Menikah dan memiliki keluarga yang hangat penuh kasih sayang, merupakan impian setiap wanita. Memiliki anak anak yang lucu, suami yang perhatian dan sangat mencintai keluarga nya.
Namun, semua itu tidak terjadi pada rumah tangga ku. Aku di nikahi oleh seseorang yang sama sekali tidak aku cintai.
Selama 2 tahun pernikahan kami dikarunia oleh seseorang putra. Kehidupan ku terasa semakin hampa, aku pernah berpikir, jika sudah memiliki anak, cinta itu akan muncul. namun tidak. Hidup ku tetap terasa hampa. Hingga Mantan pacar ku datang dan merubah segalanya.
Salah kah????
Salah kah?? aku tidak bisa memikirkan nya lagi. Aku takut, dan bahagia.
Baca cerita lengkap nya, jangan lupa like, komen dan favorit kan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anha Permana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Tin.... Tin... (Suara klakson motor Devi)
''Vio, tolong bukakan pagar, mbak mu pulang tuh.'' Teriak Amel dari dapur meminta Viona membukakan pagar dan pintu.
''Iya ma sebentar! "Jawab Viona sambil meletakkan ponselnya dan berjalan menuju keluar dari kamar nya.
Tin... Tin... Tin... Devi terus membunyikan klakson motor nya.
''Mbak ini gak sabaran banget sih, kan butuh berjalan juga untuk membuka kan pintu ny''Gerutu Viona sambil berjalan keluar.
"Mbak sabaran napa sih?"viona membukakan pagar rumah nya sambil ngedumel.
"Kamu nya aja yang lemot,gak bisa gerak cepat."Balas Devi ngomel balik.
"Aku tuh udah cepet kali mbak!"Kembali Viona ngomel.
Devi hanya mencibirkan bibir nya tipis itu mengejek adik nya.Sedangkan Viona hanya memanyunkan mulut nya dan kembali memasuki kamar nya.
Mereka memang sering perang mulut,tetapi dalam hal tertentu mereka bisa kompak.Misalnya masalah cowok tentu saja mereka saling curhat dan mereka tetap memberi saling memberi support.
Ceekllekkk...(suara gagang pintu dibuka)
"Mbaak apa gak bisa pake ketuk dulu kalau masuk kamar aku?"Kata Viona.
"Ih kayak tamu aja kamu,sok pake ketuk-ketuk pintu.Ini darurat tau!"Kata Devi memotong omelan Viona.
"Penting?"Viona mengernyitkan dahi nya.
"Mbak serius loh!"Kata Devi yang duduk di samping Viona.
"Oke,oke mbak! ada apa, ada apa?'' kata Viona sambil bercanda.
''Itu tentang cowok yang pernah mbak cerita.''kata Devi memberitahu permasalahan nya dengan Vicky.
''owh Mas Vicky maksud mbak? "Tebak Viona mengena.
''Yah, dia.! " jawab Devi singkat.
''Mbak suka dia? "Tuding Viona.
''Nah itu dia dek,kadang lihat dia cuek Dan sok cool,buat mbak ilfill banget ke dia.
Tapi....
''Tapi mbak suka dan jatuh cinta ke dia kan? " Tebak Tika dengan tangan nya bertepuk sekali dan menunjukkan jari tunjukkan nya kepada kakak nya tersebut.
''Hhhhmmmm'' kata Viona sambil mengangguk kan kepala nya..
''Mbak harus gimana dong? " tanya Devi dengan lugu.
''Mbak, harus ya aku yang ajari?"tanya Viona sambil tertawa karena merasa geli.
''Ya dek, mbak kan blom pernah.Apa salah nya kamu ngajarin mbak soal ini."kata Devi dengan memelas dan sedikit malu-malu.
Dan viona pun mulai mengatakan bagai mana harus bersikap dengan cowok yang berkarakter seperti itu.Viona mengatakan bahwa sebagai cewek kita harus memiliki ego yang tingggi juga,Jangan memperlihatkan kepada cowok tentang kelemahan kita.Dan bla...bla...bla....
Ternyata pengalaman Viona lebih banyak dan memiliki kedewasaan dalam berpikir,dibandingkan dengan mbak ya.
Memang,devi lebih manja di bandingkan Viona,dalam segi apa pun.
sejak kecil memang Viona lebih mandiri dibandingkan Devi,Karena itu lah cara berpikir nya pun lebih berwawasan dari Devi.
