NovelToon NovelToon
DURI YANG TERSEMBUNYI

DURI YANG TERSEMBUNYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:672
Nilai: 5
Nama Author: Meindah88

Aluna Anna harus menelan kenyataan pahit ketika ibunya, Yusi, memaksanya mengakhiri rencana pernikahan dengan pria yang sangat dicintainya, seorang dokter muda bernama Alvaro Alexander. Di balik keputusan itu tersimpan keinginan Yusi yang dianggap lebih penting daripada kebahagiaan putrinya sendiri: ia ingin Alvaro menikahi Elizabets, adik Anna yang hidup dengan keterbatasan fisik, dengan harapan sang dokter dapat merawat dan membantu kesembuhannya.

Keputusan tersebut menghancurkan hati Anna dan Alvaro. Cinta yang telah mereka bangun harus dikorbankan demi tuntutan keluarga dan rasa tanggung jawab. Di tengah luka dan air mata, Anna berusaha menerima nasib yang tidak pernah ia pilih, sementara Alvaro terjebak antara cinta sejatinya dan kewajiban yang dipaksakan kepadanya.
Namun, ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap, mereka menyadari bahwa cinta sejati tidak mudah dipisahkan oleh keadaan. Mampukah Anna dan Alvaro memperjuangkan kebahagiaan mereka, atau akankah mereka selamanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meindah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.23

Pagi itu, lorong rumah sakit tampak sibuk. Para tenaga medis berlalu-lalang, sementara para pasien duduk menunggu giliran diperiksa. Di tengah kesibukan itu, Anna bergerak dengan cekatan. Senyum ramah tak pernah lepas dari bibirnya saat menyapa setiap pasien.

Dari kejauhan, dokter Arga berdiri di dekat jendela ruang perawatan. Kedua tangannya terselip di saku jas putih, sementara tatapannya tak pernah lepas dari sosok Anna.

Ada rasa kagum yang semakin hari semakin sulit ia sembunyikan.

"Bagaimana mungkin ada wanita sekuat itu?" batinnya.

"Setelah semua luka yang pernah ia alami, Anna masih mampu tersenyum setulus itu kepada semua orang."

Ia memperhatikan bagaimana Anna membantu seorang pasien lanjut usia berjalan menuju ruang pemeriksaan. Sesekali Anna membungkukkan badan agar dapat mendengar keluhan pasien dengan lebih jelas. Kesabarannya begitu nyata, membuat siapa pun merasa dihargai.

Seorang perawat yang kebetulan melintas menghampiri Arga.

"Dokter Arga, sejak tadi Anda memperhatikan suster Anna terus?" godanya sambil tersenyum.

Arga terkekeh pelan, sedikit salah tingkah.

"Kelihatan, ya?"

"Jelas sekali."

Arga menghela napas tipis.

"Semakin lama mengenalnya, semakin aku sadar kalau kecantikannya bukan alasan utama aku menyukainya."

"Lalu apa?"

"Hatinya."

Perawat itu tersenyum mengerti.

"Suster Anna memang begitu. Semua orang di sini menyukainya karena ia selalu mengutamakan pasien."

Arga kembali mengalihkan pandangannya kepada Anna.

Di hadapannya, Anna sedang menenangkan seorang anak kecil yang takut disuntik.

"Tenang, ya, adek. Tarik napas pelan... sebentar saja kok," ucap Anna lembut.

Anak itu yang semula menangis perlahan mulai tenang. Bahkan setelah selesai diperiksa, ia tersenyum dan memeluk Anna.

"Terima kasih, Suster cantik."

Anna tertawa kecil sambil mengusap kepala bocah itu.

"Sama-sama. Jangan lupa makan yang banyak supaya cepat sembuh."

Pemandangan sederhana itu membuat hati Arga semakin hangat.

"Wanita seperti inilah yang selama ini aku cari," pikirnya.

"Cantiknya memang memikat mata, tetapi kebaikannya jauh lebih memikat hati."

