NovelToon NovelToon
Me Gustas Tu

Me Gustas Tu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:88.8k
Nilai: 5
Nama Author: YoonViKim

Clarita mencintai Nolan.

Nolan mencintai Balapan.

Mereka bertemu di tempat tak terduga, namun dengan perbedaan yang sangat kontras.

Akankah mereka bersatu?

###



Me Gustas Tu.
by: VizcaVida
©2022

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoonViKim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Jahat

...Satu persatu akan mulai terungkap ya. Disini, kalian akan tau siapa yang mengambil foto Caca bersama pak Hendra di restoran. Dan kalian juga akan tau bagaimana sebenarnya seorang Gita....

...Part 31 di update...

...Selamat membaca...

...Jangan lupa dukungannya ya...

...🪐🪐🪐...

...MGT by: VizcaVida...

...31...

“Aku pingin bicara berdua sama kamu, Lan.” kata Gita memohon agar Nolan mau membagi waktu untuknya meskipun hanya sejenak.

Jam masuk kelas masih sekitar tiga puluh menit lagi. Dan ini pertama kalinya Gita melihat Nolan sampai disekolah sepagi ini.

“Ya udah. Ngomong aja.”

Gita menatap sendu fitur samping wajah Nolan yang sampai sekarang masih menjadi satu objek yang begitu ia sukai dan rindukan. Nolan begitu tampan dari sisi manapun, tapi bagi Gita, fitur samping Nolan begitu memukau dan tetap membuat Gita betah bertahan jatuh cinta pada sosok Nolan Aresta Suwandi.

“Aku—aku ingin kita ngobrol di tempat kita—”

Nolan melepas jaket jeans yang memang belum sempat ia lepas karena Gita memaksanya berhenti saat baru sampai tadi. Gerakannya begitu kasar mengisyaratkan orang yang sedang terganggu dan merasa tidak nyaman.

“Lo ke sana duluan, ntar gue susul.” kata Nolan dengan wajah datar dan kening hampir berkerut sangking jengkelnya. Ia hanya tidak lagi suka ketika Gita memaksanya seperti ini. Tapi bagaimana pun, mereka pernah saling mengasihi, dan Nolan tidak mau bersikap lebih dari kata brengsek. Dia tidak ingin dianggap pecundang.

Dengan langkah riang dan hati berbunga-bunga, serta senyuman yang tak putus di bibirnya, Gita berjalan menuju salah satu tempat favorit mereka dulu. Rooftop.

Atap yang letaknya ada di bagian atas gedung bahasa itu letaknya tidak jauh dari kelas IPA. Mereka dulu sering menghabiskan waktu berdua disana. Dan sekarang, Gita merasa seolah dicintai lagi oleh seorang Nolan ketika berhasil membawa langkahnya menjejak lantai atas gedung ini.

Setelah sampai, tak butuh waktu lama Nolan juga ada disana. Berdiri dengan jarak lebih lebar dari dugaan Gita.

Jantungnya berdebar seperti pertama kali jatuh cinta kepada Nolan dulu. Ia juga merasa begitu bahagia hanya karena Nolan menurutinya pagi ini. Hanya karena Nolan mendengarkan permintaannya yang sedikit memaksa tanpa Nolan tolak dengan kata-kata kasar dan menyakiti hatinya.

“Jadi, apa yang mau Lo omongin sama gue.”

Gita tersadar dari lamunan akan kekagumannya pada sosok Nolan.

“Aku, aku ingin kamu memanggilku dengan sebutan aku dan kamu seperti dulu, bolehkan?”

Nolan menoleh kesal. Gita terlalu banyak permintaan. Dia selalu banyak maunya.

“Gue udah nggak ada alasan lagi buat manggil Lo seperti itu. Lo bukan orang berkesan di hati gue.”

Gita ingin menangis mendengar kalimat sarkas itu, tapi ia menahannya kuat-kuat. Kepalanya mengangguk mengerti.

“Oke. Tapi izinin aku tetap manggil kami dengan sebutan seperti itu.”

