NovelToon NovelToon
MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / CEO / Wanita Karir / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:921.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fayna Rahma

Zantica Rahma gadis mandiri Pekerja keras bekerja sebagai salah satu staf di KBRI Korsel yang dipertemukan oleh takdir dengan Dennison Allarick Lee seorang CEO sekaligus aktris yang terkenal Arogan dan kejam

Mampukah Allard menolak pesona gadis kecil berhijab yang menjadi istrinya, disaat dia tak pernah kekurangan wanita dan selalu dikelilingi wanita cantik selama hidupnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fayna Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Posesifnya Allard

Tica menuruni anak tangga meskipun sedikit deg-degan tetapi dia tetap memantapkan niat awalnya untuk tetap bersikap biasa. Dia tidak ingin terus menerus ditindas, setidaknya sampai dia masih berstatus istri Allard, karena baginya harga dirinya dipertaruhkan saat ini.

Setelah memastikan Allard tidur lagi, Tica segera bergegas turun ke pantry, pagi ini dia berniat membuat Omurice, sebenarnya sama dengan nasi goreng hanya ditambahkan telur dadar yang masih belum matang sempurna diatasnya.

Tica dengan cekatan membuat sarapan paginya, dan dia juga hanya membuat dua porsi untuknya dan Allard saja. Untuk teman-teman Allard termasuk Chintya yang menginap sudah disiapkan oleh Mila dan koki di mansion Allard.

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi, Tica menyelesaikan membuat kopi hitam untuk Allard dan white coffe untuknya sendiri, setelah ini dia berniat membangunkan Allard, tetapi sahabat-sahabat Allard terlihat lebih dulu menduduki meja makan, dan menu sarapan pagi segera di sajikan oleh Mila, ada beberapa sandwich dan roti yang sudah dipanggang beserta macam-macam selai dan buah segar.

Tica hanya tersenyum dan mengangguk sesaat, dia menyelesaikan membuat kopi, saat sedang mengaduk kopi, Chintya datang bersamaan dengan Allard yang ternyata sudah bangun terlebih dahulu sebelum dibangunkan oleh istrinya.

"sayang, kenapa semalam tak menemaniku?".

Sambil berkata dengan nada yang dibuat mendayu-dayu Chintya menyongsong Allard dan segera ingin memberikan kecupan di pipi Allard, tetapi dengan cepat dia menepis dan menghindari Chintya.

"jaga batasan mu Chintya, mulai sekarang jangan lagi bersikap murahan, karena aku sudah memiliki istri".

Seketika itu juga semua orang yang ada dilantai satu terkejut termasuk Chintya yang terlihat bengong dengan mata yang berkaca-kaca,

"apa maksud mu Allard, kenapa kau bersikap seperti itu, apa sekarang kau bosan dengan ku?"

"kalau kau masih ingin tetap bisa breakfast disini pagi ini, ikuti aturan yang ku buat".

Allard berbicara dengan nada dinginnya, Chintya yang tadinya terlihat begitu percaya diri terlihat takut dan tertekan setelah Allard memberinya peringatan padanya, dan dia hanya bisa mengikuti apa yang diucapkan Allard, meskipun di dalam hatinya sangatlah jengkel.

Pada saat yang bersamaan Hafidz datang dan langsung mencari Tica, dia sengaja menunggu weekend untuk bisa bertemu Tica sekali lagi sebelum dia pulang ke Indonesia.

"Assalamualaikum dek,"

Sontak semua orang melihat ke arah Hafidz, dia terlihat sudah memakai long kardigan dan tas punggungnya. Merasa ada yang mengucapkan salam, Tica menoleh dan segera meletakkan sendok yang digunakan untuk mengaduk kopinya.

"Waalaikumsalam kak, ada apa pagi-pagi sudah kesini".

Tica menghampiri Hafid dengan senyumannya. Semua itu tak luput dari pengamatan Allard yang langsung mengepalkan tangannya.

"kenapa nomor mu sama sekali tidak bisa dihubungi?"

Tica yang terkejut dengan pertanyaan Hafid pun hanya bisa mengerjapkan matanya beberapa kali sambil mencari Alasan, perasaan nomer HP nya aktif, tapi kenapa Hafidz tidak bisa menghubunginya. Dia melirik sekilas kearah Allard sebelum menjawab pertanyaan Hafidz.

"ah ya kak, beberapa hari ini aku ke Korut dan no HP ku memang jarang sekali aktif, duduklah aku siapkan sarapan"

"tidak usah, kakak sudah sarapan tadi di hotel. kakak kesini hanya untuk melihat dan meyakinkan mu sekali lagi, apa kau tidak mau ikut bersama kakak pulang ke Indonesia".

Tica tersenyum menanggapi perkataan Hafidz.

"tidak kak, aku akan tetap disini, sampai kontrak kerja ku selesai".

"Ica tak akan pergi kemana pun, Untuk apa kau kesini lagi, dia istriku, maka dia akan ada dimana pun aku berada"

Allard memotong pembicaraan kedua orang itu dengan nada naik dua oktaf dan dengan tatapan tajamnya pada Hafidz. Dia tidak suka Hafidz datang lagi ke mansion untuk menemui istrinya.

"aku bertanya pada Tica, bukan kamu, untuk apa dia berada disini jika kau masih terus memperlakukan Tica seperti itu".

"apa perduli mu, urus saja istri mu sendiri, tak perlu mengurusi istri ku".

