NovelToon NovelToon
Future Husband

Future Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: hevitriAe

Kisah cinta Reynaldo Kehliano dengan gadis misterius bernama Jessica Anora, adik dari sahabatnya yang bermarga Kelvin.

Kisah cinta yang unik dan tidak pernah mereka duga sebelumnya. Kisah cinta yang di imbangi dengan hal-hal yang tidak pernah relevan jika orang pikir.

--------------------

"Tidak, cinta itu lucu." Jeje menaikkan alisnya.
"Kita memiliki banyak anak dan dua cucu, apa itu tidak lucu?" Jeje ikut terkekeh.

"Ya, aku kadang merasa sudah menjadi nenek-nenek tua jika bersama Liana juga Marc.".

"Meski kau akan menjadi tua, aku tetap mencintaimu." Jeje mengangguk.
"Jika kau tua, aku akan cari suami baru."


Lalu bagaimanakah perjuangan cinta ke duanya.. ..??

-------------------

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hevitriAe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Baru

Aldo meraba ranjang sebelahnya yang terasa dingin, Aldo membuka matanya. Menyesuaikan penglihatan matanya dengan cahaya yang menerobos masuk lewat kaca jendelanya dengan tirai yang telah terbuka.

Aldo menarik sudut bibirnya kala Ia merasakan hal luar biasa dalam hidupnya. Aldo menaikkan satu alisnya saat Ia merasa bahwa seharusnya istrinya itu akan sakit jika berjalan apalagi semalam Ia begitu tidak bisa menahan diri untuk tidak mengungkung istrinya itu dalam hangat tubuhnya. Membayangkannya saja sudah membuat Aldo tersenyum indah.

Aldo mencari boxernya yang teronggok di lantai dengan cepat memakainya, Ia ingin melihat ke adaan istrinya itu. Aldo ke luar dari kamarnya dengan half *****. Aldo melihat wanita yang di carinya tengah berdiri di dapur dan tengah sibuk dengan ke giatannya pagi ini.

"Pagi." sapa Jeje menyadari ke hadiran Aldo di belakangnya. Aldo tersenyum dan menghampiri Jeje, tidak ada lagi perasaan ragu atau gugup. Aldo mencuri ciuman di bibir Jeje yang terasa rasa strawberry bagi Aldo. Dan bibir itu mampu membuat Aldo tidak berhenti semalam. Memang ini kali pertama untuk Jeje maupun Aldo, tapi sungguh. Aldo tidak akan rela melewatkan barang seincipun tubuh Jeje yang begitu menggoda.

"Pagi, Kamu enggak susah berjalan?" tanya Aldo, Jeje mengedikkan bahunya. Ia tidak mau membahas masalah itu sekarang, karena Ia sangat malu mengingat ke jadian semalam.

"Aku tahu akan sakit, tapi apakah Aku tega membiarkan suamiku ke laparan di saat hari pertama kita setelah menikah." Aldo memeluk Jeje, Jeje benar-benar pintar mengalihkan topik pembicaraan. Aldo paham saat pipi itu bersemu, menandakan bahwa Jeje tidak ingin membahas yang terjadi semalam.

"Ada bibi Jona, Kamu bisa istirahat." Jeje tersenyum, tanpa membalikkan badannya Jeje mengusap lengan kekar suaminya itu.

"Aunty Jo Aku suruh untuk menyiram bunga di taman, Kamu apakan sampai layu begitu?" Aldo mengedikkan bahunya, soal taman sebenarnya Aldo tidak tahu menahu. Semua urusan rumah sudah Ia percayakan pada Jona dan entah bagaimana Jona yang membagi tugas itu pada semua pelayan di Mansion Aldo.

"Jika sakit katakan agar bibi Jona yang melakukannya." Jeje mengangguk.

"Baiklah, Aku akan menurut." Aldo terkekeh atas ke patuhan Jeje padanya. Aldo lalu mengurai pelukannya, mendadak pipi Jeje bersemu membuat Aldo menaikkan satu alisnya.

"Kamu ke napa?" Jeje menggeleng lalu mengalihkan tatapan matanya pada air yang sekarang sedang merebus ayam. Jeje ingin membuat sup ayam untuk memulihkan tenaganya serta Aldo. Aldo memicingkan matanya, Ia memeluk Jeje lagi dari belakang. Rasanya sulit bagi Aldo melepaskan Jeje hari ini, di tambah sikap malu-malu Jeje saat menatapnya. Aldo sangat paham, tapi lagi. Wanitanya itu sudah mampu menutupinya.

"Katakan ada apa hm? Tidak mungkinkan kalau Kamu blushing tanpa alasan?" Jeje menelan ludah susah payah, sejak tadi Ia bersikap biasa saja tapi tetap saja Aldo tetap mengetahuinya.

"Bisakah mau memakai bajumu? Aku agak risih melihat tubuh atasmu." ungkap Jeje cepat tanpa menoleh ke belakang.

"Kamu yakin karena risih?" goda Aldo, Jeje berdecak tanpa menatap Aldo membuat Aldo semakin ingin menggodanya. Pagi Aldo kali ini benar-benar pagi paling indah.

"Al." erang Jeje, Aldo terkekeh lagi.

"Hm, apa My Sweet Doctor?" Jeje tersenyum geli atas panggilan Aldo padanya, panggilan yang dapat menggetarkan hatinya.

"Aku serius." Jeje mencoba tetap tenang saat Aldo malah menekan tubuhnya pada tubuh Jeje membuat wanita itu meremang.

"Al." erang Jeje tertahan, Jeje tahu jika suaminya itu sengaja melakukannya. Tapi ini Jeje, wanita yang tingkat ke jeniusannya melebihi siapapun di sekelilingnya.

