NovelToon NovelToon
CINTA DRUPADI

CINTA DRUPADI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Romansa Fantasi
Popularitas:100k
Nilai: 4.7
Nama Author: AntiSmg

Pada 2 dimensi waktu yang berbeda, 2 gadis sedang terpana pd takdirnya masing masing. Serasa mimpi yang melintasi waktu, apa yang mereka alami seperti siklus kejadian yang sama untuk dilakoni.
Menjalani takdir cinta untuk kebaikan keluarga.
Melepas keinginan hati untuk mencintai belahan jiwa.

Tapi memgapa rasa takdir itu semakin menunjukkan keserakahannya.
Apakah 1 belahan hati tidak memuaskanmu, wahai takdirku ?
Tidakkah kamu tau, jika rasa yang terlalu banyak akan menghancurkan jiwaku ?
Membusuk oleh beratnya amarah dendamku.

Aku tak tau.
dan biarkanlah aku menjadi diriku.
Drupadi dan Drew Araceli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AntiSmg, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DEWI ULUPI YANG MENDAMBA

" Ada apa Nduk (- anak perempuan ), Dewi Ulupi ? Romo (- ayah ) ikut sedih melihatmu seperti ini. Hal apa yang sudah mengganggumu hingga menyiksa tubuhmu ? "

" Romo pasti sudah mendengarnya dari mbok dayang, bukan ? "

" Iya betul, Romo sudah mendengarnya sekilas dari dayang pengasuhmu. Tapi bukankah akan lebih jelas jika kamu sendiri yang mengutarakannya pada Romo mu ini ", bujuknya kembali dengan lembut pada anak semata wayangnya.

Prabu Korwyna sebagai seorang Dewa Naga Air, adalah raja dan penguasa sungai Gangga di sebelah selatan. Seorang raja yang tegas, penuh kebijaksanaan, berbudi dan sangat mencintai putri satu satunya yang saat ini sudah tumbuh dewasa dengan wajah jelitanya, Dewi Ulupi.

Dengan sabar didengarkannya cerita pemujaan dan keluh kesah mengenai seorang pemuda manusia yang disampaikan putrinya sambil duduk bergelung tidak bersemangat di sebelahnya dengan wajah memelas.

Asmara memang tidak memandang rupa, jenis, golongan dan bangsa, semua makhluk bisa tunduk pada nya - batin Sang ayah tersenyum memahami putrinya yang sedang gundah.

" Tapi Romo.. Dia manusia, berbeda denganku. Bagaimana jika pria itu benar benar ada dan menjadi jodohku ? Tidakkah dia akan takut pada wujudku ? " tanpa disadarinya meriak air mata di wajahnya untuk melepas kegundahan selama beberapa malam ini.

Sang Ayah tampak menghela nafas panjang berempati akan kegelisahan yang mendera Sang Putri.

" Ayah akan berusaha menolongmu, Nduk. Tapi apakah kamu yakin dialah pendamping hidup yang kamu pilih ? Tidak kah kamu melihat perbedaan nyata dalam diri kalian ? Bagaimana kamu akan menjalani kehidupanmu kelak ? " tutur sang ayah lembut.

" Kamu sudah dewasa dan memang sudah waktunya menikah. Tapi ingatlah bahwa menikah dan membina rumah tangga bukan hal yang pantas untuk sekedar coba coba. Karena pasanganmu bukanlah baju maupun benda yang lain. Yang bisa kamu lepaskan dan gunakan lagi saat kamu butuhkan. Dan yang terpenting harus ada rasa saling. "

" Apa itu Romo, kenapa berhenti ? "

" Ada yang disebut saling mencintai, saling mengupayakan kebahagiaan masing masing. saling menghargai dan saling saling yang lain. Kata kuncinya adalah kata *saling* yang berarti ada 2 upaya yang sama dari kedua belah pihak. "

" Saat ini memang hanya dari sisiku saja Romo, tapi aku akan sekuat tenaga menumbuhkan nya dalam hubungan kami ".

" Bagaimana kamu bisa mengupayakannya, jika saat ini kamu belum bertemu dengannya sama sekali ". ujar sang Ayah mengajak anaknya bisa berpikir jernih.

" Jangan merusak tubuhmu dengan tidak makan minum dan bersedih hati. Jika dia memang jodohmu, maka Sang Hyang Widhi akan memberikan jalannya. Bergembiralah ! ".

" Baik, Ananda paham kekuatiran dan nasehat Romo. Maafkan sudah membuat resah semua orang . Tapi maukah berjanji untuk membantuku jika suatu saat aku bertemu dengannya ? "

" Apa yang kamu inginkan ? "

" Aku ingin merubah ekorku menjadi sepasang kaki seperti manusia ".

" Apaah kamu malu dengan tubuh dan jatidirimu, Nduk ? "

" Tidak Romo. Bukan begitu. Hanya saja aku akan lebih mudah menarik perhatiannya jika kami sejenis. Setelah aku mendapatkan hatinya, aku pasti akan jujur mengatakan jatidiriku. "

" Tolonglah Romo, " kata gadis itu seraya meletakkan wajahnya di telapak tangan sang Ayah.

