NovelToon NovelToon
Dihamili Rival SMA

Dihamili Rival SMA

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Diam-Diam Cinta / Pernikahan Kilat / Teman lama bertemu kembali / Nikahmuda / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:103.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Nawa

Deskripsi Sweet marriage

Nadia dihamili bos sekaligus kekasihnya. Pada malam di mana mereka merayakan hari jadian di sebuah kamar hotel, karena pengaruh alkohol dan rayuan kekasihnya yang membuat Nadia terlena, sampai akhirnya mereka menghabiskan malam bersama. Rasya meminta maaf, dan berjanji akan menikahi Nadia.
Namun saat Rasya meminta izin pada orang tuanya, mereka menolak. Mamahnya mengira jika Nadia sengaja menjebak putranya, agar bisa menikahinya. Akankah rasya bisa mendapatkan restu. Apakah mereka bersatu dan keluarga masing - masing akan menerima pernikahan mereka?

Ikuti kisah mereka berdua dalam judul "Dihamili rival SMA"
Jangan lupa like, komen, subscribe agar tidak ketinggalan ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kesedihan Nadia

“Ya tuhan rasanya sakit sekali hati ku, semudah itukah dia ingin berpisah dengan ku? Bagaimana jika suatu saat nanti ketika kami berpisah dia baru mengetahui yang sebenarnya, apa mungkin dia akan menyesali nya,” batin Nadia.

Mendengar ucapan Rasya yang ingin berpisah Nadia hanya tertunduk dan menangis tanpa suara, bukan hanya ucapan suaminya itu, dia juga kasihan melihat putrinya yang baru saja lahir ke dunia sudah harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya yang berpisah.

Setelah mengucapkan berpisah, Rasya hanya menatap sekilas ke arah Nadia sambil menggendong putrinya, lalu beralih kembali menatap sang putri sambil tersenyum bahagia dia mengelus pipinya dengan lembut lalu mencium setiap inci wajahnya.

“Halo sayang, ini daddy kamu cantik sekali! Daddy senang sekali kau lahir dengan selamat, daddy menyayangimu putriku yang manis,” ucap Rasya yang mengajak putrinya bicara.

Putrinya tertidur pulas Rasya kembali membaringkan nya ke box bayi lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi sang supir menyuruhnya membawakan baju ganti karena hari ini dia akan menginap di rumah sakit menemani Nadia.

Setengah jam kemudian sang supir pun datang dan memberikan pakaian tersebut lalu pamit kembali. Rasya langsung menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.

Prang

Suara gelas yang terjatuh membuat Rasya panik dan langsung keluar dari kamar mandi untuk melihat apa yang terjatuh.

“Apa kau tidak bisa memanggilku, hah! Kenapa memaksakan diri untuk mengambilnya sendiri. Kondisimu masih lemah setidaknya panggil aku!” marah Rasya sambil membersihkan serpihan pecahan gelas yang terjatuh tadi.

“Aku hanya haus! Maaf telah membuatmu terkejut,” ucap Nadia tanpa melihat ke arah Rasya.

Lalu Rasya pun mengambilkan segelas air putih lalu memberinya pada Nadia.

“Aku sudah tidak haus!” ketus Nadia.

Rasya menaruhnya kembali di meja samping tempat tidur, suster pun datang untuk memandikan bayi nya.

“Selamat sore bu Nadia? saya ingin memandikan bayi nya dulu ya, sambil menunggu ibu juga bisa langsung membersihkan dulu dibantu bapak Rasya!” ucap suster sambil berlalu keluar.

Tanpa meminta bantuan Rasya Nadia pun berusaha bangun sendiri karena dia memang tidak ingin dibantu suaminya. Rasya yang melihat itu langsung menghampiri Nadia dan ingin membantunya, namun Nadia menepis tangan Rasya.

“Tidak perlu! Aku bisa sendiri lebih baik kau pulang saja tidak usah menungguku!” ketus Nadia.

