NovelToon NovelToon
Bangkitnya Sekte Kuno: Meraih Puncak Tertinggi

Bangkitnya Sekte Kuno: Meraih Puncak Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kultivasi
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sekte kuno Pedang Langit yang berjaya selama seribu tahun, dalam lima ratus tahun terakhir mengalami kemunduran akibat seluruh guru besar dan murid sekte bahkan sesepuh serta ketua sekte tewas dalam perang melawan Klan Iblis. Hanya tersisa, seorang murid luar Li Tianchen dan mendapatkan warisan dari guru besar. li Tianchen menjadi ketua sekte Pedang Langit.
Hidup damai dan nyamannya mulai terusik, saat Sekte -sekte baru menyerang dan ingin menguasai wilayah sekte Pedang Langit.
Mampukah Li Tianchen mempertahankan sekte pedang Langit? Dapatkah Tianchen mendapatkan murid untuk membantu sekte meraih puncak tertinggi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEKTE KUNO 15

"I-Iblis... kalian iblis...!"

​Dengan gemetaran, penjaga itu merangkak mundur, lalu bangkit berdiri dan berlari masuk ke dalam gerbang sambil berteriak histeris, "Serangan musuh! Serangan musuh! Si jalang Yuanling membawa monster! Lapor ke Kepala Keluarga sekarang!"

​Ziyan mendengus dingin, menyarungkan kembali pedangnya dengan gaya yang sangat sombong. "Cih, hanya segitu saja kemampuan anjing penjaga keluarga ini? Benar-benar membuang-buang tenagaku."

​Tianchen hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan muridnya, namun tidak menyalahkannya. "Ayo masuk. Badai yang sebenarnya baru saja dimulai."

​Mereka bertiga melangkah melewati gerbang yang kini tak bertuan, berjalan menyusuri jalan setapak berbatu yang membelah halaman depan kediaman Keluarga Liu yang sangat luas. Arsitektur bangunan ini sangat megah, dengan pilar-pilar kayu besar bercat merah dan ukiran naga di setiap sudut atapnya, sebuah simbol kekuasaan yang dibangun di atas darah dan penderitaan orang lain.

​Langkah kaki mereka terdengar bergema di keheningan halaman yang mendadak sepi. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Begitu mereka mencapai halaman tengah yang luas, pintu aula utama terbuka dengan kasar.

​Puluhan penjaga bersenjata lengkap langsung mengepung mereka dari segala arah, membentuk barisan pertahanan yang rapat. Tak lama kemudian, beberapa sosok penting keluar dari aula dengan langkah kaki yang terburu-buru dan wajah yang dipenuhi amarah.

​Di barisan paling depan, berdiri Liu Cheng, Kepala Keluarga Liu saat ini, seorang pria paruh baya dengan janggut kambing yang mengenakan jubah sutra mewah berwarna emas. Di sebelah kiri dan kanannya, berdiri tiga orang adiknya, yaitu para Paman Liu Yuanling yang selama ini terkenal kejam, Liu Ba, Liu Gu, dan Liu Feng.

​Dan di samping Liu Cheng, berdiri seorang wanita paruh baya dengan riasan wajah yang sangat tebal dan tatapan mata yang sangat licik, Nyonya Han, ibu tiri Liu Yuanling yang merupakan otak di balik pembunuhan ibu kandung Yuanling.

​"Liu Yuanling!" teriak Nyonya Han dengan suara melengking yang sangat mengganggu telinga. "Berani sekali kau menunjukkan wajah sialanmu di sini setelah membunuh para pengawal yang dikirim untuk menjemputmu! Dan sekarang kau bahkan berani membunuh penjaga gerbang kami! Apakah kau sudah bosan hidup?"

​Liu Cheng mengangkat tangannya, menghentikan teriakan istrinya. Ia menatap Yuanling dengan pandangan dingin dan penuh perhitungan. "Yuanling... aku tidak menyangka kau memiliki keberanian untuk kembali. Tetapi lihatlah dirimu sekarang... perubahan wujudmu ini... Tulang Harmoni Selaras di dalam tubuhmu pasti sudah terbangun sepenuhnya, bukan? Pantas saja aura spiritualmu terasa berbeda."

​Mata Liu Cheng berkilat serakah saat mendeteksi perubahan fisik Yuanling yang kini terlihat sangat menawan dan dewasa. "Bagus sekali! Dengan kondisi tubuhmu yang sekarang, Putra Suci dari Sekte Lembah sunyi pasti akan sangat puas. Dia telah berjanji akan memberikan keluarga kita puluhan pil spiritual tingkat bumi jika kita menyerahkanmu sebagai selirnya untuk dijadikan wadah kultivasi ganda. Menyerahlah sekarang, dan aku mungkin akan mengampuni nyawa dua orang asing di sampingmu itu!"

​Yuanling mengepalkan tangannya begitu erat hingga kuku-kukunya memutih. "Liu Cheng! Kau pria tidak tahu malu! Kau menyebut dirimu sebagai ayahku, tapi kau memperlakukanku lebih rendah daripada seekor binatang! Kau membiarkan wanita jalang di sampingmu itu membunuh ibuku, merampas warisannya, dan sekarang kau ingin menjualku sebagai budak pemuas nafsu demi beberapa butir pil sampah!"

