NovelToon NovelToon
Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri

Status: tamat
Genre:Patahhati / Nikahkontrak / Selingkuh / Nikah Kontrak / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Pernikahan Kilat / Karir / Tamat
Popularitas:145.7k
Nilai: 5
Nama Author: sayang aku ga?

Mohon maaf, Novel dalam proses revisi menjadi bacaan yang jauh lebih baik lagi, baik dari segi penulisan, diksi kata ataupun alur yg akan lebih cepat karena menghilangkan adegan tidak pantas.

---------

Disclaimer : Adult konten.

"Menyesal itu memang selalu datang belakangan, jika di awal namanya pendaftaran," ucap Freya pada Adnan yang menyadari kesalahannya sampai membuat pernikahannya berakhir begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayang aku ga?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Adnan dan keluarga kecilnya sudah berada di rumah. Kedua putra-putrinya terlelap selama perjalanan pulang. Adnan menggendong putrinya dan membaringkannya di kamar. Dengan telaten pria itu menggosok perlahan wajah dan kaki putrinya dengan waslap basah yang sudah disiapkan Wulan dengan cepat.

Freya sendiri mengurusi putra bungsunya yang sama ikut terlelap. Keduanya kembali terlihat seperti sebuah keluarga yang utuh. Adnan dan Freya telah membersihkan diri mereka masing-masing dan masuk ke dalam kamar. Freya sudah bodo amat dengan penilaian Wulan atas dirinya.

Freya terengah saat Adnan mulai dengan aksi panasnya. Tanpa basa-basi keduanya kembali menyulam penawar rindu selama sepekan bahkan selama setahun tanpa sentuhan. Permainan berakhir saat lolongan panjang keluar dari mulut Adnan. Dia merebahkan dirinya di samping tubuh Freya yang sudah lemas tak berdaya.

“Sayang…” Adnan membalikkan tubuhnya kembali meminta kepastian hubungan mereka yang sudah semakin jauh seperti sekarang. “Besok malam ya…”

“Yang… Kan nikah gak segampang itu…”

“Ya elah, tinggal bilang rujuk aja udah… Gak usah banyak pikiran!” kesal Adnan pada keras kepala Freya yang tidak berubah. “Masa kita mau begini terus… Tetangga nanti mikir gimana coba?” keluh Adnan bangkit duduk di batas ranjang.

Freya tersenyum dan memeluk tubuh pria perkasanya. “Terserah kamu deh, aku mau bikin perjanjian dulu!”

Adnan kembali terdengar berdecak kesal. Tak lama, getar ponselnya membuyarkan keromantisan keduanya. “Tar ya…”

Adnan bangkit dengan tampilan polosnya membuat Freya menutup mata malu rasanya. Adnan menatap layar ponsel yang menunjukkan sebuah nama yang ingin dihindarinya. “His, ganggu aja!” lirih Adnan mereject panggilan.

[ Adnan : Aku kesana sebentar lagi, jangan hubungi aku terus jika tidak aku malas ketemu! ]

Adnan mengirim pesan pada wanita yang terus menghubungi tanpa henti. Freya memperhatikan tingkah Adnan yang sedikit kecurigaan.

“Siapa, Ba?”

“Ini teman kantor ngajak ketemuan… Males banget!” terangnya kembali menaruh ponsel di meja rias.

“Owh… Kan udah malam?” tanya Freya merasakan firasat buruk.

“Iya, ada proyek tambahan…” Adnan menatap sendu Freya, lantas dia kembali duduk di sisi ranjang. “Aku pergi sebentar ya… Jika tidak, mereka akan terus ganggu dan aku gak bisa fokus anu-anu sama kamu!”

Freya memukul tubuh Adnan yang terdengar mesum sekarang. Tak lama Freya bangkit dan merangkulkan tubuh polosnya di tubuh lengket mantan suaminya. “Jangan lama-lama…”

“Kenapa? Mau lagi ya? Hayu!”

Plaaak!

Freya kembali menepuk keras bahu Adnan membuat pria itu terkekeh senang. Tak lama dia bangkit berencana membersihkan dirinya. Freya ikut serta sebelum ketahuan Wulan jika setiap pagi mereka harus ketahuan mandi wajib.

***

Adnan sudah berada di pelataran apartemen seseorang. Dia mengirimkan pesan pada si wanita yang ngotot ingin bertemu dengannya.

[ Adnan : Aku sudah di bawah, kita bahas di lobi… ]

Tak lama, Adnan keluar mobil dan bersiap menuju lobi apartemen.

“Hai Adnan! Long time no see…”

“Apaan, kemarin baru ketemu!”

Adnan membalas ketus atas kedatangan wanita yang merupakan rekan kerja juga merupakan anak dari pemilik perusahaan dimana Adnan bekerja saat ini.

“Dih, judes banget sih!” keluh wanita itu tidak senang.

“Buruan mau bahas apa? Kamu gak liat waktu, ini udah jam sembilan malam. Binik aku bisa protes kalau aku pulang larut…”

Wanita itu terdiam dengan wajah tidak senangnya. Dia tidak suka Adnan begitu mementingkan keluarganya. “Ya mana mungkin bahas disini, kita ke cafe sebelah!”

“Hais!”

Dengan pasrah Adnan berbalik keluar jalan mendahului wanita itu, si wanita mengepalkan tangan erat penuh kekecewaan. Padahal, inginnya dia berduaan dengan Adnan di dalam unit kamarnya.

