NovelToon NovelToon
Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:456.7k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Alya Renatha tak pernah menyangka akan diceraikan oleh Leonhart Varellion, CEO dingin dari Leonhart Corporation yang menikahinya tanpa cinta. Saat ia pergi dari hidup pria itu, Alya tidak tahu bahwa dirinya sedang mengandung anak kembar tiga.

Bertahun-tahun berlalu. Alya kembali ke kota itu bersama ketiga putranya. Tanpa sengaja, mereka bertemu dengan Leon di sebuah lobi hotel.

“Om, mau nggak jadi Papa kami?” tanya ketiga bocah itu serempak—membuat Leonhart Varellion terpaku dengan tatapan datar, karena wajah mereka mirip dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesempatan

"Miki, ikut aku!" Leon menarik tangan wanita itu dan dia ajak ke teras.

"Sakit!"

Leon melepaskan tangannya dan menatap tajam. "Ini akal-akalan mu saja 'kan?"

"Aku memang hamil!"

"Tapi bukan anakku! Memangnya selama ini aku tidak tahu jika kamu sering tidur dengan beberapa pria di luar sana," ucap Leon.

"Aku ini kekasihmu, Leon. Tidak mungkin aku tidur dengan pria lain," sahut Miki.

"Asal kamu tahu! Aku selalu melihat gerak-gerik mu bahkan jika tidak ada aku, kamu sering datang ke hotel bersama pria lain bahkan seumuran papamu. Aku tahu semuanya dan aku bahkan punya rekaman CCTV-nya."

Miki terdiam mendengar ucapan mantan kekasihnya itu, ia tidak bisa berkata ара-ара.

"It-itu semua salah, kamu salah lihat," ucap Miki.

"Terserah katamu! Asal kamu tahu juga, jika aku juga akan melaporkan pada media jika kamu melakukan perselingkuhan dengan Om-om di luaran sana seolah kekurangan uang," sahut Leon.

Leon segera pergi dari sana tanpa mau memikirkan wanita itu lagi, ia sudah muak dengan apa yang dilakukan Miki padahal ia dulu sampai membuang Alya demi sampah seperti Miki.

Setelah masuk ke dalam mobil, Leon membuka galeri di ponselnya dan melihat beberapa foto si kembar yang dia ambil secara diam-diam. Entah kenapa perasaan Leon menjadi berdebar saat melihat bocah-bocah kecil itu padahal ia belum mengetahui apakah mereka anak kandungnya atau bukan.

"Bos, kamu akan menikahi kekasihmu itu?" tanya Rick.

"Tidak akan, aku tidak sudi menikahinya dan sandiwaranya benar-benar buruk," jawab Leon.

"Jika hamil beneran gimana, Bos?"

"Suruh pria yang membuatnya hamil bertanggung jawab."

"Apa ini semua demi mantan istrimu itu?"

Leon menatap ke jendela mobilnya.

"Tidak juga, aku lebih penasaran dengan tiga bocah kembar itu."

"Bos, jika aku boleh ngasih saran, setidaknya dekati hati ibunya dulu baru anak-anaknya."

"Alya sudah sangat trauma padaku bahkan aku dulu sudah menyakitinya berkali-kali, aku memang menyesal kenapa aku memperlakukannya seperti itu dan sampai dia menyembunyikan kehamilannya," jawab Leon.

Rick melihat dari kaca spion atas jika sang bos benar-benar frustasi, baru kali ini dia melihat Leon yang angkuh dan sombong terlihat menyesali perbuatan masa lalunya.

"Umurku juga bukan remaja lagi, aku juga ingin menikah dengan wanita yang benar-benar baik untukku," gumam Leon.

"Jika mantan istrimu yang terbaik bagaimana, Bos? Apa Bos mau rujuk dengannya?"

"Dia yang akan menolak mentah-mentah, tujuanku di sini juga hanya ingin tahu apakah tiga bocah kembar itu anakku atau bukan."

"Setelah tahu apa yang akan Bos lakukan?"

Leon merasa kesal, ia seolah

diwawancarai oleh anak buahnya sendiri, Rick pun langsung terdiam dan fokus menyetir, setidaknya beberapa menit saja wawancaranya membuat Leon bisa berpikir tentang masa depannya terutama masalah wanita.

