NovelToon NovelToon
CINTA STRATA 1

CINTA STRATA 1

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:260.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Indri Hapsari

Kuliah? Haruskah aku menjadi cepat dewasa, menemukan pasangan lalu menikah? Tunggu, aku harus meraih gelar sarjanaku lebih dulu. Tapi, bagaimana kalau bisa meraih keduanya?
Oh, Tidak ...! Ini benar-benar membingungkan.

Ini kisah Adinda Dewi Anjani, gadis desa yang terpaksa merantau ke kota untuk kuliah, demi menghindari perjodohan dengan anak kepala desa yang ketampanannya telah menjadi sorotan berita.

Lika-liku kisah Anjani mengejar gelar sarjana, tak luput dari godaan cinta masa kuliah. Apalagi, tren slogan "Yang Tampan Jangan Sampai Dilewatkan" di antara geng kampusnya, membuat Anjani tak luput dari sorotan kisah cinta. Lalu, akankah Anjani lebih memilih cinta sesama daripada gelar yang pernah dimimpikan olehnya? Atau justru pembelajaran selama masa kuliah membuatnya sadar dan memilih hijrah? Yuk, kepo-in ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indri Hapsari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CS1 Tutor Terakhir Bersama Mario

Minggu pagi yang cerah. Nuansa taman kota saat itu dapat dinikmati oleh setiap pasang mata. Muda-mudi tampak riang lantaran disuguhkan keindahan tatanan aneka macam tanaman. Keriangan yang tergambar hanyalah sebagian besar. Ada pula potret kesedihan sepasang kekasih yang terjebak salah paham, hingga keduanya tak lagi sungkan dilihat orang sekitar. Namun, sekali saja terlontar permintaan maaf, keduanya langsung berbaikan dan begitu cepat larut dalam rasa kasmaran. Ya, cinta tidak buta. Cinta hanya melihat dengan caranya.

Gazebo taman kota menjadi pilihan tempat tutor, dan itu atas permintaan Mario. Sebenarnya masih ada dua gazebo lainnya di tempat itu. Akan tetapi, gazebo-gazebo itu terlihat kosong karena pengunjung taman kota lebih suka duduk santai di bangku-bangku panjang yang menghadap langsung ke arah deretan tanaman.

Anjani hadir dalam tutor terakhirnya setelah beberapa kali melewatkan. Kehadiran Anjani bukan atas bujukan Meli, tapi semua itu murni karena keinginan hatinya. Lagipula, semangat Anjani kembali membara begitu mengingat tantangan yang telah disepakati dengan Berlian. Ujian akhir semester tinggal hitungan hari, dan Anjani siap beraksi.

"Anjani, bisa kau sebutkan warna lipstik di bibirmu?" tanya Mario begitu dia hendak memulai tutor.

"Plum. Benar begitu kan, Mel?" tanya Anjani memastikan pada Meli bahwa warna lipstik yang disebutkan benar.

"Tepat sekali. Plum memberi kesan anggun dan sedikit sexy!" tegas Meli dengan percaya diri, bahkan dia sempat mengedipkan matanya.

Tangan Mario bersedekap, matanya terpejam, kemudian terdengar hembusan nafas panjang. Untuk beberapa detik Mario tetap bertahan dengan sikap yang demikian.

Tingkah tidak biasa yang baru ditemui pada diri Mario itu sukses membuat Anjani dan Meli bertanya-tanya.

"Ada apa, Mario?" tanya Anjani setelah Meli menyuruhnya untuk bertanya.

"Bisa sedikit kau redupkan warnanya? Itu sedikit mengganggu konsentrasiku," ujar Mario pada akhirnya. Dia sempat menahan diri untuk tidak mengatakan, tapi tidak bisa.

Hanya Meli yang tertawa atas permintaan Mario. Meli tertawa hingga keluar air mata. Tidak demikian yang terjadi pada Anjani. Dia tidak tertawa seperti Meli, justru dia memandang heran ke arah Mario.

"Emang gini warnanya, Mario. Nggak bisa diredupkan lagi." Anjani menegaskan.

