NovelToon NovelToon
Laguna Kenikmatan Dari Adik Ipar

Laguna Kenikmatan Dari Adik Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Disfungsi Ereksi
Popularitas:97.5k
Nilai: 5
Nama Author: boora

Apa jadinya jika seorang pria mencintai wanita yang telah bersuami, dan wanita itu merupakan kakak iparnya sendiri ?,

Niat ingin membantu sang kakak lelaki, Kennedy justru terbawa perasaan hingga memiliki obsesi untuk mendapatkan Joanna sang kakak ipar. Trauma Joanna yang membuat Kennedy panik akhirnya membuat pria itu hilang akal hingga berujung pada sebuah persetubuhan hangat yang tak dapat ia lupakan.

Hai readers yang budiman !

Ini novel pertama yang saya keluarkan dalam mengikuti event Cinta Yang Tak Direstui , mohon dukungannya dan salam kenal,

Jangan lupa vote dan tinggalkan saran di kolom komentar ! Terima kasih 💜☺️✌️

"Mmmmmphh" isak tangis Joanna tertahan, karena Kennedy mencium lembut bibirnya.

"Hentikan," Joanna mencoba menghindari bibir Kennedy tapi tubuh lemah nya tak mampu menghentikan tindakan adik iparnya.

"Ken,"

Tak menghiraukan segala ucapan Joanna, Kennedy justru membimbing kakak iparnya untuk mengikuti permainan lidahnya dan tak memberi kesempatan Joanna u

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon boora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retakan Lubang Pada Kolam Ikan

Jemari Brian nampak memainkan garpu serta sendok pada genggaman tangannya, pria itu terlihat kembali berpikir keras tentang Joanna yang tak lain ialah mantan istrinya.

"Kenapa diriku jadi dilema seperti ini ?"

"Apa aku merindukan nya ?"

"Padahal diriku sudah memiliki kebebasan yang dulu aku inginkan dan Joanna telah memberikannya !"

"Aaaaaghhh, sial !" Brian kembali mengumpat seorang diri dalam hati, saat ia mengingat semua pengaruh Linda dalam kekalutan masa lalunya.

Pria itu bahkan tak menyadari bahwa Laura tengah melambaikan tangan ke arahnya.

"Kenapa tidak membangunkan ku daddy ?" wanita dengan penampilan yang tak kalah seksi dari Linda itu nampak tersenyum manja dan duduk dipangkuan Brian seketika.

Laura bahkan tak segan untuk mengalungkan tangannya pada pundak Brian dan mencium pria itu tanpa malu ditempat umum.

"Hentikan !, lihatlah banyak yang memperhatikan kita disini !" Brian mencoba untuk mengakhiri permainan bibir Laura dari dirinya.

Bukan berhenti Laura justru dengan sengaja memancing birahi Brian dengan memainkan kejantanan pria itu dengan tangan nakalnya yang tersembunyi dibawah meja restoran.

"Haaaaaaghh !"

"Kau ini memang nakal Laura !" Brian akhirnya beranjak dan menarik kasar tangan Laura untuk mengikuti langkahnya menuju kamar hotel mereka.

Kedua manusia itu kembali dibutakan oleh hawa nafsu untuk bisa meraih kenikmatan dalam diri masing-masing.

"Ini masih pagi tapi kau berani memancing ku seperti ini ?" Brian nampak mencengkeram dagu wanitanya dan bermain dengan begitu kasar terhadap area sensitif Laura.

Bukan menampilkan wajah kesakitan Laura justru sangat menikmati segala perlakuan kasar Brian pada seluruh tubuhnya.

"Daddy, seluruh tubuhku ini hanya milikmu !" wanita itu kembali mengeluarkan rintihan manja dari bibirnya saat berada dibawah kungkungan pria yang saat ini tengah menggagahinya.

"Benarkah seperti itu ?" Brian kembali berujar tanya meskipun ia tampak tengah kesulitan dalam mengatur nafas serta gerakan tubuhnya.