"Ya Sayang." Jeje mendengus.

"Ok minggirlah, Aku tidak tahan melihat tubuh shirtlessmu! Maka pakailah bajumu!" Jeje melepas pelukan Aldo yang semakin mempermudah Aldo mengungkung tubuh Jeje pada kitchen set.

"Apa Kamu tidak berniat mengulangi malam pertama kita?" Jeje menggeleng tegas.

"Aku tidak mau jika sampai Aku tidak bisa berjalan." Aldo menaikkan satu alisnya.

"Padahal Aku ingin memakanmu dari pada memakan sup ayam itu." Aldo menunjuk ayam yang di rebus Jeje, Jeje mendengus.

Jeje menepuk bahu suaminya itu lalu memeluknya.

"Beri Aku waktu istirahat." Aldo tidak kuat untuk tidak tertawa saat istrinya itu malah mengajaknya bernego. Benar-benar wanita yang tidak bisa di tebak bukan?.

"Ih ke napa tertawa?" kesal Jeje, Aldo menggeleng dengan menahan tawanya. Melihat wajah di tekuk Jeje dengan tingkah manjanya membuat Aldo semakin suka dengan suasana pagi kali ini.

"Baiklah ,Aku akan makan supmu kali ini." Aldo mengalah dan menyerah untuk menggoda istrinya. Aldo melepaskan Jeje dari kungkungannya lalu Ia berjalan ke arah meja makan. Jeje tersenyum melihatnya, Aldo bukan orang pemaksa juga tidak terlalu kaku seperti apa yang di pikirkannya saat pertama bertemu, mereka seolah tidak akan pernah bisa bersatu dan lihat sekarang? Takdir Tuhan memang tidak pernah ada yang tahu, dan Jeje berharap semua akan indah meski Ia tidak yakin akan indah sesuai harapannya. Satupun masalahnya belum dapat Ia atasi.

Jeje menatap Aldo yang sekarang menatapnya dengan senyuman, Jeje tersenyum juga. Lalu beralih pada bahan untuk membuatkan kopi hitam untuk suaminya. Jeje tidak perlu tanya mengenai apapun hal yang di sukai Aldo, karena Ia tahu semua tentang Aldo jauh sebelum pertemuan pertama mereka di resto dahulu.

"Kopinya." Aldo tersenyum menerima kopi pertama buatan istrinya, Setelah mengantar kopi suaminya. Jeje kembali berkutat pada sup ayamnya. Menyiapkanya untuk suami tampannya juga untuknya untuk pertama kali.

Jeje akan fokus pada masakannya kali ini, tidak ingin mengecewakan suaminya. Jeje benar-benar dengan telaten menyiapkan semua bahan tanpa tertinggal satupun.

"Dahlan ke mana?".

"Dahlan Aku liburkan hari ini." ucap Aldo, Jeje mengangguk.

"Baiklah, makan supnya." Jeje menyajikan sup ayam hasil karyanya di depan Aldo. Aldo menerimanya dengan senyum yang tidak luntur sama sekali. Aldo memasukkan satu sendok kuah sup pada mulutnya setelah meniup-niupnya. Ia mencecap rasa yang begitu nikmat di mulutnya.

"Kamu pintar masak?" tanya Aldo.

"Ya, Aku sering masak di rumah sakit." Aldo terperangah, untuk ukuran wanita seumuran Jeje dengan ke sibukan yang luar biasa dan masih mau masak sendiri seperti ada nilai plus dari Aldo. Aldo mengangguk, Ia kembali menyuapkan sup ayam ala Jeje yang begitu pas di mulutnya.

"Bagaimana? Apakah sesuai dengan lidahmu?" .

"Bukan hanya sesuai tapi benar-benar pas, Kamu seperti koki." Jeje terkekeh.

"Sekarang Aku koki untukmu Tuan Aldo." ucap Jeje menekan kata belakangnya.

"Ya, Aku menerimanya dengan senang hati Nona.".

Madiun, 18/06/20

cerita lain He's My Husband ya..

1
Paulina H. Alamsyah Asir
Luar biasa... Joss... Joss... 😍🙏💪
Sudirman Sudirman
the best utk novelnya 👍👍
DezanAnd Dira
pengin tau keromantisan aldo sama jeje
DezanAnd Dira
kurang hot cerita kangenya ahhh romantis dskiiiit
DezanAnd Dira
bagus tpi ceritanya susah di mengerti trlalu bertele-tele jadi bosenin..
DezanAnd Dira
kok ceritnya rumit bgt jadi bingung
DezanAnd Dira
sbnernya kasus apa. siyg lg di tangani jeje
DezanAnd Dira
kren nih hahaha aldo bakal kerepotan
DezanAnd Dira
mulai suka ceritanya
pasti seru jeje sama aldo bertengkarnya😀😀😀
Yani Basith
penuh teka teki .. bikin penasaran .. bacanya hrs pelan krn dialog2nya penuh makna .. ga sepele walo kata2nya pendek
Kosong (uninstall)
pasti dokter yo adalah jeje. senyum kan sama wanita di foto
Kosong (uninstall)
apakah adiknya alan
Christien Atmoko
bgus ceritanya...👍👍👍
Neneng Niati
keren jeje..
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Neneng Niati
suka..
Neneng Niati
cantik..suka thor
No name
Maksudnya rekaman atau rekapan ya? Karena beda tulisan beda artinya.
Theresia Maweikere
mantap bener...tidak terlalu banyak episode..MANTAP
Jeng Woro
Akupun penasaran drmn Jeje taw no rek Aldo???
bunga untuk mu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!