"Hapus atau tidak kumulai tutornya!" suruh Mario.

"Tidak mau!" tolak Anjani.

"Hapus sekarang!" pinta Mario.

"Aku tambahin polesannya, nih!" tantang Anjani sambil bergerak cepat mengeluarkan lipstik pemberian Meli dari tasnya.

"Hapus!" paksa Mario untuk kesekian kali.

"Satu polesan. Mau dua lagi?" Anjani tidak main-main dengan kata-katanya. Dia menebalkan lipstik di bibirnya.

"Baik, lupakan! Kita mulai tutornya sekarang!" ujar Mario.

Mario mengalah dan membiarkan Anjani merasa bangga pada dirinya. Dan ... kegiatan tutor pagi itu pun dimulai.

***

Dua jam kemudian tutor berakhir. Meli bersorak senang. Bukan karena itu adalah tutor terakhir, Meli senang karena dia berhasil menjadi pengumpul mawar putih terbanyak selama tutor dengan Mario. Wajar saja Meli menjadi pemenangnya, karena Anjani memang tidak mengikuti tutor beberapa kali.

"Kak Mario nggak lupa sama janji di awal tutor kan?" tanya Meli dengan wajah ceria.

"Tentu saja aku ingat," kata Mario.

"Yei ... kalau begitu hadiahku adalah satu pertanyaan tentang kehidupan pribadi Kak Mario. Benar begitu?" tanya Meli sekali lagi ingin memastikan.

"Sebutkan saja pertanyaanmu. Akan aku jawab," ujar Mario mempersilakan.

Anjani terus memerhatikan Meli yang semakin kegirangan. Dia bahkan berinisiatif untuk merekam tingkah Meli yang bersiap memberi pertanyaan pada Mario. Smartphone Anjani siap dalam mode rekaman video, dan Meli telah siap dengan satu pertanyaannya tentang kehidupan pribadi Mario.

"Kak Mario, jawab pertanyaanku dengan sejujur-jujurnya. Apa Kak Mario nggak punya niatan buat cari pacar?" tanya Meli tanpa sungkan.

Smartphone Anjani sedikit goyah karena kaget mendengar pertanyaan Meli untuk Mario. Tidak disangka, dari sekian banyak pertanyaan justru itulah pertanyaan yang dipilih Meli. Sebenarnya mendengar itu membuat Anjani memasang sikap memerhatikan dengan seksama, karena sejujurnya dia juga penasaran dengan jawaban Mario.

"Kak Mario, ayo jawab! Kok diem aja, sih!" desak Meli.

"Aku sudah dijodohkan," kata Mario singkat.

Deg!

Smartphone Anjani tak lagi goyah. Smartphone itu terlepas dari genggaman Anjani dan meluncur bebas ke lantai keramik gazebo.

Klotak!

Anjani kaget melihat smartphone miliknya terjatuh. Mario seketika melihat ke arah Anjani yang sedikit panik. Meli lebih heboh lagi, dia berteriak dan langsung mengambil smartphone milik Anjani. Lega, smartphone itu baik-baik saja.

"Ah, Anjani ngagetin aja, sih!" protes Meli.

"Anjani, kau baik-baik saja?" tanya Mario ingin tahu karena dia mencium gelagat tak biasa.

"Baik-baik saja, kok. Smartphone-ku baik-baik saja," jawab Anjani.

Smartphone Anjani memang baik-baik saja. Akan tetapi, Anjani merasa ada sebuah rasa tak nyaman yang tiba-tiba muncul begitu saja.

U**h, rasa apa'an sih ini? Batin Anjani. Dia seolah menolak merasakan gejolak yang terasa saat mendengar penuturan Mario tadi.

"Eh, Kak Mario lanjutin, dong! Wanita mana yang beruntung bisa dijodohkan dengan lelaki setampan Kak Mario?" tanya Meli blak-blakan.

"Itu terhitung lebih dari satu pertanyaan," protes Mario. Dia mengingatkan kembali tentang kesepakatan sebelumnya. Hanya ada satu pertanyaan saja.