​"Lancang!" paman tertua, Liu Ba, melangkah maju dengan wajah garang. "Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu kepada Kepala Keluarga? Pengawal, tangkap jalang ini! Dan bunuh dua orang di sampingnya!"

​"Tunggu dulu," paman kedua, Liu Gu, menatap Tianchen dan Ziyan dengan dahi mengernyit. "Siapa kalian berdua? Berani sekali mencampuri urusan domestik Keluarga Liu!"

​Tianchen tetap berdiri dengan tenang, kedua tangannya terlipat di dalam lengan jubah putihnya yang lebar. Wajahnya tidak menunjukkan emosi sama sekali, seolah-olah orang-orang di depannya ini hanyalah sekumpulan semut yang tidak berarti. Ia bahkan tidak sudi menjawab pertanyaan Liu Gu.

​Melihat gurunya mengabaikan musuh, Ziyan melangkah maju sambil berkacak pinggang. "Hei, paman-paman jelek! Guru dan Istri Guru tidak memiliki waktu untuk mendengarkan omong kosong kalian. Kami ke sini hanya untuk mengambil abu jenazah ibu Istri Guru Yuanling dan mengambil kembali apa yang kalian curi. Jika kalian menyerahkannya sekarang secara baik-baik, mungkin Guru tidak akan memotong kepala kalian hari ini!"

​"Istri Guru?!" Nyonya Han membelalakkan matanya, lalu menatap Tianchen dengan pandangan menghina. "Oh... jadi kau membawa pria simpananmu untuk menantang keluarga kami? Hahaha! Sungguh menggelikan! Pengawal, hancurkan mereka!"

​Pertempuran seketika pecah. Belasan pengawal elit Keluarga Liu berteriak sambil menerjang maju dengan senjata mereka yang berkilauan.

​"istri Guru Yuanling, biar aku yang menangani anjing-anjing ini!" seru Ziyan dengan penuh semangat.

​Wush!

​Tubuh Ziyan bergerak sangat lincah bagai kelinci es. Pedang ringannya menari-nari di udara, meninggalkan jejak-jejak embun beku yang mematikan. Setiap kali pedangnya bergesekan dengan senjata musuh, es instan langsung merambat dan membekukan tangan mereka.

​“Jurus Pedang Es Surgawi: Tarian Salju Gugur!”

​Ziyan berputar di tengah kepungan musuh. Puluhan jarum es tajam tercipta di sekelilingnya dan melesat keluar ke segala arah bagai badai.

​Jleb! Jleb! Jleb!

​"Argh!"

​"Tanganku!"

​Jeritan histeris terdengar bersahut-sahutan saat para pengawal elit itu bertumbangan dengan tubuh tertusuk jarum es dan membeku seketika.

​Melihat para pengawalnya dibantai dengan mudah, ketiga paman Yuanling mendadak panik. "Anak kecil ini... auranya... dia berada di tingkat Pencerahan Menengah!" seru Liu Feng dengan tidak percaya. "Bagaimana mungkin seorang gadis kecil berusia belasan tahun sudah mencapai tingkat Pencerahan Menengah!"

​"Jangan panik! Ayo kita serang bersama!" teriak Liu Ba sambil menarik pedang besarnya yang memancarkan energi elemen tanah yang tebal.

​Liu Ba, Liu Gu, dan Liu Feng yang berada di tingkat Pencerahan Awal dan Menengah melompat maju secara bersamaan, mengarahkan serangan terkuat mereka ke arah Ziyan. Namun, sebelum mereka sempat mendekati gadis kecil itu, sesosok bayangan biru muda melintas dengan kecepatan yang sangat tinggi.

​Clang! Clang! Clang!

​Yuanling muncul di depan mereka dengan pedang giok yang diberikan oleh Tianchen. Dengan gerakan yang sangat anggun namun dipenuhi dengan kekuatan Tulang Harmoni Selaras yang baru bangkit, ia menangkis ketiga serangan paman-pamannya secara bersamaan tanpa mundur selangkah pun.

​"Apa?! Kau... kau juga sudah mencapai tingkat Pencerahan!" Liu Gu terbelalak tidak percaya merasakan kekuatan benturan energi dari pedang Yuanling. "Bagaimana mungkin?! Tiga Minggu yang lalu kau hanyalah seorang sampah dengan meridian yang hancur!"

​"Ini semua berkat kekejaman kalian yang telah memaksa tubuhku meledakkan potensinya!" teriak Yuanling dengan mata yang berkaca-kaca karena amarah.

​“Gaya Pedang Peduli Langit: Tebasan Angin Pemurni!”

​Yuanling mengayunkan pedangnya, menciptakan gelombang angin spiritual yang sangat tajam yang langsung merobek pertahanan ketiga pamannya.

​Sret! Sret!

​Liu Gu dan Liu Feng terlempar mundur dengan luka sayatan yang cukup dalam di dada mereka, sementara Liu Ba terpaksa menancapkan pedang besarnya ke tanah untuk menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.

