Di hari pernikahannya, seharusnya Leticia menikahi pria yang dicintainya, bukan pria yang terkenal memiliki sifat begitu kejam dan menyeramkan.
Dan Leticia baru menyadari, kalau semua ini permainan dari Ibu dan adik kembarnya yang sejak awal sudah memaksanya untuk memakai penutup mata saat pernikahan berlangsung.
Leticia harus menikahi calon suami sang adik kembar, dan adiknya… Leila menikahi pria yang sangat dicintai oleh Leticia.
Awalnya Letcia ingin mengajukan surat perceraian kepada Maximillan, tetapi pria itu tidak mau dan memaksanya untuk tetap mempertahankan pernikahan yang dari awal sudah salah.
Dan Leticia baru tahu kalau suaminya adalah seorang mafia kejam yang sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
“Ibu mengobrol dengan siapa?” Tanya Jackson yang tadi berada di ruang tamu sambil membaca majalah bisnis.
“Octa, dia datang-datang mau meminjam uang,” jawab Savanya sambil duduk di sebelah suaminya.
“Pinjam uang? Bukannya dia seorang model yang namanya sedang naik? Untuk apa dia meminjam uang kepada Ibu?” Tanya Jackson yang masih fokus dengan majalah di tangannya.
“Katanya dia dikeluarkan dari agensi, tadi juga dia datang tidak membawa mobil… malah berjalan kaki dan penampilannya juga mirip seperti pengemis,” jawab Savanya yang kini sibuk dengan ponselnya untuk membalas pesan-pesan dari teman-teman arisannya.
“Octa memang terlihat sangat sombong, mungkin itu karma untuknya yang terlalu sombong,” celetuk Jackson yang membuat sang istri langsung menatap ke arahnya.
“Octa juga mengatakan kalau kemarin dia bertemu dengan Leticia di Mall, Leticia bersama mertuanya… Calistha. Kata Octa, Calistha bersikap begitu baik kepada Leticia. Tapi menurutku itu hanya pencitraan, karena Calistha sedang berada di tempat umum. Mana ada Calistha memiliki sifat yang baik, aku sudah bertemu dengannya tidak sekali dan sikapnya begitu angkuh. Mentang-mentang orang sangat kaya,” ujar Savanya.
Jackson tertawa mendengarnya, sebab ia juga pernah bertemu dengan Calistha dan dirinya setuju dengan pendapat sang istri.
“Setidaknya Calistha cukup baik, karena memberikan kita banyak uang demi anak tidak berguna seperti Leticia,” ucap Jackson yang membuat sang istri ikut tertawa.
Dan orang suruhan Max ada di sana, merekam semua percakapan keduanya. Lalu ia mengirimkannya ke nomor Max untuk ditunjukkan kepada Leticia nanti.
“Dasar manusia berhati iblis, hewan yang tidak memiliki akal saja tetap menyayangi anak-anak mereka… berbeda dengan mereka berdua yang memang lebih rendah dari hewan,” gumam wanita paruh baya yang merupakan orang suruhan Max.
Setelah tidak ada percakapan mengenai Leticia, wanita paruh baya tersebut bergegas kembali ke dapur agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Sedangkan di posisi Leticia, sekarang ia berada di sebuah restoran bersama Calistha untuk makan siang. Hampir setengah hari menghabiskan waktu di salon, kini keduanya merasa lapar dan memilih untuk makan siang dulu… sebelum nanti lanjut belanja.
Calistha masih belum puas membelikan hadiah untuk menantunya, jadi ia membawa Leticia ke Mall lagi untuk membeli baju atau barang-barang yang diperlukan.
“Mommy sudah menghubungi Vele, katanya dia akan pulang bulan depan… setelah tour di luar negeri selesai. Mommy tidak sabar ingin memperkenalkan kalian, dan Mommy ingin kalian menjadi teman yang begitu akrab,” ucap Calistha dengan penuh semangat.
Pernikahan Max memang sangat mendadak, di mana Vele juga sedang mengadakan tour dunia setelah tiga tahun berada di industri musik. Sehingga adik dari Max itu tidak bisa hadir dan hanya sempat melihat sekilas prosesi pernikahan sang kakak.
“Vele orangnya seperti apa, Mom?” Tanya Leticia yang ingin mengetahui lebih banyak tentang adik iparnya itu.
