[Sebelum Membaca mohon di Subscribe dan star 5🙏 Terima kasih]
Cerita ini hanya fiktif belaka, khayalan pengarang semata, banyak mendeskripsikan hal-hal yang tidak nyata karena Novel ini ber-genre Fantasi Romantis, hanya dijadikan sebagai hiburan pembaca saja🙏
Gadis bernama Bella Arunika sedang terjerat masalah dengan seorang pria bernama Jay Kavindra. Pria yang dipercaya berasal dari Putra Mahkota keturunan Kavindra. Jauh sebelum abad Masehi, Kavindra adalah seorang Raja yang menerima kutukan karena telah melanggar aturan kehidupan yaitu mencintai dan menikahi wanita yang ternyata adalah adik kandungnya sendiri yang hilang dalam sebuah peperangan.
Kejadian itu disebut dengan kutukan cinta pertama, setiap keturunan Kavindra yang nekat mencintai cinta pertamanya, menganggap kutukan itu hanya sebuah dongeng, maka ia akan segera bertemu dengan kematiannya.
Apa yang terjadi ketika Jay Kavindra bertemu dengan Bella Arunika?
Seperti apa kisah uniknya, yuks langsung dibaca guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Harley akhirnya tertidur dalam elusan manja Jay Kavindra. Raut wajah Harimau putih itu tampak kelelahan dan terlihat sangat sedih.
"Aku mengerti, jika kau sudah cukup lelah terpenjara di tubuh binatang ini, sabarlah Ley, janjiku akan terus berjuang untuk membebaskan kalian!"
Setelah mendapatkan informasi dari Harley, Jay Kavindra tidak bisa tidur malam itu, ia terlihat sibuk mengobrak-abrik isi lemari besar berisi buku-buku tua, peninggalan leluhurnya.
Jay membuka lembaran demi lembaran kitab kuno, lalu membacanya dengan sangat sabar dan teliti, terbuka dalam bahasa tulisan lama yang menjelaskan jika kerajaan Algojo merupakan kerajaan yang sangat menunggu sejak lama lahirnya seorang gadis yang memiliki kekuatan super. Mereka percaya jika gadis itu sudah ditakdirkan untuk menjadi permaisuri Raja mereka dan seluruh kekuatannya harus diambil dan dipersembahkan kepada sang Raja sebagai bentuk pengabdian rakyatnya.
"Tabir seorang putri itu bisa terbuka paksa dengan kesedihannya tetapi dengan kebahagiaan jauh lebih baik!" Jay membaca potongan dari buku petunjuk.
"Apakah kematian keluarga Bella itu ada kaitannya dengan pasukan Algojo yang ada di dunia milenial?"
"Juga pamannya Dery Lan???"
"Jangan sampai di rengkarnasi yang kedua ini, kekuatan putri Arunika terbuang sia-sia hanya untuk menghabisi kerajaan Algojo,
sedangkan aku sangat membutuhkan kekuatan itu untuk menghancurkan kutukan Kavindra! Meskipun pasukan kavindra hanya tersisa tinggal dua, bersama pasukan Velovania aku yakin kami masih bisa mengalahkan kerajaan Algojo sehingga kekuatan dari Dewi Arunika khusus hanya untuk mengeluarkan Kavindra dari kutukan saja.
Yes,Ini merupakan kesempatan juga peluang besar bagiku dalam bekerja sama dengan Velovania dan kami bisa saling menguntungkan! Mereka terbebas dari Algojo, sementara aku bisa terbebas dari kutukan."
Jay mulai mendapatkan titik terang yang selama ini ia nantikan.
*
Matahari pagi yang begitu indah bersinar. Bella Arunika mulai kembali berkerja mengasuh para kucing.
"Hei...Frengky...!" Panggil Bella dari jauh, gadis itu berlari kencang mendapati sepasang kucing jantan dan betina yang sedang asyik mojok berduaan.
