NovelToon NovelToon
ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.6
Nama Author: Nafsienaff

Demi menyelamatkan nyawa sahabat masa kecilnya, Hana dengan suka rela menikah dengan seorang pria tampan dan kaya raya bernama Stefan Devandra. Duda beranak satu dan berdarah campuran Amerika-indonesia yang sangat dingin dan terkenal dengan kekejaman-nya.

Dari pernikahan itu Hana mulai mengetahui sosok lain dari seorang Stefan yang tidak semua orang tau.

Jangan lewatkan juga kisah cinta manis Tristan dan Amira, juga Alan dan si cantik dokter Rania.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 32

Dokter Rania menatap tubuh Alan yang tergeletak tidak berdaya diatas tempat tidur. Dokter cantik itu memang memutuskan membawa Alan pulang agar bisa merawatnya dirumah dan dirinya tidak perlu bolak balik kerumah sakit. Namun dokter Rania juga tidak langsung begitu saja membawa Alan pulang. Dokter cantik itu meminta persetujuan lebih dulu pada Stefan juga ibu Alan. Setelah mendapatkan izin itu baru lah dokter Rania membawa Alan pulang ke rumahnya dengan catatan keluarga Alan boleh datang kapanpun mereka mau.

“Aku tau Stefan pasti punya alasan melakukan ini..” Gumam wanita berbaju rumahan warna orange itu menatap Alan yang begitu tenang memejamkan kedua matanya.

Dokter Rania tau Stefan memang dingin dan kejam. Tapi itu hanya tampilan luarnya saja karena dulu saat sama sama masih sekolah Stefan selalu menolongnya dari teman teman lain yang membully nya, karena saat itu dokter Rania hanya mengandalkan beasiswanya untuk bisa bersekolah. Stefan juga pernah membantunya dengan menemaninya mendaftar di universitas yang pada akhirnya dokter Rania menjadi seperti sekarang.

Ya, dulu jarak universitas dari tempat tinggal dokter Rania sangatlah jauh. Dan dokter Rania tidak selalu punya uang untuk bisa naik angkutan umum yang tentu ongkosnya tidak sedikit.

Perlahan seulas senyum terukir di bibir dokter cantik itu. Stefan memang baik dibalik topeng dingin dan kejamnya.

“Alan.. Kamu harus bangun. Ibu dan adik kamu selalu bertengkar nggak ada kamu. Mereka membutuhkan kamu.”

Dokter Rania memang tidak mengenal siapa Alan. Tapi dari cara Amira dan ibunya bersikap Rania bisa menebak Alan pasti adalah sosok yang sangat di banggakan oleh keluarganya. Alan pasti adalah sosok yang sangat bisa mengayomi ibu juga kedua adiknya dengan baik.

Dengan sangat pelan dan hati hari dokter Rania menyentuh tangan besar Alan. Dan tiba tiba jari jemari panjang Alan bergerak membuat kedua mata dokter Rania membulat.

“Ya Tuhan.. Dia benar benar bangun?”

Dengan tetap tenang dokter Rania meraih kembali stetoskop yang baru dia letakan diatas nakas samping ranjang tempat Alan berbaring. Wanita itu segera memeriksa keadaan Alan dan tersenyum merasa takjub.

Alan seperti bisa mendengar apa yang dokter Rania katakan tadi.

“Syukurlah.. Kamu mulai ada perkembangan Alan.. Teruslah berusaha Alan.. Aku yakin kamu bisa..”

Dokter Rania tersenyum lebar. Dokter cantik itu merasa sangat bahagia karena pasien khususnya akhirnya mulai ada perkembangan yang signifikan.

“Stefan harus tau tentang ini..”

Dokter Rania meletakan stetoskopnya disamping tubuh Alan kemudian meraih ponselnya berniat menghubungi Stefan.

Beberapa kali dokter Rania menelepon namun Stefan tidak juga kunjung mengangkatnya. Padahal pria itu mengatakan agar dokter Rania segera menghubunginya jika ada perkembangan baik tentang kondisi Alan.

Namun dokter Rania tidak menyerah. Dia terus menghubungi Stefan karena dokter itu tau Stefan pasti akan menyalahkan-nya jika terlambat memberitahunya meskipun pada kenyataan-nya Stefan sendiri yang salah karena tidak kunjung mengangkat telepon darinya.

----------

Dikamarnya Hana sedang asik menekuni hobi lamanya yaitu merajut. Wanita itu duduk ditengah ranjang dengan wajah serius dan kedua tangan yang terus bekerja.

Sebenarnya itu Hana lakukan untuk mengusir rasa jenuh saja mengingat Angel dan Sera sedang istirahat siang sekarang. Mungkin mereka merasa capek setelah berziarah ke makam Lusi dan berkeliling ke mall. Dan Hana tidak sengaja menemukan perlengkapan merajut milik Lusi yang ada di gudang kemudian membawanya ke kamar dan mencoba kembali melakukan apa yang dulu pernah Hana pelajari dengan serius dengan mendiang ibu tercintanya.

Tetapi deringan ponsel milik Stefan yang ada diatas nakas membuat konsentrasi Hana buyar. Apa lagi benda pipih itu tidak hanya berdering sekali, tapi berkali kali.

“Ck, siapa sih?” Gerutu Hana kesal.

Hana menatap pintu kamar mandi. Wanita itu kemudian meletakan apa yang sedang di pegangnya dan melangkah menuju kamar mandi dimana Stefan berada. Pria itu entah sedang melakukan apa didalam sana sehingga sampai ponselnya berdering berkali kali belum juga selesai.

“Stefan ada telepon.”

Hana sedikit meninggikan nada suaranya agar Stefan mendengarnya. Namun Stefan sama sekali tidak menyaut. Bahkan dari dalam kamar mandi tidak terdengar suara apapun.

