NovelToon NovelToon
Baby Berondongku

Baby Berondongku

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Romansa / Berondong / Tamat
Popularitas:195.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aisy Arbia

Abbey Florence, Senior Sekretaris di perusahaan ternama. Usianya tak lagi muda, tetapi dia fokus pada kariernya. Hingga suatu hari teman-teman Senior High School mengadakan reuni. Mereka mengejek Abbey lantaran di usia 36 tahun tak kunjung menikah.

Ejekan demi ejekan dilontarkan. Tidak hanya dari teman-teman, tetapi juga mantan kekasihnya, Thanos Shem yang sudah beristrikan seorang model.

Abbey merasa resah. Sebenarnya dia mau sekali menikah, tetapi loyalitas di perusahaan selalu dipertanyakan. Akhirnya, Abbey memutuskan untuk resign dan menjalani kehidupan barunya. Dia pun mencoba peruntungan untuk menemukan jodohnya. Namun, siapa sangka sosok Rylee Rexton mampu mengobrak-abrik jiwa raganya.

Mampukah Abbey menjalani cinta tidak biasa itu? Akankah Rylee setia mengingat perbedaan usianya jauh sekali?

Yuk, ikuti kisah wanita berumur dan berondong bertato.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Toilet

Helen membuktikan kesungguhannya untuk menyiapkan pesta malam ini. Zaylin juga sudah memberikan jawaban bahwa dia bisa hadir, tetapi sedikit terlambat.

"Helen, apa kamu yakin kalau Van akan pulang tepat waktu?" Abbey merasa tidak enak hati pada mantan bosnya itu.

"Tunggu saja. Dia pasti pulang."

"Mengapa seyakin itu?" tanya Abbey.

Rylee sedang beristirahat di kamar tamu, sedangkan Abbey menemani Helen untuk menyiapkan beberapa makanan dan minuman. Beberapa minuman beralkohol juga disiapkan, tetapi Helen sudah memberitahukan bahwa Abbey tidak boleh menyentuhnya.

"Gara-gara Anne," sambung Abbey.

"Ya. Kurasa aku akan mendapatkan bukti itu, Abbey. Aku minta maaf sudah curiga kalau kamu menjalin hubungan dengan suamiku."

"Aku bukan penggoda, Helen. Kalau aku mau, sudah sejak lama saat aku bekerja di sana. Kesempatanku jauh lebih besar karena memiliki jadwal pekerjaan Van dengan jelas. Di mana dia akan berada beberapa menit kemudian. Lalu, dia pergi dengan siapa saja. Semuanya ada di tanganku dan terstruktur dengan baik."

Benar juga. Abbey sudah seperti teman dekat bagi Van, tetapi karena Van pernah merayunya dan Abbey menolak, pantas saja kalau Van agak menjaga jarak dengan Abbey.

"Kalau ternyata mereka benar-benar terbukti malam ini, apa yang akan kamu lakukan? Maaf, bukan maksudku ikut campur." Abbey tidak sabar untuk melihat Van mendapatkan hukumannya.

"Aku belum tahu, Abbey. Aku tidak sekuat dirimu."

Kata siapa? Abbey sedang rapuh. Dia sedang memikirkan Eric dan Rylee di waktu yang berbeda. Terkadang dia tidak bisa menerima Eric karena Rylee-lah papa biologis bayinya. Namun, bagaimana mungkin Abbey bisa menikmati kehidupannya kalau mereka tinggal di dalam rumah yang sama?

"Aku tidak sekuat yang kamu bayangkan, Helen. Semua punya titik terendah masing-masing."

"Benarkah? Bukannya kamu dan Rylee sudah bertunangan?"

"Oh, ya, ampun, Helen! Sudah kuulang berapa kali? Aku tidak bertunangan dengannya, tetapi dengan kakaknya, Eric. Orang tuaku tidak setuju kalau aku menikah dengan Rylee."

"Oh, ya, ampun! Semoga saja ada keajaiban untuk mempersatukan kalian berdua. Aku melihatmu saja tidak sanggup."

Mendekati makan malam, Thanos dan Anne datang lebih dulu. Mereka agak terkejut melihat kehadiran Abbey dan Rylee. Selama ini yang mereka tahu kalau Abbey sudah kembali ke rumah orang tuanya.

"Kukira kamu tidak akan kembali," ucap Thanos.

"Aku berhak datang ke tempat ini kapan pun yang ku mau. Helen juga tidak masalah, tetapi mengapa kamu yang bingung?" tanya Abbey.

"Tidak. Bukan seperti itu, Abbey. Apartemen dan mobilmu sudah–"

"Ck, kabar itu cepat sekali menyebar!" seru Abbey. "Aku menjual dan menyewakannya bukan berarti kehidupanku sudah terjun bebas ke kasta terendah dari pertemanan ini. Aku hanya pulang, Thanos. Kurasa jangan bahas masalah pribadi. Apa kabar kalian?" Abbey terlihat tidak suka.

