NovelToon NovelToon
LEON'S SECRET GIRLFRIEND

LEON'S SECRET GIRLFRIEND

Status: tamat
Genre:Ketos / Dikelilingi wanita cantik / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:87.3k
Nilai: 5
Nama Author: aufaerni

Rebbeca Alisia, atau yang akrab disapa Becca, adalah gadis berbadan besar yang sering menjadi sasaran ejekan teman-temannya di sekolah. Dia adalah kekasih tersembunyi dari Leonardo, siswa populer di sekolahnya yang biasa dipanggil Leon. Pria playboy dengan banyak pesona ini, harus berpacaran dengan Becca selama sisa masa sekolah mereka, satu setengah tahun, hanya karena kalah dalam taruhan yang dia dan tiga sahabatnya lakukan.

Apakah Becca bisa bertahan dalam hubungan dengan Leon, yang hanya menganggapnya sebagai gadis simpanan, Ataukah dia akan memilih untuk pergi, meninggalkan Leon dan semua kesedihan yang ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aufaerni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LEON JATUH SAKIT

Leon dan beberapa sahabatnya tengah menghabiskan waktu di salah satu klub malam. Nampak Leon tengah menari bersama dengan seorang wanita yang merupakan kekasih barunya. Wanita itu bernama Laura, wanita yang sangat cantik itu adalah kekasih Leon selama beberapa bulan belakangan ini.

"Makasih ya, Sayang, udah ajak aku ketemu sama sahabat-sahabat kamu," ucap Laura berbicara di tengah keramaian.

"Gak masalah, Sayang. Ayo kita nikmati lagi pesta ini," balas Leon, suaranya penuh dengan antusiasme.

Mereka berdua datang atas undangan dari Nathan yang hari ini sedang merayakan ulang tahunnya. Pria itu pun memanggil para sahabatnya untuk merayakan hari lahirnya di salah satu tempat hiburan malam milik keluarganya.

"Kalau gue jadi Rebecca, bakal sakit banget hati banget, lihat pacar gue lagi nari-nari sama orang lain," ucap Stefano, suaranya penuh dengan simpati.

"Udah konsekuensi sih dia pacaran sama playboy kayak Leon," celetuk Daniel yang tengah duduk di samping Stefano, suaranya penuh dengan sarkasme.

"Ya, biarin aja sih, Fano. Apa jangan-jangan lo nih yang suka sama dia?" tanya Nathan dengan nada mengejek, suaranya penuh dengan olok-olokan.

"Candaan lo gak lucu!" ucap Stefano dengan kesal.

Nathan yang awalnya tertawa pun akhirnya menghentikan tawanya. Kemudian, Nathan mengambil segelas minuman beralkoholnya dan meminumnya.

Daniel tertawa melihat Nathan yang menjadi salah tingkah. Tidak lama, Leon datang dengan menggandeng tangan Laura dan mengajaknya untuk ikut bergabung bersama dengan para sahabatnya.

"Hallo, Cantik," sapa Nathan menatap Laura.

Laura hanya tersenyum ketika Nathan menyapanya, sedangkan Leon tengah menatap sahabatnya itu dengan tatapan tajam.

"Kenapa lo lihat gue gitu banget?" tanya Nathan yang sadar dengan tatapan tajam milik Leon.

"Lo panggil pacar gue dengan sebutan sayang lagi, awas aja lo nanti," ucap Leon dengan nada mengancam.

Nathan mengendus sebal, sedangkan kedua sahabatnya yang lain hanya dapat menahan tawa saat melihat Leon memarahi Nathan.

Mereka berlima pun berbincang bersama, melempar candaan satu sama lain. Bahkan, Leon tak malu untuk bermesraan dengan kekasihnya itu walau dilihat oleh banyak orang, termasuk para sahabat-sahabatnya.

Hingga jam sekarang menunjukkan pukul tiga subuh, mereka berlima pun mengakhiri acara yang telah mereka buat.

Nathan nampak sempoyongan, dibopong oleh Stefano maupun Daniel. Karena hanya Nathan saja yang banyak sekali minum hingga meracau tidak jelas seperti sekarang.

"Aaarrgg, lo pantas mati cewek, sialan?!" racau Nathan. Stefano dan Daniel pun menggelengkan kepalanya.

Mereka berdua tidak pernah tahu siapa yang dimaksud oleh Nathan di setiap racauannya.

Leon membukakan pintu mobil untuk Laura, kemudian dia menutupnya kembali saat wanita itu sudah masuk ke dalam mobil.

Leon berjalan membantu kedua sahabatnya, membukakan pintu mobil milik Nathan. Pria itu dibaringkan di kursi penumpang dengan keadaan yang sungguh berantakan.

"Gue duluan ya, kalian semua hati-hati di jalan," ucap Leon pamit.

"Hati-hati, Bro," balas Stefano dan Daniel.

Leon mengangguk dan tersenyum simpul, setelah itu dia kembali ke mobil dan mendapati Laura sedang memejamkan matanya.

"Kamu kenapa? Mengantuk?" tanya Leon.

Laura membuka matanya saat mendengar Leon menanyakan kondisinya.