Hana yang penasaran akhirnya membuka pintu kamar mandi dan ternyata didalam kamar mandi itu memang tidak ada siapa siapa. Stefan tidak ada disana.

“Loh, dia kemana? Bukan-nya tadi di kamar mandi?”

Hana bingung sendiri. Hana merasa sangat yakin tadi Stefan masuk kedalam kamar mandi dan belum keluar lagi. Tapi sekarang kamar mandinya kosong.

“Apa aku yang nggak sadar pas Stefan keluar tadi?”

Hana terus bertanya tanya hingga akhirnya deringan ponsel milik Stefan kembali menyadarkan-nya.

Hana berdecak menatap kesal pada benda pipih yang terus saja berdering dan merusak konsentrasinya merajut tadi.

“Siapa sih? Nggak sabaran banget.” Hana menggerutu kesal dengan bibir sedikit mengerucut. Ingin sekali Hana memarahi siapapun yang menelepon suaminya sekarang. Siapapun disana dia adalah biang kerok yang berhasil membuat konsentrasi Hana buyar.

Dengan rasa kesal yang menguasai hatinya Hana melangkah menuju nakas itu dan meraih ponsel milik suaminya.

Hana mengeryit ketika melihat nama kontak Rania di layar ponsel mahal milik Stefan.

“Perempuan?” Hana bertanya tanya lagi.

Ponsel itu terus saja berdering membuat Hana menghela napas kasar kemudian memutuskan untuk mengangkatnya, tidak perduli Stefan marah atau tidak nanti padanya. Dan kalau pun Stefan marah Hana akan membela diri karena memang deringan ponsel milik pria itu sudah sangat mengganggunya.

“Halo..”

Hening.

Sekali lagi Hana mengeryit karena tidak ada suara diseberang telepon.

Hana menjauhkan ponsel Stefan dari telinga kanan-nya menatap sekali lagi layar benda pipih itu. Telepon masih tersambung namun si penelepon berkontak nama Rania itu sama sekali tidak menyaut dan hanya diam saja saat Hana menyapa.

“Aneh banget sih..”

“Halo.. Istrinya Stefan disini..”

“Ha..”

Hana menoleh saat tiba tiba Stefan merebut ponsel ditangan-nya. Wanita itu terkejut karena tiba tiba Stefan sudah berdiri disampingnya dan merebut dengan kasar benda pipih itu.

“Jangan pernah menyentuh barangku tanpa izin Hana.” Tekan Stefan menatap Hana tajam.

Hana tergagap. Hana tidak bermaksud lancang. Hana hanya kesal karena suara benda pipih itu mengganggunya.

Hana ingin bersuara namun tatapan tajam Stefan membuat lidahnya kelu. Padahal biasanya Stefan tidak keberatan jika Hana meminjam ponselnya untuk mencari ponsel miliknya yang beberapa kali salah letak kemudian lupa.

Setelah berkata dengan penuh penekanan di setiap kalimatnya pada Hana, Stefan pun berlalu keluar dari kamar mereka meninggalkan Hana yang mematung karena tiba tiba mendapatkan peringatan yang begitu keras dari Stefan.

“Apaan sih? tiba tiba ngomong begitu? Bukan-nya terimakasih sudah dibantu mengangkat telepon. Dasar nyebelin.” Hana mengomel sendiri setelah Stefan tidak ada disampingnya.

Tidak mau ambil pusing, Hana pun menggeleng dan mengerjapkan beberapa kali kedua matanya. Hana mengunci pintu kamar kemudian kembali melanjutkan aktivitas merajutnya enggan memikirkan siapapun yang menelepon suaminya tadi.

1
Dita manurung
bagus
Aldi Thalib
agak bosan tor bisa ga fov amira di pisah aja jdi ganggu bgt, sampe 3slide pula
Resky Ameliya
aku sangat menyukai bacaan on
Novi Yantisuherman
SEMUA tergantung Authornya wkwkwkwk
Anisa Putri
Luar biasa
Anisa Putri
baguss
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
harusnya dya juga meyakinkan apa yg Hana lakukan itu hanya karena Stefan suaminya bukan pria yg disukai...hadeuwww malah dibuat besar kepala stefannya.
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
kenapa setiap novel .pasangan yang tdk saling mencintai harus perempuan dulu yang jatuh cinta?

wanita seakan lemah hanya karena pria bahkan setelah ditindas diejek ataupun diremehkan. buatlah pria yang suka meremehkan dll itu merasa tertampar dengan perkataannya selama ini bukan malah sebaliknya..ck
Khoirunnisa Anis
alur ceritanya bagus, ngga ngebosenin
Yuni ZF
awas lhooo Stef, tggu sj tgl mainnya author akan membuat kamu bener² bucin sama Hana
Yuni ZF
aku suka sekali baca karya kak author....gk ber tele² 👍👍❤️
Nafsienaff: Terimakasih 🥰
total 1 replies
santinah
lanjut bagus
Mhimi Rahalus Rahakbauw
astaga bumil🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mhimi Rahalus Rahakbauw
astaga ini bumil bikin ngakak terus ya🤣🤣🤣
Mhimi Rahalus Rahakbauw
yg sabar daddy ini demi kenyamanan istri dan anakmu
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Beautifully Hurt" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35) ? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
Mhimi Rahalus Rahakbauw
Alan emang kamu pikir dgn ngasih tau hana dia tetap gak menikah?? ya gk mungkin lah orng dia nganggep kamu sahabatnya
Mhimi Rahalus Rahakbauw
aku mampir thor
Marhamah Khamah
lqnjutin thor.. bagus alurnya
asyik deh kalau ada kelanjutann6a
29 / siti nurtsani syawalia
Luar biasa
Novia Syafa
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!