“Aku hanya merasa kasihan itu saja, kau jangan salah sangka dulu,” sinis Rasya.

“Aku tidak butuh belas kasihmu, mas!” tekan Nadia.

Nadia pun berusaha untuk berjalan ke kamar mandi dengan langkah yang tertatih-tatih. Namun belum jauh dia terjatuh.

“Ah …” teriak Nadia.

“Nadia … hati-hati!” Dengan sigap Rasya pun langsung menangkap tubuh Nadia yang sudah tergelatak di lantai.

“Kau memang tidak pernah mendengarkan, bagaimana jika terjadi apa-apa denganmu!” bentak Rasya.

“Lepaskan aku! Bukankah kau ingin aku tiada, hah! Tidak usah berpura-pura peduli padaku, anggap saja aku memang benar-benar sudah mati, jadi kau tidak perlu repot-repot merawat ku!” marah Nadia menangis terisak.

Deg

Mendengar itu entah kenapa Rasya merasa bersalah karena memang benar apa yang dikatakan Nadia. Tapi Nadia juga tidak tahu jika dia memilih menyelamatkan anaknya karena Rasya masih mengira Nadia berkhianat.

“Aku tidak menyangka kau bisa melakukan itu padaku, jujur hati ku sangat sakit. Hanya karena kau menuduhku berselingkuh dan kau bahkan tidak ingin mendengar penjelasan sedikitpun dari ku, padahal aku tidak pernah berselingkuh dengan siapapun. Aku hanya berpesan jika aku tiada nanti tolong jaga putriku dengan baik, dan aku doakan kau dan Bianca bahagia. Mungkin dengan Bianca mama mu juga akan bahagia memiliki menantu yang sederajat dengan keluargamu,” ucap Nadia yang berusaha untuk berdiri kembali, namun sia-sia karena memang dia sangat lemah.

Tanpa berfikir lagi Rasya langsung menggendong Nadia menuju kamar mandi lalu membantunya membersihkan diri, Nadia hanya diam dan tidak mampu berbicara lagi, karena jujur saat ini dia sudah tidak perduli lagi dengan hidupnya.

***

Seminggu kemudian keadaan Nadia sudah membaik dan diperbolehkan pulang oleh dokter, setelah Rasya sudah mengurus administrasi rumah sakit dan lain-lain mereka pun segera berangkat menuju ke rumah.

Satu jam perjalanan mereka pun sampai, mbak Lina serta Sinta dan Santi yang sudah kembali menyambut Rasya lalu bergegas membawa barang-barang dibantu oleh pak supir.

Nadia pun turun dari mobil dengan dirangkul Rasya sampai ke kamar, sedangkan bayinya digendong oleh Sinta. Nadia sedikit bingung karena Rasya membawanya ke kamar lain sedangkan kamarnya ada di atas.

“Kita mau kemana, mas? Kamarnya kan ada di atas,” tanya Nadia.

“Aku sudah memindahkan semua barang-barang kita ke bawah, kondisi mu baru membaik aku tidak ingin kau naik turun tangga karena jahitan operasimu belum kering benar, dokter yang bilang padaku!” jelas Rasya sambil membaringkan Nadia di tempat tidur dengan perlahan lalu Rasya beranjak pergi keluar namun Nadia menahannya.

“Mas, kamu mau kemana?” tanya Nadia membuat Rasya menoleh padanya.

“Aku mau ke ke kantor sebentar!” balas Rasya.

“Apa kau ingin bertemu dengan Bianca?” tanya Nadia lagi.

Rasya hanya terdiam.

“Mas, kamu masih gak percaya dengan ku? Aku tidak pernah selingkuh dengan Reno! Kamu hanya salah paham, tolong percayalah padaku!,” lirih Nadia.

“Bagaimana aku akan percaya padamu, Nadia kalau aku selalu memergoki kalian bermesraan untuk kedua kalinya,” ucap Rasya.

“Maksudmu …” singkat Nadia.