"Tidak, Sayang, aku hanya lelah sedikit," jawab Laura sambil mengelus lembut dagu milik kekasihnya.

Leon tersenyum menatap Laura. Pria itu mengambil tangan Laura dan mengecupnya. Dia sangat bahagia memiliki Laura sebagai kekasihnya. Selain cantik, Laura adalah seorang bintang kampus. Bahkan, wanita itu sangat pintar di bidang akademis dan non-akademis, sangat jauh berbanding dengan Rebecca yang tidak cantik apalagi pintar.

"Baiklah, aku akan segera mengantarmu pulang, agar kamu bisa beristirahat," ucap Leon pada kekasihnya, suaranya lembut dan penuh perhatian.

Setelah itu, Leon dan Laura pun pergi meninggalkan area klub malam itu. Mereka harus kembali pulang dan beristirahat.

Di tempat yang berbeda, Rebecca tampak terjaga dari tidurnya. Dia tak bisa tidur meski beberapa kali dia berusaha memejamkan mata, wajahnya penuh dengan kekhawatiran.

Wanita itu melirik jam dinding yang tergantung di kamarnya. "Sudah jam tiga, tapi Leon tak kunjung pulang," gumam Rebecca dengan suara lirih.

Pintu kamar terbuka dan muncul lah Leon dengan wajah yang sepertinya sangat mengantuk. Pria itu langsung saja pergi ke kamar mandi tanpa menyapa ataupun melirik ke arah Rebecca yang sedang berdiri menatapnya.

Rebecca pun hanya bisa menghela napas pasrah. Dia pun kembali ke atas tempat tidur dan berusaha memejamkan matanya. Dia sudah merasa lega karena Leon sudah kembali.

Rebecca, yang belum kunjung tidur, merasakan jika tempat tidur sedikit bergerak. Itu tandanya Leon sudah naik ke atas tempat tidur. Pria itu menarik selimut dan kemudian memejamkan matanya.

Tidak berselang lama, suara dengkuran halus terdengar di telinga Rebecca. Wanita itu berbalik dan menoleh ke arah samping. Di sana, Leon sudah tertidur dengan pulasnya.

"Capek banget kaya nya habis jagain Fano," sindir Rebecca dengan suara pelan.

Rebecca kembali berbalik badan, kemudian dia berusaha untuk kembali tidur karena nanti pagi dia harus segera pergi ke kampus karena ada kelas.

Tepat pukul jam enam pagi, Rebecca terbangun saat mendengar suara Leon tengah merintih.

Rebecca segera bangun dan terduduk. Wanita itu melihat ke arah Leon yang nampak menggigil dengan tubuh yang dibalut selimut.

Sekujur badannya pun nampak berkeringat dingin. Rebecca yang khawatir meletakkan punggung tangannya ke atas kening Leon dan merasakan bahwa kening pria itu terasa begitu hangat.

"Ternyata dia demam," ucap Rebecca dengan suara pelan.

Rebecca pun berdiri dan pergi ke dapur mengambil air untuk mengompres kening Leon. Dia juga akan membuatkan bubur agar pria itu bisa memakannya sebelum meminum obat, ucapnya dalam hati.

Rebecca kembali ke kamar dengan membawa baskom berisi air dan juga sapu tangan untuk mengompres kening Leon yang hangat. Dengan telaten, Rebecca mengompres kening Leon, lalu kemudian dia pun memasang termometer di celah ketiak Leon.

Sambil menunggu hasilnya, Rebecca kembali ke dapur untuk mengecek masakannya.

"Tumben kamu bikin bubur, Nak?" tanya Sisilia yang mengambil alih memasak bubur, suaranya penuh dengan keheranan.

"Leon sakit, Ma. Jadi, aku ingin membuatkan Leon bubur. Biasanya, Leon suka makan bubur jika dia sedang sakit," balas Rebecca dengan suara lembut.

"Dia sakit?" tanya Sisilia dengan nada khawatir.

Rebecca mengangguk pelan membenarkan.

"Anak itu, habis menjaga orang sakit malah dia yang ketularan sakit," ucap Sisilia sambil menggelengkan kepalanya, suaranya penuh dengan penyesalan.

Rebecca hanya tersenyum saja mendengar ucapan sang mertua. Sisilia tidak tahu saja bahwa dia tengah dibohongi oleh anaknya sendiri.

Saat bubur telah jadi, wanita itu pun membawanya ke dalam kamar. Dia meletakan nampan berisi bubur dan obat-obatan di atas nakas. Lalu, Rebecca mengambil termometer yang dia selipkan di ketiak Leon.

"38,5, lumayan juga panasnya," ucap Rebecca dengan suara pelan.

Kemudian, dia meletakan termometer itu di nakas dan setelahnya dia pun membangunkan Leon yang masih tertidur dengan tubuh yang menggigil.

"Leon, bangun. Kamu harus makan dan meminum obat," ucap Rebecca sambil membangunkan Leon.

"Eeenggh," lenguh Leon dengan lemasnya.

Pria itu membuka matanya yang sayu, lalu dia menoleh pada Rebecca.

