Putri Kasandra tidak menyangka di malam pertamanya dirinya di bunuh oleh suaminya yang bernama Pangeran Ke 3 dengan di bantu adik tirinya bernama Putri Valena. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Putri Kasandra bersumpah jika diberikan kesempatan kedua maka dirinya akan membalas perbuatan mereka dan juga orang - orang yang berani mengusiknya.
Putri Kasandra tidak menyangka dirinya terlahir kembali dimana dirinya satu tahun sebelum dirinya di bunuh oleh suaminya dan adik tirinya. Putri Kasandra yang sudah tahu jalan ceritanya dan tipu muslihat mereka langsung membalas perbuatan mereka yang tidak pernah mereka duga sama sekali.
Apakah rencana balas dendamnya berhasil? Ikuti yuk kisahku sampai tamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akan Terus Menyelidikinya
Prang
Saking terkejutnya mangkok yang dipegangnya di mana berisi ramuan tersebut jatuh ke lantai dan jatuh berhamburan hingga lantai tersebut menjadi kotor dan basah.
"Selama ini Aku selalu rajin membaca tentang buku pengobatan karena itulah Aku tahu beberapa tumbuhan yang mengandung beracun atau tidak." Jawab Putri Kasandra dengan wajah menggelap.
"Wanita jahat itu, memiliki ramuan berbahaya dan juga mempunyai ginseng di mana jika Ibu meminum dua ramuan itu secara bersama - sama maka akan menyebabkan keracunan." Sambung Putri Kasandra sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat.
"Apa?" Teriak mereka berdua dengan wajah terkejut.
"Selama ini Ibu di racuni oleh wanita jahat itu yang di campur dengan makanan dan Aku baru mengetahuinya ketika Aku belajar ilmu pengobatan karena itulah setiap Ibuku makan Aku selalu memberikan penawarnya agar racun di dalam tubuh Ibu berkurang sambil mencari obat penawar." Ucap Putri Kasandra.
"Aku tidak menyangka kalau wanita jahat itu tidak sabar ingin membunuh Ibuku dengan melakukan dua hal itu yaitu memberikan ramuan ginseng dan obat yang biasa Ibu konsumsi." Sambung Putri Kasandra.
Putri Kasandra mengambil mangkok yang berisi ginseng yang ada di atas meja Ibunya kemudian membantingnya agar mengurangi kemarahannya yang teramat sangat.
"Aku sekarang mengerti maksud perkataan Nona Muda. Wanita jahat itu sangat tega sekali, pantas saja Nyonya Besar Pertama belum membaik setelah bertahun - tahun meminum obat pemberian tabib." Ucap pelayan tersebut dengan mata berkaca - kaca.
"Nona Muda, apa yang harus kita lakukan?" Tanya pelayan tersebut yang tidak tega majikannya diracuni oleh Ibu Ririn.
"Mulai sekarang, biarkan pelayan kita sendiri yang pergi ke dapur untuk mengawasi persiapan obat untuk Ibuku selain itu mengawasi setiap menyajikan makanan apapun yang mempengaruhi kemanjuran obat. Jika ada yang mencurigakan lapor padaku dan Aku akan mengeceknya apakah beracun atau tidak." Jawab Putri Kasandra.
"Baik Nona Muda." Ucap pelayan tersebut.
"Satu lagi, jangan memberitahu orang lain tentang hal ini." Ucap Putri Kasandra.
"Mengerti, Nona Muda." Ucap pelayan tersebut dengan patuh.
Dua Hari Kemudian
Ibu Angelica kondisinya sudah mulai membaik sejak para pelayan setianya mengawasi makanan dan obat kesehatan yang biasa di minum. Para pelayan dari pihak Ibu Ririn tidak ada yang berani memberikan tambahan racun. Hal itu dikarenakan ada satu pelayan yang di tangkap karena ketahuan hingga akhirnya pelayan tersebut terpaksa bunuh diri karena Ibu Ririn mengancamnya akan membunuh keluarganya jika mengatakannya.
