NovelToon NovelToon
Cermin Hati Yang Terbelah .

Cermin Hati Yang Terbelah .

Status: tamat
Genre:Berondong / Tamat
Popularitas:59.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

Aditya , seorang remaja miskin , karena dosa yang tidak sengaja dia buat , terpaksa di kejar kejar dua kelompok gangster .

lalu ada lagi para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa nya , atas suruhan seseorang .

Ada pula sekelompok preman , yang mencari nya , juga atas suruhan seseorang .

Dapatkah Aditya mengatasi masalah nya .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Korban Pengeroyokan .

Hari ini anak anak pulang lebih awal , karena para guru ada rapat .

Aditya sudah ber ulang ulang kali menelpon Aurelia , tetapi karena Aurelia dan Siska ada pertemuan dengan rekanan bisnis dari Jepang di sebuah restoran , sehingga sengaja handphone di matikan nya .

Aditya melangkah perlahan menapaki trotoar sambil sesekali melihat kearah jalan raya .

Beberapa murid sekolah itu pulang dengan menaiki sepeda motor berbagai merek , ada juga yang di jemput oleh sopir mereka .

Sekali lagi Aditya menelpon Aurelia , namun tidak diangkat , cuma terdengar suara operator mengatakan sedang sibuk .

Kini langkah kaki Aditya membawa nya melewati sebuah pemakaman umum yang cukup luas di sebelah kiri nya .

Pohon pohon akasia , mahoni , trembesi dan Ketapang , tumbuh me rimbun di depan pemakaman umum itu .

Beberapa orang perempuan tua duduk menjual kembang di bawah teduhan pepohonan yang rindang .

Aditya duduk di dekat seorang wanita tua , yang sebaya dengan nenek nya sambil berjualan kembang melati , yang biasa di pergunakan oleh orang orang untuk ziarah kubur .

"Beli bunga nak ?" tanya wanita tua itu dengan tangan nya yang gemetaran .

"Enggak nek , apa kah hari ini hasil nya lumayan nek ?" tanya Aditya duduk didekat nenek itu .

"Sudah tiga hari ini sepi nak , orang yang ziarah tidak ada , meskipun ada , bunga nenek tak laku nak , maklum sudah layu !" jawab nenek itu sedih .

"Nenek sudah makan kah hari ini ?" tanya Aditya lagi .

Nenek itu menggelengkan kepala nya , mata nya berkaca kaca sedih .

"Nenek sih tak apa apa nak , suami nenek di rumah sakit sudah tiga hari juga tidak makan , karena nenek tidak membawa hasil jualan bunga !" ujar nenek itu sambil menyusut air mata nya yang bergulir di sudut mata nya .

Aditya bangkit berdiri , dia ingat jika di seberang sekolah ada warung nasi yang berdiri dekat toko photo copy .

Aditya segera berjalan kearah warung nasi itu , memesan dua porsi nasi hangat komplit dengan lauk pauk nya dan minta di bungkus kan .

Ibu pemilik warung segera membungkukan nasi itu untuk Aditya .

Beberapa waktu ini , Aditya selalu makan di warung ini , karena dia menghindari pertemuan dengan Anita Chan di kantin .

Setelah nasi selesai di bungkuskan oleh ibu pemilik warung itu , Aditya mengambil air mineral satu botol besar , lalu menyerahkan uang selembar limapuluh ribuan kepada ibu pemilik warung .

Ibu pemilik warung memberi kembalian sebesar delapan belas ribu kepada Aditya .

Aditya segera berjalan kearah wanita tua yang berjualan bunga tadi , menyerahkan dua bungkus nasi dan sebotol air mineral yang dia beli tadi .

Wanita tua itu segera membereskan bunga bunga jualan nya kedalam tas pandan tua bersama nasi bungkus dan air mineral tadi .

"Kenapa nenek tidak makan nek ?" tanya Aditya heran .

"Mana bisa nenek makan enak nak , sementara di rumah , suami nenek belum makan tiga hari , biarlah nenek makan Dirumah bersama sama suami nenek , dulu semasa suami nenek masih kuat , dia jualan keliling kemana mana , dan selalu pulang membawakan nenek makanan nak , semoga dengan yang sedikit ini , bisa membalaskan jasa nya kepada nenek nak !" sahut wanita tua itu , memungut tongkat kayu nya , lalu dengan tertatih tatih melangkah perlahan .

Hati Aditya terenyuh melihat dua manusia yang sudah memasuki usia tua , namun memiliki cinta yang tidak pernah lapuk oleh renta nya usia .

Di keluarkan nya sisa uang jajan yang di berikan oleh Aurelia dan Siska sebanyak tiga lembar ratusan ribu , lalu di letakan nya di dalam tas pandan milik wanita tua itu .

"Nek , ambil sedikit uang itu , semoga dapat meringan kan beban nenek beberapa hari kedepan ya nek " ...

Tangan wanita tua itu gemetar melihat tiga lembar uang ratusan ribu itu , dengan air mata yang berlinang , uang itu di masukan nya kedalam sapu tangan lusuh di lipat , lalu di ikat nya .

"Nak semoga Allah selalu menuntun langkah mu , membimbing tangan mu , menerangi jalan mu , dan menguatkan hati mu pada semua ujian dan cobaan yang menimpa mu , aamiin !" ucap wanita tua itu , yang di sahut oleh Adit dengan kata "Aamiin !" juga .

Dengan langkah tertatih tatih , wanita tua itu berjalan perlahan , melewati sisi tembok makam , arah kebelakang .

