NovelToon NovelToon
Menyesal Telah Selingkuh

Menyesal Telah Selingkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: yani 11

Enam tahun pernikahan yang terlihat sempurna ternyata menyimpan luka yang tak pernah diketahui siapa pun.

Selama enam tahun, Alena dan suaminya, Rendra, terus berjuang untuk mendapatkan buah hati. Berbagai cara telah mereka lakukan, mulai dari pengobatan hingga program kehamilan yang menguras tenaga dan air mata.

Namun, hasilnya tetap sama tidak ada tangisan bayi yang hadir di tengah rumah tangga mereka.

Di saat Alena masih berusaha bertahan dan berharap, Rendra justru memilih jalan yang paling menyakitkan.
Ia berselingkuh dengan sekretaris pribadinya sendiri.

Pengkhianatan itu semakin menghancurkan ketika Alena mengetahui bahwa wanita tersebut sedang mengandung anak suaminya.

Dunia Alena seakan runtuh dalam sekejap. Pria yang selama ini dicintainya ternyata telah memberikan semua yang ia impikan kepada wanita lain.

Saat Alena memilih pergi dan membangun hidup baru, Rendra mengira dirinya akan bahagia bersama selingkuhannya. Namun, semakin jauh Alena melangkah, semakin ia menya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14_Kumpul keluarga

"Hari ini aku senang banget, akhirnya kalian pulang juga. Aku udah lama nunggu kalian di mansion!" seru Elvara sambil duduk di ruang tamu menghampiri kedua orang tuanya. Wajahnya berseri-seri, matanya berbinar penuh kebahagiaan, sementara senyum lebar tak pernah lepas dari bibirnya.

Mommy membalas pelukan itu dengan hangat.

"Mommy juga kangen sekali sama putri Mommy yang cantik ini. Lihat deh, sekarang pipimu makin chubby." goda Mommy sambil mencubit lembut pipi Elvara. Ia tertawa lembut dengan mata yang dipenuhi rasa sayang.

Elvara langsung mengerucutkan bibirnya.

"Mommy... masa baru ketemu udah ngeledekin." protesnya manja. Ia memasang wajah cemberut, tetapi matanya tetap memancarkan kebahagiaan.

Daddy ikut tertawa melihat tingkah putrinya.

"Kalau Daddy sih lihat Elvara sekarang jauh lebih ceria. Daddy senang sekali." ucapnya sambil mengusap kepala Elvara dengan penuh kasih. Senyumnya hangat, tatapannya penuh rasa bangga.

Elvara menganggukkan kepala.

"Aku juga senang. Sekarang rasanya mansion ini hidup lagi karena Mommy sama Daddy udah pulang." katanya pelan. Matanya sedikit berkaca-kaca, namun bibirnya tetap tersenyum.

Edgar yang berdiri di samping mereka menggeleng sambil terkekeh.

"Wah, Padahal baru semalam ketemu, tapi hari ini sudah muncul lagi drama yang bikin sedih." godanya. Ia menyeringai jahil sambil melipat kedua tangan di dada.

Elvara langsung melotot.

"Ih, Kak Edgar! Ini namanya rasa rindu, bukan drama." balasnya kesal. Ia mendelik sambil mengembungkan pipinya.

Semua orang langsung tertawa.

Hari itu suasana mansion benar-benar hangat. Para pelayan sibuk menghidangkan berbagai makanan di meja makan yang panjang. Aroma masakan memenuhi ruangan, membuat siapa pun yang mencium baunya merasa lapar.

Sudah lama mansion itu tidak seramai sekarang.

Setelah sekian banyak masalah yang Elvara alami, hari ini akhirnya ia bisa kembali tertawa bersama keluarganya.

Ia memandang satu per satu wajah orang-orang yang dicintainya.

"Akhirnya... aku bisa merasakan kebahagiaan seperti ini lagi." batinnya.

Namun saat matanya menyapu seluruh ruang keluarga, dahinya perlahan berkerut.

Di salah satu sofa duduk seorang pria yang sedang menikmati secangkir kopi dengan santai.

Nathan.

Pria itu bahkan terlihat begitu akrab dengan Daddy.

Elvara berkedip beberapa kali.

"Lho... kok ada Nathan?" batin Elvara bingung.

Padahal Nathan hampir setiap hari datang ke mansion. Kenapa hari ini dia juga ikut hadir dalam acara keluarga?

Elvara semakin bingung.

Ia mendekati Edgar secara perlahan, lalu menarik lengan kakaknya.

"Kak..." bisiknya pelan. Ia menatap Edgar dengan wajah penuh rasa penasaran.

Edgar menoleh.

"Kenapa?" tanyanya santai. Alisnya terangkat heran.

Elvara melirik ke arah Nathan, memastikan pria itu tidak mendengar percakapan mereka.

"Kok dia ada di sini juga sih, Kak? Apa Kakak yang ngundang dia?" bisiknya lirih. Ia mengernyitkan dahi sambil menunjuk Nathan dengan gerakan kecil.

Edgar langsung menahan tawa.

"Hahaha... kenapa memangnya?" balasnya pelan. Sudut bibirnya terangkat jahil.

Elvara semakin kesal.

"Jangan ketawa! Aku serius." gerutunya. Ia memonyongkan bibir dengan wajah kesal.

Edgar sengaja menggoda adiknya.

"Memangnya kalau Nathan datang, kamu kenapa?" tanyanya sambil menyenggol pelan bahu Elvara. Ia tersenyum penuh arti.

Elvara langsung menggeleng cepat.

"Ya nggak kenapa-kenapa juga. Aku cuma heran aja." jawabnya gugup. Ia mengalihkan pandangan sambil menggaruk pelipisnya.