Ketika Putri Kasandra sedang membaca buku pengobatan pintunya terbuka membuat Putri Kasandra menatap ke arah pintu dan melihat pelayan setianya yang ditugaskan datang.
"Nona Muda, seperti yang Nona Muda perintahkan padaku Aku menemukan sesuatu yang mencurigakan." Ucap pelayan tersebut.
"Katakanlah." Ucap Putri Kasandra.
"Aku diam - diam pergi keruangan Nyonya Besar Kedua untuk mencari daftar nama pelayan yang bertugas di kamar Tuan Muda Albert. Ternyata Nyonya Besar Kedua sengaja mengganti pelayan baru yang melayani Tuan Muda Albert di mana pelayan tersebut terkena virus mematikan." Ucap pelayan tersebut.
"Karena itulah Tuan Muda Albert tertular virus mematikan kemudian pelayan tersebut di usir setelah Tuan Muda Albert dan Nona Muda pergi ke rumah dipinggiran hutan." Sambung pelayan tersebut.
Sebelumnya Ibu Ririn yang mengatur semua pelayan yang ada di rumah milik Ayah Alex namun ketika Kak Albert dan Putri Kasandra kembali dari rumah yang ada dipinggiran hutan langsung di ganti semuanya kecuali pelayan yang ada di rumah Ibu Ririn.
"Wanita jahat itu sangat kejam, pelayan itu mungkin sudah mati sekarang karena terkena virus mematikan. Jadi kita tidak ada bukti untuk menuduhnya di mana pelayan itu yang menginfeksi Kak Albert." Ucap Putri Kasandra sambil berpikir.
"Jangan beri tahu orang lain tentang ini." Sambung Putri Kasandra.
"Baik Nona Muda." Jawab pelayan tersebut.
'Maaf Nona, Aku tidak bisa melakukannya karena apapun yang Nona perintahkan maka Aku akan melaporkannya.' sambung pelayan tersebut dalam hati.
"Oh ya, katakan padaku, apa saja yang dilakukan wanita jahat itu ketika berada di sana?" Tanya Putri Kasandra.
Putri Kasandra mendapatkan laporan dari pelayan kalau Ibu Ririn dan Putri Valena sudah kembali dari rumah yang berada di pegunungan karena itulah Putri Kasandra ingin tahu apa yang dilakukannya.
"Nona Muda, semuanya seperti yang Nona Muda harapkan. Selain berdoa untuk dirinya sendiri juga untuk bayinya, Nyonya Besar Kedua bertemu dengan seorang pria secara diam - diam pada malam hari." Jawab pelayan tersebut.
"Apakah kamu bisa menggambar wajahnya?" Tanya Putri Kasandra.
'Aku ingin tahu apakah pria itu sama seperti yang Aku temui bersama Pangeran Ke 9 di tempat penginapan.' Sambung Putri Kasandra dalam hati.
"Bisa, Nona Muda." Jawab pelayan tersebut.
"Kalau begitu gambarlah wajahnya di kertas ini." Pinta Putri Kasandra sambil memberikan kertas ke pelayan tersebut.
Pelayan tersebut mulai menggambar wajah pria tersebut setelah hampir lima menit pelayan tersebut sudah selesai menggambar kemudian diberikan ke Putri Kasandra. Putri Kasandra menerimanya dan melihat gambar tersebut di mana gambar tersebut sama seperti pria yang dilihatnya di penginapan di mana saat itu dirinya bersama Pangeran Ke 9.
"Oh ya, omong - omong ... ( Menjeda kalimatnya sambil mengambil sesuatu dari saku pakaiannya kemudian diberikan ke Putri Kasandra ) ... Saya menemukan ini di tempat sampah pagi ini." Ucap pelayan tersebut sambil memberikan sapu tangan ke Putri Kasandra.
Putri Kasandra melihat sapu tangan tersebut di mana di ujungnya ada bercak darah membuat Putri Kasandra memperhatikannya lebih seksama.
"Apakah ini sapu tangan ini milik Valena?" Tanya Putri Kasandra.
