NovelToon NovelToon
Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]

Hasrat Terlarang [Suka Sama Suka]

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Romansa / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:47k
Nilai: 5
Nama Author: rhysti

Perkenalkan, namaku Renata. Aku terlahir dari keluarga yang sempurna. Oh iya, aku mempunyai seorang adik perempuan. Untuk kisah cintaku, sebenarnya aku mempunyai kekasih hati bernama mas Rangga. Karena merasa sudah cukup umur, aku memutuskan untuk menikah dengannya.


Setelah menikah, kupikir rumah tangga kami yang baru seumur jagung akan selalu hidup bahagia. Ternyata aku salah besar. Aku baru sadar, setelah memutuskan untuk menikah, kita harus menerima semua cobaan-cobaan yang datang menghampiri. Kalau kata ibuku sih, dalam rumah tangga itu ada bumbu-bumbunya juga loh.


Aku merasa mas Rangga seperti menyembunyikan sesuatu padaku. Tapi aku belum tau pastinya, apakah benar dia mempunyai wanita lain dibelakang ku. Saat diriku ditinggalkan sendirian dirumah, hanya adik iparku yang selalu setia menemaniku walau awalnya aku sangat membenci sikapnya terhadapku yang kunilai tidak sopan. Sehingga suatu hari tanpa disadari, kami saling jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rhysti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melompat dari jendela

Mengapa disaat aku jujur kepada bapak tentang kelakuan Reni yang menghancurkan rumah tangga ku, masih saja aku yang salah dimata bapak? katanya aku yang tak becus mengurus suamiku sendiri? oh sungguh,bukan ini jawaban yang kuharapkan keluar dari mulut bapak.

Percuma menjelaskan semua kepada beliau jika pada akhirnya, selalu aku yang disalahkan. Hingga akhirnya ibu membuka suara memecah keheningan di ruangan ini.

"Setelah keluar dari rumah sakit nanti, ibu ingin kita bicarakan ini secara kekeluargaan. Pokoknya masalah ini, harus segera diselesaikan. Lagipula sekarang ibu mertuamu sudah dalam perjalanan menuju kesini bersama suamimu. " Ucap Ibu lalu dianggukin oleh bapak.

"Yah, bapak setuju. Semuanya harus diselesaikan segera, biar menemukan titik terang!"

"Nak, Rendi.. sekarang kamu bisa kembali ke hotel yah? kasian istrimu mungkin saat ini sedang menunggumu pulang. " Ucap Ibu namun Rendi menggelengkan kepalanya.

"Aku akan tetap tinggal disini untuk merawat Renata. Masalah istriku,dia saat ini ditemani oleh ibunya. " Ucap Rendi terlihat tenang.

"Terserah lah apa maumu.. kalau mau menikahi dia juga tak apa-apa. Lagipula dia sekarang sedang hamil buah cinta kalian berdua kan? sungguh memalukan. " Ucap bapak lalu keluar dari ruangan ini dengan penuh amarah.

Melihat bapak yang keluar dari ruangan ini, ibu juga pergi meninggalkanku. Disaat aku menginginkan sebuah perhatian seorang ibu, namun nyatanya sama saja kayak bapak yang tak mengerti dengan perasaanku.

Dalam kesedihanku melihat ketidak adilan orangtuaku, aku pun menoleh kearah adik iparku dan meminta penjelasan darinya tentang bagaimana bisa dia tau keberadaan ku ditempat ini. Karena gak mungkin juga dong, orangtuaku yang memberitahukannya?

Belum sempat dia menjelaskan semuanya kepadaku, tiba-tiba ada yang masuk kedalam ruang inapku. Rupanya itu mas Rangga dan juga ibu mertuaku. Tampak ibu mertua kaget melihat adik iparku yang berada disini denganku. Sedangkan mas Rangga, terlihat sedang menahan emosi. Apakah dia marah melihat ku bersama Rendi disini?

"Rendi.. apa yang kamu lakukan disini? bukankah sekarang kamu sedang bulan madu bersama Shania? " Ucap Ibu mertua terlihat kesal terhadap anak keduanya itu.

"Maaf, bu.. semalam, aku kabur dari hotel setelah mendengar kabar bahwa kak Renata dirawat inap dirumah sakit ini. A-aku hanya khawatir dengan keadaannya yang kini sedang hamil muda. " Ucap Rendi membuat ibu mertua terkejut.

"Benarkah kamu sedang hamil, nak? wah sebentar lagi ibu akan menjadi seorang nenek. Tapi, mengapa kamu yang terlihat lebih peduli kepada Renata? harusnya kan itu tugas abangmu yang harus merawat istrinya. " Ucap Ibu mertua lagi lalu menatap kearah mas Rangga dengan tatapan tajam.