" Ya, baiklah Nduk. Romo akan mengusahakan permintaanmu, " Dan dihilangkannya segera rona gelisah yang sempat muncul. Terbayang di dalam pikiran Sang Raja, konsekwensi yang harus diberikan untuk mendapatkan kaki bagi putrinya.

Namun pikiran sedihmya tersebut segera tergantikan dengan gurat bahagia, manakala mata tua sang raja menatap mata bening gadisnya yang sedang kasmaran.

" Romo, aku jalan jalan dengan mbok dayang dan pengawal ya.. Terima kasih ". Sambil diciumnya pipi keriput sang Ayah dan bergerak keluar ruangan.

Pagi itu Dewi Ulupi mengajak Dayang dan beberapa pengawalnya untuk pergi ke permukaan.

" Hati hati jangan sampai kalian terlihat oleh manusia, supaya kita tidak menakuti mereka dan menjadi masalah . Dan jika kalian melihat seorang laki laki berkulit putih dan tampan, segera laporkan padaku " katanya memberi perintah pada semua pengawal pribadinya yang berjumlah 6 ular dengan badan seukuran perut kambing dewasa.

" Baik tuan Putri. Kami undur diri. "

Saat dirinya hanya tinggal bersama mbok Dayang dan 1 pengawal.

" Tuan Putri, apakah tuan Putri mempunyai petunjuk tambahan tentang pangeran kekasih hatimu itu ? Dan apa yang akan tuan Putri lakukan jika dia tidak mau mengenal dan mencintai seperti Tuan Putri mencintainya ? "

" Aku tidak tau mbok. Tidak ada bayangan sama sekali apa yang harus aku lakukan. Tapi 2 hal yang ada dalam hatiku adalah, menuruti kata hati dan bersedia berkorban jika hal itu akan membahagiakan pangeranku. Karena cinta yang tertinggi adalah memberi tanpa berharap kembali. Seperti Ayah Ibu yang mencintaiku dengan tulus. " kata gadis itu berapi api oleh tekad cintanya.

Setelah hari ke 3, beberapa lama menjelang senja, seekor pengawalnya tergesa gesa menghadap Dewi Ulupi di Istana.

" Tuan Putri, di sungai sebelah Barat kami melihat seorang laki seperti yang tuan Putri gambarkan ", lapornya dengan nafas terengah engah sehingga membuat lidah bercabangnya sering terjulur.

" Kendalikan lidah dan nafasmu yang mengganggu ! " hardik mbok dayang yang merasa terganggu karena bicara pengawal itu menjadi tidak jelas.

" Nggak apa apa Mbok. Segera antarkan aku ke sana ! "

Dengan cepat mereka bertiga segera menuju titik pengintaian yang terletak kira kira 500 tombak dari lokasi target yang tidak lain adalah Arjuna.

Pucat pasi wajah Dewi Ulupi saat selesai memastikan bahwa laki laki di seberang sungai itu adalah pangeran mimpinya.

Dengan perasaan tidak menentu, diamatinya dari jauh sosok Arjuna yang sedang tertidur lelap di bawah pohon trembesi di pinggir sungai. Dan karena ada tabir energi yang menyelimuti area sekitarnya, Dewi Ulupi menahan diri supaya tidak mendekat lebih lekat.

Bagusnys memang hanya mengamati dari jauh, karena jika terlalu dekat justru bisa membangunkannya, batin Ulupi menasehati.

Kini saatnya minta tolong Romo Prabu Korywa untuk membantu mengubah wujudku menjadi anak manusia dengan sepasang kaki..

Setelah memberi instruksi kepada para pengawal untuk melanjutkan pengintaian, Dewi Ulupi segera kembali ke Istana Korywa di dasar sungai.

Di Pandopo Agung, Dewi Ulupi bergelung sopan sambil menghaturkan sembah, dia berkata,

" Romo Prabu, mimpiku menjadi kenyataan. Pangeranku sudah datang, saat ini dia ada di wilayah sungai sebelah Barat. Tolonglah ananda, Romo. Ananda ingin menemuinya. " Dewi Ulupi bersujud sambil merebahkan tubuhnya di hadapan Raja Korywa.

Untunglah sejak Ulupi mengatakan permintaan nya, aku segera sowan ( -menemui ) kepada Kangmas Sang Hyang Ananthaboga di bumi Saptapratala.

Dan matur (- bilang ) tentang Ulupi yang mencintai anak manusia yang terlihat di mimpinya.

Dan siapa nyana, jika Dewi Nagagini putri Kangmas Ananthaboga juga mengalami hal yang sama. Ahkirnya dia berhasil menikah dengan Bima putra Pandu dari bangsa Kuru*.

Sepertinya ada kesamaan nasib antara Dewi Ulupi dengan Dewi Nagagini sepupunya.

Semoga anak ku bisa menemukan kebahagiaan dengan anak manusia ini, yang aku belum tahu darimana.

" Romo Prabu...Romo Prabu ! Mengapa justru melamun. Ananda sedang meminta kemurahan hati Romo Prabu untuk membantuku. Bagaimana Romo ? " Sela Ulupi tidak percaya melihat ayahnya yang terdiam dalam lamunan.