"Tidak...tidak...tidak..." Bella reflek menarik kucing betina dengan cepat
"Hei! Frengky...dengar yah, kali ini saya benar-benar marah pada kamu, rengginang itu baru saja rehat dari bed rest lahirannya, kamu mau isi lagi!"
"Huuuft, jangan paksa aku akan ikat karet nanti 'anu' mu" ancam Bella.
"Ngeong-ngeong"
(kucing berkata; "Habis gimana say, tiba-tiba aku ingin makan rengginang pagi ini, dia terlihat cantik dan wangi)"
Kucing jantan itu pun berlari pergi, takut mendapatkan hukuman dari Bella.
"Dasar garong! Maunya tambah-tambah terus?" repetan Bella melihat kepergian kucing.
"Kamu juga rengginang, jangan murahan banget, pikirin dong, kesehatan rahim kamu!" Omelan Bella cukup menggelitik di telinga Jay sehingga membuat Pemuda itu spontan tersenyum-senyum sendiri saat sedang bekerja.
*
Pukul 10.13 pagi menjelang Siang.
"Nona Bella, maaf, saya sedikit menganggu waktu bekerja Nona" ucap sopan Neo.
"Iyah Pak Neo, apa sudah waktunya saya harus periksa kesehatan!"
"Begini Nona, dikarenakan jadwal pekerjaan para Dokter sangatlah padat dan cukup menguras waktu, mereka sangat keberatan jika harus datang ke lokasi kita yang memang jauh dari kota demi memeriksa satu orang saja!"
"Jadi Bagaimana Pak Neo?" tanya Bella
"Emm, bagaimana jika Nona ikut saya saja ke kota, setelah itu supir kami akan mengantarkan Nona kembali pulang!" bujuk Neo Yang sudah tidak sabar ingin mengetahui kondis rahim Bella.
"Haduh, bagaimana yah? Semalam Tante sudah berpesan kepadaku, jika aku tidak boleh keluar dari istana Kavindra karena Dery dan teman-temannya pasti sudah berada diperkotaan juga sekitar rumah untuk menunggu kedatanganku...duh! Gimana harus menjelaskannya kepada Pak Neo, aku tidak ingin juga mengecewakannya karena dia pasti sudah membuat janji dengan para Dokter!" Gumam Berpikir Bella.
"Bagaimana Nona?" tanya Neo membuyarkan lamunan keraguan Bella.
"Tapi...Pak Neo yakin, ini hanya sebentar saja, soalnya Bella tidak bisa lama meninggalkan para kucing!"
"Saya berjanji Nona!" jawab cepat Neo.
Akhirnya Bella berkenan melakukan tes kesehatan di perkotaan, iapun berganti pakaian lalu membawa tas mininya.
"Aku rasa, ini tidak akan menjadi masalah, karena aku hanya ke ruangan Dokter lalu pulang lagi?" pikir Bella meyakinkan dirinya pasti aman.
Saat gadis itu beranjak keluar Istana Kavindra, tiba-tiba seekor kucing lepas berlari cepat menyusul dan berada di kaki Bella, terlihat pelayan langsung mengejar kucing itu.
"Ngeong-ngeong!"
(Kucing tampan yang dipercaya adalah tempat kurungan Ray, kakak kandung Jay, ia ingin menyampaikan;
"Kau harus bertemu Jay jika kau sedang berada di kota!")
Namun sayangnya Bella tidak paham, gadis itu menunduk, menggendong senang dan mengelus-elus kepada hingga badan kucing.
"Tidak apa-apa, aku hanya pergi sebentar saja, kalian jangan nakal yah!" pesan Bella menyerahkan kucing kepada pelayan.
*
Akhirnya Neo tetap membawa Bella demi misinya yaitu Jay harus memiliki keturunan.
"Kalau aku telpon Tante, pasti dia akan marah, mending enggak usah ah?" Bella kembali menyimpan ponselnya di dalam tas.