"Maaf, bu.. Rangga benar-benar tak tau kalau Renata dirawat inap dirumah sakit ini. Lagipula ini salah dia juga, udah tau lagi hamil pake kabur segala dari rumah. " Ucap mas Rangga menyalahkan diriku.

"Iya, nak.. ibu juga mau tanya akan hal itu, mengapa kamu nekat kabur dari rumah? apa kamu lagi ada masalah? " tanya ibu mertua lalu mendekat kearahku.

Ingin rasanya saat ini juga, membongkar kebusukan mas Rangga dan menceritakan semuanya kepada ibu mertuaku. Namun aku berpikir, mungkin besok saat pertemuan keluarga baru aku buka semuanya lalu juga akan ku tunjukan rekaman video yang kuambil saat mas Rangga dan Reni sedang bermadu kasih dirumah kami.

Untuk masalah kehamilan ku, aku tak apa-apa jika nanti membesarkannya sendiri tanpa bantuan siapapun. Aku juga sudah siap jika orang tuaku mengusirku dari rumah mereka. Mulai saat ini, aku harus mempersiapkan diri untuk hidup sendiri dan tak berharap bantuan dari orang lain.

________________

...Akhirnya setelah obat infusnya telah habis, dokter pun mengizinkan diriku untuk pulang kerumah. Dokter menyarankan kepadaku agar tidak terlalu banyak berpikir dan istirahat yang cukup, mengingat kondisi kehamilan ku yang sangat lemah. ...

Setelah memberitahu hal itu, dokter juga berpesan kepada adik iparku untuk selalu menjaga dan melindungi ku serta mengatur pola makan yang teratur agar kandungan ku dalam kondisi yang sehat.

"Maaf, dokter.. Yang suami Renata itu adalah aku,bukan dia.Jadi kalau mau beritahu sesuatu tentang kesehatan Renata, bilangnya kesaya dok. " Ucap mas Rangga tak terima ucapan dokter yang mengira kalau Rendi adalah suamiku.

"Oh, tapi semalam katanya kalau dia ini adalah suami pasien. Maafkan saya kalau telah salah berucap. "Kata dokter itu lalu pamit meninggalkan ruangan ini.

Mendengar ucapan dokter barusan membuat mas Rangga memarahi adiknya itu yang sudah ngaku-ngaku sebagai suamiku. Begitupun dengan ibu mertua yang terlihat bingung dengan pertengkaran keduanya hanya karena masalah sepele saja.

" Sudahlah, nak.. Jangan baper gitu dong! Lagipula dokter tadi kan sudah minta maaf karena telah salah mengira. "Ucap Ibu mertuaku melerai aksi keduanya itu.

" Cukup kalian berdua,Jangan membuat keributan dirumah sakit! "Ucapku sedikit berteriak membuat keduanya langsung terdiam.

Mas Rangga mendekatiku lalu meminta maaf. Sambil mengusap pipiku dengan lembut, dia berjanji akan selalu menjaga dan akan meluangkan waktu untuk berada disampingku dimasa kehamilan ku ini. Ck, sungguh membuatku muak saja saat tangannya memegang bagian pipiku.

Aku hanya diam saja tak mau menanggapinya. Tunggu saja, kamu akan menanggung malu atas perbuatan kotormu dengan Reni. Tinggal satu klik saja, rekaman itu pasti langsung akan viral.

Setelah menebus obat untukku, lalu diriku pulang diantar oleh mas Rangga dan ibu mertuaku. Sedangkan Rendi, dia katanya akan menjemput Shania di hotel yang ada didekat rumah sakit tempatku dirawat semalam. Segitu perhatiannya adik iparku itu kepadaku, sampai rela meninggalkan istrinya dihotel sendirian.

Dusta besar jika dia mengatakan tak mencintaiku. Ah, aku kok merasa GR banget yah. Setelah bercerai dari mas Rangga nanti, apakah bocah tengil itu akan memperjuangkan ku? tapi, gak mungkin itu terjadi, karena dirinya sudah sah menjadi suami dari Shania.

"Sayang, apa kamu ingin memakan sesuatu? biasanya kan kalau sedang hamil muda, bawaannya pengen makan, makanan tertentu alias ngidam. " Tanya mas Rangga namun aku menggelengkan kepalaku.

"Kalau ada sesuatu yang ingin kamu makan, katakan langsung padaku, aku akan selalu siap siaga membantumu. " Ucap mas Rangga lagi namun aku memilih diam saja.

Mungkin karena diriku diam saja, sehingga pada akhirnya mas Rangga pun berhenti untuk mengoceh. Aku jadi penasaran, apakah sekarang Reni sudah berada dirumah menunggu kedatangan kami? sebenarnya aku sangat menyayangi adik perempuan ku itu, namun ketika tau perbuatannya yang menusuk aku dari belakang, membuat rasa sayang itu menjadi benci.

