NovelToon NovelToon
SCANDAL Part II: To Cacth A Star

SCANDAL Part II: To Cacth A Star

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

SCANDAL Part II: To Catch a Star

Sinopsis:

Bagi dunia, Galasky Ardayana (35 tahun) adalah definisi kesempurnaan. Aktor papan atas yang telah merajai layar kaca selama 12 tahun, pewaris tunggal Ardayana Group yang membangkang, dan pria lajang yang paling diinginkan se-Indonesia. Namun, di balik lampu spotlight, Gala adalah pria yang "mati rasa". Pengkhianatan di masa kuliah membuatnya menutup pintu hati rapat-rapat, lebih memilih hidup sebagai "perjaka tua" daripada harus terluka lagi.

Namun, ketenangannya hancur saat Airaya Greline Pradipta (19 tahun)—putri dari sahabat karibnya sendiri, Elang Adytama—muncul kembali sebagai gadis dewasa yang luar biasa cantik... dan sangat berani.

Yaya tidak main-main. Dia tidak peduli dengan perbedaan usia 16 tahun. Dia juga tidak peduli kalau Gala adalah orang yang sering menggendongnya saat ia masih bayi. Bagi Yaya, Gala adalah satu-satunya pria yang harus ia taklukkan.

"Om Gala, jangan sok jual mahal. Daripada diledekin perjaka tua terus sama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

...

    Matahari pagi menyinari jalanan Jakarta saat mobil sport putih mewah milik Gala berhenti dengan mulus di area dekat gerbang kampus Aira. Di dalam kabin mobil yang kedap suara, hawa dingin AC berpadu dengan kehangatan sisa-sisa kemesraan mereka sebelum berangkat tadi. Aira sudah bersiap turun dengan tas selempangnya, mengenakan kemeja kasual yang rapi namun tetap memancarkan pesona cantiknya yang alami.

Sebelum Aira sempat menyentuh kenop pintu mobil, pergelangan tangan mungilnya langsung ditangkap lembut oleh tangan besar Gala. Aira menoleh, menatap mata elang sang aktor yang pagi ini memancarkan aura kepemilikan yang teramat pekat.

Tanpa banyak bicara, Gala memajukan tubuh tegapnya, mencondongkan wajahnya secepat kilat untuk menyambar bibir merah merona milik Aira dalam sebuah kecupan yang mendalam dan penuh penekanan.

Cup.

Ciuman pagi itu singkat namun sanggup membuat seluruh persendian tubuh Aira mendadak lemas tak bertulang. Gala melepaskan tautan bibir mereka perlahan, lalu mengulurkan jemarinya untuk mengusap lembut rahang mulus Yaya sambil memberikan tatapan mengintimidasi yang sangat seksi.

"Ingat peringatan Om, Yaya," bisik Gala dengan suara baritonnya yang rendah, berat, dan parau di telinga gadis itu. "Belajar yang benar di dalam. Jangan nakal, jangan kecentilan, dan jangan pernah berani dekat-dekat atau senyum ke laki-laki lain—terutama si Zion itu. Kalau sampai Om tahu kamu bertingkah ugal-ugalan lagi seperti kemarin... Om gak akan segan-segan jemput kamu langsung ke dalam kelas kamu. Paham?"

Aira mencebikkan bibirnya judes, mencoba menutupi detak jantungnya yang sudah auto-dugem akibat serangan fajar si Om. "Iya, iya, Om Posesif... Yaya masuk dulu ya. Jangan kangen!" ledek Aira, sengaja mengedipkan sebelah matanya sebelum meluncur keluar dari mobil dengan senyuman licik penuh kemenangan yang menghiasi wajah cantiknya.

Gala hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap punggung ramping Yaya yang berjalan menjauh memasuki koridor kampus, memastikan wanitanya aman sebelum dia melajukan mobilnya kembali menuju lokasi syuting.

Sementara itu di area kantin kampus, kedatangan Aira langsung disambut oleh sirkelnya—Ami, Mela, Rakel, dan Zion. Namun, suasana pagi ini terasa sangat berbeda dari biasanya. Tidak ada lagi ajakan seru untuk keluyuran malam atau rencana pesta liar.

Rakel yang sedang duduk memegang gelas kopinya langsung kicep dan refleks menggeser kursinya menjauh saat Aira duduk di antara mereka. Trauma mendalam akibat diancam dihancurkan bisnis keluarganya oleh aura mafia Gala seminggu lalu bener-bener masih membekas pekat di otaknya.

