Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suamiku
"Ma, Izhar besok mau sarapan nasi goreng, jangan sediakan sosis, Izhar bosan" ucap Izhar
"Iya, mau bagaimana lagi, sepupu kamu kan suka sosis, jadi mama siapkan saja daripada mereka ngambek dan meminta ingin ke rumah sakit bertemu ibunya, lebih baik mama mengalah" jawab Viersha sang ibu
"Papa juga sukanya itu" ucap Irsyad sang ayah
"Papa malah meledek, Izhar pokoknya mau nasi goreng biarkan sepupu Izhar juga makan itu supaya tidak makan sosis terus" keluh Izhar
"Iya, besok mama akan masak itu untuk jagoan mama yang sudah remaja ini" jawab Viersha
"Nah gitu dong, terima kasih mama" ungkap Izhar memeluk ibunya itu
"Jangan lama lama itu istri papa" ucap Irsyad
"Izhar juga anaknya, jangan ganggu kami" sinis Izhar tetap memeluk Viersha.
Plak.
"Pergi!" ucap Irsyad menggeplak kepala Izhar.
"Papa gimana sih, ini kamar Rinda dan Riyana, Izhar boleh di sini kalau di kamar papa kan baru nggak boleh" gerutu Izhar karena mereka memang sedang di kamar sepupu Izhar yang masih berusia lima tahun.
"Sama saja, selama ada mama kamu, kamu tidak boleh dekat dekat dengan dia, dia punya papa" jawab Irsyad memeluk Viersha.
"Astagfirullah, kenapa aku punya ayah seperti dia, apalagi wajahnya mirip denganku" gerutu Izhar
"Ya karena kamu mirip papa, papa takut mama kamu lebih terpesona sama kamu, karena kamu itu adalah papa versi muda, dan sebentar lagi akan jadi papa versi dewasa" jawab Irsyad
"Parah" kesal Izhar pergi dari sana
"Iya, kamu parah mas, perlu di periksa karena sama anak sendiri saja kamu cemburu" ledek Viersha
"Berani kamu yang meledek suami sendiri" ucap Irsyad menciumi wajah Viersha yang memekik kegelian.
Sementara itu, di kamar Izhar, dia segera membuka pakaiannya untuk mandi karena malam itu dia sudah melalui hal yang berat, di tambah dia tadi memegang manekin yang ternyata mayat seorang perempuan, jadi Izhar merasa sedikit bersalah karena mengira Hamka hanya bermimpi saja.
Ceklek.
Selesai mandi Izhar langsung berpakaian, dia terlalu lelah untuk menyiapkan perlengkapan sekolahnya besok jadi Izhar memilih untuk tidur saja, dan akan menyiapkan semuanya saat subuh.
"Bismika......"
Entah karena terlalu mengantuk atau Izhar dalam pengaruh sesuatu, dia yang belum menyelesaikan bacaan do'a sebelum tidurnya langsung memejamkan mata, dan tertidur.
"Suamiku... Kamu mirip suamiku, caramu memegang milikku sangat mirip suamiku"
Terdengar suara perempuan di belakang Izhar yang segera ikut merebahkan badannya di samping Izhar dan memeluknya.
"Kamu juga mirip sekali dengan suamiku, sangat tampan..."
######
Pagi harinya....
"Izhar, papa tahu kamu sudah dewasa dan sudah punya penghasilan juga dengan saham kamu perkebunan milik kakek kamu dan juga perusahaan papa, tapi papa tidak mau kamu jadi anak nakal dalam pergaulan" ucap Irsyad
"Maksud papa apa sih, pagi pagi sudah ribut masalah pergaulan, Izhar mau sekolah, Izhar juga nggak pakai narkoba atau pacaran" ucap Izhar
"Yakin, kamu nggak sewa LC semalam di tempat karaoke kan?" Tanya Irsyad
"Apa sih papa, malah tambah ngaco bicaranya, kemarin itu Izhar ke Mall beli hadiah untuk salah satu guru di sekolah yang melahirkan" gerutu Izhar memilih untuk langsung berangkat saja dan mencium tangan kedua orang tuanya bahkan mengecup pipi kedua sepupunya itu.
