NovelToon NovelToon
Welcome Back Cecil

Welcome Back Cecil

Status: tamat
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Bullying di Tempat Kerja / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:348.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Cecil si wanita lemah ditemukan meninggal di sebuah gudang yang terbakar. Ternyata sebelum gudang dibakar, Cecil sudah diperkosa oleh seorang pemuda tak dikenal. Siapa sangka, Cecil malah terlahir kembali. Cecil memiliki semua ingatan di masa depan dan tubuhnya jauh lebih kuat dari sebelumnya. Cecil pun merencanakan membalas semua teman-teman yang membullynya sampai membuatnya harus meregang nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menguping Lagi

Cecil

"Loh kok ada gantungan kunciku di laci?" Lisa yang baru datang ke sekolah terlihat terkejut saat mendapati gantungan kunci miliknya ada di laci mejanya. "Siapa yang taruh?"

Aku menutup mulutku dengan rapat. Aku tak mau mencampuri urusan Lucy. Kalau dia tak mau membagi rahasianya denganku, aku juga takkan mencampuri urusannya. Toh hanya gantungan kunci saja, bukan masalah besar bukan?

Secara tiba-tiba Riska menjawab pertanyaan Lisa. "Tadi aku lihat Lucy yang menaruhnya di laci mejamu. Bukankah beberapa hari lalu Lucy mengatakan kalau dia akan mengembalikannya langsung ke rumahmu? Kenapa malah ditaruh di lacimu? Apa dia lupa?"

Aku sangat terkejut mendengar jawaban Riska. Aku terus memperhatikan perubahan ekspresi Lisa, wajahnya mengeras dan ia nampak sangat kesal. "Dimana Lucy?"

"Di kantin, katanya lapar belum sarapan," jawab Riska dengan polosnya.

Lisa langsung pergi meninggalkan kelas sambil membawa gantungan kunci miliknya yang ditaruh di dalam laci. Gawat, pasti ada sesuatu yang telah terjadi sampai Lisa terlihat sangat marah seperti itu. Aku harus membuntuti mereka. Dengan gerakan yang pelan dan berusaha agar tidak dicurigai, aku pun perlahan keluar dari kelas.

Cepat-cepat aku berlari mencari keberadaan Lucy dan Lisa. Aku yakin mereka pasti pergi ke tempat yang tidak akan ada orang agar mereka bisa berbicara dengan puas. Pilihanku adalah perpustakaan, tapi ternyata mereka tidak ada. Aku lalu ke taman belakang, ternyata juga tak ada. Gawat ini, aku tak boleh ketinggalan momen untuk menguping pembicaraan mereka. Aku yakin ada sesuatu.

Aku memutar otak lebih keras dan akhirnya terpikir sebuah tempat dimana dulu mereka sempat mengunciku. Ya, mereka pasti ada di sana. Aku menaiki anak tangga dan pergi ke lantai 3. Ada sebuah toilet di samping ruangan lab yang sangat jarang digunakan oleh siswa kecuali saat praktek tiba. Aku yakin mereka pasti ada di sana.

Dari kejauhan aku seperti melihat ada bayangan orang di dalam toilet. Aku pun mengendap-endap agar mereka tidak tahu kalau aku menguping pembicaraan mereka. Ternyata benar, Lucy dan Lisa sedang berbicara serius di dalam. Aku menajamkan telingaku agar bisa mendengar percakapan mereka.

"Kenapa kamu tidak langsung mengembalikan gantungan kunci milikku?" Lisa langsung memberondong Lucy dengan pertanyaan, tanpa basa-basi terlebih dahulu.

"Aku lupa," jawab Lucy dengan santai.

"Oh ya? Lupa atau ada alasan lain? Riska bilang, katanya kamu awalnya berniat untuk mengembalikan gantungan ini langsung padaku. Kenapa tidak langsung kamu kembalikan?" Lisa tak semudah itu mempercayai ucapan Lucy. Ia terus mencecarnya dengan pertanyaan demi pertanyaan.

"Ya ...aku lupa. Memang waktu itu aku mengatakan kalau aku akan mengembalikannya. Aku lalu menaruh gantungan kunci itu dalam tas dan baru teringat hari ini jadi langsung aku balikin deh ke laci kamu." Lucy berbicara dengan tenang namun aku yakin Lisa pasti tahu kalau sahabatnya itu sedang berbohong. Aku saja yang tidak begitu dekat dengan Lucy tahu kapan dia berbohong dan kapan dia berkata jujur. Apalagi Lisa yang selama ini sangat dekat dengan Lucy pasti dia lebih hafal dengan sifat sahabatnya tersebut. Percuma Lucy beralasan mobilnya dipakai kalau ujung-ujungnya ketahuan juga.

"Enggak usah bohong deh kamu! Aku tahu kenapa kamu tidak mengembalikannya padaku," balas Lisa.

"Kenapa sih kamu mempermasalahkan hal ini? Ini tuh hal yang sepele, aku lupa dan sudah aku kembalikan, beres bukan? Aku juga bisa lupa, wajar bukan? Kenapa harus membawaku ke lantai atas seperti ini? Kamu tahu 'kan kalau toilet ini tempat kamu biasa mengunci Anita di dalamnya? Kenapa kamu ngajakku ke toilet ini seakan aku ini adalah musuhmu bukan sahabatmu," balas Lucy tak mau kalah.