Di tengah perjalanan Neo terus berpikir cepat untuk merencanakan dan mempersiapkan Jay harus mulai tidur dengan seorang wanita demi mendapatkan keturunan kavindra.
Sementara Bella tertidur karena ia merasa cukup lelah dengan aktifitasnya.
Neo spontan memperhatikan Bella.
"Bella adalah pilihan terbaik yang paling aman tanpa resiko publik. Aku yakin gadis ini bisa memberikan keturunan untuk Jay. Jay harus mengerti karena waktu terus berjalan. Anak itu, tidak bisa dibiarkan dengan kelalaiannya.
kenyataannya Jay adalah satu-satunya penerus Perusahaan yang tersisa. Aku harus menyadarkan jika usianya akan terus menua sementara Perusahaan tidak bisa berhenti.
Jika nanti, Tuan Jay ingin menikah dengan wanita pilihannya yang benar-benar serius, tentu itu tidak masalah. Huuuft, Raja yang satu ini cukup sulit jika dihubungkan dengan wanita, ia benar-benar mengunci dirinya dan sangat susah diatur"
Bahkan Neo sudah memikirkan persiapan-persiapan malam pertama Tuannya.
*
Rumah sakit besar.
Pemeriksaan pun berlanjut.
"Kondisi Rahimku juga diperiksa?" tanya hati Bella, tapi ia tidak ingin protes.
*
*
Pemeriksaan satu per satu di seluruh kondisi fisik Bella.
*
*
Sedangkan Neo masih menunggu sabar dan tenang dengan pemeriksaan kesehatan Bella diluar ruangan.
Tidak lama kemudian, Bella sudah diizinkan keluar oleh para Dokter.
"Pak Neo, Bella sudah selesai, ini hasil pemeriksaannya!" Bella memberikan selembar kertas kepada Neo.
Neo langsung berpusat pada penjelasan tentang Rahim Bella.
"Wah, sungguh luar biasa, tingkat kesuburannya sangat tinggi, lebih tinggi dari wanita lain?" gumam bahagia Neo begitu sumringah.
*
Mendapatkan laporan dari para kucing, Neo membawa Bella ke kota, Jay langsung bergegas cepat menjumpai keberadaan Neo.
*
"Neo!" panggil Jay Lumayan terkejut mendapatkan Neo dan Bella berada di rumah sakit.
Neo langsung berlari mendekati Tuannya.
Bella juga terkejut melihat kehadiran Jay, gadis itu hanya berdiri terpaku melihat dua pria itu mulai saling bicara.
"Kau masih memikirkan Rahim lagi?" protes Jay dalam nada pelan.
"Tapi Tuan?"
"Lalu untuk apa kau membawa Bella ke rumah sakit?" tegur Jay lagi.
"Tuan, saya hanya minta tolong saja (ucapan berat Neo) saya mohon, mulailah bercocok tanam di ladang yang subur!"
"Maksudnya?"
"Tolong berikan keturunan kavindra untuk kami" Neo memberikan kertas hasil pemeriksaan kepada Jay.
"Berdasarkan pemeriksaan, Rahim Bella sangat subur diantara wanita-wanita lain!" bisik Neo.
"Bella?" gumam Jay menatap Bella dalam raut begitu tegang.
alhamdulillah Jay bisa berkumpul lagi bersama keluarga kecilnya
ayok semangat bikin adek buat gannesh 😱
Pengikut setia memang keren mereka berkorban demi kesayangan nya Jaynuddin biar kembali lagi,jd manusia seutuhnya
sehat2 sllu ditunggu karya trbarunyaa😉
Smoga kehadiran bayi gemoy ini hadir brsama kedatangan sang ayah Jay Kavindra...
terimakasih kak mai,extra chapnya🥰🥰
Happy Ending akhir ceritanya seneng dan bahagia buat Jay dan keluarga