NovelToon NovelToon
Tawaran Sang Raja Mafia

Tawaran Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Action
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Andri Komara

Dia datang bukan untuk merebut kembali masa lalunya.
Dia datang untuk menghancurkan mereka yang mencurinya.

Tujuh tahun lalu, ia kehilangan segalanya dalam satu malam. Nama baiknya dihancurkan, keluarganya meninggalkannya, wanita yang dicintainya bersaksi melawannya, dan dunia percaya ia telah mati.

Namun, kematian itu hanyalah awal.

Kini ia kembali dengan identitas baru—lebih kaya, lebih dingin, dan jauh lebih berbahaya. Di balik senyum tenangnya, tersimpan rencana yang telah disusun selama tujuh tahun. Satu per satu orang yang pernah mengkhianatinya akan membayar harga yang tak pernah mereka bayangkan.

Tetapi semakin dekat pada balas dendam, semakin banyak rahasia yang terbongkar.

Bagaimana jika orang yang selama ini ia benci hanyalah pion?

Bagaimana jika dalang sebenarnya masih hidup... dan telah mengawasi setiap langkahnya sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Komara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

# Bab 28 : Nama Baru dalam Teka-Teki

Tiga hari setelah nama Prasetyo Handoko muncul di dokumen pembelian paten, Bara masih terus ngoprek, nyari jejak digital orang itu, tapi hasilnya, makin dia cari, makin bikin dia bingung.

"Bang," Bara manggil, suatu sore, wajahnya keliatan penuh tanda tanya, "saya nemuin sesuatu yang aneh banget."

Rendra deket ke mejanya, "aneh gimana?"

"Prasetyo Handoko, lahir tahun enam puluh tiga, sesuai catetan kependudukan lama. Tapi coba liat ini," Bara nunjuk ke layar, "dia tercatat meninggal tahun dua ribu tiga. Tiga tahun setelah dia nandatangan dokumen pembelian paten Ariel Wijaya."

Rendra ngeliatin layar itu, dahinya berkerut, "meninggal karena apa?"

"Nggak jelas, Bang. Catetannya cuma bilang 'meninggal dunia', nggak ada detail sebab kematiannya, nggak ada berita yang ngeliput, seolah olah orang ini emang sengaja dibikin 'menghilang' dari catatan resmi setelah tugasnya selesai."

Rendra duduk, mikir keras, "jadi, orang ini, entah beneran meninggal atau cuma dibikin keliatan meninggal di catetan resmi, dipake buat nandatangan dokumen dokumen penting, terus abis itu 'dihapus'?"

"Kemungkinan besar gitu, Bang. Ini pola yang sering dipake buat nutupin jejak, pake identitas orang yang udah nggak bisa dikonfirmasi lagi, atau bikin identitas yang sengaja 'dimatiin' di catetan biar nggak bisa dilacak lebih jauh."

Rendra ngerasa familier banget sama pola itu, soalnya dia sendiri, tujuh tahun lalu, juga "mati" di catetan resmi, meski alesannya beda, tapi caranya, cara dunia gelap ini kerja, ternyata emang sering make trik trik kayak gini.

"Tapi," Bara ngelanjutin, "meski orangnya 'meninggal' secara catetan, jejak keuangan yang berhubungan sama nama ini masih aktif. Saya nemuin beberapa perusahaan cangkang yang, kalo dilacak lapisan lapisannya, ujung ujungnya nyambung ke rekening rekening yang, entah gimana, masih aktif transaksi sampe sekarang, bertahun tahun setelah orangnya 'meninggal'."

Rendra ngerasa bulu kuduknya berdiri, "jadi ada yang masih make identitas ini, atau ada yang ngelanjutin kerjaannya dengan struktur keuangan yang sama?"

"Bisa jadi dua duanya, Bang. Tapi yang jelas, siapapun yang di balik ini, dia jauh lebih rapi dan lebih terorganisir dari Wisnu Hartono. Wisnu itu, dari yang kita liat selama ini, lebih kayak orang yang 'dipake' atau 'dipaksa', bukan otak utama di balik semua ini."

Rendra berdiri, jalan mondar mandir di ruang kerjanya, pikirannya muter cepet banget, nyoba ngerangkai semua potongan potongan yang udah dia kumpulin selama ini. Wisnu, yang diem di depan wartawan, yang bisikin "aku sudah lakukan bagianku, jangan sentuh anak itu lagi" ke telefon malem itu, keliatan kayak orang yang lagi takut, bukan orang yang punya kendali penuh. Dan sekarang, ada bukti kuat, kalo di atas Wisnu, ada seseorang, atau sesuatu, yang jauh lebih besar, lebih terorganisir, yang udah beroperasi bahkan sebelum Rendra lahir.

"Ini bukan cuma soal Hartono Group," Rendra bisikin, lebih ke diri sendiri, "ada jaringan yang lebih gede di balik semua ini, Bara. Wisnu cuma satu bidak, mungkin bidak yang penting, tapi tetep cuma bidak."

"Terus gimana, Bang? Kita lanjut lacak jaringan perusahaan cangkang ini?"

"Lanjutin," Rendra bilang, tegas, "saya mau tau, siapa aja yang ada di balik lapisan lapisan perusahaan ini, dan yang paling penting, siapa yang masih ngendaliin arus duitnya sekarang."