"Apa benar kau hanya menjadi ****** untukku ?" lagi-lagi ia bertanya dan kembali menyesap kasar selat dada milik wanita simpanan keduanya.

"Hmmmm ?" tangan Brian pun tak tinggal diam, pria itu kembali menepuk intens pada buttocks seksi milik wanita yang hanya memejamkan mata karena menikmati setiap sentuhan dari aktivitas mereka.

Joanna nampak kembali sibuk berkutat dengan aktivitasnya begitu ia tiba dirumah, ia nampak memindahkan ikan-ikan piaraan di kolam miliknya.

"Ternyata ada lubang disini ?" tangan Joanna nampak meraba bagian kolam yang ternyata tak tertutup dengan sempurna karena sebuah retakan.

"Pantas saja ular bisa dengan mudah memangsa kalian !" wanita itu nampak berbicara serius seorang diri dan memikirkan cara untuk memperbaiki kolam ikan miliknya.

Joanna akhirnya melapisi kolam miliknya dengan terpal yang cukup tebal setelah membereskan dalam menambal area berlubang pada pojok kolam ikan miliknya.

Wanita itu nampak tak menghiraukan hari yang telah berganti menjadi petang demi membuat nyaman para ikan piaraannya.

"Akhirnya selesai !" senyuman yang begitu indah nampak terukir pada wajah Joanna, wanita itu terlihat puas karena berhasil mengisi air dan kembali memasukkan ikan-ikan piaraan kedalam kolam tempat mereka semula.

Joanna kembali terduduk diam serta memandangi gelap langit malam di teras belakang rumahnya, rasa sunyi kembali menerpa relung hatinya.

"Apa diriku akan seperti ini selamanya ?" pertanyaan itu mendadak muncul dalam benak Joanna.

"Apalagi yang kau inginkan Jo ?"

"Bukankah dirimu telah berhasil menata hidupmu disini ?" Joanna kembali menghela nafas dalam, ia juga nampak memejamkan mata pada kursi goyang di teras belakang rumahnya, peluh yang membasahi wajah serta rambutnya tak membuat wanita itu risih akan tubuh lengketnya.

"Kau juga pernah berjanji pada dirimu sendiri untuk mengambil butik itu kembali bukan ?" hati kecilnya turut mengingat tentang ucapan yang pernah ia lontarkan saat ia terpaksa harus menjual butik kesayangannya.

"Haruskah diriku mencoba untuk kembali mendapatkan nya ?" Joanna kembali nampak berbicara seorang diri dengan mata yang tetap terpejam sempurna.

"Tuhan, maaf jika diriku merindukan nya ?" wanita itu kembali menghela nafas panjang sebelum akhirnya beranjak dengan langkah berat dan beralih untuk membersihkan dirinya.

Perhatian serta kasih sayang yang begitu tulus dari Kennedy membuat wanita itu sulit untuk bisa melupakan Kennedy begitu saja.

Sementara disisi lain Kennedy turut memandangi langit malam dari jendela ruang kerja kantornya.

"Meskipun diriku tak mengetahui dimana keberadaan mu saat ini, setidaknya kita masih berada dibawah naungan langit yang sama Nona !" Kennedy tersenyum getir setiap kali terbayang akan senyum manis serta paras cantik dari kakak iparnya.

"Semoga saja Nona benar-benar berdomisili di sana !" Kennedy kembali bergumam dalam hatinya, kerinduannya terhadap Joanna membuat ia kembali termenung dengan rasa bersalah saat mengingat kejadian masa lalu yang menimpa Joanna.

Kennedy kembali mengusap perlahan buliran air mata yang telah nampak dan membasahi pipinya.

"Maafkan diriku Nona !"

"Maaf karena membiarkan dirimu mengalami semua kepahitan itu sendirian !" rasa bersalah dalam hati Kennedy semakin mencuat dan membuat pria itu semakin terobsesi untuk mencari keberadaan kakak iparnya.

