NovelToon NovelToon
MY UNIVERSE (Coretan Wajah Aksara)

MY UNIVERSE (Coretan Wajah Aksara)

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Romansa / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: dyastami

Gimana rasanya diem diem nge-crush in temen sekelas yang badboy, suka bolos, kaga pinter alias bego, dan yang paling parah setahun tertinggal kelas.

"guys. Ada Aksara mau masuk kelas." teriak salah satu siswa. Dan semua murid di dalam kelas kompak tertunduk karena takut pada sang Aksara si badboy, yang paling di takuti di sekolah ini.


begitupun dengan gadis cantik yang irit bicara Zahira, merapihkan beberapa kertas dan alat tulis kedalam laci meja. Hanya menyisakan satu buku yang di letakan di ujung meja.


Aksara masuk dengan wajah tampan yang tertutup oleh beberapa luka di pipi dan batang hidungnya itu berjalan. Dan..

TLAK!

Buku Zah terjatuh tepat di depan Aksa. Zah meremas kedua sisi roknya, menunduk ketakutan.

Merasa penasaran Aksa mengambil buku itu, selembar kertas terjatuh, Zah melotot melihat kertas yang terjatuh.

Aksa mengambil kertas, namun di ambil kasar oleh Zah dan meremas menjadi gumpalan kemudian di lempar sembarang arah.

"Berani banget Lo sama gue!" Umpat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dyastami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 32

Tubuh tinggi Aksa sedikit membungkuk, tangan besar nya memegang tengkuk leher Zah, dan gadis yang berdiri tepat di depan Aksa sedikit mendongakkan kepalanya sambil memejamkan mata, merasakan benda kenyal yang sedikit tebal milik Aksa itu mendarat lembut di bibir ceri nya.

Tak ada lumatan layaknya seorang pemain yang sedang bercumbu. Aksa- pria itu hanya mencium bibir merah sang kekasih dengan lembut tanpa tuntutan. Tak lama, hanya sekedar menempel. Aksa benar-benar memperlakukan Zahira dengan sangat baik dan penuh dengan kasih sayang karena dirinya tau jika ini adalah ciuman pertama Zah. Bukan, bukan hanya Zahira, tapi juga Aksa yang juga baru melalukan ciuman bibir, atau sebuah kecupan singkat setiap hari di beberapa hari terakhir.

"Aku pulang." Pamit Aksa yang terus membasahi bibirnya dengan lidah seakan ada rasa manis yang menempel di bibirnya.

Seperti biasa, Zah hanya mengangguk malu.

Setelah motor Aksa melaju, Zah pun masuk ke gerbang.

Zah berjalan masuk dengan sumringah sambil memegang bibirnya. Walaupun Aksa menciumnya hanya menempel saja tapi itu sangat berkesan untuk dirinya yang notabennya belum pernah pacaran dan yups, itu adalah ciuman pertama nya.

"Akhir-akhir ini kenapa kamu gak mau mamah jemput Zah?"

Zah terperanjat ketika mendengar suara Kartika.

Zah pun berhenti, senyum yang tadi sangat lebar di keluarkan kini berubah menjadi rasa takut.

"Apa sudah ada yang mengantar dan menjemput kamu sekarang?" Kartika bertanya sambil tetap duduk di sofa dengan secangkir kopi di atas meja.

Zahira yang berdiri itu pun bingung harus menjawab apa.

"Siapa? Kenapa gak kamu kenalkan ke mamah."

Dalam hati Zah berdoa, berharap ada yang membantunya di saat yang dirinya tau akan terjadi seperti ini nantinya dan Zah harus menghadapi ini. Dengan keberanian penuh Zah pun berbalik menghampiri sang mamah.

Tak lama, ponsel Kartika berbunyi.

"Ya, hallo.. " Kartika menjawab, mendengarkan seseorang yang berbicara sopan di balik ponselnya. Arah mata Kartika pun melihat Zah.

Kartika membalas dengan senyum sebelum ponsel di matikan, setelah itu di letakkan kembali diatas meja.

"Jadi dengan siapa kamu pulang tadi?"

"Eum.. Zah ba-barusan di antar sa-sama temen mah."

"Seharusnya kamu telpon mamah kalau mobil Meca mogok di jalan. Jangan pulang dengan sembarang orang." Timpal kartika yang ternyata Meca adalah penyelamat nya saat ini.

Zah terdiam, mencoba memahami.