Di sisi lain.

Alya tidur berjejer bersama tiga anak kembarnya di kamar yang sempit itu, mereka tidur di atas kasur lantai yang agak keras karena sesekali salah satu si kembar masih suka mengompol sampai detik ini. Alya mengeluarkan air matanya saat teringat perlakuan kasar dari Leon kepadanya.Apakah ini adil? Orang yang jahat sekarang bisa bahagia bahkan tidak kekurangan apapun soal ekonomi, sedangkan dirinya masih berjuang untuk menyambung hidup dengan cara kerja banting tulang.

"Nenek, aku harus bagaimana? Aku juga punya perasaan capek tapi anakku juga butuh makan dan sekolah," gumam Alya.

Farad si kembar pertama terbangun, ia melihat sang mama menangis.

"Kenapa, Mah?"

"Eh, kok kebangun? Gapapa, Sayang."

"Mama kecapekan, ya?" tanya Farad.

"Enggak kok, Mama baik-baik aja. Sana gih bobok lagi."

Farad duduk dan memeluk kedua kakinya, bocah itu seolah memikirkan sesuatu.

"Kenapa, Farad?"

"Kalo di sekolah kami mahal, kami nggak usah sekolah aja, Mah. Kami bisa belajar di rumah aja."

"Heh, kok bilangnya seperti itu?" tanya Alya dengan heran.

Aneh juga bocah usia 5 tahun bisa berpikir sejauh itu padahal anak-anak seusianya hanya berpikir bermain dan bermain saja tanpa tahu keadaan orang tuanya.

"Aku lihat Mama tiap malem nangis terus, Mama kayaknya capek."

"Tidak, sayang. Serius deh, Mama terkadang hanya ingat nenek buyutmu yang sudah meninggal, Mama rindu padanya," jelas Alya.

Alya memeluk Farad dari belakang dan mencium kepalanya yang wangi aroma sampo, sepertinya anak-anaknya mulai mengerti kondisi mereka yang serba susah dan Alya juga harus menjaga kondisi mental mereka tetap baik.

"Kenapa kami nggak ada Papa, ya? Semua temen-temen pamer Papa mereka," ucap Farad yang tiba-tiba menangis.

"Sabar ya, Farad, Papamu sudah tiada, dia ada di alam lain," jawab Alya harus berbohong lagi.

"Tapi kok Om itu ngaku-ngaku Papa kami?Mama juga kayaknya kenal sama Om itu."

"Dia hanya orang gila, dia orang gila yang ingin menculik kalian, jadi jika dia mengajak kalian membeli mainan atau makanan lebih baik tolak saja. Sudahlah! Sekarang tidur, ini sudah larut malam," ucap Alya sambil membantu membaringkan Farad.

Setelah memastikan anaknya itu tidur,

Alya juga berbaring tapi membelakangi mereka, ia lagi-lagi teringat tentang penyiksaan fisik yang diperbuat oleh mantan suaminya, rasa sakit dan ngilu tentu saja masih ada.

"Aku takut...." gumam Alya sambil meneteskan air matanya.

Setelah itu Alya tertidur pulas dengan air mata yang masih ada di pipinya.

***

Keesokan harinya.

Pagi-pagi sekali Alya sudah membeli bubur untuk mereka makan, anak-anaknya juga sudah bersiap masing-masing. Didikan Alya memang tegas bahkan mereka mampu menyiapkan keperluan masing-masing."Makan dulu buburnya!" ucap Alya.

"Mah, aku nggak mau sekolah deh," ucap Fared.

"Kenapa?"

"Males."

"Boleh libur nggak, Mah?" tanya Farid.

"Kalian baru masuk beberapa hari loh, masak minta libur. Nanti Bu Yanti marah sama kalian."

Mereka diam dan menyantap buburnya, sepertinya mereka mulai bosan karena jam sekolah yang terlalu lama sampai sore hari. Mau bagaimana lagi? Tidak mungkin juga Alya menyekolahkan mereka di sekolah biasa yang hanya beberapa jam saja waktu pembelajarannya.

Setelah makan, mereka bersiap-siap berangkat. Mereka menuju ke gerbang kost dan melihat mobil mewah sudah menunggu mereka. Leon keluar dari sana, Alya mundur selangkah karena pria itu benar-benar sudah mengganggu hidupnya.