Tanpa disadari, senyum tipis menghiasi wajah Arga.

Sementara itu, Anna sama sekali tidak menyadari bahwa sejak tadi ada sepasang mata yang terus mengaguminya dari kejauhan. Baginya, hari itu hanyalah tentang menjalankan tugas sebagai suster sebaik mungkin. Ia terlalu fokus melayani setiap pasien, tanpa mengetahui bahwa perlahan-lahan, seseorang sedang jatuh cinta semakin dalam kepada sosoknya.

" Kamu memang pantas jadi dokter, Anna. Aku tahu itu dulu memang cita-citamu. Aku pernah menawarkanmu untuk kuliah kedokteran, tapi kamu menolaknya dengan tegas. Hmmm..." Gumam Alvaro, lalu ia menarik napas dalam-dalam.

"Jangan abaikan kesehatanmu ya, Suster."

Suara yang tiba-tiba terdengar dari belakang membuat Anna tersentak. 

Ia spontan menoleh sambil memegang dadanya.

"Dokter bikin aku kaget," keluh Anna sambil mengusap dadanya pelan, berusaha menenangkan detak jantungnya.

Di hadapannya berdiri dokter Arga dengan jas putih yang masih melekat di tubuhnya. Wajah tampan itu dihiasi senyum tipis yang selalu membuat orang di sekitarnya merasa nyaman.

"Maaf. Aku tidak berniat mengagetkanmu," ucap Arga lembut.

Anna menggeleng pelan.

"Tidak apa-apa, Dok."

Arga memperhatikan wajah Anna beberapa saat. Lingkaran samar di bawah mata wanita itu membuatnya tahu bahwa Anna benar-benar bekerja tanpa mengenal lelah.

"Kamu kelihatan capek."

"Sedikit saja. Masih kuat kok."

"Jangan terlalu memaksakan diri."

Anna hanya mengangguk pelan.

Sesaat suasana menjadi hening. Arga seperti sedang mengumpulkan keberanian untuk mengatakan sesuatu.

"Aku diundang makan malam oleh rekan kerjaku malam ini, Anna."

Anna menoleh penasaran.

"Terus...?"

Tatapan Arga semakin lembut.

"Aku ingin mengajak kamu menemaniku makan malam."

Kalimat itu membuat tangan Anna yang sedang merapikan map berhenti bergerak.

" Serius?" tanyanya memastikan.

"Iya."

"Kenapa harus aku, Dok?"

Arga tersenyum tipis.

"Karena aku ingin kamu yang menemaniku."

Anna masih terdiam.

"Aku juga ingin mengenalkanmu pada temanku."

"Kepada teman dokter?" tanya Anna heran.

"Iya."

"Untuk apa?"

Arga menarik napas pelan.

"Selama ini mereka sering bertanya tentang wanita yang selalu kuceritakan."

Anna mengernyit.

"Dokter... sering membicarakanku?"

Arga mengangguk tanpa ragu.

"Aku tidak pernah menyembunyikan rasa kagumku padamu."

Jantung Anna kembali berdetak lebih cepat. Ia mengalihkan pandangannya ke arah jendela lorong rumah sakit.

"Dokter terlalu berlebihan."

"Bukan berlebihan."

Arga melangkah sedikit lebih dekat, tetapi tetap menjaga jarak yang sopan.

"Aku mengagumimu karena kerja kerasmu, kesabaranmu menghadapi pasien, dan caramu tetap tersenyum meski menyimpan banyak luka."

Ucapan itu membuat Anna terdiam cukup lama.

Ia sadar Arga memang selalu memperlakukannya dengan baik. 

" Bagaimana, An? Kamu siap?" 

" Aku pikir dulu ya, Dok. Tidak apa-apa, kan?"

Halo gaes... semakin penasaran, ikuti terus kelanjutan novel" Duri yang Tersembunyi"

Jangan lupa like dan komen

1
Novi Tasa
ceritany bgus
Meindah88: Terimakasih..🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!