"Barusan itu Meca yang telpon mamah nanyain kamu sudah sampai rumah atau belum, karena hape kamu mati. Meca khawatir karena kamu di antar pake motor." Kartika pun menjelaskan.

Zah bernapas lega. "Iya, Zah tadi di anter sama temen. Beberapa hari ini Zah juga bareng Meca dan sering ke toko buku lebih dulu."

"Yasudah, hanya itu yang mamah ingin tanyakan."

Zah pun berbalik dan melangkah cepat naik tangga menuju kamarnya.

Setelah sampai di kamarnya, Zah langsung mengaktifkan ponsel dan berterima kasih pada Meca.

Sedangkan di lantai bawah, Kartika memijat keningnya setelah melihat ponsel yang mana banyak pesan yang ia kirim tanpa satu pun balasan. Melihat itu, dirinya hampir saja meluapkan emosi pada sang putri tadi. Merasa sedikit frustasi, Kartika menghubungi seseorang untuk bertemu.

"Halo, Aku ingin bertemu dengan mu... "

...****************...

Di salah satu Bar malam yang masih sepi pengunjung, Kartika datang layaknya wanita dewasa dengan gaun hitam pas body.

"Bagaimana kabar mu?" Tanya seorang pria dewasa yang sudah lebih dulu duduk di meja bar dengan minuman di atas nya.

Kartika duduk di samping nya, lalu memesan minuman yang sama dengan pria itu, minuman dengan kadar alkohol rendah tapi bisa memabukkan bila terlalu banyak meminumnya.

Kartika tidak menjawab, memilih menuangkan minuman botol ke gelas yang berisi es batu. Kemudian meminumnya. Dan Kartika mengulangi itu sebanyak dua kali.

Pria dewasa yang ada di samping Kartika hanya tersenyum tipis, menyadari bahwa Kartika sedang dalam suasana yang buruk dan dirinya tau karena hal apa.

Gelas yang ada di tangannya di goyang-goyangkan, terdengar bunyi es batu yang saling berbenturan dengan gelas kaca. "Seharus nya kamu fokus pada bisnis yang sudah berkembang warisan keluarga mu Kartika." Lalu pria itu menenggak minuman hingga habis dan melanjutkan ucapan nya, "kamu memiliki putri yang pintar, cantik dan penurut. Kamu bisa mewariskan lagi ke putri mu, sudah saatnya kamu perkenalkan bisnismu padanya."

Kartika hanya diam, satu botol sudah habis di minum olehnya. Kini Kartika menyisir rambutnya dengan kedua tangan seakan menekan kepalanya yang mulai pusing. "Sepertinya aku sudah gila." Ujarnya.

"Maka hentikan kegilaan mu, berhenti bermain-main dengan pria yang tidak bisa bertanggung jawab pada mu."

Kartika tersenyum tipis. "Dia tak bertanggung jawab karena aku belum bisa memuaskannya."

Pria itu mengeluarkan helaan napas, jawaban itu yang selalu saja Kartika keluarkan. Ia tau obsesi terbesar seorang Kartika adalah bisa memuaskan pasangannya bukan tanpa sebab Kartika seperti itu- karena dulu dirinya sibuk dengan pekerjaannya selalu ingin bisa membahagiakan keluarga kecilnya termasuk mantan suaminya yang mana ternyata diam-diam sang mantan suami selingkuh dengan alasan merasa tak dipuaskan oleh sang istri, Kartika.

Kartika sangat terpuruk, bagaimana tidak? Jika dirinya mati-matian bekerja ketika sang mantan suami sedang mengalami masalah pada perusahaan miliknya pribadi.

Pria dewasa itu mencoba mengerti keadaan Kartika, mengusap punggung terbuka dengan lembut. "Suatu saat kamu harus membuka mata lebih lebar dan menjadi lebih baik sebagai wanita, seorang ibu dan-" Dengan pelan pria itu melanjutkan ucapannya. "Dan seorang istri."

Seketika kepala Kartika terjatuh begitu saja ke atas meja.

"Aku antar kamu pulang."

Kartika menggelengkan kepalanya. "Bawa aku ke hotel." Ucapnya yang kini melingkarkan kedua tangan ke leher sang pria.

Mau tak mau sang pria itu menuruti keinginan Kartika, membawa tubuh lemas Kartika ke hotel terdekat dengan mobilnya.

