Ini kisah tentang pernikahan Leta dan Ken sequel novel (Cinta Sejati Sang CEO).
Setelah menikah dengan Ken, kehidupan Leta berubah drastis, perlahan rasa cinta mulai tumbuh dengan seiring berjalannya waktu. Leta mulai melupakan cinta pertamanya, dan menerima Ken sebagai suaminya. Lalu? Akankah Raymond melepaskan Leta begitu saja? atau justru dia berusaha untuk menghancurkan rumah tangga Leta dengan Ken? Penasaran! Ikuti terus kisah pernikahan mereka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hentikan!
Ken mengusap wajahnya gusar, kemudian ia menangkup wajah sang istri dan menatapnya dengan jarak yang begitu dekat, bahkan hembusan nafasnya pun dapat Leta rasakan saat ini. Leta terlihat sedikit gugup, dengan debaran jantung yang mulai berdegup dengan sangat cepat, entah kenapa wajah Ken saat ini terlihat begitu tampan, bahkan senyuman yang tersungging dari sudut bibir Ken pun terlihat begitu manis di mata Leta.
Ken mulai mengelus wajah sang istri dengan lembut, kedua netra jernih itu terus memandang lekat wajah istri kesayangannya itu. Bahkan senyumannya pun tidak pernah lepas dari wajah tampannya saat ini. "Sayang, dengarkan aku. Aku sama sekali tidak tertarik dengan laki-laki, aku masih normal. Sekali pun di sini ada perempuan telanjang, aku tidak akan pernah tertarik, apalagi seorang laki-laki, yang ada aku jijik. Kamu tidak percaya dengan ucapanku ini?" Tanya Ken dengan nada suaranya yang sangat lembut, serta tatapan matanya yang semakin dalam membuat jantung Leta semakin berpacu dengan sangat cepat.
"Laki-laki normal itu pasti akan tertarik jika ada perempuan yang telanjang di hadapannya. Kamu terlalu naif Ken." Sahut Leta seraya menormalkan detak jantungnya itu.
Ken terkekeh mendengar ucapan yang di lontarkan oleh istrinya tersebut, ia mulai menarik nafasnya dalam lalu membuangnya secara perlahan. "Itu bukan laki-laki normal namanya, tapi laki-laki bajingan!" Ken menjeda ucapannya beberapa saat sembari mengamati raut wajah sang istri.
"Dan aku bukan termasuk dalam laki-laki bajingan itu, karena apa? Karena benda pusakaku hanya akan berdiri ketika berdekatan dengan dirimu." Bisik Ken membuat wajah Leta memerah seketika.
Leta sangat tahu betul arti dari benda pusaka yang di maksud oleh Ken barusan, apalagi ketika tatapan mata Leta tak sengaja mengarah pada sesuatu yang berada di bawah perut sang suami, semakin membuat wajah Leta memerah.
Ken yang melihat wajah sang istri memerah pun terlihat menyunggingkan senyumannya yang penuh dengan arti, bahkan saat ini ia mulai menempelkan bibirnya di telinga kanan Leta dan menggigitnya dengan sangat lembut, lalu setelah itu bibirnya mulai beralih pada leher putih sang istri, lalu mengecupnya secara perlahan membuat tubuh Leta terasa tersengat aliran listrik. Tak puas dengan hanya mengecupnya saja, Ken pun perlahan mulai menghisap dalam leher sang istri dengan waktu yang cukup lama, dan tentunya hisapan itu meninggalkan jejak merah keunguan di leher putih itu.
Leta yang baru pertama kali merasakan hal itu pun terlihat mematung dengan pikirannya yang mulai melayang entah kemana, kecupan itu, hisapan itu, seolah-olah sudah membuat Leta mendadak jadi seperti orang bodoh. Diam tidak bergerak sama sekali, membuat Ken menyunggingkan senyumannya kembali. Ken berniat untuk menghisap kembali leher putih milik istri tercintanya itu, namun sayangnya ia tidak bisa melakukannya, karena Leta sudah kembali ke alam sadarnya.
"Ken hentikan! Ini serang di kantormu." Lirih Leta seraya menahan rasa aneh dalam dirinya.
"Ya, aku tahu ini kantorku, sekaligus perusahaanku, dan kita sedang berada di dalam ruanganku, jadi tidak akan ada yang berani mengganggu kita saat ini. Jadi, kita lanjutkan yang kemarin di sini." Bisik Ken terdengar sangat berat.
"Ken, please!!! Jangan lakukan di sini, ok. Bukankah kamu sudah berjanji akan memberiku waktu, sebelum aku benar-benar diap untuk melakukannys?" Ucap Leta sembari mendorong tubuh sang suami dan menatap sang suami dengan tatapan yang memohon.
"Lupakan janji itu, aku sungguh tidak bisa menahannya sekarang. Dan aku tidak ingin ada penolakan dari mulut manismu ini. Lagian, bukankah semalam kamu yang menantangku sayang? Dan sekarang aku sudah siap dengan tantanganmu itu." Bisik Ken sambil menyunggingkan senyuman penuh arti membuat bulu kuduk Leta semakin meremang.
Bersambung.
kualatkan jadi kesandung kursi yg tidak bersalah
seth memang bodoh.kelakuan bos yg ditiru