Li Hongli seorang mahasiswa kedokteran senior merasa sangat putus asa setelah gagal untuk kesekian kalinya dalam ujian terakhir. Dia merasa memiliki takdir yang sangat buruk dari pada orang lain.
Setelah kehilangan seseorang yang berharga untuk dirinya, kehidupan Li Hongli menjadi sangat buruk hingga membuatnya merasa putus asa.
Li Hongli merasa sudah dipermainkan oleh takdir dan bahkan mulai tidak mempercayai dewa. Hingga suatu hari sosok entitas tertinggi menjawab penghinaan pria itu dan membuat kontrak paksa.
Pria itu dikirim menuju Dunia lain dan tanpa sadar sudah masuk ke dalam permainan para Dewa. Dimana setiap dewa memilih pemain untuk memperebutkan tahta tertinggi surgawi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyutoria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaisar Han Yirong
Kompleks Istana Jingren sangat luas terdiri dari 1000 bangunan yang berdiri di atas area tanah seluas 720 ribu hektar. Tempat ini memiliki tiga aula utama yaitu Aula Kemurnian Surgawi, Aula Persatuan, dan Aula Ketenangan Duniawi.
Masing-masing Aula utama memiliki fungsi berbeda. Aula Kemurnian Surgawi di gunakan Kaisar untuk menerima utusan, mengadakan pertemuan dengan para menteri, serta tempat Kaisar bekerja mengurus pemerintahan Kekaisaran.
Aula Persatuan di gunakan sebagai pusat kebudayaan dan pengetahuan. Disini para cendikiawan serta sarjana melakukan penelitian serta membuat karya yang bisa memajukan teknologi Kekaisaran Han.
Sementara Aula Ketenangan Duniawi di gunakan sebagai tempat Kaisar langit dan keluarganya tinggal. Keamanan tempat ini tentu sangat ketat bahkan setiap prajurit yang menjaga berada pada ranah Bumi Tingkat 5.
Untuk saat ini hanya ada 100 kultivator ranah Bumi di seluruh wilayah Kekaisaran Han dan ada 20 yang saat ini menjadi prajurit khusus menjaga keamanan Kaisar beserta keluarganya.
Bai An dan Li Hongli di antarkan oleh Komandan Ji Wei sampai depan pintu masuk Aula Kemurnian Surgawi. Setelah itu Komandan Ji Wei pamit undur diri karena tugasnya sudah selesai sampai disini untuk mengantarkan mereka.
Raut wajah Bai An tetap tenang bahkan terlihat biasa saja saat memasuki Aula Kemurnian Surgawi di mana Kaisar beserta orang-orang penting sudah menunggu dirinya datang.
Sementara itu Li Hongli tampak sangat gugup karena untuk pertama kalinya akan menghadap langsung pemimpin dari suatu negara. Sebagai orang yang berasal dari desa tentu membuat Li Hongli merasa kedudukannya sangat kecil dibandingkan orang dalam pemerintahan.
"Jangan gugup tenang saja Kaisar tidak seburuk yang kamu pikirkan..." Bai An menepuk-nepuk pundak Li Hongli saat menyadari jika muridnya sekarang sangat gugup bertemu Kaisar Han.
Li Hongli mulai mengatur nafas meningkatkan rasa percaya diri agar kesan pertama Kaisar kepadanya tidak buruk. Jujur saja sampai detik ini Li Hongli belum mendapatkan kejelasan dari Bai An tentang tujuan mereka datang ke sana.
Mereka berdua lalu berjalan melewati lorong yang penuh dengan lukisan Kaisar terdahulu sebelum mereka akhirnya tiba di depan pintu terakhir di mana Kaisar sudah menunggu.
Dari dalam ruangan seorang pembawa pesan menyerukan kedatangan Bai An dan muridnya yang membuat semua mata langsung tertuju ke arah pintu masuk untuk melihat dengan seksama sosok legenda hidup Kekaisaran Han.
Kaisar Han yaitu Han Yirong mengerutkan dahinya saat mencoba melihat lebih jelas sosok pria tua yang terlihat seperti masih berusia 60 tahun memasuki ruangan tempatnya bekerja.
Orang-orang juga yang melihat sosok Bai An mulai membicarakan dirinya secara diam-diam. Mereka yang lahir di zaman berbeda terlihat kagum melihat sosok legenda itu dan ada juga yang tidak begitu senang atas kedatangannya.
Begitu masuk Li Hongli bisa dengan sangat jelas merasakan aura kuat yang dipancarkan dari dalam tubuh Kaisar Han. Saat menggunakan Pengelihatan Dewa Li Hongli sama sekali tidak bisa mengetahui status milik orang nomor satu di Kekaisaran Han tersebut.