“Aku melihatmu sedang berpelukan di rumah sakit waktu aku keluar untuk menerima telepon dari Bianca. Apa mungkin jika di antara kalian tidak ada hubungan apapun saling berpelukan? Sedangkan kalian baru bertemu,” jelas Rasya.

Nadia melepaskan genggaman tangannya, karena percuma dia menyangkalnya karena memang saat itu Nadia berpelukan dengan Reno karena Reno sedang meminta maaf dan menyesali perbuatannya, namun Nadia tidak bisa menjelaskan pada Rasya saat ini.

“Diam artinya benar bukan? Aku pergi!” pamit Rasya.

Sesampainya di kantor Rasya terkejut dengan kehadiran Bianca yang sudah berada di ruangannya.

“Rasya kenapa ponselmu tidak aktif?” tanya Bianca yang menghampiri Rasya.

“Maaf aku belum melihat ponselku karena kemarin aku mengurus istriku di rumah sakit,” ujar Rasya.

“Apa kau sekarang sibuk? Aku ingin minta tolong bisa antar kan aku ke rumah teman ku?” pinta Bianca.

“Maaf aku tidak bisa karena setelah ini aku harus pulang Nadia masih butuh aku dia baru saja pulih pasca operasi,” tolak Rasya.

“Aku mohon kamu jangan menolak hanya sebentar saja,” ucap Bianca dengan lembutnya dia mendekati Rasya dan berusaha menggodanya.

Sebagai seorang laki-laki normal Rasya tidak bisa menolak ketika Bianca mendekatinya, akhirnya dia pun luluh dengan rayuan Bianca lalu mengantarnya ke rumah temannya.

Setelah sampai Rasya dibawa oleh Bianca ke sebuah apartemen miliknya bukan ke rumah temannya, Rasya yang belum menyadari dan tidak merasa curiga sedikitpun masih mengikuti Bianca. Sampailah mereka berdua di sebuah kamar apartemen tersebut. Rasya yang bingung karena Bianca dengan leluasa bisa masuk tanpa mengetuk pintu dulu akhirnya pun bertanya.

“Loh katanya mau ke rumah teman kenapa kita malah ke sini?” tanya Rasya kebingungan.

“Maaf, Rasya aku bohong padamu. Duduklah, aku akan membawakan minuman untukmu,” ucap Bianca dengan senyuman jahatnya.

“Tunggu! Aku tidak bisa di sini! Maaf aku harus pergi,” ucap Rasya.

Saat Rasya membuka pintu tiba-tiba Bianca memeluknya dari belakang.

“Aku mohon jangan pergi! Aku menyukaimu Rasya! Aku tidak peduli kau sudah mempunyai istri dan anak, tolong kasih kesempatan untuk bisa memilikimu,” Bianca terus saja menggoda Rasya dengan rayuannya.

Rasya pun berbalik dan menatap Bianca, dia sedikit terpengaruh dengan rayuan Bianca. Apalagi sudah beberapa bulan ini dia tidak pernah memeluk istrinya dan mendapatkan hak nya sebagai seorang suami. Jika laki-laki lain di posisi Rasya saat ini, tentulah dia tidak akan bisa menolak Bianca yang memang dia sangat cantik, dan kulitnya sangat mulus.

Bianca tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, dengan berani Bianca langsug *********Rasya dengan penuh*****, hingga Rasya pun terbuai lalu membalasnya.

Mereka pun berlanjut di kamar Bianca, Rasya membaringkan Bianca dan menciumnya kembali, perlahan Bianca melepas kancing baju Rasya satu persatu sampai pakaian Rasya terlepas semua, Rasya pun berbalik membuka kancing baju Bianca satu persatu sambil mencumbu jenjang leher Bianca sampai desahan pun keluar dari mulut Nadia.

Tiba-tiba ponsel Rasya berbunyi, membuat dua sejoli itu menghentikan aktifitasnya sejenak, Rasya pun menerima telepon.