"Mungkin saja Nona, karena wanita jahat itu sedang hami jadi kemungkinan besar sapu tangan ini milik Putri Valena yang sedang datang bulan." Jawab pelayan tersebut.
'Tapi kenapa Aku tidak yakin? ... (sambil berpikir) ... Oh ya Aku ingat, wanita jahat itu ingin menggugurkan kandungannya. Wanita jahat itu sangat kejam bahkan anak yang dikandungnya sendiri digugurkan, Aku harus secepatnya membongkar kejahatannya.' sambung Putri Kasandra dalam hati.
"Nona Muda, wanita jahat itu menyimpan begitu banyak rahasia. Haruskah kita menceritakan semua ini pada Nyonya Besar Pertama?" Tanya pelayan tersebut.
"Tidak perlu terlalu terburu - buru karena Aku akan mencari tahu terlebih dahulu. Jadi simpan dulu sapu tangan itu karena siapa tahu suatu saat nanti kita membutuhkannya." Jawab Putri Kasandra.
"Baik Nona." Jawab pelayan tersebut.
Ketika Putri Kasandra ingin berbicara tiba - tiba datang pelayan satunya di mana pelayan tersebut merupakan mata - mata yang dipekerjakan oleh Ibu Ririn membuat Putri Kasandra tidak jadi bicara.
"Nona Muda, Putri Kasandra." Panggil pelayan tersebut.
"Dari mana saja, kamu?" Tanya Putri Kasandra dengan nada dingin.
'Baunya sangat familiar sekali.' sambung Putri Kasandra dalam hati.
"Aku mengobrol dengan pelayan Nyonya Besar Kedua, apakah Nona Muda membutuhkan sesuatu?" Tanya pelayan tersebut sambil tersenyum.
"Tidak ada, sekarang kamu bisa pergi." Ucap Putri Kasandra.
"Jadi baunya dari rumah wanita jahat itu dan kemungkinan besar darahnya adalah milik wanita jahat itu.' Sambung Putri Kasandra dalam hati.
"Baik Nona." Jawab pelayan tersebut kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut sambil menahan amarahnya.
'Nona Muda, bertingkah aneh akhir - akhir ini. Apakah Nona Muda menemukan sesuatu?' Tanya pelayan tersebut dalam hati sambil masih berjalan.
'Apa jangan - jangan Nona Muda tahu kalau Aku bekerja sama dengan Nyonya Besar Kedua?' tanya pelayan tersebut.
'Sudahlah, Aku akan laporkan ini Ke Nyonya Besar Kedua.' sambung pelayan tersebut sambil pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Nona Muda, Gina bau obat." ucap pelayan tersebut setelah melihat pelayan Gina pergi dari tempat tersebut.
"Memang benar dan Aku sangat yakin kalau bau darahnya berasal dari wanita jahat itu. Jadi kemungkinan wanita jahat itu menunjukkan tanda - tanda akan keguguran karena obat yang digunakan adalah ramuan untuk melindungi janin." Ucap Putri Kasandra.
"Tapi tidak ada tabib yang datang ke rumah wanita jahat itu lalu dari mana wanita jahat itu mendapatkan obatnya?" Tanya pelayan tersebut sambil berpikir.
"Apa jangan - jangan wanita jahat itu mendapatkannya dari pria yang ditemui waktu itu?" Tanya pelayan tersebut.
"Aku tidak tahu. Aku benar - benar semakin penasaran dengan rahasia di antara mereka. Jadi kamu selidikilah mereka untuk mengetahui apa yang mereka lakukan." Ucap Putri Kasandra.
"Baik Nona, Saya akan terus menyelidikinya." Ucap pelayan tersebut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Putri Kasandra : Thor, kapan mereka mendapatkan hukuman? Aku tidak sabar ingin menghukum mereka. Apalagi para pembaca sudah bertanya kapan mereka mendapatkan hukuman.
Author : Tenang saja, bab selanjutnya tentang hukuman untuk Ibu Ririn dan Putri Valena tapi lebih parah Ibu Ririn.
Putri Kasandra : Syukurlah.
Ibu Ririn dan Putri Valena : Waduh