Bagaimana jika menderita Hypnophobia? Yaitu sebuah ketakutan untuk tidur.
Hingga akhirnya menjadikan seorang wanita bernama Azalea Bloom menjadi seorang workaholic karena begitu takut dengan tidur.
Kedatangan Julian Kingsford di apartemennya, membuat dia cukup merasa aman dan nyaman karena akhirnya dia bisa tertidur nyenyak setelah cukup lama mengalami hal ini.
SETTING LUAR NEGERI (jangan samakan dengan budaya indo ya.. yg ga suka di skip aja)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Panas
“Heiii … Apa yang kau lakukan? Aku hanya ingin video call dengan Dirk,” ucap Lea.
“Kau benar-benar gila jika sudah mabuk,” sahut Julian.
Lea membuka selimutnya dan kembali melingkarkan tangannya pada Julian hingga membuat Julian terjatuh di atas tubuhnya.
“Kau yakin tak mau bercinta denganku?” tanya Lea dengan mata sendunya akibat wine.
“Kau akan menyesal setelah kau membuka matamu besok pagi, Lea,” jawab Julian.
Lea menggeleng tak tertawa lirih lalu memagut kembali bibir Julian. Sebagai lelaki normal, tentu saja ini adalah hal yang cukup susah untuk dihindari apalagi Lea kini sedang dalam keadaan topless.
Ciuman liar Lea membuat Julian membalas pagutan itu dengan lebih liar lagi.
Perasaan suka Julian yang tanpa sadar ada di dalam hatinya, membuat pria itu meladeni apa yang diinginkan Lea.
Meskipun sebenarnya ini adalah hal gila yang dengan sadar ia lakukan. Ia sangat bisa menolaknya, tapi entah mengapa ia tak bisa melakukan hal itu.
Julian semakin gila ketika tangan Lea mulai bergerilnya masuk ke dalam baju dan celananya.
Lea memang baru melakukannya pertama kalinya, tapi ia bukanlah wanita cupu yang sama sekali tak tahu hal ini.
Lea bahkan menggoda Julian dengan gerakan tubuh erotisnya di bawah tubuh Julian.
“Kau akan menyesal, Lea,” ucap Julian sembari menyesapi leher dan dada Lea yang membuncah di depannya.
Lea melenguh dan itu membuat Julian semakin berani menyentuh tubuh Lea hingga bermuara di pangkal paha mulus itu.
Julian membuka pakaiannya dan ia tahu bahwa ia sudah terjebak oleh nafsunya sendiri.
Peringatan di dalam otaknya ia abaikan begitu saja dan lebih mengikuti apa yang tubuhnya ingin rasakan.
“Ooohh … Leaa …” Lenguh Julian ketika melewati celah sempit itu.
Lea terpekik nikmat dan memegang erat bahu Julian. Lea tak pernah berpikir bahwa rasanya akan senikmat ini dan ia sangat menikmati pengalaman pertamanya ini. Apalagi ia melakukannya dengan Julian.
Tak ada paksaan di antara keduanya dan tampaknya mereka sama-sama merasakan gairah yang kini sudah meluap.
Julian bergerak dengan kecepatan sedang dan Lea mengikuti irama gerakan itu di bawah tubuh Julian.
Mata Lea tertutup dan kepalanya mendongak ke atas karena ia merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Julian menyesapi kembali leher jenjangnya yang putih dan mencengkeram rambut panjangnya.
Sahutan lenguhan terdengar dari mulut keduanya di kamar yang sunyi itu. Julian mengangkat kembali tangan Lea ke atas dan menciumi dadanya yang menantang.
Tubuh Lea memerah akibat sentuhan dari Julian.
Hingga akhirnya pelampiasan keduanya tercapai dan kamar itu menjadi sunyi kembali.
“Ini benar-benar di luar dugaanku, Julian. Seharusnya aku melakukannya sejak dulu. Kurasa ini penghilang stress yang cukup ampuh,” ucap Lea lirih dan membuat Julian melihat ke arah Lea.
“Apa maksudmu? Jadi kau ingin melakukan ini dengan pria random yang kau temui setiap kau merasakan stres?” tanya Julian sembari menyipitkan matanya.
Lea hanya mengedikkan bahunya.
“Kau ada di dalam pengawasanku, Nona,” ucap Julian.
“Good night, thank you pelayanannya. Kau sangat memuaskan,” kata Lea dan menutup matanya.
“What?? Hei … Aku buka gigolo-mu, Lea,” sahut Julian.
Lea tertawa lirih dan mendorong dada Julian agar tak menindih tubuhnya.
“Kau menindihku, Julian,” kata Lea.
Julian pindah ke samping Lea dan memeluknya dari samping.
“Good night,” bisik Julian.
Lea tak menjawab dan hanya memegang tangan Julian yang memeluknya karena kini wanita itu langsung tertidur lelap ketika pria itu memeluk tubuhnya.
gntung bgt kk