"Ayo bangun, kamu harus makan dan meminum obat," ucap Rebecca dengan suara lembut.

Leon menggeleng tidak mau. Pria itu sungguh sangat lemas dan dia merasa tidak mampu untuk bergerak ataupun mengunyah makanan.

Rebecca tak mau menyerah. Wanita itu kembali membujuk Leon untuk makan agar pria itu cepat sembuh.

"Ayolah, Leon, kamu harus makan," bujuk Rebecca dengan suara lembut.

Leon kesal dengan ocehan Rebecca yang mengganggunya. Pria itu kemudian berusaha untuk bangun dan duduk.

"Bisakah lo diam dan jangan berisik? Suara lo itu mengganggu gue banget," ucap Leon dengan nada kesal.

"Kalau kamu mau aku diam, kamu harus makan," balas Rebecca dengan tegas.

Leon yang kesal pun akhirnya menyerah juga. "Cepatlah, gue sungguh ingin beristirahat."

Rebecca pun tersenyum senang saat mendengar Leon mau makan. Rebecca mengambil nampan yang dia letakan di nakas dan memberikannya pada Leon.

"Gue lagi lemas, Rebecca. Mana bisa gue menyuapkan makanan ini ke mulut gue sendiri," ucap Leon dengan nada kesal.

Rebecca pun meringis, dia lupa jika pria yang di depannya ini sedang lemas. Jadi, Rebecca pun yang mengambil alih nampan tersebut dan kemudian dia pun mulai menyuapi Leon.

"Kamu sakit apa, Leon?" tanya Sisilia yang masuk ke dalam kamar.

"Hanya demam biasa saja, Ma," jawab Leon dengan suara lemah.

Sisilia menghela napasnya. "Setelah ini minumlah obatmu. Kamu harus jaga kesehatanmu juga, Nak. Jangan sampai kamu sakit karena habis menjaga orang sakit," ucap Sisilia menasehati putranya.

Leon hanya mengangguk saja. Dia ingin segera selesai makan dan kembali tidur karena badannya sungguh begitu lemas dan kepalanya pun rasanya berdenyut nyeri.

Rebecca dengan telaten menyuapi Leon makan, dan Leon yang awalnya ogah-ogahan untuk makan ternyata lahap juga menyantap bubur buatannya.

"Sok gak mau, padahal doyan." cibir Rebecca dalam hati.

Setelah selesai makan, Rebecca pun menyerahkan obat-obatan itu pada suaminya.

"Ini, minumlah," ucap Rebecca dengan suara lembut.

Leon pun menelan obat yang diberi oleh Rebecca, kemudian Leon menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang sambil memejamkan matanya meredam rasa nyeri di kepalanya.

Ting! Ting!

Dua suara pesan masuk muncul di handphone milik Leon yang berada di atas nakas tempat Rebecca menaruh nampan yang dia bawa.

Rebecca dapat melihat isi pesan dari seorang wanita bernama Laura, yang bertuliskan sapaan romantis untuk pria yang tengah berbaring memejamkan matanya itu.

Rebecca hanya dapat diam dan tidak bersuara. Dia sudah biasa menemukan handphone Leon dengan chat-chat mesra wanita lainnya. Rebecca tidak ada hak untuk melarang pria itu berhubungan dengan siapapun karena Leon tidak mencintainya dan mereka menikah atas dasar paksaan dari kedua orangtua Leon.

Dengan terburu-buru, Rebecca keluar dan membawa nampan. Dia harus segera bersiap agar tidak telat untuk tiba ke kampusnya.

1
Vindy swecut
karya novel nya akak keren2 👍🏻👍🏻❤️
D Mamie...
luar biasa
Rahman Padaka
becanda kasihan 😭😭
Bian
Please kalian balikan ya
Bian
Bilangnya gk mau terlibat lagi tapi nyuruh Nayla culik ashley 🤬
zeykiera
jadi sedih/Sob/
Bian
Knp jadi asing padahal dulu sahabatnya 🤧
zeykiera
/Good/
Rafika Adami
buat leo myesal
Bian
Gitu bngt emaknya
Bian
Knp harus di jahit sih
PutraNajwa
🤣🤣🤣
mampus... itu baru peringatan loh buat loe nathan.
tunggu pembalasan berikut karmanya ya.
oh si leon juga tunggu jatah loe.😈😈😈
joyji
Nathan saiko
joyji
Nathan jahat bnget
PutraNajwa
ya ampun.
iblis banget ya so nathan itu.
lagi nunggu karma untuk orang2 yg udah jahatin rebecca thor
Ria Nasution: kapan Nathan dapat balasan atas perbuatannya gitu thoor dah terlalu gregetan liat tingkah nya
total 1 replies
@long-distance
klo stefano d bikin berubah jahat suatu saat.. mari kita santet online kkak othor nya...😆😆😆😆😆
Ria Nasution
semoga Stefano tidak berubah ke depannya dan tulus dengan Rebecca
@long-distance
sulap si becca jd cantik dong thorr.. jngan dekil mulu... masa udah hidup d luar pnampilan tk berubah..
joyji
lnjut thor
Yarni Manao
karma di bayar tunai Leon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!