Akhirnya, kami pun tiba dirumah orangtuaku. Terlihat ibu dan bapak menyambut kedatangan ibu mertua dan mas Rangga. Sedangkan diriku, dicuekin. Padahal aku ini anak mereka loh, tapi aku merasa seperti diasingkan. Atau jangan-jangan, memang benar kalau diriku ini bukan anak kandung mereka? sungguh terlalu.

Saat semuanya sudah duduk diruang keluarga, terlihat adik perempuan ku ikut bergabung dan duduk disamping mas Rangga. Dasar kecentilan nih bocah, pengen ku hajar rasanya melihat sikapnya yang keterlaluan itu.

"Karena kita sudah berkumpul ditempat ini, jadi kita mulai saja obrolannya! " Ucap bapak memulai obrolan.

"Ya, sebenarnya saya bingung juga mengapa kalian mengundang saya secara mendadak seperti ini. Apa ada masalah yang genting? " tanya ibu mertua mengerutkan alisnya.

"Jujur, kami sebagai orangtua Renata, sangat merasa malu atas perbuatan anak kami tersebut yang telah mengkhianati suaminya. Dan bahkan kini dia hamil dengan lelaki lain. Sungguh aku malu sebenarnya mengakui dia sebagai anak. " Ucap bapak membuat ibu mertua syok mendengarnya.

Ibu mertua memandang kearahku meminta penjelasan atas ucapan bapak barusan. Aku tertunduk lesu, bukan karena takut mengakui hal itu kepada ibu mertua, tapi karena ucapan bapak yang menurutku tidak bijaksana.

"Maaf Pak, harusnya bapak mengatakan hal itu kepada Reni. Karena dialah dalang dari semua masalah ini. Kalau memang bapak malu mempunyai anak sepertiku, baiklah sekarang juga aku akan pergi dari rumah ini! " Ucapku lalu berlari kearah kamarku.

Terlihat mas Rangga ingin mengejarku, namun ditahan oleh bapak. Lalu beliau mengatakan untuk memberikan ku waktu untuk memikirkan kembali kesalahan ku. Apa, kesalahanku? iya terserah, hanya aku satu-satunya yang jadi biang masalahnya. Mengapa, tak terdengar bapak memarahi Reni? padahal beliau tau sendiri kalau anaknya yang kedua itu juga sama bersalahnya sepertiku.

Saat tengah menangis sedih atas ketidak adilan bapak, tiba-tiba ada yang mengetuk jendela kamar ku. Awalnya aku tak menghiraukan nya karena pikirku, mungkin itu mas Rangga. Namun ada suara yang memanggil namaku dengan nada berbisik, dan kuyakini itu adalah suara adik iparku.

Segera aku membuka jendela tersebut, dan benar saja adik iparku itu menyuruhku untuk ikut bersamanya. Karena merasa dirumah ini diriku sudah tak diinginkan lagi, maka kuputuskan untuk ikut melarikan diri bersama adik iparku dengan cara melompat dari jendela.

Apakah adik iparku akan mengajakku pergi sejauh mungkin? entahlah, saat ini aku hanya berpikir untuk menghilang dari rumah orangtuaku ini.

1
🍻
👎👎👎
Muhammad Iqbal
aku pusing mak... aku pusing... pusing tujuh keliling... ini cerita arahnya kemana ya..... 😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Muhammad Iqbal
aku aja bingung dgn rumah tangga kalian semua
Muhammad Iqbal
membingungkan
Muhammad Iqbal
ini rumah tangga berselimut noda ya Thor...
Muhammad Iqbal
cerita yg aneh🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃
Muhammad Iqbal
ini ceritanya persilangan selingkuh ya......
Senja
Nikahnya nanti aja jangan buru²
💦Mak Phi-khun
mampir yaa thor..
💦Mak Phi-khun
harus pintar ehem ehem juga yaa 😭
💦Mak Phi-khun
Luar binasah...

semangat up yaa
Nurlia Rahmah
lanjutkan thor ceritanya menarik
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
semangat, Ka. 🤭 seru ceritanya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
jangan bilang, diem nyimak aja deh aku 🤭
𝕾𝖆𝖌𝖊🄶𝖗𝖊𝖊𝖓92࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐
Hmm mencurigakan si Reni ini 🤫
𝕾𝖆𝖌𝖊🄶𝖗𝖊𝖊𝖓92࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐
Masa sih?
𝕾𝖆𝖌𝖊🄶𝖗𝖊𝖊𝖓92࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐
Hayolohhhh 😌😌😌
𝕾𝖆𝖌𝖊🄶𝖗𝖊𝖊𝖓92࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐
Ini adeknya sehat? 😌
𝕾𝖆𝖌𝖊🄶𝖗𝖊𝖊𝖓92࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐
Aku dulu juga pas jomblo gabisa masak blasss. Sekrang udah nikah apa2 dimasak 😗
Senja Ariestya
mampir 👋👋👋
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!