Pria itu seketika menghela nafas dan memalingkan wajahnya begitu Monica mengetuk pintu dan memasuki ruangan kerjanya.

"Apa kau tidak akan kembali pulang Ken ?" suara lembut Monica nampak memecah keheningan di ruang kerja Kennedy.

"Diriku menunggu serta mencemaskan mu dari tadi !" gadis itu kembali berucap dengan raut wajah khawatir saat melihat Kennedy.

"Tak apa, pergilah !"

"Kau bisa pulang terlebih dahulu !" Kennedy kembali menanggapi kalimat Monica tanpa menghadap pada lawan bicaranya.

Gadis cantik itu kembali lesu dan berbalik arah meninggalkan Kennedy seorang diri, ia tak ingin kembali membuat Kennedy emosi karena kehadiran dirinya.

Hari yang ditunggu Kennedy akhirnya tiba, pria itu nampak tersenyum cerah dan sangat antusias untuk mengikuti event fotografi yang telah lama ia nantikan.

Begitupun dengan Monica, gadis itu turut bahagia saat mendapati Kennedy yang duduk di samping dirinya, Kennedy yang lebih memilih untuk ikut pergi bersama rombongan membuat pria itu mau tak mau harus duduk bersanding dengan Monica selama perjalanan.

"Nona, tolong berikan petunjuk tentang keberadaan mu !" Kennedy kembali berucap dalam hati begitu bus yang ia tumpangi mulai melaju.

"Kakak Joanna !" Sean nampak berlari menuju rumah Joanna untuk menghampirinya.

"Kak, bisakah kita pergi ke pameran di dekat pasar malam ini ?" pria kecil itu nampak berbicara dengan raut wajah serius pada Joanna.

"Mungkin tak bisa malam ini Sean !" Joanna akhirnya berucap menanggapi kalimat Sean, sahabat pria kecilnya sembari mengayunkan benda tajam yang ia genggam untuk menebang dan menjatuhkan batang pohon yang nampak mengganggu pemandangan di halaman rumahnya.

"Yaah, tapi kenapa Nona ?" Sean nampaknya kecewa saat mendengar jawaban dari Joanna.

"Maaf Sean, diriku masih harus menyelesaikan untuk membuat selai nanti malam !" wanita itu menyadari kekecewaan yang nampak pada raut wajah Sean.

"Kita bisa pergi lain kali, diriku berjanji !" Joanna nampak mengacungkan jari kelingkingnya pada Sean yang nampak mendongak dan memperhatikan dirinya di atas pohon.

"Acara nya pasti digelar selama satu minggu bukan ?" Joanna kembali melontarkan pertanyaan pada Sean.

Sean hanya mengangguk menanggapi pertanyaan dari wanita yang telah ia anggap sebagai kakak perempuannya.

"Tapi, kakak benar-benar akan mengajak ku pergi kan ?" Sean kembali bertanya untuk memastikan ucapan Joanna meskipun wanita itu telah mengutarakan janjinya.

"Tentu !"

"Diriku juga sesekali ingin berkunjung di tempat keramaian Sean !" Joanna kembali tersenyum dan meyakinkan pria kecil yang masih setia mendongakkan kepala, demi meluluhkan hati Joanna agar bersedia berkunjung pada pameran pasar malam untuk menemaninya.

1
Aprilina Dhamayanti
lanjut thor
Aprilina Dhamayanti
lanjut thor👍👍👍
Aprilina Dhamayanti
bagus thor ceritamu, lanjutkan 👍👍👍
Aprilina Dhamayanti
Luar biasa
winwin
bagusss
Zinan Cutte
good
Eka Delima
Lanjut dong plisssss 🙏🙏🥺
boora
Mohon dukungannya ya teman, silahkan tinggalkan saran di komentar.
Novel ini mengikuti event Cinta Yang Tak di Restui, kritik dan saran akan sangat membangun bagi diri saya ☺️🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!