Allard yang terlihat marah berjalan mendekati Tica dan segera mengulurkan tangannya dan menarik pinggang Tica dengan posesif. Allard tak ingin Ica berubah pikiran dan meninggalkannya. Ntah kenapa tiba-tiba Allard takut kehilangan istri kecilnya itu.

"baiklah jika itu memang mau mu dek, tapi ingatlah aku tetap ada kapan pun kau membutuhkan kakak".

Hafidz berkata demikian sembari menatap sinis pada Allard yang masih saja memeluk pinggang Tica, sementara Tica sengaja membiarkan Allard melakukan itu, dia juga enggan dengan tingkah Hafidz kali ini, meskipun dulu dia menantikan saat-saat Hafidz menginginkan dia untuk tetap berada disisinya.

Tapi sekarang semuanya sudah terlambat, Tica tak lagi merasa senang saat Hafidz memintanya untuk ikut dengannya. Tica yang tidak ingin ada perdebatan lagi memilih untuk diam.

"baiklah kak, duduklah dulu ku buatkan minuman".

Ujar Tica untuk segedar berbasa-basi, dihadapan Hafidz.

"tidak usah, aku akan segera pulang sekarang juga, jaga diri mu baik-baik dek,

Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam kak hati-hati dijalan".

Tica segera melepaskan tangan Allard dan menyusul Hafidz mengantarkan tamunya itu pergi sampai ke pintu depan, tetapi Allard tidak mau melepaskan Tica, alhasil mereka berdua mengantarkan Hafidz sampai ke pintu depan.

Setelah melambaikan tangannya dan taxi yang dinaiki Hafidz tak lagi terlihat keduanya segera masuk untuk sarapan.

"lepaskan tangan mu Allard, sudah tidak usah bersandiwara lagi".

Allard menulikan telinganya dan tetap memeluk pinggang Tica sembari menggiringnya duduk dimeja makan, Tica hanya bisa pasrah dengan perlakuan Allard kali ini, menolak pun percuma, dia tidak ingin bertengkar disaksikan semua orang yang ada.

Tica melirik sekilas ke arah Chintya yang terlihat sudah sangat marah dengan muka memerah, ntah kenapa Tica merasa sedikit senang dan merasa menang kali ini, dia melenggang dengan percaya diri dihadapan Chintya yang tak melepaskan pandangannya dari kedua sejoli itu.

Sementara keempat sahabat Allard dibuat takjub dengan kelakuan Allard kali ini yang sangat diluar dugaan. Dan mereka hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat pemandangan manis itu.

"duduklah"

"mila tolong bawakan makanan yang sudah dipersiapkan istri ku dan juga kopi tentunya".

"baik tuan"

Mila segera menyiapkan omurice buatan Tica dan kopi yang juga sudah diseduh oleh sang Nyonya.

Allard mulai menyuapkan omurice kedalam mulutnya, dan dia berhenti mengunyah sebentar, kemudian menyendok lagi dengan porsi lebih besar.

"masakan mu memang tidak pernah gagal Ica".

Tica yang terkejut dengan dengan ucapan Allard hanya tersenyum, dia senang apa yang dibuatnya selalu dihabiskan oleh Allard. Dan itu membuat hatinya berbunga-bunga.

"habiskanlah jika kau menyukainya Allard".

Allard hanya mengangguk antusias dan semua itu tak luput dari tatapan semua orang yang ada di sana, tak terkecuali Chintya yang mengepalkan tangannya melihat interaksi Allard dan Tica yang membuatnya muak.

Setelah sarapan selesai Allard mengenalkan semua sahabat-sahabatnya beserta pasangannya masing-masing pada Tica, setelah beberapa kali bertemu dengan kondisi yang tidak mengenakkan, Tica menyambutnya dengan ramah dan cepat berbaur dengan sahabat Allard, sementara Chintya yang merasa tersisih memilih langsung pergi meninggalkan mansion Allard dengan perasaan marah yang begitu besar.

...........

Hay Readers ku sayang.....

maaf ya agak sorean Upnya

yang penting tiap hari tetep Up kok jangan lupa kasih vote, like n coment..

makasihhh ☺☺☺😘😘😘😘

1
Majotiku
Luar biasa
Jarmini Wijayanti
kok end sih thor
Jarmini Wijayanti
yang hot dong thor🙏
Jarmini Wijayanti
tegang banget
Jarmini Wijayanti
lanjut 👍👍👍👍
fahmi
😘😘😘😘😘😘😘
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Agustina Kusuma Dewi
menunggu generasi gen mafia all n max..
Agustina Kusuma Dewi
hmmm..lanjt s2 deh
Agustina Kusuma Dewi
mau..
lanjut seru ketemu
Agustina Kusuma Dewi
be calm
Agustina Kusuma Dewi
yg makin cinta
minim iklan
ditonton ya gaess
buat kk othor nya
ben always semangat
bikin halau pr mak rempyong
Agustina Kusuma Dewi
la lupa apa, kan dijahit ulang
jd kyk baru kembali
sakit bercak darah spt pertama
Agustina Kusuma Dewi
warna pelangi di kamar
Agustina Kusuma Dewi
umbah umbah gaesss
di kucek ambek klerek yo
Agustina Kusuma Dewi
appertizer
Agustina Kusuma Dewi
tidak bosan
Agustina Kusuma Dewi
iklan
iklan
buat singa kecil
Agustina Kusuma Dewi
hecker gaesss
Agustina Kusuma Dewi
nah gt
buat pengumuman selukuh dunia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!