Acuh. Nolan hanya diam tidak peduli.

“Aku, cuma ingin cerita ke kamu, Lan.”

Nolan menatap bebas ke arah gerbang masuk sekolah, dimana para murid mulai berdatangan. Mobil-mobil mewah bederu memenuhi jalanan depan SMA Kemala. Tapi, dimana dia? Kenapa belum menunjukkan batang hidungnya?

“Tante Lena, masih sama seperti waktu itu.”

Perhatian Nolan tersita akan hal itu. Seperti waktu itu? itu artinya Gita masih mendapat perlakuan kasar dari ibu tirinya?

“Semalam, dia memukulku lagi hanya karena aku telat turun untuk makan malam.”

Telapak tangan Nolan mengepal tanpa ia minta. Hatinya seperti di peras mendengar suara serak Gita ketika mengatakan itu. Ia ingat beberapa bulan sebelum hubungan mereka berakhir, lengan Gita lebam dan membiru karena pukulan dari ibu tirinya itu.

Dengan gerakan kasar Nolan berjalan dan menyambar tangan Gita. Dia menaikkan sedikit seragam Gita dan memang, ada memar kehitaman di sana. Nolan menghela nafas sedih.

“Bukankan sudah gue bilang, ngomong ke bokap Lo. Biar dia tau kelakuan ibu tiri Lo itu kayak anjing!” seru Nolan yang mulai terpatik emosinya. Gita itu lemah. Tubuhnya juga tidak seperti gadis lain yang bisa bergerak aktif.

Bukannya terdorong untuk semakin kuat, Gita menggelengkan kepalanya yang kembali berhasil menarik atensi Nolan.

“Aku nggak mungkin merusak kebahagiaan papi, Lan.”

“Tapi Lo itu jadi korban kekerasan GI. Dan Lo berhak memperjuangkan diri Lo sendiri, meskipun—”

“Aku hanya butuh kamu.” seru Gita membuat bibir Nolan mengatup rapat. “Aku hanya butuh kamu untuk mendengarkan apapun yang aku alami, dan aku ingin kamu menguatkan aku seperti dulu.”

Nolan membuang wajahnya kembali ke arah pintu gerbang sekolah dan mengambil langkah mundur menjauh. Tiba-tiba matanya menangkap kehadiran seseorang yang sudah ia tunggu sejak tadi. Gadis tinggi, cantik dan konyol yang akhir-akhir ini sering membuatnya kesal. Fokus Nolan terbagi. Ia tidak lagi bisa mendengar apa yang dikatakan Gita sepenuhnya.

“Kamu denger aku, kan?”

Nolan menatap mata Caca yang sudah berembun. Kemudian memangkas lagi sedikit jarak untuk mengusap satu sisi tangan Gita.

“Maaf, tapi gue nggak bisa, Gi. Maafin gue.”

Dan Nolan pergi meninggalkan Gita begitu saja setelah mengatakan itu. Suara pintu aluminium terkatup menyapa pendengaran Gita, yang seketika membuat tubuh Gita luruh di atas lantai. Air matanya menetas begitu deras. Hatinya hancur dengan penolakan Nolan yang entah keberapa kali padanya. Wajahnya begitu datar tanpa ekspresi sama sekali. Lalu, tangannya mengepal kuat dan mengucapkan sumpah dalam hati.

“Aku tidak bisa mendapatkan dirimu lagi. Itu artinya tidak untuk gadis lainnya juga.”

***

Caca hampir tersungkur karena Nolan menjegal kakinya dari belakang.

“Hai,” sapa Caca ringan seperti kepingan kelopak bunga dandelion yang tertiup angin. Seringan bulu—Halah lebay.

“Makasih udah nganter motor kerumah. Bilang juga sama mang Maman ya. Aku bakalan datang lagi bawain dia mangga kalau mangga didepan rumah udah pada masak.”

“Nggak perlu. Mang Maman nggak makan mangga.” ketus Nolan kesal. Hatinya berubah riang kembali setelah melihat Caca seperti ini. Caca itu suka bicara aneh, tapi berhasil membuat Nolan nyaman dan menahan tawa.

