Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana mencari tahu
Izhar terus melamun karena dia masih tidak ingat apa yang terjadi semalam, di kelas dia juga terus menutupi lehernya dengan jaket yang dia pakai, bahkan tidak membalas sapaan teman temannya saat dia melewati koridor menuju kelasnya.
"Lo beneran nggak ingat, mimpi juga nggak?" tanya Hamka dan Izhar menggelengkan kepalanya dengan lemas.
"Gue sudah tern*dai guys" rengek Izhar memeluk Hamka yang hanya diam saja .
"Cup..cup.. anak tampan pak Irsyad jangan sedih ya, nanti kita cari orang yang sudah buat tanda di leher Lo ini dan kita minta dia tanggung jawab" bujuk Liam setengah meledek.
"Cari di mana, CCTV rumahnya saja sepi, sejak dia masuk kamar tidak ada yang datang ataupun ikut masuk ke kamar Izhar" ucap Liam memperlihatkan isi laptop miliknya.
"Lo udah belajar meretas juga?" tanya Hamka dan Liam mengangguk.
"Keren, retas rumah Om Zaki, dia sering bohong sekarang" ucap Esmeralda
"Nanti ya" jawab Liam mengusap rambut Esmeralda.
"Jangan modus juga" gerutu Hamka menepis tangan Liam.
Liam hanya terkekeh karena Hamka masih saja tetap bermuka datar meskipun dia kesal, bahagia ataupun sedih. Tapi sekarang orang orang di perumahan sangat hati-hati untuk tidak membuat Hamka sedih karena jika Hamka menangis atau sedih, Haris akan kembali marah dan mengamuk pada semua orang.
"Hantu mungkin yang udah kasih ikan cupang di leher Lo" celetuk Hamka
"Nah, iya! Pasti hantu" ucap Kalingga
"Tidak mungkin, masa aku begituan sama hantu!" ungkap Izhar semakin shok
"Hahaha... Benar, hantu itu semalam mendatangi kamu karena kamu di anggap suaminya" ucap Haris
"Apa! Suami?" tanya Hamka
"Iya, si manekin itu sepertinya tidak ingat apapun saat bangun setelah jadi arwah, dia hanya ingat sentuhan suaminya tapi tidak ingat wajahnya, dan Izhar memeriksa bagian itu nya kemarin, jadi dia menganggap Izhar suaminya" jawab Haris
Hamka menyentuh kening Izhar, seketika itu juga bayangan kejadian semalam mulai terlihat saat dia menutup mata, kejadian saat bagaimana sosok Karina memeluknya, menc*umi wajahnya dan juga memberikan tanda merah itu di lehe*nya. Izhar sudah semakin pucat saat dia melihat dirinya juga tanpa sadar menikmati apa yang di lakukan Karina dengan cara memeluk balik sosok itu dan tidur bersamanya semalaman sampai waktu subuh tiba.
"Huaaaa...... Hamka gue harus bagaimana?" pekik Izhar membuat seisi kelas khawatir.
"Kenapa?" tanya seorang teman sekelas
"Di putusin pacarnya" jawab Lintang dan semuanya hanya ber oh ria saja.
"Ko bisa bagitu sih Om, bukannya manekinnya di simpan Om Haris?" tanya Liam
"Itu dia masalahnya, manekin itu menghilang lagi, entah kemana dan ternyata dia mendatangi Izhar, mungkin ada sesuatu yang membuat manekin itu tidak bisa pergi jauh dari tempatnya" jawab Haris
"Masalah ini semakin rumit, sepertinya kita harus minta bantuan orang dewasa" ungkap Hamka
"Memangnya ada apa sih?" tanya Kalingga
Esmeralda lalu menjelaskan apa yang terjadi semalam pada Kalingga dan Zaheer yang tidak ikut, dia juga mengatakan kalau nanti setelah menjenguk guru mereka, mereka akan mencari bukti tentang Karina dan memastikan hubungan mereka benar atau tidak.
"Innalilahi, ko tega sekali ya dia, kalau cinta itu harusnya di pertahankan, bukan di duakan" gumam Zaher merasa kasihan.