Jelas hal ini membuat Li Hongli menjadi semakin gugup saat menyadari perbedaan kekuatan mereka yang sangat jauh. Li Hongli tentu tidak ingin membuat masalah dengan sosok Kaisar Han karena hanya satu sentilan kecil akan membuatnya seketika menjadi bubur daging.
Li Hongli sendiri selama ini sempat mencoba membaca status milik Bai An tetapi masih tidak mampu seolah ada penghalang yang membatasi kemampuan Pengelihatan Dewa mengingat teknik tersebut masih belum sempurna.
"Pria tua ini datang menghadap atas permintaan Kaisar langit..." Bai An memberikan hormat sambil membungkukkan sedikit badan yang diikuti oleh Li Hongli.
Meski tidak tahu harus berbuat apa Li Hongli hanya mengikuti gerakan yang di lakukan oleh Bai An karena sudah sangat takut akan di eksekusi jika bersikap lancang di hadapan Kaisar.
Li Hongli menyadari tidak bisa kabur begitu saja dari Istana Jingren jika melakukan kesalahan setelah melihat langsung banyak pendekar tingkat tinggi yang berada di sana.
Bahkan Li Hongli samar-samar bisa merasakan aura milik semua orang yang ada di dalam ruangan ini dan sekilas dapat melihat roh bela diri mereka. Di hadapan mereka yang memiliki roh beladiri menyerupai hewan, Li Hongli hanya seperti seonggok tanaman muda yang bisa layu kapan saja jika terkena badai.
Pada momen ini Li Hongli akhirnya mengerti kenapa selain melatih kemampuan Alkemis dan medis, Bai An juga mengajarkan ilmu beladiri agar setidaknya bisa bertahan hidup di dunia yang sangat kejam ini.
"Tuan Bai tidak perlu bersikap formal seperti itu kepadaku karena sudah aku anggap seperti Pamanku sendiri..." Kaisar Han tersenyum hangat menyambut kedatangan Bai An tetapi matanya tidak bisa menyembunyikan kesedihan yang sedang dia rasakan.
Perlu diketahui bahwa mendiang Kaisar Han terdahulu yaitu ayah kandung dari Kaisar Han Yirong merupakan sahabat seperjuangan dengan Bai An. Tidak banyak orang mengetahui jika mereka melakukan sumpah persaudaraan dan hal inilah yang membuat Han Yirong menganggap Bai An sebagai paman nya sendiri.
Kaisar Han lalu mengalihkan pandangan ke arah remaja yang berdiri di sebelah Bai An. Menyadari Kaisar sedang memperhatikan dirinya membuat jantung Li Hongli berdetak lebih kencang.
"Apakah anak ini yang paman angkat sebagai murid? Aku sempat membaca laporan tentangnya..." Ucap Han Yirong dengan tatapan penuh minat kepada sosok Li Hongli.
Sudah sejak tiga tahun lalu Han Yirong mendapat laporan tentang Li Hongli dari utusan yang dia tempatkan di Desa Xi'an untuk mengetahui kondisi Bai An selama dalam pengasingan.
Han Yirong sebenarnya terkejut saat mengetahui Bai An mengangkat seorang anak yang asal-usulnya tidak jelas sebagai murid. Padahal sudah sejak lama Han Yirong mengirim surat kepada Bai An untuk mengangkat salah satu anaknya menjadi murid tetapi selalu mendapat penolakan.
Bai An kemudian memperkenalkan Li Hongli kepada Han Yirong meski sebenarnya Kaisar Han sendiri sudah mengetahuinya sejak lama. Di sana dengan gugup Li Hongli memperkenalkan dirinya secara formal sambil mencoba menahan keringat dingin yang ingin keluar.
Setelah memperkenalkan diri Li Hongli mengangkat sedikit wajahnya untuk melihat bagaimana reaksi Kaisar Han karena khawatir jika perkataan yang dia ucapkan ada kesalahan.
Tetapi begitu mengangkat wajah Li Hongli tidak sengaja bertatapan langsung dengan mata emas milik Kaisar Han. Hal ini seketika membuatnya diperlihatkan sosok naga hijau yang tidak lain merupakan Yilong.
Keringat dingin Li Hongli seketika bercucuran begitu melihat Naga Yilong yang sangat terkenal dalam legenda ternyata merupakan Roh Beladiri milik Kaisar Han Yirong.
Li Hongli lalu berpikir jika pria tampan berambut emas yang terlihat masih berusia 40 tahun itu wajar saja memiliki seekor Naga mengingat sosoknya merupakan Kaisar pilihan langit.
Disisi lain Han Yirong tersenyum tipis saat melihat sosok Li Hongli yang membuatnya menjadi tertarik dan memiliki pemikiran tersendiri.
dan..ini layak utk terus diikuti sampai akhir crita..
jadi..trimakasih sdh menyajikan crita kisah yg menarik ini..dan tetap truss berkarya thorr..skali lg trimakasih