"Oh ya? Memangnya kamu sahabatku? Aku tak yakin kalau kamu menganggap dirimu adalah sahabatku. Aku sudah melihat CCTV di rumahku malam itu. Aku tahu ada yang menguping pembicaraanku dengan Leon namun sayang aku tidak tahu siapa itu. Setelah aku pikir-pikir, orang yang mengupingku malam itu terlihat membawa sesuatu yang berkilau, gantungan kunci ini bukan yang terlihat dari CCTV di kejauhan?" Lisa sepertinya sedang mengangkat gantungan kunci miliknya. Sayang, aku tak bisa melihat bagaimana ekspresi wajahnya saat ini. Pasti sangat menyeramkan.

"Apa? Menguping? Kamu pasti salah orang! Siapa yang mau nguping pembicaraanmu? Aku tidak menguping! Aku juga tidak ke rumah kamu kok," elak Lucy.

"Jadi kamu tak mau mengaku? Lucy, aku mengenalmu sudah lebih dari 1 tahun. Pertemanan kita sudah lama, sangat lama. Aku bisa tahu kapan kamu berbohong dan kamu kapan kamu berkata jujur. Saat ini, kulihat kamu tuh sedang berbohong. Percuma saja, mau kamu sembunyikan seperti apapun, aku akan tetap tahu kalau kamu itu pembohong. Jadi, kamu sudah tahu apa yang dibicarakan aku dan Leon? Apa yang akan kamu lakukan?"

"Terserahlah. Yang pasti aku tak tahu."

"Kalau sampai rahasiaku terungkap oleh orang lain, nasibmu akan sama seperti nenek itu!" ancam Lisa.

Loh, kok nenek? Bukannya Kakek ya? Apa aku salah lihat?

"Jangan pernah mengancamku! Aku tak tahu siapa kakek itu. Berhentilah mengganggu hidupku!" Aku cepat-cepat bersembunyi ketika mendengar langkah kaki ingin keluar dari kamar mandi, sepertinya Lucy akan pergi namun ucapan Lisa menghentikan langkahnya.

"Aku mengatakan kalau nenek itu loh, bukan kakek itu. Aku pikir kamu salah dengar tapi ternyata kamu memang benar-benar menguping apa yang aku bicarakan dengan Leon. Lucy ... Lucy ... Kenapa sih harus kamu?" Pintar sekali Lisa menjebak Lucy, mungkin karena terlalu gugup, Lucy tak sadar dengan jebakan yang Lisa buat.

"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan!" Lucy masih berusaha mengelak, perbuatannya malah membuat Lisa semakin yakin kalau ia telah berbohong.

"Oh come on, jujurlah! Kalau kamu jujur, aku yakin Leon tak akan marah. Kamu tahu bukan kalau Leon sudah marah seperti apa? Aku takkan memberitahu Leon kalau aku melihatmu malam itu menguping. Aku minta, kamu menjaga rahasiaku dengan rapat, aku sudah berusaha membelamu, jangan sampai aku kehilangan kesabaran dan memberitahukannya pada Leon," ancam Lisa.

Cepat-cepat aku sembunyi di dalam ruang lab. Kulihat Lisa keluar dari toilet dan pergi. Lucy masih ada di dalam toilet, kesempatan ini tidak akan aku sia-siakan. Aku pura-pura ingin ke toilet dan melihat Lucy sangat terkejut dengan kedatanganku. "Cecil? Mau apa kamu di sini?"

"Mau pipis," jawabku dengan santai.

"Jangan bohong kamu! Aku tahu, kamu pasti habis menguping pembicaraanku bukan?" Lucy mencengkram pergelangan tanganku, membuat langkahku terhenti.

"Aku melepaskan tangannya dari lenganku lalu tersenyum ke arahnya, bukankah sudah aku bilang kalau tanda itu punya arti kurang baik? Kamu masih tidak percaya denganku? Sekarang kamu pikir, hidup kamu akan selamat? Kamu pikir sahabatmu itu akan melindungimu? Coba pikir sekali lagi. Sahabatmu yang akan melindungimu atau dirimu sendiri?" Aku tersenyum lalu masuk ke dalam toilet.

****

1
bakpao
/Good//Good/
🍒⃞⃟🦅𝐂𝐇𝐋𝐎𝐄
kerenn
Putri Dhamayanti
semprulll 🤣🤣🤣🤣🤣
Putri Dhamayanti
apa si Egi jg balik ke masa lalu keq Cecil??
DG s
ceritanya bagus👍👍
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
the end nih cerita nya 🤭
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
andai kan bisa kembali ke masa lalu
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
ternyata black gak pergi tapi kehilangan kekuatan nyaa
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
kasian sekali Cecil masih koma
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
tau dari mana ya kalau Leon mau membunuh egii
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
makasih black udh nyelamatin Cecil,,tapi egiii ......
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
bahaya bngtt km cil
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
pngn sekali aku tabok si Leon jahatt bnr ikhhh
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
pntsn aja si lucky gampang terpancing ternyata begituuu
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
akhirnya Cecil minta bantuan jugaa smaa papah
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
semoga aja rencana Leon gagal
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
udh gila tuh si leon
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
ko aku yg deg²n pdhl kan si Egi yg ketahuan
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
kan keceplosan knp harus ceroboh sih cil
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
pinter banget km cil,,mngkn gara² si black yaa 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!