Mendengar jawaban sengak dari mulut Nolan, Caca mengerucutkan bibir masam. Niat tulusnya untuk mang Maman harus pupus setelah mendengar Nolan menolaknya barusan, Nolan juga sudah berhasil membuat semua mood gembiranya pagi ini melayang bersama debu yang—masih lebay, Ca. Jangan berlebihan deh.

Ah, Okey.

Caca terkikik tanpa alasan. Ia hanya mendengar batinnya saling berebut membenarkan istilah-istilah yang muncul secara tiba-tiba karena gugup berada disekitar Nolan.

Gila boook, berondong lho Ca. Kamu harus bisa membatasi diri.

Caca mengangguk dalam imajinasi, namun terealisasikan secara nyata, membuat Nolan menatap aneh kearahnya.

“Ngapain Lo ngangguk-angguk kayak ayam matok rejeki orang gitu?”

Astaga. Ia kelepasan.

“Hehe...” cengir Caca seperti kuda bi-nal.

Eh. Astaga.

Nolan membuat garis miring di keningnya kemudian berlari, dan Caca berlari mengejar dengan mata terbelalak karena tau apa maksud yang baru saja disampaikan Nolan padanya. Memangnya siapa yang tidak tau arti garis miring di kening itu?

“Awas kamu ya?”

Mereka berdua berakhir menjadi pusat perhatian beberapa murid yang sedang berjalan di koridor.

Gita, melihat dan mendengarnya. Dia mendengar bisik-bisik beberapa murid mulai mengagumi kedekatan Nolan dan Caca.

Mereka unik.

Dilihat lama-lama mereka cocok lho.

Eh, gue belum pernah lihat Nolan ketawa sebebas dan selepas itu. Dia tambah ganteng sialan!!

Gua mau jadi Caca.

“Aduh, gimana dong dengan mantannya?”

Kalimat itu begitu dekat dengan telinga Gita. Seseorang sedang berdiri dan membisikkan itu kepada Gita. Tensi darah Gita naik begitu saja. Mata sembabnya masih menyaksikan Nolan dan Caca yang sudah menghilang di ujung koridor yang akan membawa mereka menuju kelas IPA.

“Lu bodoh sih.” kata murid perempuan yang masih memprovokasi disamping tubuh Gita.

“Apa mau Lo?!” jawab Gita tegas dengan telapak tangan mengepal kuat.

“Lo pikir aja sendiri.”

Gita menoleh. Ia tau betul suara siapa yang sedang berbicara dengannya ini.

“Jes, gue nggak mau lagi jadi—”

“Gue punya foto Caca ketemuan sama bokapnya Nolan. Mau?”

Jessica, adalah gadis yang pernah menjadi kekasih Nolan karena menang balapan. Ya meskipun hanya satu bulan, tapi Jessi tidak akan mau rela di putuskan sepihak oleh Nolan. Sama seperti Gita, Jessi juga ingin Nolan menjadi miliknya lagi.

Saat itu, Gita dijebak berada satu ruangan bersama Leo di sebuah cafe, oleh Jessi. Alasannya masih sama, karena Gita berhasil membuat Nolan berpaling dan lebih memilih gadis lemah seperti Gita dari pada dirinya.

Sekarang, Jessi ingin sekali lagi memanfaatkan Gita untuk membuat Nolan menjadi miliknya.

“Gue kirim fotonya nanti. Lo tau maksud gue kan?”

Jessi lebih licik dari seorang baji-ngan. Dia bahkan tidak segan untuk melakukan hal tidak masuk akal untuk merealisasikan keinginannya. Seperti yang hendak ia lakukan kepada Gita dan Caca sekarang. Mengadu domba mereka dengan Nolan.

“Gue nggak mau. Gue—”

“Atau bokap Lo bakal tau foto dan video Lo di diskotik waktu itu.”

Jessi tersenyum licik karena berhasil memojokkan Gita. Lelehan airmata kembali membasahi pipi gadis yang sekarang berusaha untuk tetap bisa berdiri diatas kedua kakinya.