.

"Ya... lu hari ini gak ada acara kelayapan kan?" tanya Ami memecah keheningan sambil membuka laptopnya untuk mengerjakan tugas kelompok mereka.

"Gak ada, Mi. Gua hari ini mau fokus kelarin tugas makroekonomi aja biar gak numpuk," jawab Aira santai sambil menyeruput es tehnya.

Mela melirik Rakel dan Zion bergantian, lalu berbisik pelan ke arah Aira. "Bagus deh, Ya. Kita-kita juga kayaknya kapok deh ngajakin lu party lagi. Sumpah ya, Om lu yang aktor itu kalau lagi ngamuk auranya lebih serem daripada dosen penguji skripsi! Nyali kita udah ciut setara remahan kerupuk, gak berani macam-macam lagi sama Tuan Putri Adytama!"

Yaya cuma tertawa kecil dalam hati, merasa sangat puas karena taktik posesif Om Gala terbukti manjur membuat stok berondong di kampusnya langsung mundur teratur tanpa perlu repot-repot dia usir.

Waktu bergulir cepat hingga sore hari. Setelah berjam-jam berkutat dengan buku teori dan tugas kelompok yang melelahkan di perpustakaan, tugas mereka akhirnya resmi selesai. Anggota sirkel kampus mereka satu per satu mulai pamit pulang.

Ami yang hari itu membawa mobil sendiri menepuk bahu Aira yang sedang beres-beres tas. "Ya, lu balik bareng gua aja yuk. Kebetulan searah nih gua mau lewat area apartemen Om lu," ajak Ami ramah.

"Wah, kebetulan banget, Mi! Lambung gua udah laper banget nih mau buru-buru rebahan," jawab Aira ceria, menerima tawaran itu dengan senang hati.

Sepanjang perjalanan di dalam mobil Ami, Aira hanya fokus menatap layar HP-nya, tersenyum mesem-mesem sendiri membaca rentetan chat protektif dari nomor Gala yang menanyakan posisinya setiap tiga puluh menit sekali. Si tampan peraih Piala Citra itu bener-bener sudah berubah total jadi budak cinta yang ketakutan kehilangan mangsanya.

Begitu mobil Ami sampai di depan lobi apartemen eksklusif milik Gala, Aira langsung berpamitan. "Makasih ya, Mi, udah dianter!" ucap Aira sambil tertawa renyah.

"Santai, Ya! Salam ya buat Om Gala yang ganteng tapi serem itu, bilangin jangan galak-galak!" balas Ami terbahak sebelum kembali melajukan mobilnya membelah kemacetan Jakarta.

Aira melangkah anggun memasuki lobi, menekan tombol lift menuju lantai atas dengan hati yang dipenuhi bunga-bunga asmara. Diatidak sabar untuk kembali memasak makan malam hangat, dan menyambut kepulangan sang aktor terbaik se-Indonesia ke dalam pelukannya

1
Ana Wahyu Fajri
sukaa,,sukaaa😍
Ana Wahyu Fajri
malu banget om Gala🤣
jhiee: 🤣🤣🤣 wkwkwk
total 1 replies
Ana Wahyu Fajri
ayo Yaya,,lanjutkan godaanmu🤭
jhiee: berat ini mah godaan gala😭
total 1 replies
Desy Bengkulu
wala mak posesifnyoooo
langsung di kurung yeeee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣om om mateng satu ini emang beda
jhiee: wkwkwk iya dong🤣 tapi maklum aja si Aira emang segenit itu🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
wah si gala lebih serem dari elang ternyata yee gila🤣🤣🤣
jhiee: hahahah🤣🤣 salahin aja tuh om om yang lain, eh salahin aja si elang yang bilang dia gak ada nafsunya sama anak kecil🤣
total 3 replies
jhiee
ya bingung juga beb😭 masa gala jadi penjahat sih.. yang rubah licik kan si yaya🤧
Desy Bengkulu
aku komen satu rangkap aja ya beb
di sini kesannya gala jadi tersangka yang paling jahat ya ?!
Desy Bengkulu
hihihihi kayk mbak kunti aku beb cekikikan sendiri seneng banget up cerita yang ini
semngat beb , aku selalu menanti karya2 mu love you😘😘😘😘😘
jhiee: love you to🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!