Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5: Badai di Pagi Hari
Matahari baru saja menyembul dari ufuk timur, menyiram Desa Angin Sepoi dengan cahaya keemasan yang hangat. Namun, kehangatan itu tidak terasa di pinggiran desa. Atmosfer di sekitar gubuk reyot milik Lin Tian mendadak mencekam dan sedingin es.
BUM! BUM! BUM!
Suara langkah kaki yang berat dan berirama membuat tanah di sekitar gubuk bergetar.
Gu Hong, sang Kepala Desa, berjalan memimpin di depan. Di belakangnya, belasan pengawal klan yang mengenakan armor kulit tipis berbaris dengan senjata terhunus di tangan. Wajah Gu Hong dipenuhi kabut amarah, dan energi spiritual dari Ranah Pengumpulan Qi Level 7 miliknya mengalir keluar tanpa ditahan, membuat daun-daun kering di sekitarnya hancur menjadi abu.
"Lin Xiao! Lin Tian! Keluar kalian berdua, bajingan kecil dan tua!" raung Gu Hong, suaranya menggelegar menggunakan bantuan Qi hingga terdengar ke seluruh penjuru desa.
Penduduk desa yang penasaran mulai berdatangan dan berkumpul di kejauhan. Mereka berbisik-bisik dengan wajah tegang, tahu betul bahwa hari ini, keluarga Lin yang malang berada di ujung tanduk.
Di dalam gubuk, Lin Tian perlahan membuka matanya. Sepasang manik matanya berkilat dengan kilauan perunggu yang samar sebelum akhirnya meredup kembali.
Semalaman penuh dia berkultivasi menggunakan Sutra Sembilan Transformasi Langit. Meskipun belum sepenuhnya menguasai transformasi pertama, kulitnya kini memiliki ketahanan yang jauh lebih kuat, dan fondasi Puncak Level 3 Pengumpulan Qi miliknya telah menjadi sangat kokoh dan stabil.
Lin Tian berdiri, lalu menatap sudut ranjang. Ayahnya masih mendengkur halus, memeluk botol labu araknya seolah teriakan menggelegar di luar gubuk hanyalah angin lalu.
"Ayah, aku keluar dulu," bisik Lin Tian perlahan. Dia tahu ayahnya sengaja membiarkannya menghadapi ini semua untuk membentuk mentalitas bertarungnya.
Dengan langkah tenang namun mantap, Lin Tian berjalan keluar melewati celah pintu yang hancur. Dia berdiri di halaman gubuk, berhadapan langsung dengan belasan pengawal bersenjata dan Gu Hong yang menatapnya seperti harimau kelaparan.
"Lin Tian!" Mata Gu Hong menyipit kejam saat melihat remaja itu keluar sendirian dengan wajah tanpa rasa takut. "Berani-beraninya seekor anjing lumpuh sepertimu melukai putraku hingga jengkal meridiannya retak! Katakan, rahasia apa yang kamu sembunyikan? Serahkan obat spiritual atau harta karun yang kamu curi, lalu patahkan kedua tanganmu sendiri di depanku, maka aku akan membiarkan ayahmu yang pemabuk itu tetap hidup!"
Lin Tian menatap Gu Hong lurus-lurus. Di masa lalu, tekanan dari kultivator Level 7 akan membuatnya berlutut lemas. Namun hari ini, di bawah siraman aura Gu Hong, tubuh Lin Tian justru merespons dengan gembira. Fisik Suci Yang Terbalik di dalam tubuhnya menolak untuk tunduk pada energi fana yang kotor tersebut.
"Kepala Desa Gu, putra Anda yang datang ke gubuk saya tadi malam membawa senjata dan berniat merampok," jawab Lin Tian, suaranya terdengar jernih dan bergema di udara pagi. "Saya hanya membela diri. Jika dia terluka karena kemampuannya yang tidak seberapa, mengapa Anda justru menyalahkan orang lain?"
"Kurang ajar! Beraninya kamu membalas ucapanku!"
Mendengar jawaban Lin Tian yang begitu berani di depan umum, wajah Gu Hong menjadi merah kehitaman karena menahan malu dan amarah.
"Pengawal! Tangkap bocah sialan ini! Patahkan kaki dan tangannya, lalu geledah seluruh gubuk ini sampai tidak tersisa satu papan pun!" perintah Gu Hong dengan kejam.
"Siap, Kepala Desa!"
Dua pengawal bertubuh kekar di Level 4 Pengumpulan Qi langsung melompat maju. Di mata mereka, Lin Tian yang terkenal lemah tidak lebih dari seekor anak ayam yang siap disembelih. Mereka mengayunkan gada kayu berlapis besi di tangan mereka, mengincar kedua lutut Lin Tian dengan kecepatan tinggi.
Wush! Wush!
Menghadapi serangan dari dua orang sekaligus, ekspresi Lin Tian tetap tenang. Dia mengambil napas dalam-dalam. Energi murni di dalam tubuhnya yang berputar lewat jalur Sutra Sembilan Transformasi Langit mendadak dialirkan ke seluruh otot kakinya.
BUM!
Lin Tian melesat maju, meninggalkan jejak tanah yang retak di tempatnya semula berdiri. Kecepatannya begitu gila hingga menciptakan bayangan samar di mata para pengawal tersebut.
"Apa?! Cepat sekali!" salah satu pengawal terbelalak.
Sebelum gada besi itu sempat mendarat, Lin Tian sudah menyusup ke dalam ruang kosong di antara kedua pengawal tersebut. Dengan memutar tubuhnya, dia melayangkan dua pukulan beruntun yang dilapisi Qi murni berwarna keemasan redup.
DUAK! DUAK!
"Aaakh!"
Dua suara patah tulang terdengar jelas. Dua pengawal bertubuh besar itu terlempar ke samping seperti layang-layang putus tali, menghantam tanah dengan keras sambil memegangi dada mereka yang melesap ke dalam. Gada besi mereka terlepas dan menggelinding di kaki Lin Tian.
Suasana di halaman gubuk seketika menjadi sunyi senyap. Penduduk desa yang menonton dari jauh serentak menarik napas dalam-dalam, mata mereka hampir melompat keluar dari kelopaknya.
Lin Tian dengan santai mengibas jubahnya yang berdebu, lalu menatap Gu Hong yang kini wajahnya dipenuhi rasa terkejut yang luar biasa.
"Kepala Desa Gu," ucap Lin Tian datar, sambil melangkah maju satu demi satu. "Pengawalmu terlalu lemah. Mengapa tidak Anda sendiri saja yang maju?"
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