Sudah sampai hotel, lalu meletakkan Kartika di atas kasur. Melihat sebentar tubuh Kartika yang sebenarnya sangat sulit untuk dilewatkan tapi dirinya bukan pria bajingan yang mengambil kesempatan dalam keadaan tak berdaya seorang wanita.

Pria itu melangkah pergi, namun sayang di tahan oleh Kartika yang bangun dari pingsannya.

"Tunggu sebentar." Kartika duduk di tepi Kasur sambil menahan tangan pria itu.

Pria itu berdiri. Dan kartika duduk, keduanya saling berhadapan. "Kali ini aku ingin bermain dengan kamu."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Akhirnya selesai juga." Reno membanting tubuhnya ke atas sofa, kelelahan karena dirinya batu selesai mengangkat barang-barang dari apartemen lama Aksa ke apartemen baru. Ya, Aksa ingin pindah apartemen agar Kartika tidak bisa datang seenaknya.

Apartemen dengan ruangan yang cukup luas tanpa sekat, hanya satu pintu yang membatasi kamar mandi.

Reno menoleh ke Aksa yang sibuk dengan ponselnya dan buku. "Bokab lo pasti mulai bangga sama lo bro."

"Sok tau."

Reno berdiri melangkah ke kulkas mengambil minuman keleng yang dingin. "Buktinya lo udah mulai nolak ajakan balap Dino. Pasti bokab lo udah mulai jatah bulanan lagi." Tebak Reno.

"Gue nolak balap karena setiap malem ada yang minta sleep call."

"Bucin."

Kali ini Aksa tak merespon ucapan Reno yang meledeknya. Reno pun sedikit-dikit mulai terbiasa dengan perubahan Aksa ke hal yang lebih positif seperti saat ini...

"Semenjak lo punya Zahira, aura lo lebih ke positif bro."

Aksa menoleh sebentar ke Reno, lalu kembali membalas pesan dengan rawut serius tapi juga mendengarkan sang sahabat berbicara.

"Biasa nya di jam-jam segini lo sibuk muasin si joni milik lo dihotel sama si tante. Tapi sekarang, bahkan lo gak pernah keluar malem lagi." Reno berkata masih duduk di sofa dengan tangan memegang minuman kaleng bertulis Bintang 0%.

Reno menenggak minuman itu dan selang beberapa detik, Reno dengan cepat menoleh ke Aksa-

"Bro si joni masi sering bangun kan?"

Lemparan kuat buku mendarat di kepala Reno. "Si bangke kalau ngomong gak di pikir dulu." Seru Aksa, "gue berubah jadi lebih baik, bukan berubah jadi banci monyet!"

Lontaran Reno yang asbun itu sukses membuat Aksa kesal.

"Lo gak liat, sekarang sabun di kamar mandi cepet abis? Hah!"

Reno cekikikan. "Gak expect seorang Aksa main solo."

.

1
penulis_dee
ceritanya bikin terkaget kaget tapi BAGUSSSS bangetttttttttttt
penulis_dee
sedih banget ga ada lanjutan
Ale
fix, pria tanpa nama
dysz
banyak kemungkinan🙏😌
Tutik Karlos
di kenalin sama orang yg mencintai Kartika....teman yg sering d telpon KLO LG kesepian
dysz
lagi rapuh hati author.. 😭🙏
Ale
selalu sad ending
dysz
pria tanpa nama gak tuh 🤧
Ale: lah lu ga ngasih nama yg setia nemenin tante girang
total 1 replies
Ale
tante girang itu pasti hamil anak nya pria tanpa nama itu..

jangan jebak aksa buat tanggung jawab thor😤
dysz
telaaat 😭😭
Ale
woii thor, jangan biarin si aksa di bungkus tante girang
Ale
lanjut
dysz
siyap, tungguin sampe besok 🙈
Ale: kelamaan
total 2 replies
Ale
next thor
dysz
gak usah komen aja kaka.. 🤧
dysz: ampun puuh sepuuh 🙇🙏
total 2 replies
Ale
mau komen, tapi komen apa🤔
Ale
karya nya si othor ini emang ga pernah gagal
yongobongo11:11
Terpesona☺️
dysz: hai kak. terimakasih sudah mampir di cerita pertama aku di PF ini. happy read untuk bab berikutnya 🥰🙏
total 1 replies
Febrianto Ajun
Terima kasih thor, cerita ini membuatku semakin mencintai dunia literasi. ❤️
dysz: hai, terimakasih telah mampir di cerita author yang pertama di Pf ini. and happy read🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!