"Ternyata benar kalian tinggal di sini.Bagaimana? Mau Om antar?" tanya Leon kepada para bocah kembar itu.

"Enggak!" ucap Farad.

Farid mendekati mobil yang kinclong tersebut dan dia mengelusnya. "Wah... mobilnya keren banget."

Leon tersenyum. "Mau naik?"

Alya menarik Farid mundur perlahan. "Kita naik angkot aja."

"Aku hanya ingin mengantar mereka saja, tidak ada maksud lain," ucap Leon.

"Tidak ada maksud lain, kamu mendekati mereka saja terlihat ada maksud lain. Aku muak melihatmu."

Leon memperhatikan wajah Alya yang mulai berbeda seolah panik, dia lantas mendekati Alya untuk menenangkannya, Alya mundur perlahan dan hampir terjatuh, tapi dengan sigap Leon langsung menangkapnya.

"Hati-hati!" ucap Leon.

Alya mendorong Leon, pria itu lantas membuka pintu mobil mereka."Yuk masuk!" ucap Leon.

3 kembar memperhatikan mamanya. "Nggak usah deh, Om. Makasih, kami mau naik angkot aja," sahut Farad.

Farad lantas menggandeng kedua kembarnya dan Alya berjalan menyusul mereka. Sepertinya Leon harus berusaha keras supaya anak-anak itu mau dekat dengannya.

"Bos, sudah aku bilang, ambil hati ibunya dulu baru mereka, mereka sepertinya lebih peka terhadap perasaan ibunya," ucap Rick dari kursi kemudinya.

"Bagaimana cara mengambil hati Alya, jika dia sudah sangat membenciku?"

***

Di ruang kerjanya, Leon duduk di kursi mahoni yang besar, menopang dagunya dengan tangan sambil menatap kosong ke luar jendela. Pemandangan kota yang begitu indah terlihat kabur di matanya, seolah semuanya tak berarti baginya. Pikiran Leon seketika terhanyut dalam kenangan masa lalu, saat dia menyakiti Alya, baik secara fisik maupun batin.

Air mata Alya menetes, namun dia tak berani melawan. Leon merasa menjadi monster yang begitu kejam, menyakiti perempuan yang sangat dicintainya.

Kini penyesalan menghantui pikiran Leon, bagaikan bayangan hitam yang tak ingin pergi. Hatinya terasa sesak, seolah ingin meminta maaf dan memperbaiki segala kesalahan. Namun, bagaimana caranya mendekati Alya setelah apa yang telah terjadi? Leon merasa tak pantas untuk meminta maaf apalagi kembali mendekati hati Alya.

Tiba-tiba, Leon teringat kata-kata bijak yang pernah dia dengar, bahwa untuk memperbaiki kesalahan, seseorang harus berani menghadapi konsekuensinya dan bertanggung jawab. Dalam hati, Leon merasa bahwa saatnya telah tiba untuk dia menghadapi konsekuensi perbuatannya dan mencoba memperbaiki hubungannya dengan Alya meskipun tak tahu apakah Alya akan memaafkannya.

"Luka fisik bisa saja dihilangkan tapi luka batin susah sembuhnya. Kenapa juga saat itu aku terlalu menyakitinya? Padahal aku ceraikan saja tanpa membuatnya sakit pasti sekarang ini aku akan mudah mendapatkan maafnya," ucap Leon.

Tak ada yang menduga Agra akan datang ke kantor Leon begitu saja. Begitu pintu terbuka, Leon menatap sepupunya itu dengan tatapan tajam, heran dan sekaligus kesal. Leon menegakkan tubuhnya dari kursi, berdiri tegap dengan kedua tangan di pinggang.

"Ada apa lo datang ke sini? Gue nggak mengundang lo kemari," ucap Leon dengan nada dingin.

Tanpa ragu, Agra menjawab, "Aku ingin mendekati Alya, mantan istrimu."

Leon langsung terkejut dan marah, wajahnya merah padam karena kekesalan.

"Diam lo! Itu mantan istri gue dan lo nggak punya hak untuk mendekati Alya."