"Yah, nggak seru, deh! Ini malah bikin tambah kepo." Meli sedikit kecewa karena tidak berhasil mengetahui fakta lainnya.

"Mario, maaf. Aku lupa kalau sebentar lagi ada tempat yang harus dikunjungi bareng Meli. Jadi, kita pamit duluan. Terima kasih atas segala ilmu yang telah kau bagi. Dan ... terima kasih juga kau telah menggratiskan tutor ini. Tapi tetap saja, kue ini harus kamu terima. Sesuai kesepakatan." Anjani mengungkapkan rasa terima kasihnya.

"Baik. Sukses untuk ujian kalian. Aku permisi dulu. Da!" pamit Mario.

Langkah Mario semakin menjauh. Entah kenapa Anjani merasa masih terngiang dengan pernyataan Mario.

*Aku sudah dijodohkan.

Aku sudah dijodohkan, Anjani.

Anjani .... Aku sudah dijodohkan*.

"Nggak!" kata Anjani tiba-tiba. Pikirannya seolah dihantui dengan dengung pernyataan Mario.

"Woi, Anjani. Ada apa?" tanya Meli penasaran dengan perubahan ekspresi Anjani.

"Em, nggak apa-apa. Ayo, pulang!" ajak Anjani sambil mengemas buku-bukunya.

Begitu selesai mengemas semua barang-barangnya, terjadilah suatu hal yang tak pernah diduga baik oleh Anjani ataupun Meli. Sosok Berlian adalah yang dilihat pertama kali saat baru melangkah hendak meninggalkan gazebo. Seperti biasa, Berlian tampil bersedekap tanpa mengubah mode sombongnya.

"Aku sudah tau semua. Kalian sering tutor dengan Kak Mario. Usaha kalian patut dihargai. Terutama kau, Anjani!" tuding Berlian tetap dengan mode sombongnya.

"Hei, ada apa denganku?" tanya Anjani sambil mengangkat bahu.

"Lipstik warna plum. Wow, mantap sekali untuk menggoda. Kuakui usahamu luar biasa. Tapi ... percuma saja. Tanpa didukung penampilan sepertiku, usahamu sia-sia saja untuk mendapat gebetan. Percuma!" ejek Berlian merendahkan Anjani.

Meli seketika bereaksi hendak melawan Berlian, tapi gagal karena Anjani lebih dulu menarik lengannya untuk menghentikan. Rupanya tawa Berlian semakin pecah melihat aksi Meli yang digagalkan Anjani.

"Kita buktikan saja nanti siapa pemenangnya. Bye, duo cupu yang nggak modis. Tuan putri pamit dulu, ya. Da ...."

Anjani dan Meli masih memerhatikan kepergian Berlian hingga benar-benar menghilang dari pandangan. Setelah Berlian benar-benar pergi, Meli mengajukan protesnya karena telah dilarang untuk melawan Berlian.

"Jangan terlalu diambil hati, Mel. Aku yakin ada yang mendasari sikap Berlian hingga seperti itu. Kita hanya belum beruntung saja untuk mengetahui alasan itu dengan segera." Anjani berusaha berpikir logis.

"Kau benar. Ah, tapi tetep aja bikin dongkol!" ujar Meli kesal.

"Sudah, Mel. Kita makan bakso aja dulu, yuk! Aku yang traktir, deh!" ajak Anjani.

"Nah, itu baru Anjani sahabatku."

***

Teropong binocular tak lagi digunakan. Aksi mata-mata berlanjut menjadi aksi menguping perdebatan. Di balik gerobak es cendol, Juno dan Ken bersembunyi sambil mendengarkan obrolan. Dia menandai obrolan Anjani dengan Berlian.

"Jun, ayo pulang! Kita kan cuma mau mata-matain Mario. Kenapa sekarang malah jadi tukang nguping!" bisik Ken pada Juno.

Juno tidak langsung menjawab. Dia mencari celah untuk bergerak menghindar ke tempat lebih aman.

