Amelia, gadis usia tujuh belas (17) tahun, harus kehilangan keluarga termasuk keluarga ayahnya, sampai hari ke lima bencana, tidak ada kabar tentang keselamatan keluarganya. Akibat bencana Banjir tersebut Amel diadopsi keluarga alfard melalui bibi murni tetangga satu kampung, dengan keunikannya memiliki ciri khas berbaju sweater besar sebagai pelindung aset tersembunyi ditubuhnya.
Celvin, anak kedua Tuan Alfard, memiliki tubuh sixpack berwajah tampan dan mempunyai sifat yang humoris serta penyayang.
Hendry, anak pertama Tuan Alfard, seorang pengusaha sukses dari Perusahaan ayahnya, mempunyai sifat yang berbeda dengan Celvin, lebih suka mempermainkan hati perempuan.
*****Hai, hai, reader Noveltoon, ini karya aku yang pertama AMELIA nama pena 5.13.13.1 mohon dukungannya memberikan like n comen, Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan kata dan EYD, berikanlah kritikan yang membangun agar saya bisa menyelesaikan Novel pertama dengan baik*****
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 4.13.13.1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Menikah
''Tok, tok, tok,,,
Pintu kamar diketok Amel dari luar yang sedang membawa secangkir kopi panas pesanan Celvin,
''Kak Celvin,'' panggil Amel
''Masuk Mel, pintunya nggak dikunci,''
Amel membukakan pintu dan melangkah menuju Celvin
''Virga udah bobok?, nggak masalah kamu tinggalkan sendiri?,'' Celvin bertanya kepada Amel
''Udah sih, sebenarnya emang kuatir meninggalkan dia sendiri dikamar,'' jawab Amel
''Apa sebaiknya kita kekamar mu saja,'' ujar Celvin
''Apa kakak nggak masalah kita disana,'' ucap Amel
''Ya enggak lah, kakak maunya kita bicara disana, apakah akan menganggu Virga tidur?'' Ujar Celvin
''Apa kita harus teriakan disana?, Nggak kan!, supaya nggak terganggu, kita bisa ngomong di beranda saja,'' ujar Amel lagi.
Kemudian Amel dan Celvin menuju kekamar yang ditempati Amel dan Virga. Sebelum menuju beranda, Celvin mendekati Virga yang terlihat tampan dan manis,
''Tidur yang nyenyak Virga sayang, om akan selalu menyayangi mu,'' ujar Celvin dengan suara yang di kecilkan, namun masih terdengar di kuping Amel dan berlalu sambil tersenyum.
Amel berjalan langsung menuju beranda dan meletakkan kopi yang dibawa tadi, kemudian berdiri menikmati suasana malam dihiasi cahaya lampu gedung yang berada disekitar nya.
''Kenapa berdiri saja,
''Mengapa nggak duduk,'' ujar Celvin sambil memeluk Amel dari arah belakang
Semenjak Virga berada bersama Amel, sikap Amel berubah lebih perhatian, tidak marah saat disentuh oleh Celvin, dan perjanjian yang mereka buat batal seiring berjalannya waktu.
''Lagi ingin saja, kalau malam begini cahayanya terlihat indah di mata,'' jawab Amel,
''Hemmm,'' sahut Celvin yang masih betah memeluk erat tubuh Amel dan sedikit mendekat ke arah ceruk leher Amel, mencium aroma wangi tubuh Amel yang selalu dirindukan nya, walaupun diam satu apartemen namun hal seperti ini jarang mereka lakukan, disebabkan keadaan dan kesibukan masing-masing.
Termasuk Amel, sebagai perempuan dia akan bersikap pasif dan tidak akan memulai terlebih dahulu, kecuali ada pancingan dan sentuhan dari Celvin terlebih dahulu
''Mel,
''Apa,
''Bagaimana tanggapan mu tentang Virga kedepannya,'' ujar Celvin memulai pembicaraan
''Amel nggak ngerti apa maksud kakak,'' jawab Amel
''Arti virga buat kamu saat ini,'' ujar Celvin
''Maksud kak Celvin apasih, yang jelas dong, nggak usah berbelit-belit, Amel nggak tau apa sebenarnya yang Kak Celvin inginkan!,'' jawab Amel yang sedikit binggung maksud dan tujuan pembicaraan ini.
''Maksud kakak, Amel sayang sama Virga?, berarti kah Virga di hati Amel?, bagaimana seandainya Virga diambil keluarga nya atau Mami!,'' ujar Celvin ingin melihat reaksi dari Amel
''Kak,,,'' Amel melepaskan pelukan dan berbalik kearah Celvin dengan wajah yang serius
''Tiga bulan bukan hal mudah buat Amel, merawat Virga, menyusui, mengasuh dari pagi sampai malam kak, Virga memang tidak berada sembilan bulan diperut Amel, tapi didalam darah virga ada darah Amel juga, nggak mudah kak melepaskan kasih sayang yang sudah tumbuh di hati Amel, apalagi merelakan kehilangan virga, bagi Amel virga anak Amel kak, sampai detik ini dan selamanya dia anak ku kak, jangan pisahkan Virga dari Amel kak,'' ujar Amel yang sudah runtuh disertai buliran bening disudut matanya
Celvin mengusap buliran bening yang keluar dari sudut mata Amel sambil mendengarkan ungkapan kasih sayang kepada virga dan mencium kening Amel agar tidak terlalu jauh hanyut dengan perasaan sedih.