"Terus hakmu apa melarang aku mendekatinya? Kamu hanya mantan suami yang tidak becus, hanya demi perusahaan ini kamu pun sampai membuang Alya dan menyepelekan ucapan Kakek Alfred," ucap Agra.

"Karena ketiga anak kembar yang bersama Alya adalah anak gue," ucap Leon.

"Memang itu anakmu." Agra melempar hasil tes DNA kepada Leon.

Leon membacanya. "Bagaimana cara lo bisa dapat hasil ini?"

"Hahaha... mudah sekali mendekati mereka, mereka sepertinya juga lebih butuh aku sebagai papa penggantinya dari pada papa kandungnya yang sudah membuang mereka," sindir Agra.

"Gue nggak membuang mereka, justru gue malah nggak tahu saat itu Alya sedang hamil," jawab Leon.

Agra tersenyum kecut. "Kamu terlalu ambisi pada perusahaan ini sampai lupa harta terbesarmu ada pada Alya, sekarang mundur lah dan jangan mendekati mereka. Aku siap menjadi suami Alya dan menjadi papa sambung anak-anaknya."

1
ceuceu
opa rafael kemana kok ngilang sememjak triplets SMP?
cuma ada oma riana jd pembantu menantunya gdang salad.
Lian_06: opa Rafael hanya tokoh pelengkap aja, jadi gak terlalu sering muncul
total 1 replies
ceuceu
egois alya,anak kecelakaan teteo aj keras kepala
ceuceu
Lagian alya batu banget,udh tau sore nyuru anak" pulang,selingkuh ga di benarkan,tapi itu ga sampe selingkuh yg kebablasan,selama rujuk leon ga pernah selingkuh kn,maafin leon dong alya jg batu.
ceuceu
fared emang nakal di banding yg lain,kadang di anggao wajar oleh orangtua,tapi anak makin bandel
ceuceu
alya leon anak banyak knp ga tinggal dirumah yg besar ya?
biar nyaman ada halaman nya untuk keluarga dgn anak banyak
ceuceu
ga ada kapoknya fared
ceuceu
ampun dah bocil masih piyik cinta"an
ceuceu
Lah kocag fared katanya ga cengeng/Facepalm/
ceuceu
tega ya leon ga ngasi nafkah mamanya/Frown/
sesalah apapun ibu jgn tega begitu membiarkan dia kerja sm menantunya.
ceuceu
triplets gen leon /Grin/
ceuceu
kenapa ya alya manggil suami namanya,ga pakai bahasa santun misalnya mas gitu,aga ga sopan ke suami
Lian_06: Itu lebih ke penulisan sih, kadang pake mas kadang pake nama nya Leon gitu.
total 1 replies
ceuceu
bengek si kembar.absurd/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Lian_06: emang kelakuan kembar bikin ngakak🤣
total 1 replies
ceuceu
Mahar itu kn mas kawin bahasa arab,knp nikah di gereja pakai kata mahar thor?
klw nikah di grreja artinya agama kristen.
yg menikahkan penghulu,biasanya klw nikah di gereja pendeta
aga membingungkan
Lian_06: Ouh terimakasih ya koreksi nya nanti diperbaiki 🤗😄
total 1 replies
ceuceu
ikutan nangis sedih bgt jadi alya/Sob/
Lian_06: Jujurly iya😭, jadi makin berharap Alya bahagia rasanya :)
total 1 replies
popy suprijati
🤣🤣🤣🤣
Mazree Gati
karena leon kaya aja alya mau balikan walu pernah di sakiti,coba kere,ogah
Ida Lailamajenun
masak sekelas CEO takut jika diusir dari perusahaan nya pasti bisa mandiri la dan kita lihat apakah uang bisa membahagiakan rafael jika anak dan cucu nya gk ada
Ida Lailamajenun
banyak typo thor terutama typo nama
Lian_06: Iya terima kasih kritik nya ya, nanti saya revisi lagi😁. btw bagaimana dengan cerita nya nih
total 1 replies
Ida Lailamajenun
nah harus bgn Leon ada saingan 😄biar modar kebakaran bulu liat ada laki lakj lain yg mau sama Alya
Ida Lailamajenun
ck dah mantan aja masih meresahkan bagi Alya,harus nya othor hadirkan laki laki baik buat Alya setelah jd mantan Leon biar kebakaran bulu tuh mantan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!