"Nah, mereka udah pergi. Mas Ken denger juga, kan?" tanya Juno memastikan.

"Bagian mana? Rencana perjodohan Mario? Ah, kalau itu sumpah aku baru denger barusan pas kita nguping." Ken menjelaskan. Dia memang tidak tahu fakta tentang perjodohan Mario.

"Bukan itu, Mas Ken. Yang itu bisa kita kepoin ke Mas Mario ntar. Itu tuh, yang kata Berlian soal gebetan. Denger nggak tadi?" tanya Juno sekali lagi untuk memastikan bahwa dia tidak salah dengar.

Ken sebenarnya ingat, tapi dia enggan untuk membahasnya. Jadi, hanya sebuah anggukan saja yang Ken lakukan demi menjawab pertanyaan Juno. Namun, Ken merasa tidak puas. Akhirnya, dia bertanya juga kepada Juno.

"Kenapa? Mau jadi gebetannya Berlian, ya. Ngaku!" goda Ken.

"Ah, Mas Ken nggak peka-peka. Maksudku itu aku mau bantuin Anjani. Aku bersedia jadi pacar pura-pura agar Anjani bisa menang."

"What?"

"Sst, nggak perlu dikomentari sekarang, Mas Ken. Ayo, kita pulang aja dulu!" ajak Juno sambil menarik lengan Ken untuk segera mengikuti langkahnya.

***

1
Phi Pesek
👍
Surya Hermawan
alenna pacar maro ???
Surya Hermawan
Luar biasa
Indri Hapsari
Yuk follow FB dan IG author 😉
FB : Bintang Aeri
IG : bintang_aeri

Dukung karya author di sana ya 💙
Sandisalbiah
tp aku agak gak suka dgn sifat anjani yg sekarang mudah baperan trus terkesan ngarep banget ama mario.. keknya lebih suka sikap anjani di awal² cerita sih.. tenang-cuek
Indri Hapsari: terima kasih sudah membaca karya pertama saya kak ☺ yuk coba baca yang judulnya PANTAS, semoga suka sama kisah Intan-Devano.. masih 50 bab 😉
total 1 replies
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
like
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
aku mampir kk
tsaqila
Bagus kak cerita nyaa...

Eh, aku juga punya cerita nih guys.

Nggak usah penasaran ya, karena bikin nagih cerita nya🥺
Fitri Marina Sari
Mario..kamu itu penuh dgn mysteri
Fitri Marina Sari
Alhamdulillaahh...q ikutan lega sama seperti anjani
Fitri Marina Sari
Author hebat bgt membolak balikan hatiku.jadi deg2an baca novelnya.lanjuuuttttt
Indri Hapsari: dreg-deg-deg 😳 baca terus sampai di season 2 nya yang lebih greget lagi.. Season 2 kutaruh di judul 'Takdirku Bersamamu'. Enjoy reading kak 😊
total 1 replies
Fitri Marina Sari
sakit tp tdk berdarah
Indri Hapsari: cekit-cekit rasanya di dada 😳
total 1 replies
Ishiba Aoi
semangat thor!
Radin Zakiyah Musbich
aq hadir kembali 🌸🌸🌸

jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🔥🔥🔥

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos 🌸🌸🌸

tinggalkan like and comment ya 🙏🙏
Wichan606
semangat up author.


salam dari Junio Sandreas, jangan lupa mampir ya
Indri Hapsari: lanjut di novel sebelah kak 😁
total 1 replies
Nana chan
Nilaaa🍒
semangat kak
Indri Hapsari: lanjut di novel sebelah kak nila 😉
total 1 replies
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂
10 like kembali mendarat, semangat terus ya kak!

salam hangat juga dari "Aster Veren". 😊
V᭄ᭃ͢dєͮvͥiͤl₲₲»̶̳͓✧ᴾᴳ ⃫⃟ ⃟⅌
keren🙃
Indri Hapsari: makasih kak vie
lanjut di novel sebelah kak
total 1 replies
Anyle Tiwa
selalu keren
Indri Hapsari: makasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!