"Dia pasti merasa sudah sukses dan bisa adil pada dua istri, tapi ternyata malah salah satunya harus meninggal karena suaminya yang egois ingin memiliki keduanya" ungkap Izhar
"Om Haris kemana?" tanya Liam
"Mencari manekin itu, mungkin kembali ke toko tempat dia di simpan" jawab Hamka
"Sepertinya di toko itu juga ada sesuatunya deh, mungkin semacam paku untuk membuat manekin itu tetap kembali ke sana meski manekin itu pergi jauh" gumam Hamka lagi
"Dengan kata lain, Bram juga mungkin tahu, arwah Karina gentayangan?" tanya Liam dan Hamka mengangguk.
"Masuk akal, karena kalau memang arwah itu bisa bebas, dia pasti tidak akan ada di sana" gumam Izhar yang mulai kembali konsentrasi.
"Hari ini kan setengah hari, setelah menjenguk Bu Hilda, bagaimana kalau kita mampir lagi ke toko itu, kita cek manekinnya, setelah itu baru ke rumah sakit, tapi kadonya kita kirim langsung ke tempat tinggal Bram" ucap Lintang
"Boleh, kita langsung saja pakai mobilnya Hamka" jawab Liam
"Kenapa nggak mobil Lo?" tanya Hamka
"Mobil gue mau di pake mommy ke tempat reuni sekolahnya katanya" jawab Liam.
"Reuni sekolah, berarti murid sekolah ini juga dong?" tanya Esmeralda
"Iya, kan orang tua kita sekolah SD sampai SMA di sini, kuliah juga di Smith, ya pasti teman temannya angkatan Smith semua" jawab Liam
Guru mulai masuk, hari itu hanya ada satu jam pelajaran saja, setelah itu mereka akan langsung di pulangkan karena ada rapat, Esmeralda akan ikut dengan Hamka, Liam dan Lintang sementara Kalingga dan Zaheer akan ikut dengan Izhar untuk ke Mall memeriksa manekin itu lagi.
Jam pulang sekolah, mereka bersiap pergi ke tempat yang di tuju, tapi sebelum mereka pergi, Hamka memberikan sehelai daun sirih merah pada Izhar karena sirih merah itu adalah sirih khusus yang di bawa oleh Haris.
Hamka segera memberikan sirih merah miliknya untuk di minum Izhar dan di usapkan ke wajahnya sebagian. Awalnya Izhar ingin memuntahkan air itu karena begitu pahit, tapi Hamka menutup mulut Izhar agar menelan semuanya.
"Hueekk.. Jahat Lo!" umpat Izhar langsung mengambil kue yang sering di bawa Esmeralda di tas miliknya.
"Lo harus gue jahatin, soalnya Lo ngeyel, Itu tuh obat mana ada yang enak" jawab Hamka
"Lo aja nggak pernah mau di suntik" gerutu Izhar
"Hiks... Hiks..."
"Lo pada dengar nggak?" tanya Hamka yang mendengar suara tangisan seseorang.
"Nggak, kami nggak dengar apa apa" jawab Lintang
"Apa kuping gue bermasalah ya" gumam Hamka
"Tidak, aku juga dengar suara orang nangis pas Izhar minun daun sirih merah itu, hantunya terusir" ucap Kalingga yang sedang santai belajar main gundu bersama Liam karena mereka masih berada di halaman sekolah.
"Kalingga, main gundunya jangan di keramik, nggak akan bisa bisa nanti, harus di tanah" ucap Liam
"Pantas saja gundu milikku tidak bisa diam" ucap Kalingga membuat semuanya merinding karena Kalingga sekarang membanting gundu itu sampai pecah.
"Istri si Liam tenyata benar benar menyeramkan" ledek Hamka
"Diam wajah triplek" bentak Kalingga
"Kamu tuh wajah preman" balas Hamka
"Minta di hajar!"
"Kalingga bersikap manis atau aku minta kamu pulang" ucap Zaheer
"Ish..."
"Gue udah kasih tahu Om Brandon, katanya akan di selidiki dulu, sama di tunggu pelakunya yang sedang ke luar negri" ungkap Hamka yang kembali fokus mengenai kasus Karina.
"Apa kejadiannya sudah lama? Mungkin barang buktinya juga sudah di hilangkan" ucap Izhar
"Astagfirullah, kita nggak mikirin itu, Izhar benar, itu kejadiannya kapan Hamka?" tanya Liam