"Kami baik dan–" sahut Anne. Dia hampir saja keceplosan bahwa dirinya sedang hamil.

"Syukurlah. Aku ikut senang mendengarnya," sahut Helen yang berusaha bersikap ramah.

Zaylin juga datang tidak lama setelah kedatangan Thanos dan istrinya. Dia membawa beberapa kantung belanjaan.

"Aku membawa semua pesananmu, Helen. Daging, beberapa anggur, dan sedikit buah-buahan," ucap Zaylin.

"Berapa uangnya?" Helen memang meminta untuk membelikan, tetapi bukan bermaksud untuk memintanya membayar juga.

"Tidak perlu. Ini tidak seberapa mahal dibandingkan pertemuan ini," balas Zaylin. Dia mendekati Abbey lalu memeluknya. "Aku merindukanmu, Sayang. Bagaimana dengan kandunganmu?"

Zaylin memegangi perut temannya yang masih rata. Hal itu tidak luput dari pandangan Rylee, Thanos, dan Anne. Tanpa dia sadari, Anne pun mengelus perutnya dengan tersenyum. Namun, dia sama sekali tidak menyadari kalau Helen memperhatikannya.

"Apakah Anne hamil?" gumam Helen.

Tiga wanita cukup cekatan untuk menyiapkan makan malam itu. Helen berulang kali melihat ke depan seakan menanti seseorang. Lebih tepatnya Van belum pulang sampai pada waktu makan malam tiba.

"Apakah Van sedang lembur di kantor?" tanya Thanos.

"Kurasa. Akhir-akhir ini dia pergi pagi dan pulang sangat larut. Dia hanya ingin bekerja keras untuk istrinya." Helen tersenyum.

Anne memerhatikan setiap gerak-gerik Helen. Kilatan cemburu mendera. Rupanya ini yang membuat Van sibuk akhir-akhir ini. Dia bahkan tidak mengirimkan pesan sama sekali.

"Bisakah aku mendapatkan tambahan makanan itu?" Rylee menunjuk steak buatan Zaylin yang rasanya lumayan enak.

"Wah, kali ini kamu berhasil membuat laki-laki muda jatuh cinta pada makananmu, Zaylin!" puji Abbey.

Zaylin tersenyum. Dia menyediakan beberapa steak, sedangkan Helen menyiapkan beberapa gelas anggur.

"Helen, aku tidak minum!" tolak Abbey.

"Ya, aku tahu. Anne, Thanos, silakan!" ucap Helen.

Anne yang biasanya menggilai segala macam jenis alkohol, kali ini dia menolaknya. Terlebih dia tahu kalau sudah hamil, tetapi belum memberitahukan kepada Thanos. Orang pertama yang harus tahu adalah Van.

"Kali ini aku tidak minum," tolak Anne.

"Tumben, Anne. Kamu seperti wanita hamil saja," sindir Zaylin.

"Tidak, Zaylin. Aku hanya berusaha untuk hidup sehat saja. Kamu tahukan kalau aku dan Thanos sedang berkomitmen untuk tidak memiliki anak dalam jarak dekat, tetapi bukan berarti kami akan melegalkan childfree." Anne hanya mempertahankan jawabannya saja.

Sebenarnya Anne sangat cemas. Semenjak dia datang sampai makan malam hampir usai, Van tidak kunjung terlihat. Mungkin pria itu sengaja menghindar atau tidak ingin bertemu dengannya.

"Van ke mana? Apa dia benar-benar ingin meninggalkan aku?" batin Anne.

Melihat istrinya tidak nyaman, Thanos menunjukkan perhatian kepadanya.

"Sayang, kamu terlihat cemas sekali. Ada apa? Apakah kamu melewatkan jadwal pemotretan atau apa?" tanya Thanos.

"Tidak ada, Thanos. Aku baik-baik saja."

Bohong! Thanos bisa melihat kecemasan itu di wajah sang istri, tetapi percuma juga memaksanya berbicara selagi dia tidak ingin.

Van yang sebenarnya malas untuk pulang ke rumah mendadak ingin pulang. Beberapa hari menghindari Anne adalah cara untuk meyakinkan Helen bahwa mereka tidak memiliki hubungan apa pun. Nyatanya perasaan rindu itu memaksanya untuk kembali ke rumah hanya ingin melihat Anne lebih dekat.

"Oh, Anne, aku bisa gila! Setiap detik di kantor, rasanya butuh waktu jutaan tahun untuk melupakanmu. Aku menghindar bukan karena aku ingin menjauh darimu, tetapi aku hanya ingin memberikan ruang bagi Helen agar melepaskan kecurigaan itu. Maafkan aku, Anne. Aku merindukanmu dan sekarang kita akan bertemu kembali," gumam Van.