Edgar menyipitkan mata.

"Cuma heran?" godanya lagi. Senyumnya makin lebar.

"Iya!" jawab Elvara cepat. Ia mendengus pelan sambil melipat kedua tangannya di dada.

Edgar akhirnya tertawa kecil.

"Tenang aja. Bukan Kakak yang ngundang." jelasnya. Wajahnya kembali santai.

Elvara tampak semakin bingung.

"Terus siapa?" tanyanya penasaran. Alisnya bertaut rapat.

"Daddy." jawab Edgar singkat. Ia mengangkat bahu dengan santai.

Elvara membelalakkan matanya.

"Daddy?" ulangnya tak percaya. Mulutnya sedikit terbuka karena terkejut.

Belum sempat Edgar menjelaskan lebih jauh, Daddy tiba-tiba menghampiri mereka.

"Kalian lagi ngobrol apa?" tanyanya ramah. Ia tersenyum hangat kepada kedua anaknya.

Edgar langsung menunjuk Elvara.

"Ini lho, Elvara bingung kenapa Nathan ada di sini." ujarnya tanpa merasa bersalah. Ia tertawa kecil melihat wajah panik adiknya.

Elvara langsung memukul pelan lengan Edgar.

"Kak Edgar!" protesnya malu. Pipinya memerah karena merasa ketahuan.

Daddy tersenyum kecil.

"Oh... itu." katanya santai. Ia mengangguk pelan.

Elvara langsung menatap Daddy penuh rasa ingin tahu.

"Iya, Daddy yang mengundangnya." jelas Daddy. Wajahnya tampak tenang.

"Memangnya kenapa, Dad?" tanya Elvara. Tatapannya dipenuhi rasa penasaran.

Daddy tersenyum.

"Nathan sudah banyak membantu keluarga kita selama Mommy dan Daddy pergi. Dia juga sering menemani Edgar mengurus beberapa pekerjaan. Jadi rasanya tidak sopan kalau Daddy tidak mengajaknya makan bersama." jelasnya. Senyumnya tulus penuh penghargaan.

Elvara perlahan menganggukkan kepala.

"Oh... begitu ya." gumamnya pelan. Ekspresi wajahnya mulai melunak.

Saat itu Nathan yang sejak tadi memperhatikan mereka dari kejauhan akhirnya berdiri dan menghampiri.

"Sepertinya aku lagi dibahas ya?" tanyanya sambil tersenyum tipis. Tatapannya hangat, tetapi ada sedikit rasa penasaran di matanya.

Elvara langsung salah tingkah.

"Nggak... nggak kok." jawabnya terbata-bata. Ia buru-buru menggeleng dengan pipi yang mulai memerah.

Nathan terkekeh.

"Benarkah?" godanya. Senyumnya semakin lebar.

Edgar langsung ikut menimpali.

"Tadi Elvara nanya kenapa kamu datang." katanya santai. Ia tertawa puas melihat wajah adiknya yang semakin merah.

Elvara langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan.

"Kak Edgar, ih... jangan dibocorin dong!" keluhnya malu. Ia menghentakkan kaki pelan sambil cemberut.

Nathan tertawa pelan.

"Kupikir aku bikin kamu nggak nyaman." ucapnya. Tatapannya berubah sedikit khawatir.

Elvara segera menggeleng.

"Bukan begitu. Aku cuma heran aja, soalnya kamu kan hampir setiap hari ke mansion." jelasnya jujur. Ia tersenyum canggung sambil mengusap tengkuknya.

Nathan mengangguk pelan.

"Ya... mungkin karena mansion ini sudah terasa seperti rumah keduaku." katanya sambil tersenyum hangat. Sorot matanya penuh ketulusan.

Ucapan itu membuat semua orang tersenyum.

Daddy menepuk bahu Nathan.

"Kalau begitu, anggap saja keluarga ini juga keluargamu." ucapnya tulus. Wajahnya memancarkan kehangatan seorang ayah.

Nathan tampak terdiam beberapa detik.

"Terima kasih, Om. Aku benar-benar menghargainya." katanya dengan suara pelan. Matanya berkaca-kaca, sementara senyumnya dipenuhi rasa haru.

Elvara ikut tersenyum melihat pemandangan itu.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasakan mansion yang dulu sempat terasa sepi kini kembali dipenuhi tawa, kehangatan, dan orang-orang yang benar-benar menyayanginya.

Di dalam hatinya, ia berdoa agar kebahagiaan sederhana seperti hari ini bisa bertahan selama mungkin.

1
Anne Soraya
lanjut
Ifana
sok²an selingkuh eh ternyata punya jabatan krn istri nya
Sulati Cus
hrsnya g kaget dr awal kan udah tau, istrinya akan mencabut semuanya aneh bgt
Sulati Cus
lah kata nya semua aset di cabut trus di usir kok msh takut 🤔cerita rada nggak nyambung
Sulati Cus
kok gak nyambung udah di usir pdhl🤔msh mencintaimu tp sanggup berkhianat omong kosong👿
sunaryati jarum
Arsenio hanya akan meratapi nasibnya
sunaryati jarum
Hidup dari kekayaan istri saja belagu, selingkuh .Edgar adikmu sudah dewasa dan berumah tangga,sudah bukan tanggung jawab sepenuhnya,namun jika kamu masih merasa itu kewajiban kamu melindunginya baguslah,biar Arsenio tahu siapa yang dikhianatinya.
sunaryati jarum
Sokoor
sunaryati jarum
Kok masih di rumah Elvara
sunaryati jarum
Bukankah Arsenio sudah di usir
sunaryati jarum
Baru mampir semoga suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!