“Mas, kamu di mana? Putri kita, mas? Badannya panas, demamnya sangat tinggi aku sekarang sedang di rumah sakit, kamu langsung kesini ya, mas!” ucap Nadia sambil menangis.

“Baiklah kamu tunggu di situ aku akan segera ke sana,” balas Rasya sambil memakai bajunya kembali.

“Rasya kamu mau kemana? Aku tidak akan membiarkan mu pergi!” teriak Bianca dan menghalangi Rasya yang ingin keluar dari kamarnya.

“Minggir! Aku mau ke rumah sakit anak ku demam Bianca,” ujar Rasya.

“Kau harus tetap di sini aku tidak akan membiarkan mu pergi menemui anak mu!” teriak Bianca.

Rasya mengangkat tangannya hendak menampar Bianca, tetapi tidak jadi mengingat dia putri relasi bisnisnya.

“Yang kita lakukan saat ini salah Bianca, maaf aku tadi terbawa suasana aku sangat mencintai istriku aku tidak bisa menerima mu!” jelas Rasya berlalu pergi meninggalkan Bianca.

Deg

Bianca terdiam seperti patung mendengar ucapan Rasya.

*

*

Bersambung

1
Eni Eni
tirta sama bian berfikir bijak tapi rasya kenapa masih curiga terus....
Eka Erna wati: cemburu mengurang bak mandi/Facepalm/
total 1 replies
Eni Eni
anak2 memang lebih peka...
Eka Erna wati: ya ikatan anak dan org tua sangat kuat/Smile/
total 1 replies
Eni Eni
sabar Nadia...itu ujian...💪
Eni Eni
jodohkan saja bian sama tirta thor...
🌹Nabila Putri🌹
othor kl membuat novel jgn Asal buat....isi dgn dgni agama juga .
Watik Hartati
Luar biasa
Widi Widurai
jangan sampai ini rasya ada hub sama ini perempuan baru. nanti bisa jadi jodoh terakhir nadia ternyata tirta wkwk
Eka Erna wati: tim Tirta atau tim Rasya nih😁
total 1 replies
Shōyō
aowkwowkwowkw kenal tampol pintu
Eka Erna wati: heheh sedep kan /Facepalm/
total 1 replies
Shōyō
aww awww awwwww
jeysen
episode nya di bikin sad aja, + akhirin aja Thor 55 episode lah nanggung
Widi Widurai
ga mungkin slama ini dia ditemeni bianca di kantor ga ngapa ngapain wkwkkw cm ciuman doang? mana mungkin
Widi Widurai
bagus deh ketauan. biar nadia gausa sama rasya. toh jg rasya jd laki g ada teges2 nya. lama lama dia pasti menikmati
Widi Widurai
rasya kan bsa ke bianca. upss wkwkkw stlah kaya gtu masa ga diulang. mana mungkin apalagi mau bulan madu kan 🤣 dah biar cepet ketauan belangnya rasya
Eka Erna wati: kasian ya Nadia/Sob/
total 1 replies
Widi Widurai
wahh dah nikah ajaaa.. brt dah nananinuu scr sadar jg dong. ga mungkin tambah bulan madu kl ga gtuan
Eka Erna wati: hehhe dasar laki laki ya😂
total 1 replies
Widi Widurai
ewh diperkosa rasya
Anonim
bagus
Eka Erna wati: Terimakasih komen nya ka/Smile/
total 1 replies
Cicin Alie
terusin ceritanya seru
Eka Erna wati: siap Kaka, jangan lupa selalu komen like vote n subscribe ya ka,🥰 trimakasih 🙏
total 1 replies
Siti Aminah
cerita x bagus
Eka Erna wati: makasih kakak🙏🥰
total 1 replies
Siti Aminah
cerita x bagus dan sangat menarik
Eka Erna wati: terimakasih bintang nya kaka🙏
total 1 replies
Siti Aminah
mantul cerita x
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!