Beberapa menit lagi, mobilnya sampai di rumah. Sesegera mungkin Van turun lalu masuk ke kamar walau hanya melewati Helen dan teman-temannya. Perasaan ragu untuk turun semakin besar karena mobil Thanos juga ada di sana.

"Sayang, kamu sudah pulang?" Helen menyapa suaminya yang baru saja terlihat.

"Ah, iya, Sayang. Aku ke kamar sebentar," pamit Van.

"Helen, toilet di sebelah mana? Rasanya aku ingin mencuci muka. Aku sedikit mengantuk." Anne mencari alasan untuk bertemu dengan Van.

"Kurasa kamu sudah hafal seluruh letak toilet di rumah ini, Anne. Jadi, aku tidak mungkin menunjukkan di mana letak toilet itu, kecuali kamu ingin masuk ke toilet yang ada di kamar pribadi kami," sindir Helen.

1
andrana maula
Luar biasa
Adila Ahmad
bgus
Ran Aulia
Luar biasa
Meyke Joyce Rantung
gampang sekali seorang istri di negara X mengucapkan kata cerai kepada suami jika merasa jengkel atau marah kepad suaminya
Meyke Joyce Rantung
waduh...Abbey itu Flo, yang dijodohkan dgn Eric, kakakx Rylle
Bzaa
Si Van PD banget ya 😉
Bzaa
hadir aku tor...
Ainisha_Shanti
Alhamdulillah... happy ending
𝕾𝖊𝖗𝖊𝖓𝖆𝖉𝖊 𝕰𝖚𝖓𝖔𝖎𝖆
Halo pembaca setia Baby Berondongku. Author mau minta saran, dong. Kalau misalnya author bikin karya baru lagi, kira-kira mau dibuatkan apa? Semoga kakak bisa memberikan saran untuk Author yang mulai kehilangan arah ini. terima kasih 🙏🥰
𝕾𝖊𝖗𝖊𝖓𝖆𝖉𝖊 𝕰𝖚𝖓𝖔𝖎𝖆: wah, kayaknya seru ini
total 2 replies
ari sachio
semoga bayinya jd malaikat penolong keluarga.mjd pemersatu keluarga mjd penghancur kerasnya ego mereka.stlh ini smg kehidupn mreka akn lbh baik g ad acara paksa memaksa .saling menghormati d penuh kasih sayang
ari sachio
rylee mengalahlah sedikit turunkan egomu contohlah sedikit sifat kakamu yg selalu bs menyelesaikn masalah tnpa pake urat d otot klo km ign mempertahankan rumah tangga km.
ari sachio
aduhhh kapan kalian berubah sihhh....ego pada digedein.yg tua kek ank kecil yg kecil udh jd org tua tp tetep blm bs bersikap dewasa. g bs ap saling terbuka ,saling memahami,saling percaya,saling menghormati, bukanya slalu menyalahkan d memojokan.
*buat abbey klo memang g ada cinta d g bs memahami d menghormati suami lbh bk cerai.
* buat rylee berubahlah jgn slau emosi yg digedein.krn km akn rugi sendiri akn kehilangan segalany.sdh posisi km di dpn ortu km g ad nilai plusnya trus ank istri akn ikt meninggalkn km. berusahalan bersabar d ushakan setiap ad masalah bicara baik2 dg lawan bicara agr km bs menemukan solusi yg baik.
* buat para ortu.jgnlah selalu mendikte kehidupn ank2 apalagi mereka sdh pya keluarga sndiri biarkan mereka bertanggung jawab dg ms dpn mereka kalian cukup memberikan nasehat yg bijak bila mereka salah d menolong mereka bila mereka punya masalh tnpa menyalahkan, mereka.jgnlah selalu mencampuri apalag mengompori masalah mereka hingga masalah makin parah.
jujur y jika ak jadi rylee klo slalu dibanding2kan dg kakakny d dgr mertuany tdk mengharapkn dia jd mantuny tp lbh ingn kakakny yg jd mantuy jujur pasti kecewa d sakit hati.
seharusnya mertua rylee dan ortu rylee sekali2 bs mendengarkan keluhan dr rylee ap yg dia mau d inginkan bila tak sesuai baru memberi nasehat d masukan yg baik d bijak
Setiaji Muhammad
bagus banget prbinor dan pelakor unjuk taring
Setiaji Muhammad
esmosi aku baca nya jadi baper
Ainisha_Shanti
pasangan dan keluarga ego semua
Setiaji Muhammad
ih ga jelas banget sih padahel kan raile dah mau tanggung jawab yang bener dobg thor jalan ceritanya
Setiaji Muhammad
uh dag dig dug nih ternyta flo itu Abbey
Setiaji Muhammad
gasken hellen jangan kasih kendor van
Rahma
kok ada wanita seperti abbay sih thor,
Setiaji Muhammad
dasar jalang anne dan jaelangkung van
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!