Bersamaan dengan itu Ryan pulang dari pekerjaan nya setelah 1 minggu.Setibanya di rumah ia langsung membersihkan diri nya ke kamar mandi.Dan Amel pun menyiapkan pakaian malam milik suaminya dan menyiapkan makan malam untuk Ryan.Setelah itu ia kembali masuk ke kamarnya dan melanjutkan kembali memainkan sosial media di ponselnya.
Dikamar mandi masih terdengar suara air yang mengalir dari shower.
"Sayang....tolong ambilkan handuk.Aku lupa membawa nya tadi."Terdengar teriakan dari dalam kamar mandi berteriak namun terdengar tidak begitu jelas karena suara air yang jatuh dari shower tersebut.
"Iya sebentar!"sahut Amel sambil berdiri meraih handuk yang tergantung di tempat nya.
Amel pun memberikannya,dengan mengulurkan tangan nya dari pintu kamar mandinya,Namun Ryan bukan nya mengambil handuk yang ada di tangan Amel,melainkan menarik tangan istri nya.Sehingga amel tertarik sampai ke bawah air shower tersebut dan Amel pun basah.
Sehingga membuat Amel jadi basah.Ryan bukannya merasa bersalah karena sudah membuat istri nya bersalah,malah ia tersenyum puas.Ryan mendekati Amel dan merangkul istrinya.Mereka pun saling bertatapan mata.
"Mas apa-apan sih.Kan aku jadi basah." Kata Amel kesal.
"Sudah lama aku merindukan hal seperti ini.Maaf kalau kamu jadi basah.Tapi aku memang sangat ingin basah-basahan bareng kamu!"Kata Ryan yang mencoba menggoda istri nya.
"Mas,nanti anak-anak...."Kata Amel yang langsung di hentikan oleh Ryan dengan bibir Ryan yang mendadak mendarat kan ciuman yang begitu lama.
Amel sempat mendorong Ryan,bermaksud ingin menolak perlakuan hangat dari Ryan itu.Tapi Ryan semakin mempererat rangkulan nya di pinggang Amel.Sehinga Amel tidak dapat menolak setiap serangan yang membuat Amel mulai terpancing hasrat nya.
Selang beberapa detik,Amel yang mulai ambil kendali.Karena Amel termasuk tipe perempuan yang memiliki hasrat sangat kuat jika sudah terpancing.
Ryan yang mulai perlahan memainkan tangan nya,yang berawal dari leher jenjang istri ya itu kini singgah di bukit pesona yang tak pernah ia sesali bila telah mampir di sana.Amel semakin panas dan terbakar menikmati setiap permainan suaminya itu.Namun Amel heran,sejak kapan suami nya ini begitu piawai dalam membuat Amel melambung dan melayang.Tapi Amel tak begitu mementingkan hal itu.Yang amel tau saat ini ia hanya mengikuti irama yang telah di mainkan suami nya itu.
Dibawah pancuran air dari shower itu membuat permainan mereka semakin panas.Sudah seperti film-film india.
Amel pun tak mau kalah.Ia pun mulai memainkan aksi nya.Tangan nya yang sangat lihai mempermainkan milik suami nya itu membuat Ryan tak henti-hentinya memuji ke piawaian istri nya itu.
"Sayang,aku...."busik Ryan yang ingin segera menyelesaikan ritual tersebut dengan beberapa hentakan saja dan hanya terdengar hempasan nafas dari keduanya.
Setelah selesai,Amel buru-buru mandi junub dan saat Amel akan keluar dari kamar mandi nya,tiba-tiba Ryan menarik tangannya dan berbisik.
"Sayang kamu ternyata masih tetap hot ya,walaupun sekarang anak-anak kita sudah dewasa."bisik Ryan.
"Walaupun aku sudah tua,begitu maksud kamu?"kata Amel kesal.
"Bukan begitu sayang!" ~Ryan
"Udah ah,sekarang buruan mandi trus makan malam.Udah dari tadi aku siapin.Ntar keburu dingin."~Amel
Ryan tak menjawab apapun lagi,ia hanya menuruti kata-kata istri nya dan bersiap-siap menuju meja makan.Dan menikmati masakan sang istri yang sudah seminggu tidak ia nikmati.
Kedua putri nya pun ikut menemani Ryan menyantap makan malam tersebut.
Dan seperti biasa,setiap jamuan makan malam itu mereka membicarakan banyak hal.Lebih lagi Devi yang selalu menceritakan perihal kejadian yang ia alami di kampus.Kecuali tentang Vicky.
...----------------...
Selamat membaca reader, jangan lupa like, dan vote ya.Terimakasih☺