Sementara itu , Aditya kembali berjalan menyusuri trotoar sepi di depan tempat pemakaman umum itu .

Baru saja dia berjalan beberapa puluh langkah , tiba tiba dari arah belakang nya , muncul empat buah sepeda motor yang masing masing di naiki oleh dua orang remaja .

Rupanya mereka Roy dan tujuh orang teman teman nya .

Kedelapan orang remaja murid SMK Bina Bangsa itu itu segera bergerak mengelilingi Aditya yang sendirian itu .

"Ayo teman teman , hajar dia !" teriak Roy memberikan komando nya .

Spontan saja , tujuh orang remaja itu segera bergerak memukuli Aditya tanpa ampun .

Meskipun Aditya dapat menghindar pukulan dua tiga orang , tetapi remaja yang lain nya berhasil mendaratkan pukulan mereka kearah tubuh Aditya .

Satu dua pukulan mendarat sempurna di tubuh Aditya , lalu tujuh pukulan , delapan pukulan , akhirnya berpuluh puluh pukulan mendarat sempurna di sekujur tubuh anak muda itu .

Sangking banyaknya pukulan yang mendarat di tubuh Aditya , anak muda itupun tumbang ketanah pada akhirnya .

Melihat tubuh Aditya tersungkur ketanah tanpa bergerak lagi , Roy pun memberikan tendangan terakhir nya pada tubuh yang sudah tidak bergerak lagi itu , " itu upah pada orang yang berani mengambil kekasih Roy si singa bina bangsa , Cuih !" sambil meludah , Roy berlalu pergi dari tempat itu .

Beberapa wanita tua penjual bunga , tidak berani berbuat apa apa , karena mereka tahu , sia Roy dan geng nya itu .

Setelah para remaja nakal itu pergi , barulah para wanita tua itu berani mendekati Aditya yang pingsan di tanah .

Para wanita tua itu bingung , tidak tahu harus berbuat apa , mereka hanya berteriak meminta pertolongan .

Namun komplek pekuburan umum itu agak sepi dari orang orang .

Meskipun ada mobil yang lewat , tetapi umum nya mereka tidak ingin berhenti .

Seorang Remaja pemulung , usia sekitar delapan belas tahun , yang menggenjot becak yang dia modifikasi menjadi sebuah gerobak , lewat di tempat itu .

Melihat tubuh Aditya yang tergeletak pingsan di atas tanah itu , segera menghentikan becak gerobak nya .

"Ada apa nek ? , ada apa ?" tanya anak muda itu yang mengira ada kejadian tabrak lari .

"Tolong lah nak !, tolong anak ini , dia korban pengeroyokan orang nak , tolong bawa ke rumah sakit !" kata salah seorang wanita tua itu memohon kepada remaja pemulung itu .

Remaja itu tanpa pikir panjang , segera mengangkat tubuh Aditya , dan meletakan nya diatas tumpukan kardus , lalu dengan sekuat tenaga , dikayuh nya becak gerobak nya itu .

Setelah menggenjot becak gerobak itu lebih dari lima kilometer , barulah dia menemukan sebuah rumah sakit umum .

Tetapi malang nya , jangan kan mendapat perawatan , melihat tampang remaja itu sekilas , para petugas di rumah sakit itu menolak dengan halus , dengan alasan rumah sakit itu sudah penuh , meskipun sebenar nya , rumah sakit itu sepi .

Remaja itu kembali menggenjot beca gerobak nya ke tempat lain nya .

Baju remaja itu kini sudah basah oleh peluh , meskipun tubuh Aditya kecil , tetapi menggenjot becak ber kilo kilometer tanpa henti , adalah suatu pekerjaan sangat berat .

Akhirnya, setelah kembali menggenjot becak gerobak nya beberapa kilometer lagi , sampai juga remaja ini di depan sebuah rumah sakit swasta yang kecil .

Karena terlalu cape , di depan pos satpam rumah sakit As Syifa itu , sang remaja itupun tersungkur pingsan kelelahan .

Beberapa orang petugas satpam segera memberikan pertolongan nya , ramai ramai menggotong kedua orang anak muda itu kedalam rumah sakit .

Karena cuma kelelahan , remaja itu tidak terlalu lama , segera siuman dari pingsan nya .

...****************...

1
Fikri Alam
kalau mancing untuk menyiksa memang TDK boleh,tp klau untuk makan TDK masalah...jd gimana klau seorang nelayan yg istrinya hamil...👍☺️
Herybae Hery
ajak siram2 an kebon biar gak sedih lg 😃😃
Herybae Hery
ayo dit siram kebon nya,😃😃😃
Herybae Hery
Luar biasa
Apis
lain dari yg lain nich novel 🤣🤣🤣
Dida Madu Pati
lha bukanya ada pengawal dan slalu diawasi daei jarak jauh
hairul amin
Luar biasa
Bagian Pendaftaran Cristal Biru Meuligo
Lumayan
Erni Ramadan
awal cerita yg bagus..
Arsenio Cadas Hady
keren.. sy suka karyamu
Rikarico
rese jg aditditditdit🤣
Rikarico
nah kan
Rikarico
di prank oleh aditditditditdit
Rikarico
matikan aja thor
Rikarico
good
Rikarico
jgnkan Aditya aku aja marah🤣
Rikarico
bego jg ya aurelia masa rmh segitu bagusga pnya cctv
Rikarico
BKN nya klo istri LG hamil si suami ga boleh mancing ya
Rikarico
semakin.menarik
Rikarico
owh trnyata Adit ank seorg prajurit kah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!