“Tinggal pilih aja. Lo hancurin si Caca dengan semua informasi yang udah gue kasih ke elo, atau elo sendiri yang hancur di tangan gue.”

“Gue nggak bisa ngelakuin itu sekarang, tapi ... ”

Gita semakin terpuruk. Masalahnya begitu rumit. Jessi menjebaknya berkali-kali hingga dia tidak berkutik. Ia mengusap kasar airmatanya. Kemudian mengangkat dagu mencoba kuat.

“Okey. Kirim fotonya ke gue.” []

...—Bersambung—...

###

Othor sebenernya nggak tega bikin karakter Gita jadi lemah seperti sekarang. Tapi coba lihat nanti apa yang akan Gita lakukan di part-part berikutnya. 😏

Musuh Caca sebenarnya itu bukan ... melainkan ... *Titik-titiknya isi sendiri

1
Asri
nah iya
Tyra dan Atan
aku belum baca ceritanya Retno sangkala
Asri
earth beauty ini ada di cerita atan kan ya..
VizcaVida: 👍

Tempat kerja si Atan 😁
total 1 replies
devi_
terbaik 🤍
devi_
kak, maa syaa allah cerita nya bagus bangettt 😍
aku baru nemu cerita ini di hampir penghujung th 2024 🤭
kenapa cerita sebagus ini ga banyak org tau, padahal penulisan nya rapih, alur nya menarik.. pokoknya cerita nya keren 🥰

semangat terus yaa kk author 🔥💕

ini ninggalin jejak dulu yaa, next aku baca semua karya nya 🫶
VizcaVida: Alhamdulillah kalau kak Devi suka 🥰

Vi's ucapkan terima kasih sudah mampir kesini ya kak ...
Jangan bosan-bosan baca cerita disini
💜
total 1 replies
Yunita Ma💙
bisa aja othor nih bikin orang mewek malam",/Whimper/
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
nambah lagi list fav ku 😍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
😂😂😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Kangen Nolan... baca lagi dari awal 😍
moureza
bagus bgt ceritanya tp kok like nya cm dikit,semangat thor trs berkarya
Kustri
yeaaah!!! 💪
lanjut karya berikut'a👉
VizcaVida: Lanjut ... 😘
total 1 replies
Kustri
Hai Tiana... dl kamu kmn aja, Leo km telantarkan, skrg datang minta jatah, sungguh memalukan
pembalasan lbh kejam dr perbuatan mu, Tania
Kustri
bekingan mu kuat Ca, jgn takut
Kustri
sblm kau hancurkan pernikahan qu, qu lbh dl menghancurkan mu Tiana

kamu pnya byk koneksi & uang, jgn takutlah Nol
VizcaVida: Siiip 👍
total 1 replies
Kustri
berarti Caca pulkam dung, kan kerja jauh dr rmh yaa
kebetulan BGT bs ketemu
VizcaVida: Melepas rindu hehehe
total 1 replies
Kustri
keputusan yg bagus, diteruskan jg percuma
jd ingat mama'a Leo
Kustri
satu" ya thor, qu akan habiskan smua karyamu...
jgn mau ama Louis, balikan aja ama Nol mu
VizcaVida: Iya kakbeb, mampir cerita terbaru, seru lho 🤭
total 1 replies
Kustri
1 sama lah ya
VizcaVida: Impas 🤭
total 1 replies
Kustri
elaaah... np masa lalu sll membayangi di saat Caca ingin bahagia.. eh tp keyakinan Lois ama Caca beda yaa, klu ama Nol apa 1 keyakinan,,, klu iya berarti Caca berjodoh ama Nol nih👍
Kustri
Nol... Nol knp g nyariin Caca, emosi ampe taunan, nyesel skrg yaa
tp tenang, blm ada kt sah koq😂
Kustri
siapa nih kira" labuhan terakhir Caca, Luis atau Nolan🤔
VizcaVida: Siapa hayo? Coba tebak? heheh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!