''Amel jangan kuatir, Virga akan selalu bersama mu sayang,
''Kakak hanya ingin tahu sampai dimana rasa sayang Amel kepada Virga
''Dan tidak ada yang bisa memisahkan Virga dari Amel,
''Namun ada hal penting yang harus cepat kita atasi dengan status Virga saat ini, '' ujar Celvin
''Maksud kakak, status dalam keluarga,'' ujar Amel menebak dan dianggukkan oleh Celvin
''Biar atas nama Amel saja, banyak kan diluar sana menjadi ibu tunggal, terlanjur Kartu Keluarga (KK) Amel juga sekarang cuma nama Amel, akan lebih mudah diurusin di catatan sipil,'' ujar Amel mencari solusi yang terbaik menurutnya.
''Hendry kan ayah kandungnya, kenapa harus kamu,'' ujar Celvin
''Bukan begitu kak, didalam catatan negara Hendry masih sendiri, dan masih tercatat di Kartu Keluarga Mami kan?, lain halnya Amel, Kartu Keluarga Amel cuma Amel saja, jika ada sesuatu masalah, rahasia kehadiran Virga masih tersimpan rapat,'' jawab Amel menjelaskan
''Kakak mikir kedepannya, jika ikut Kartu Keluarga Amel sendiri, Virga udah besar nanya ayahnya dimana, belum lagi tanggapan temen-temen nya, kira-kira Amel mau jawab apa,'' ujar Celvin
''Tinggal bilang kak Hendry ayahnya sudah beres, dan memang benar kan, nggak bisa di pungkiri,'' ujar Amel
''Amelia, bukan itu maksud kakak!, nggak segampang itu, Virga harus mempunyai keluarga yang lengkap, ada ibu dan juga ada ayah, biar nanti Virga nggak kecewa jika mengetahui rahasia sebenarnya yang terlahir dari orang tua yang tidak punya ikatan sah dimata hukum dan agama, dan tragisnya lagi harus kehilangan ibu saat dia dilahirkan dan dirawat ditangan Amel, bukan ayahnya sendiri,'' ujar Celvin meluruskan pemahaman Amel
''Apakah artinya Amel tak layak menjadi ibu buat Virga kak,'' ujar Amel sedih seakan ingin meneteskan bulir bening kembali
''Kamu layak Mel, tapi tak harus sendiri menanggung beban ini,'' ujar Celvin menguatkan hati Amel
''Apa maksud nya kak!,'' tanya Amel kembali
''Kita harus melangkah bersama membentuk keluarga yang utuh, agar Virga mempunyai ibu dan ayah nantinya,'' jawab Celvin
''Maksud kakak?,'' Amel bertanya kembali seakan jawaban yang diberikan Celvin belum bisa dicernanya.
''Kita daftar pernikahan kita dan Virga, dia bisa menjadi anak kita bersama,'' ujar Celvin
''Tunggu!, tunggu dulu, Amel belum paham kak, jangan buat Amel binggung kak,'' ujar Amel lagi
''Amel!!!, dengar baik-baik, besok kita nikah dan daftar kan virga ke catatan sipil sebagai anak kita, Sudah paham sekarang!,'' jawab Celvin tegas, tanpa meminta persetujuan dari Amel dulu.
''Oh tuhan ku!, kakak sudah gila!, bagaimana tanggapan kak Hendry, Mami, om Alfard nantinya, belum lagi kehadiran virga yang tidak mereka ketahui kak, ini akan menambah masalah baru kak,'' ujar Amel setelah paham isi ajakan Celvin.
''Tenang Mel, Hendry sudah tau, yang harus kita rahasiakan cuma Mami dan ayah saja,'' ujar Hendry lagi
''Tidak, no, no, no!!!, Amel tidak mau terlibat hal seperti ini,
''Kak, ini sulit untuk Amel memutuskannya, banyak orang yang akan kecewa kak,'' ujar Amel panik
''Amel sayang, dengar!!!. Kamu mau menikah dengan kakak, jawab yang ini,'' ujar Celvin dengan tegas
''Mami bagaimana!,'' ujar Amel bukannya menjawab pertanyaan Celvin malah kekuatiran yang muncul
''Soal Mami gampang, jawab pertanyaan kakak dulu!,'' ujar Celvin
Dan dianggukkan oleh Amel, pertanda mau di nikahi Celvin,
''Cukup, itu saja dulu, jangan dipikirkan yang lain besok kita daftar pernikahan kita, siap kan untuk menikah?,'' tanya Celvin lagi
'' Iya, terserah kakak saja,'' ujar Amel pasrah
Malam ini terasa panjang buat Amel dan Celvin, dua insan yang telah menyepakati rencana kedepannya menjadi suatu keluarga kecil melangkah bersama-sama.
salam dari istri kecil dosen muda🙏