“Vele itu hampir mirip dengan suamimu, dingin kepada orang baru. Tapi sekalinya dia kenal dan akrab, dia akan menjadi cerewet! Tapi Vele aslinya sangat baik, dia hanya mengikuti kata-kata Daddy yang mengajarkannya untuk menjadi orang yang dingin. Terus Vele sangat menyukai makanan pedas, cocok denganmu yang juga penyuka makanan pedas,” jelas Calistha yang begitu bersemangat menceritakan tentang putri bungsunya.
“Ada makanan yag disukai oleh Vele?” Tanya Leticia yang akan mencoba untuk memasakkan makanan kesukaan untuk adik iparnya nanti.
“Mommy kurang tahu, tapi Vele kalau makan di luar pasti selalu memesan pasta dengan ekstra pedas,” jawab Calistha yang juga tidak mengetahui makanan kesukaan putrinya.
“Tapi sepertinya sekretaris Max tahu makanan kesukaan Vele, coba kau tanyakan kepada Elion nanti,” lanjutnya.
Leticia menganggukkan kepalanya, ia akan mengingat semua penjelasan dari mertuanya tentang Vele. Sehingga nanti dipertemuan pertama mereka, Leticia tidak melakukan kesalahan.
“Mommy boleh menanyakan sesuatu?” Tanya Calistha yang tiba-tiba berpindah tempat duduk di sebelah menantunya.
“Boleh, Mommy ingin menanyakan tentang apa?” Leticia tersenyum tipis.
Tidak seperti kemarin, sekarang Leticia sudah merasa santai saat mengobrol dengan mertuanya.
“Tadi malam, kau dan Max sudah itu…” Calistha sedikit malu untuk memperjelas pertanyaannya.
Namun Leticia langsung menangkap maksud dari sang mertua. Ia menjadi gugup dan langsung menatap ke arah lain.
“Ka-kami hanya tidur biasa, Kak Max memelukku sampai pagi,” jawab Leticia dengan kedua pipi yang terlihat mulai memerah, sebab ia sangat malu menjawabnya.
Calistha sebenarnya sedikit kecewa mendengar jawaban menantunya, tetapi wanita paruh baya itu langsung memaklumi… sebab Max dan Leticia baru saja bertemu, itu pun setelah menikah.
“Mommy tidak akan mengatur kehidupan kalian berdua, karena kalian yang menjalaninya. Mommy akan mendukung semua keputusan kalian berdua. Tapi kalau seandainya nanti Max memperlakukanmu dengan buruk, maka Mommy akan ikut campur dan memukul kepala Max agar tidak melakukan kesalahan lagi!” Calistha mengangkat kepalan tangannya ke udara.
Leticia tidak bisa menahan tawanya, saat membayangkan Calistha yang memukul kepala Max yang selalu menampilkan ekspresi dingin itu.
“Nanti belanjanya tidak lama, karena Mommy sudah ada janji dengan gurumu. Nanti kita akan bertemu dengan gurumu dan mengatur jadwal kapan saja kau akan belajar,” Calistha mengusap puncak kepala sang menantu.
Leticia tersenyum senang mendengarnya, tanpa rasa malu… ia memeluk Calistha dan wanita paruh baya itu menerima pelukan Leticia dengan sangat erat.
“Sekalian nanti Mommy akan memberikanmu rekomendasi universitas terbaik dengan jurusan yang bagus untukmu.”
“Terima kasih banyak, Mom,” ucap Leticia yang benar-benar beruntung memiliki mertua yang sangat baik.
“Bilang terima kasihnya kepada Max, karena dia yang meminta Mommy untuk membantumu mencari universitas dan jurusan terbaik. Max mungkin sedang sibuk, karena ada proyek besar di perusahaan. Jadi, kau harus bersabar menunggu Max memiliki banyak waktu untuk mengajakmu honeymoon,” jelas Calistha.
Leticia langsung menarik diri dan meneguk minumannya, ia tidak menyangka kalau sang mertua mengatakan hal seperti itu. Namun Leticia tidak ingin membuat Calistha curiga, jadi ia hanya tersenyum saat wanita paruh baya itu merekomendasikan tempat honeymoon untuk dirinya dengan Max.
“Masalah tiket dan tempat tinggal, biar Mommy yang urus. Nanti Mommy akan meminta Daddy untuk membantu Max agar bisa mendapatkan jatah libur untuk honeymoon bersama istri cantiknya…”
Bersambung!
🌹🌹🌹☺️