NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Tak Di Anggap

Pernikahan Yang Tak Di Anggap

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: juleha2606

Kebahagiaan Anisa berubah sampai 160%. Setelah insiden yang membuat dia hamil sebelum menikah.

Hingga dia menikah dengan pilihan orang tuanya, dengan seorang pria yang gagal menikah sebelumnya. Bernama Pramana. Sekalian untuk menutupi aib nya yang tengah berbadan dua.

Semua berawal dari ketika Anisa menginap di tempat saudaranya sehingga terjadilah dia di cekoki obat sama teman laki-laki saudaranya itu.

Mau tahu kelanjutannya jangan lupa klik subscribe terlebih dahulu. Makasih? sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juleha2606, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku malu

Brugh ....

Pramana menutup pintu kamarnya. Setelah dia sampai di ruangan tersebut. Kemudian dia menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur yang luas dan rapi itu.

"Huuh ...."

"Bisa-bisanya tuh perempuan jatuh di tubuhku ingin menggoda ku apa? membuat tubuh panas dingin begini!" lalu Pramana mengembalikan tubuhnya telungkup menekan sesuatu yang tiba-tiba bangun.

"Apa yang menjadikan si Junior ku bangun? padahal tidak ada yang aneh-aneh antara dia dan aku tadi, hanya sekedar bersentuhan biasa dan itu pun tidak disengaja." Gumamnya Pramana.

"Ach. Gila! ngapain sih ... bisa konek gini ... astagfirullah yang tidak seharusnya aku rasakan!" Pramana melonjak bergegas pergi ke kamar mandi dan memilih untuk mengguyur dirinya dengan air dingin, dan menginginkan kepalanya yang terasa panas membuat darahnya pun mengalir hangat.

Kini Anisa sudah berada di kamarnya. Dia berjalan mondar-mandir entah apa yang dia rasakan juga yang dipikirkan.

"Kok bisa sih, aku terjatuh ke tubuh dia segala dan akhirnya piyama ku sobek juga kena paku tadi. Oh bikin aku malu-malu-malu, malu-malu banget ..." gumamnya Anisa sembari menepuk-nepuk kedua pipinya.

Lalu di kepalanya terbayang kembali, seorang wanita yang mendatangi kantornya Pramana yang katanya temannya Adisty. Dan Anisa merasa kalau ada yang aneh khususnya dari wanita tersebut, seperti menyukai Pramana lebih dari sekedar teman.

"Aku rasa wanita itu menyukai Permana bukan hanya sekedar teman. Katanya dia temannya Adisty? tapi ach ngapain sih aku mikirin dia, tidak penting banget." Anisa terus di Bayangi dengan pikiran-pikiran yang membuat dia tidak bisa fokus.

Terbayang lagi kejadian barusan di bawah bersama Pramana. "Aish ... kenapa sih terbayang mulu? sudah ya Nisa, lupakan! jangan ngebayangin yang tidak-tidak. Dinikahin aja kamu harus bersyukur! jangan berharap yang nggak mungkin, cintanya hanya untuk kekasihnya yang nanti akan kembali dan mengambil dia darimu!"

"Namun dia suamiku dan Adisty hanya kekasihnya dulu, dia tidak berhak atas suamiku!" monolog Anisa.

"Hei ... Nisa bangun? jangan bermimpi, Cinta itu lebih kuat ketimbang akte menikah yang tidak ada apa-apanya." Monolognya kembali Anisa dalam hati.

Anisa melamun begitu anteng dengan pandangan yang kosong entah ke mana, pikirannya pun melayang entah kemana, di sini Anisa hanya sementara! satu saat nanti pasti kembali dan mungkin ia akan bersatu dan berkumpul lagi dengan keluarganya yang dulu.

Terlihat Anisa menghela nafas sangat panjang lalu dihembuskan dari mulut serta mengusap sudut matanya yang tampak buliran air mata yang begitu bening mengenang di sana.

"Apakah rasa sayang itu sudah mulai tumbuh di hati aku! tidak, jangan sampai. Aku takut sakit hati, karena Pramana nggak mungkin merasakan hal yang sama dengan ku! Huam ..."

