai, ia berdiri. “Keputusan akan diumumkan tiga hari lagi.” Hanya itu ucapannya sebelum ia melangkah keluar, meninggalkan aura mencekam di belakangnya.

Begitu pintu tertutup, ruangan rapat kembali terasa lega. Suhu yang semula seperti membeku, kini terasa normal.

Bayu mengepalkan tangannya. "Tiga hari lagi, aku pasti berhasil!"

Di sisi lain, Renald memilih untuk tidak kembali ke kantornya. Ada sesuatu yang jauh lebih menarik pikirannya: Kinara.

Mobil hitamnya kembali meluncur cepat menuju apartemen wanita itu. Dengan kunci cadangan yang entah bagaimana ia dapatkan, Renald membuka pintu dan masuk.

Sunyi. Hanya suara jam dinding yang terdengar. Pandangannya tertuju pada sosok Kinara yang masih terlelap di atas ranjang. Wajahnya begitu polos, membuat hati Renald seketika diliputi rasa ingin memiliki seutuhnya.

Tanpa ragu, ia merebahkan diri di sampingnya dan meraih tubuh itu dalam pelukan.

Kinara menggeliat, matanya perlahan terbuka. Samar-samar ia melihat sosok yang begitu dikenalnya. Terkejut, ia berusaha bangkit.

“K-kau… bagaimana bisa di sini?”

Renald menatapnya dalam, suaranya rendah tapi sarat tekad. “I want you again.”

Wajah Kinara memucat. “Ta-tapi bukankah—”

“Sstt…” Renald meletakkan telunjuk di bibirnya. “Apa kau lupa perjanjian kita? Uang itu kuberikan dengan syarat aku berhak menginginkanmu sampai aku bosan.”

Kinara terdiam. Matanya berkaca-kaca. Ia ingin melawan, tapi tubuhnya begitu lemah. Ia mencoba berbisik lirih, “Renald… aku lelah. Jangan lagi…”

Namun pria itu tak menggubris. Baginya, Kinara adalah candu, sesuatu yang tak bisa dilepaskan. Ia memeluknya lebih erat, seolah tak ingin ada ruang sedikit pun di antara mereka.

Kinara berkali-kali memohon, suaranya nyaris serak, tapi Renald tetap tak berhenti sampai akhirnya ia puas.

Beberapa waktu kemudian, ia akhirnya terbaring lemas, matanya terpejam kembali karena kelelahan. Nafasnya teratur, wajahnya tampak damai meski tubuhnya masih terasa berat.

Renald menatapnya lama, lalu perlahan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Dengan lembut, ia mengecup kening gadis itu. Senyum tipis tersungging di bibirnya, sebuah senyum yang penuh kepemilikan.

Tanpa suara, ia bangkit, melangkah keluar, dan menutup pintu apartemen di belakangnya.

1
sandi sanda
/Drool/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!