"Bicara baik baik mas, mungkin itu gigitan nyamuk, aku percaya sama anak kita" ungkap Viersha mengusap pipi Irsyad.
Irsyad melihat tanda merah di leher Izhar, bahkan di sekitar bawah leher juga terlihat jelas meski tertutup baju seragam Izhar dan jaket yang dia pakai.
"Dia pasti tidak menyadari itu karena dia jarang bercermin, harusnya dia lihat dulu badannya itu saat bercermin" gerutu Irsyad
Di luar, teman teman Izhar juga tak kalah heboh apalagi para perempuan, mereka memekik karena melihat tanda merah di leher Izhar dan mengira kalau Izhar sudah punya pacar yang agresif.
"Parah Lo Zhar, kalau Opa Arsyad lihat ini, habis Lo di arak di pesantren" ledek Liam
"Apa sih, nggak Lo semua, nggak papa, pada lebay, Memangnya ada apa sih?" Tanya Izhar kebingungan.
"Lo nggak tahu? Lo nggak cek atau bercermin pas nyisir?" Tanya Hamka dan Izhar menggelengkan kepalanya.
"Emerald adikku, berikan cermin milikmu" ucap Hamka dan Esmeralda memberikan cermin miliknya sambil menggeplak kepala Izhar.
"NIH KAMU LIHAT BAIK-BAIK, BEKAS IKAN CUPANG SIAPA YANG NEMPEL DI LEHER INDAH KAMU INI, MESKI TIDAK SEINDAH LEHER HAMKA HARIS STUART" ucap Esmeralda dengan penuh penekanan.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, siapa yang per*osa gue semalam!" Pekik Izhar panik.
Bekas merah itu begitu banyak di sekitar leher Izhar bahkan sampai ke perut, membuat Izhar terus menangis karena dia tidak tahu apa yang terjadi padanya semalam setelah dia merasa kalau dia sudah tidur nyenyak.
"Apa ini ulah Queena Kunti di rumah Opa Sagara?" tanya Liam
"Dia tidak mungkin berani, nanti dia di marahi Opa Sagara" jawab Hamka dan yang lain setuju.
"Es cendol pasti tuh yang menyelinap ke rumah kamu semalam karena dia kan genit" celetuk Kalingga
"Enak saja, aku makan malam sama Om Zaki di restoran" gerutu Esmeralda
"Emerald tidak genit" ucap Hamka datar
"Kamu ya yang genit?" sinis Kalingga berkacak pinggang.
"Aku juga tidak karena aku calon suami Lyra" jawab Hamka
"Hamka triplek! Lyra itu masih kecil, baru sebelas tahun!" pekik Kalingga
"Akan aku tunggu sampai dia dewasa dan aku nikahi" jawab Hamka
Plak.
"Kamu jelek!" bentak Kalingga menggeplak lengan Hamka
"Memangnya kamu cantik" balas Hamka
"Hamka sialan!"
"Sudah Kalingga, ayo berangkat sekolah" bujuk Zaheer menggendong Kalingga ke dalam mobil sebelum dia menyerang Hamka.
"Lepas! Aku belum Jambak rambutnya dan cakar wajahnya yang datar itu!" pekik Kalingga
"Nanti saja di sekolah, itu Liam sudah beli box bayi katanya ayo kamu cek dulu, sudah sampai di sekolah" bujuk Zaheer dan akhirnya Kalingga berhenti berontak.
"Kamu selamat kanebo kering! Lihat saja nanti di sekolah kalau kamu dekat dekat aku, aku hajar kamu!" ancam Kalingga
"Tidak akan" jawab Hamka kembali membuat Kalingga melotot tapi mobil yang di naiki Kalingga sudah melaju jadi dia tidak bisa turun.
"Gue gimana?" tanya Izhar
"Sekolah saja tapi pakai jaket yang nutupin leher, nanti bilang saja kalau Lo sakit ke guru" jawab Lintang
"Iya, pakai masker juga, bibir Lo juga bengkak" ucap Hamka membuat semuanya tertawa karena Hamka membohongi Izhar dengan wajah datarnya yang meyakinkan.