Demi membalas budi kepada orang tua angkat yang membesarkannya, Eros Forger, CEO muda sukses, rela menerima perjodohan meski sudah memiliki kekasih yang dicintainya, Lura.
Ternyata, calon istrinya adalah Zenaya Harper, supermodel internasional yang cantik, mempesona, dan berhati tulus.
Awalnya Eros berusaha setia pada Lura, tetapi kebersamaannya dengan Zenaya perlahan menggoyahkan hatinya. Akankah ia tetap bertahan pada cinta pertamanya, atau justru jatuh cinta pada wanita yang semula tak pernah ia inginkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalicious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERSIAPAN KEBERANGKATAN EROS
Hari berganti, hingga akhirnya hari Senin pun tiba. Hari yang telah dinantikan oleh Eros untuk keberangkatannya ke Kyoto.
Sejak pagi, Zenaya sudah sibuk mempersiapkan segala keperluan suaminya.
Ia memastikan setiap barang yang dibutuhkan Eros telah tersusun rapi, tidak ada satu pun yang tertinggal.
Dari pakaian, perlengkapan pribadi, hingga hal-hal kecil yang mungkin akan dibutuhkan selama perjalanan.
Perhatian Zenaya begitu tulus. Ia mempersiapkan semuanya seolah-olah dirinya ikut mempersiapkan Eros pergi ke Kyoto bersama Lura. Padahal, yang ia ketahui, perjalanan itu hanyalah perjalanan kerja yang harus dilakukan oleh suaminya.
Sementara itu, Desmon telah tiba di mansion untuk menjemput Eros menuju bandara.
Sebelumnya, Desmon sempat berpikir bahwa Eros perlahan mulai menerima Zenaya sebagai istrinya. Sikap Eros yang berubah, perhatian kecil yang ia tunjukkan kepada Zenaya, membuat Desmon percaya bahwa hati bosnya mulai melunak.
Namun, pemikirannya ternyata salah.
Ketika Eros memberitahunya bahwa perjalanan ke Jepang kali ini bukan hanya untuk urusan pekerjaan, melainkan juga untuk berlibur bersama Luna, Desmon merasa kecewa. Ia tidak menyangka Eros masih memilih untuk melakukan hal itu setelah melihat ketulusan Zenaya.
Namun, sebagai seorang bawahan, Desmon tahu batasannya. Ia tidak memiliki hak untuk mengatur keputusan Eros. Ia hanya bisa memberikan nasihat terbaik, meskipun pada akhirnya Eros tidak pernah benar-benar mendengarkannya.
Setelah semua persiapan selesai, Eros menghampiri Zenaya yang masih berdiri memastikan tidak ada barang yang tertinggal.
"Terima kasih sudah mempersiapkan semuanya untukku," ujar Eros dengan senyum lembut.
Namun, di balik senyuman itu tersimpan rasa tidak nyaman. Ada perasaan bersalah karena ia telah menyembunyikan kebenaran dari wanita yang begitu mempercayainya.
"Jaga kesehatan selama di sana," ucap Zenaya tersenyum tulus.
Eros terdiam sejenak, lalu mengangguk.
"Aku akan selalu mengabarimu," katanya.
Zenaya kembali tersenyum dan mengangguk percaya.
"Oh ya, Desmon. Apakah semua dokumen sudah disiapkan?" tanya Zenaya kepada pria yang berdiri tegak di dekat mereka.
Desmon seketika terdiam. Ia tidak menyangka akan ditanya seperti itu.
"S-sudah, Nonya. Saya sudah
menyiapkan semuanya," jawabnya gugup.
Padahal, Desmon sama sekali tidak membawa dokumen pekerjaan apa pun. Perjalanan ke Jepang kali ini bukanlah perjalanan bisnis, melainkan hanya menemani Eros dan Luna berlibur.
"Syukurlah. Aku tidak ingin nanti setelah kalian sampai di Jepang ada dokumen penting yang tertinggal," ujar Zenaya dengan senyum polos, benar-benar mempercayai mereka.
"Tentu saja, Nona. Saya sudah menyiapkannya jauh-jauh hari," jawab Desmon sambil tersenyum kaku.
Dalam hati, Desmon menghela napas berat.
Bagaimana bisa aku ikut terlibat dalam kebohongan ini?
Ia merasa sangat bersalah kepada Zenaya.
Wanita itu begitu mempercayai mereka, tetapi dirinya justru ikut menyembunyikan kenyataan. Namun, sebagai bawahan Eros, ia tidak memiliki pilihan selain mengikuti keputusan atasannya.
Perasaan yang sama juga dirasakan oleh Eros.
Ia menatap Zenaya yang berdiri di hadapannya dengan penuh ketulusan.
Maafkan aku, Zenaya. Tapi aku sudah berjanji kepada Luna, gumamnya dalam hati.
Akhirnya, waktu keberangkatan pun tiba.
Eros berpamitan kepada Zenaya. Seperti biasa, Zenaya mencium tangan suaminya dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang sebelum ia pergi.
Eros hanya membalasnya dengan mengusap lembut pipi Zenaya.
Sentuhan sederhana itu tetap membuat hati Zenaya terasa bahagia.
Meskipun hingga saat ini, Eros belum pernah benar-benar menyentuhnya sebagai seorang istri. Bahkan, kecupan kecil dari suaminya pun belum pernah ia dapatkan.
Namun bagi Zenaya, perhatian kecil dari Eros sudah cukup membuatnya merasa dihargai.
Beberapa pelayan kemudian membantu memasukkan barang-barang Eros ke dalam mobil.
Setelah semuanya siap, Eros, Desmon, dan para pengawal akhirnya meninggalkan mansion megah itu.
Zenaya berdiri di depan pintu, memandangi mobil yang perlahan menjauh dari pandangannya.