Bara kerja lagi, berjam jam, ngelacak lapisan demi lapisan perusahaan cangkang itu, kayak ngupas bawang yang lapisannya nggak abis abis, dan tiap lapisan yang berhasil dia kupas, malah nemuin lapisan baru lagi di baliknya, sengaja dibikin rumit banget, jelas jelas kerjaan orang yang emang paham banget soal cara nyembunyiin duit dan identitas.

Jam dua pagi, Bara akhirnya teriak, "Bang! Ketemu!"

Rendra, yang tadinya udah setengah ketiduran di sofa deket situ, langsung bangun, "ketemu apa?"

"Salah satu perusahaan cangkang ini, PT Cakrawala Abadi Sentosa, ini yang paling dalem lapisannya, tapi begitu saya berhasil tembus, rekening operasionalnya ternyata terhubung langsung, transfer bolak balik rutin, sama sebuah rekening pribadi."

"Rekening siapa?"

Bara nunjuk layar itu, tangannya rada gemeteran, "rekening pribadi atas nama Raditya Nugroho."

Rendra ngeliatin nama itu, mikir keras, nyocokin sama ingetan ingetannya, dan tiba tiba dia inget, nama itu, jabatan itu, dan malem penangkapannya tujuh tahun lalu, malem di mana dia diborgol di depan wartawan yang udah siap sedia, malem di mana dia liat mobil hitam yang sama parkir di dua tempat berbeda.

"Komisaris Raditya," Rendra bisikin, matanya melotot, "polisi yang mimpin penangkapan saya."

"Bang, serius?" Bara kaget, "berarti dia..."

"Dia bagian dari jaringan ini," Rendra ngelanjutin, suaranya sekarang dingin banget, penuh kemarahan yang udah dia tahan bertahun tahun, "makanya penangkapan saya bisa sesiap itu, makanya media udah nunggu di depan hotel jam dua pagi, makanya semua bukti bukti bisa 'ditemukan' secepat itu buat nyudutin saya. Dia bagian dari rencana ini dari awal."

Rendra duduk lagi, kepalanya penuh sama kemarahan yang bercampur sama rasa lega yang aneh, lega soalnya akhirnya banyak hal yang selama ini nggak masuk akal, sekarang mulai kejelasin, tapi juga marah, marah banget, soalnya makin lama, makin jelas, betapa besar dan terorganisirnya konspirasi yang udah ngancurin hidupnya, konspirasi yang bahkan udah dimulai jauh sebelum dia lahir, dan bakal terus berlanjut kalo dia nggak berhasil bongkar semuanya sampe ke akar akarnya.

"Bara," Rendra bilang, suaranya sekarang penuh tekad, "kita harus lebih hati hati mulai sekarang. Kalo Komisaris Raditya bagian dari jaringan ini, dan jaringan ini punya kemampuan buat ngatur penangkapan serapi itu tujuh tahun lalu, mereka pasti masih punya mata mata di mana mana sampe sekarang."

"Siap, Bang. Saya bakal perketat lagi semua sistem keamanan kita."

Rendra ngangguk, tapi pikirannya udah melayang jauh, mikirin, siapa lagi yang mungkin, diem diem, jadi bagian dari jaringan yang selama ini dia anggep cuma "orang orang yang kebetulan terlibat" dalem tragedi hidupnya, dan berapa banyak lagi nama nama yang bakal muncul, satu satu, sebelum dia bener bener nemuin sosok di puncak piramida ini, sosok yang selama ini bersembunyi rapi di balik nama nama pinjaman, perusahaan cangkang, dan orang orang yang "dimatikan" di catetan resmi demi ngelindungin identitas aslinya.

1
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
lanjut kak... tetap semangat berkarya 💪🏻💪🏻🥰🥰🥰
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
iihhh aku gak mau nebak2 ah.. salah mulu giliran nebak nya🤭🤭🤭
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
wuiihh gak nyangka komisaris dong😱😱😱
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
mungkinkah dia juga sama seperti kamu sekarang.... 🤔🤔🤔wah plot twist banget kak....
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
wah itak udang nya masih ada toh... kirain si Wisnu ini otak udang nya... 🤔🤔
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
sok lah Rendra hancurkan semua yang telah merampas juga menghancurkan hidup kamu juga ayahmu 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
waahh ada udang dibalik bakwan tuh... enak... 🤭🤭
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️: wali tuh.. 🤭🤭
total 2 replies
Wawan
Salam kenal buat Damar 👍
alunanfiksimalam
sepertinya dia di jebak
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
kalau om Made tahu dia adalah anaknya Ariel,waah bakalan gimana dia senengnya ya🤭🤭🤭
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
ternyata masih banyak juga orang2 yang bener....
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
mata hati seorang ayah 😥😥😥😥
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
dan doa2 tersebut menjadi kenyataan..
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
berasa anak sendiri😥😥
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
apa mungkin Rendra sengaja mau nunjukin sedikit petunjuk buat om Made 🤔🤔👍🏼👍🏼👍🏼
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
waaaah om Made hebat. bisa nebak cuman dengan gaya bicara aja... se dekat itu kalian dulu sama Damar... semoga semua bisa cepat terungkap.. eh... jangan duku ketang . kalau terungkap ya ceritanya tamat dong🤭🤭🤭lanjut kak... tetap semangat💪🏻💪🏻👍🏼👍🏼
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
hati nurani mulai tergerak....
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
takdir memang gak pernah ada yang tahu kan....
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
insting pemburu berita🤭🤭
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
cakep..... lanjutkan 👍🏼👍🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!