​"Sialan! Wanita jalang ini benar-benar telah menjadi monster!" umpat Liu Ba sambil menyeka darah dari sudut bibirnya.

​Liu Cheng yang sejak tadi memperhatikan dari belakang mulai merasa ada yang tidak beres. Tatapannya beralih ke arah pria berjubah putih yang sejak tadi hanya berdiri diam dengan mata terpejam di belakang Yuanling, Li Tianchen.

​Sejak awal pertempuran, Liu Cheng mencoba mendeteksi tingkat kultivasi Tianchen menggunakan indra spiritualnya. Namun, setiap kali ia mencoba menyelidiki aura pria itu, indra spiritualnya bagaikan menabrak sebuah dinding raksasa yang tak kasat mata, atau tenggelam ke dalam samudra yang tak berdasar. Tidak ada riak energi sedikit pun yang terpancar dari tubuh Tianchen, seolah-olah ia hanyalah seorang manusia biasa tanpa kekuatan spiritual sama sekali.

​“Tidak mungkin dia hanya manusia biasa... jika muridnya saja berada di tingkat Pencerahan Menengah, maka dia...” keringat dingin mulai bercucuran di dahi Liu Cheng.

​"Siapa sebenarnya Anda?" teriak Liu Cheng dengan suara yang sedikit bergetar, mencoba menyembunyikan ketakutannya. "Keluarga Liu kami tidak memiliki dendam dengan sekte Anda! Jika Anda bersedia menyerahkan Liu Yuanling sekarang, kami bisa memberikan kompensasi berupa batu spiritual yang melimpah!"

​Tianchen perlahan membuka matanya. Sepasang mata elangnya menatap Liu Cheng dengan pandangan yang sangat dingin, membuat sang Kepala Keluarga merasa seolah-olah sebilah pedang raksasa sedang menggantung tepat di atas lehernya.

​"Kompensasi?" Tianchen berbicara dengan suara datar namun bergema kuat di seluruh halaman. "Apakah kau pikir batu-batu sampah milik keluargamu itu bisa membayar penderitaan yang telah dialami oleh Yuanling? Hari ini... aku ke sini bukan untuk bernegosiasi. Aku ke sini untuk menemani istriku mengambil kembali apa yang menjadi miliknya, dan menghapus keberadaan keluarga kotor ini dari dunia."

​"I-Istri?!" Liu Cheng dan Nyonya Han berteriak bersamaan dengan wajah yang dipenuhi ketakutan dan ketidakpercayaan.

1
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Ayah macam apa ini? Setelah ditolong anaknya malah mengusir anak sendiri 🤬
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Qi-nya baru bangkit aja udah bikin langit berubah, Geloo 🤯
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Api tambah angin gak kebanyak dasyatnya
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Sudah bersatu sana iblis Ming😒
tuhh dengar apa kata guru mu ziyan ikut aja..
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Ngk kuno ngk moderen tetep waee ada iblis dan saiton dalam berbagai bentukk
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Cieeee udah pangil istri... kalian baru mempersatukan tp blom sahh .. jdi tahan dulu yahh suamii🤭🤭
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Hedehhhh embah uyut mau nikahh.. yukk para cicit kita restui uyut kita menjadi wahhhh dan awet muda selamanya 🤣🤣
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Nahh murid cerdass .. baru juga diangkat jd murid udah paham semua hal itu.. danpaham btull gurunyaa🤣
tenann yunnn... tuan Tian sangat tampan kokk JD nikmatin aja🤭
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ●⑅⃝ᷟ
apalagi sih itu baru juga ziyan mau seneng lagi tau² ada suara ledakan gitu
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Luar biasa donk kalau bisa tambah awet muda karena pegobatan yg intimm🤭
murid yg pintar langsung bisa tepat sasaran 🤣🤣🤣
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ●⑅⃝ᷟ
siapa ya itu perasaan si tiancheng itu gapunya leluhur deh apa kira² itu ada penjaga perpustakaan nya ya
❤️⃟Wᵃfαиιєℓα
Wahh akhirnya ziyan kamu berhasil juga , ehh suara apa itu
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ●⑅⃝ᷟ
baru juga mau happy taunya tantangan yg sebenarnya baru Dateng yg sabar aja ya ziyan 🤣
❤️⃟Wᵃfαиιєℓα
nah baru masuk udh ditanya , tapi suara siapa itu yang nanya ke yuanling
❤️⃟Wᵃfαиιєℓα
nah denger kata ayahmu mending fokus menambah ilmu daripada ngelakuin hal sia2
ziyan ayo pasti bisa kamu ngelewatin ini 🤣
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
wahh semoga pemersatu nya berhasil dan bisa saling melengkapi🤭
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Masalah ya tuhh metode kudu saling mengisi dalam pemersatu bangsa jd.. ku di sahhhhhhhh🤣🤣🤣
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
wahh teryata .. ngk perlu cari murid
udah pada datang sendiri..
hanya tinggal bersatuu dan bangkit
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Wkwkwk bukan hanya jantung yg berdetak kencang pasti nihh 🤣🤣
SENJA
laaaah itu tiancheng terkuat diantara manusia lainnya 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!