Anisa menguap dan merasakan kantuk yang sudah menyerang dirinya, sehingga dia beranjak dan menyimpan buku yang ada di tangan menghampiri tempat tidur.

Kemudian Anisa berselimut setelah dirinya membaringkan diri di atas tempat tidur yang empuk yang luas. Yang ada cuma dirinya sendiri tanpa ada yang menemani ataupun memberi pelukan yang hangat.

Dalam hitungan detik pun Anisa sudah terpejam, tidur nyenyak.

Sehabis mandi Pramana menyibukkan diri dengan laptopnya! entah kenapa dia nggak bisa tidur. Bahkan waktu sudah menunjukkan pukul 01.30.

"Ach sial, aku nggak bisa tidur. Astagfirullah ... kalau gini alamat kesiangan nih!" Pramana menutup laptopnya lalu dia simpan di atas nakas. Dia mengambil air wudhu terlebih dahulu.

Sebelum berusaha untuk tidur Pramana mengajarkan dulu dua rakaat, setelah itu barulah dia akan beristirahat.

Waktu terus berputar, dan malam kian beranjak pergi. Berganti dengan sebuah pagi yang begitu segar nan indah setelah semalam turunnya hujan.

Seperti biasa, pagi-pagi Anisa sudah membuatkan susu jahe buat Pramana, lalu dia bawanya ke kamar Pramana.

Namun kamar itu terdengar masih terasa sepi. Setelah berapa kali diketuk pun tak ada jawaban dari dalam, membuat Anisa bergumam. "Apa mungkin dia belum bangun? ah masa sih!"

Lalu tangan Anisa nekat untuk mendorong handle pintu tersebut dan ternyata tidak terkunci dari dalam, sehingga pintu tersebut terbuka. Keadaan kamar masih remang-remang sehingga Nisa menyalahkan lampunya dan tampak di atas tempat tidur Pramana masih meringkuk.

"Ya ampun Pram ... kok masih tidur! pukul berapa nih? sudah salat subuh belum?" suara Anisa yang mendekati Pramana setelah menyimpan gelas susunya di atas meja.

Tidak ada pergerakan sama sekali dari Pramana, Anisa duduk di tepi tempat tidur tersebut sesaat menatap wajah pria itu yang bila di lihat-lihat Pramana memang tampan dan ganteng. Kulitnya pun putih.

"Pram ... bangun? dah siang! kamu udah salat subuh belum? ulangnya Anisa dengan tatapan tertuju ke wajah Pramana yang tampak sangat begitu nyenyak tidurnya.

Lama-lama Pramana pun bergerak nikmat tanpa membuka matanya sama sekali namun. Perlahan Pramana membuka matanya, melihat suasana sekitar yang jendela pun sudah terbuka dan di luar sudah menunjukan siang.

Lalu mengarahkan pandangannya ke arah dimana adanya Anisa yang tidak jauh dari dirinya, duduk dan menatap dirinya.

Sejenak tatapannya terkunci pada wajah cantik yang dimiliki Anisa, ya. Namanya Anisa yang berarti wanita, yang memiliki keindahan yang lebih dari yang pria miliki dan banyak memiliki keistimewaan. Dan juga wanita itu sangat berharga ketimbang diri laki-laki.

Detik kemudian Anisa menundukkan pandangannya, dadanya terasa begitu berdebar dan jantungnya pun berdegup sangat kencang.

Serr ... darah di tubuhnya Pramana terasa mengalir deras. Jantungnya pun terasa dug-dug, dug-dug. Dug-dug, bagai mau melompat dari tempatnya.

"Sudah siang, apakah sudah menjalankan salat subuh? tanya kembali Anisa. "Tumben jam segini baru bangun?"

Anisa tanpa melihat ke wajah Pramana.

"Aku baru bisa tidur setela mengajarkan salat subuh. Semalam semalaman aku kesulitan untuk tidur!" suara Pramana begitu parau khas bangun tidur.

Dan wajah bantalnya sangat tampak sekali. Sepertinya dia masih ngantuk berat.

"Syukurlah kalau kau sudah mengerjakan subuh." Anisa turun dari tempat tidur mengambil gelas susu jahe dan dibawakan pada Pramana. "Ini diminum? biar kamu lebih segar kecuali kalau kamu nggak mau bekerja!"