" 2 Hari yang lalu, Romo mu ini sowan ke pamanmu Sang Hyang Ananthaboga untuk bertanya dan minta petunjuk atas masalahmu ini. Dan atas kemurahan kangmas Prabu, Romo boleh meminta Pusaka Cunduk Upasana yang membantu mbakyu mu Nagini saat menikah dengan Pangeran Bima dari wangsa Kuru ".

" Betulkah Romo ? Terimakasih. Hatiku sangat bahagia karena dengan keampuhan Pusaka Cunduk Upasana itu aku bisa mendapatkan pangeranku seperti Kangmbok Nagagini. " Dengan mata berbinar Ulupi memandang ayahnya supaya segera memberikan benda pusaka itu.

" Tapi ingat anakku, pusaka ini jika kamu gunakan di daratan hanya bisa bertahan selama 3 jam. Namun jika digunakan di dalam air, kamu bisa menggunakan nya terus menerus. Dan ingat, kamu sedah tidak bisa lagi merubah kakimu menjadi ekor kembali. Jadi mulailah belajar beradaptasi dengan nya, termasuk menyiapkan busana yang akan kamu kenakan. Karena sejak lahir kamu menggunakan badan dan ekor ularmu untuk hidup dan beraktifitas. " jelas Prabu Korywa kepada anak perempuannya itu.

" Sekarang kemarilah. Aku pasangkan cunduk sakti ini di sanggulmu supaya kamu paham seperti apa perubahan yang akan kamu alami. "

" Dayang, segera siapkan kain dan busana seadanya untuk menutup tubuh Dewi Ulupi. "

Dan setelah sebuah kain di pasang dan diikat pada perut Dewi Ulupi, sang ayah segera mengambil sebuah cunduk yang ada di meja batu di sebelah singgasananya dan meletakkan nya pada sanggul di rambut Ulupi.

Wuuuush..

Tiba tiba asap tipis berwarna hijau menutupi tubuh Ulupi, dan terdengar jeritan dari Dewi Ulupi saat ekor panjang yang tadi bergelung rapi di lantai, berubah menjadi sepasang kaki dengan motif ular yang sangat tipis.

Prabu Korywa hanya bisa memandang perubahan tsb dengan hati nelangsa. Pengorbanan besar yang putrinya lakukan untuk meraih cinta pada sang Pengeran membuatnya harus melakukan apapun supaya keadaan nya sepadan dengan yang nanti diperoleh Ulupi.

Setelah rasa sakit yang menderanya hilang, Ulupi membuka mata dan terbelalak kagum pada sepasang kaki barunya. Digerak gerakannya jari jari dan tungkainya dengan keras seperti dia menggerakkan ekornya.

" Bukan begitu cara manusia menggerakkan kakinya. Lakukan dengan lembut, berbeda jika kamu menggunakan ekor ularmu, Nduk. "

kata Sang Ayah dengan mata sendu.

" Iya Romo, ananda terlalu bersemangat sehingga lupa kekuatan kaki dan ekor ular sangat berbeda . "

" Coba berdirilah ! "

Ulupi merangkak sebelum ahkirnya mampu berdiri namun karena belum seimbang, dia terjatuh kembali di lantai istana.

" Untuk bergerak lebih mudah menggunakan ekorku yang lama, Romo ", kata Ulupi bersungut sungut karena merasa aneh dengan bagian tubuhnya yang baru ini.

" Hahahaha. Itulah hukuman dan kesulitan yang akan kamu hadapi karena tidak bersyukur pada tubuh fisik yang sudah diberikan oleh Sang Hyang Widhi. "

Kata Prabu Korywa sambil meninggalkan anaknya dengan tersenyum.

" Kamu belajarlah dengan para dayangmu untuk mulai berjalan dan berenang. Romo masih ada urusan akibat keruwetanmu ini. "

Ulupi dengan wajah masam melihat kepergian ayahnya. Namun manakala melihat kembali sepasang kaki indahnya, muncul semangat baru untuk bisa menaklukkan kaki itu demi pangeran pujaan nya.

1
Joice Sandri
kisah yg bagus. bhs juga good...
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🦀
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🐙
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😁
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss u
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😋
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🥲
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😡
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🦑
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🦭
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😋
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss😁
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssss🐬
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssss
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssssd
Ratmoko Ari
Josssssssssssssssssssssss
del
novel ini tidak dilanjut lagi?
RR Wulandari
dear giselle... where r u.. huhu merindukan sosoknya yg rame.. semoga sehat dan baik² saja ya ❤
del
suka ceritanya Thor.. tapi aku bener2 gak suka sama Arjuna. maaf referensiku adalah Arjuna di wayang golek yang sudah terpatri di memoriku sejak kecil. tukang kawin emosian gampang terhasut. jadi sulit membayangkan Arjuna sebagai seseorang yang mencintai Drupadi. tapi suerrr aku akan kesampingkan ketidaksukaanku pada Arjuna demi cerita ini Author...
Ai Emy Ningrum
get well soon giselle drupadi 🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!