Pramana bangun duduj dulu sehingga selimutnya turun dan memperlihatkan dadanya yang bidang, perutnya yang sixpack tanpa di balut dengan baju membuat Anisa serba salah dan tampak kikuk untuk melihatnya.

"Ya sudah, aku mau permisi dulu. Mau melanjutkan bikin sarapanku!" Anisa berbalik dan hendak mengayunkan langkah kakinya.

Geph.

Tiba-tiba salah satu tangan Anisa ditangkap oleh Pramana seraya berkata. "Anisa?"

"Iya, ada apa?" balasnya Anisa dengan manik mata yang tertuju ke tangan Pram yang memegang pergelangan tangannya.

Pramana langsung melepaskan tangan Anisa. "Sorry! aku hanya mau bilang kalau aku sudah mentransfer uang ke rekeningmu buat membeli samua keperluan mu!"

Anisa terdiam sejenak. Setiap minggu memang Pramana selalu mentransfer uang ke rekening Anisa, untuk keperluan nya seperti jajan dan lainnya. Karena untuk keperluan dapur, dipegang sama ibu mertua, kecuali kalau Anisa pengen sesuatu yang aneh-aneh dan jika tidak ada di dapur! dia bisa membelinya.

"Oh ya makasih? semoga rezeki mu semakin berlimpah!" tuturnya Anisa dengan suara yang sangat lembut.

"Sama-sama!" Pramana membalasnya sembari meneguk kembali susu jahe favoritnya.

Berapa saat kemudian, Anisa pun melanjutkan niatnya untuk meninggalkan kamar tersebut dan mau membuatkan sarapan.

Sementara Pramana, dia pun bangun merapikan tempat tidurnya. Kemudian dia pergi ke kamar mandi yang sebentar lagi dia akan pergi ke kantor.

Setelah berada di kamar mandi, Pramana mengusap tangannya yang tadi memegang tangan Anisa dan kemudian dia bergidik.

"Iiy. Buat apa sih aku pegang-pegang dia segala? haram tau gak?" Pramana segera mencuci tangan menggunakan sabun juga dan mengeringkan nya ....

...🌼---🌼...

Mohon dukungannya ya .... Makasih.

1
Emn Sc
percuma hnya barang yg d buang .klo no kontak Adisty g d hapus/ d blokir.
Kurniaty
Kenapa Azis gak bisa tegas sama ibu dan adiknya ya,apa nunggu rumah tangganya hancur dulu baru Azis ya sadar ya.
Makun lama kok makin jadi ya ibu dan adiknya Azis.
Kurniaty
Ada apa nih
Kurniaty
Apa orang tuanya azizakan selalu menjadi duri dalam daging untuk rumah tangga Aziz/Aisyah ya
Ernawati
kenapa like nya semakin menurun padahal ceritanya bagus
Juleha2606: mungkin kurang kurang suka kk
total 1 replies
Ernawati
suka karyamu Thor bagus 👍👍
Ernawati
padahal ceritanya bagus tapi kenapa sedikit yg baca dan like
Neulis Saja
next
Neulis Saja
yg jadi biang kerok adalah mertuanya kalau tdk punya stok sabar bisa2 berakhir dgn divorce, but i hope no happen 🤲
Neulis Saja
Azis harusnya tahu kewajibanmu terhadap istri dan anakmu juga terhadap ibumu?
Emn Sc
setelah Gagal menggoda dan merayu pram . Adisti.... kembali LG k suami ny ..
Bu Yudi Wahono
cepat sekali thor, tapi makasih ditunggu karya selanjutnya/Drool/
Jar Waty
terimakasih kak
Kurniaty
Pada akhirnya nantinya Aisyah pasti akan nyerah juga karna kelakuan keluarganya aziz
Bu Yudi Wahono
Pura pura apa beneran nih, ulet bulu suka labil sih
harwanti unyil
perbaiki lh selagi masih ada kesempatan
Holipah
horeeee 👏 nikmati istri idaman mu Azis& nnek Lampir nikmati menantu idaman mu 🤣🤣
Bu Yudi Wahono
i like it, ha ha..
Jar Waty
lanjut thor
harwanti unyil
semoga km tak akan pernah tergoda dengan wanita mana pun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!