Satu cangkir kopi hitam dengan segelas ice coffee terhidang di atas meja. Adnan terlihat serius membaca sebuah dokumen yang merupakan proposal pengajuan pengadaan air panas di salah satu resort ternama di ujung kota.

“Gimana menurut kamu?” tanya si wanita kembali tersenyum yang sepenuhnya di abaikan Adnan.

“Boleh, nilai pengerjaannya tidak begitu besar…” jawab Adnan datar dengan masih mempelajari berkas di tangannya.

Sejujurnya, Adnan memiliki potensi besar atas pekerjaannya. Hanya saja, dia adalah pria pemalas yang harus dipecut lebih dahulu untuk mengejar kesuksesannya. Jika bukan karena perceraiannya, mungkin sampai detik ini dia tetap menjadi inspektor di perusahaannya.

Wanita yang sangat ingin bertemu dengannya adalah Namira, dia putri dari pemilik perusahaan. Gadis itu juga merupakan salah satu manager di perusahaan. Tanpa diketahui Adnan, ada udang di balik batu atas kontribusinya kali ini. Namira menyukai Adnan, walau dengan jelas Namira mengetahui bahwa Adnan adalah pria beristri dengan dua anak dan hidup sederhana. Meski begitu, Namira justru berusaha keras untuk menggoda Adnan selama dua tahun terakhir.

Sampai detik ini, Adnan tidak pernah menunjukkan kehidupan pribadinya pada siapapun. Hanya dia menunjukan siapa istri dan buah hatinya. Status perceraiannya sendiri tidak pernah ingin dia ekspos, semua orang di kantor hanya mengetahui bahwa istrinya bekerja kembali di kota kembang. Alasan Adnan selalu mengajukan mutasi, karena dia ingin dekat dengan keluarganya. Sungguh berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan Freya setelah dia bercerai.

Bagi Namira, mendapatkan pria seperti apa untuk menjadi kekasihnya sangat mudah. Sayangnya, dia justru kepincut pada pria beristri yang paling setia sejenis Adnan. Semakin Adnan jual mahal, semakin Namira gila mengejarnya. Segala cara dan upaya telah Namira gencarkan, dari mulai berpenampilan seksi dan menggoda sampai mulai perhatian yang tidak wajar di tiap harinya. Hal itu tidak ada respon sama sekali dari Adnan. Padahal, Namira bisa dengan jelas mengetahui seperti apa Freya atau istri Adnan yang biasa bahkan dengan bobot luar biasanya itu.

Namira tidak patah semangat, dia akhirnya menggunakan cara terakhir dengan mempromosikan jabatan Adnan. Untuk pertama kalinya Adnan merespon dan menginginkan jabatan itu. Sungguh bagai cinta bersambut, Namira tidak ingin melewatkan kesempatannya.

“Ini udah semuanya aku cek, besok aku buat laporan keuangannya…” Adnan membuyarkan lamunan Namira yang tengah menikmati wajah tampan Adnan.

“Oh, iya…” Namira gelagapan, dia salah tingkah.

“Ya, udah aku pulang sekarang. Thanks ya!”

Namira melongo dengan tingkah Adnan yang dingin dan cuek terhadapnya. ‘Padahal aku sudah susah payah biar dia bisa kesini!’

“Aduuuh!”

Setelah keluar dari kafe, terdengar Namira mengaduh di belakang Adnan. Mau tak mau Adnan harus berbalik memeriksa putri pemilik perusahaannya. “Kamu kenapa?”

Adnan mendekat dan memastikan keadaan Namira.

“Gak, tahu… Tadi sih gak kenapa-kenapa!” terang Namira terlihat memegang perutnya erat.

“Ya udah kamu ke dokter gih!”

Namira semakin ingin memukul Adnan atas ketidakpekaan pria itu sekarang. “G-gak, usah! Aku istirahat di kamar aja…”

“Owh, ya udah… Cepat sembuh ya!” Adnan bersiap menuju mobilnya semakin membuat Namira sakit kepala betulan kali ini.

“Adnan!!” rengek Namira membuat kening Adnan berkerut.

“Kenapa?”

“Aku tidak bisa jalan… Aku minta tolong, anterin ke kamar!” pinta Namira memelas, dia bahkan berakting sempurna terlihat benar-benar kesakitan.

“Haish, suruh teman cewekmu kenapa?”

‘Ya Tuhaaan!’ Namira memekik geram dalam benaknya atas sikap dingin Adnan padanya yang tak berubah. “Kamu jahat banget sih Adnan! Tolongin aku dikit gini aja gak mau!”

“His!” Dengan berat hati Adnan akhirnya menyanggupi dan memapah tubuh ramping dan seksi Namira menuju kamarnya.

Namira menyeringai senang, akhirnya yang ditunggu-tunggu olehnya terjadi juga. Tangan besar Adnan melingkar di bahunya, dia bisa dengan jelas menghirup aroma tubuh Adnan yang bercampur dengan parfume-nya. ‘Ya Tuhan, aku sungguh tergoda dengannya. Bagaimana caranya agar dia mau denganku malam ini!’

Bersambung...

1
Shifa Burhan
jujur aku kecewa dengan endingnya yang membuat freya menikah dengan bram,

kasian adnan menderita sampai ajal dan dilupakan begitu saja
Sayang Aku Gak?: Kalau di telaah dari segi islam, saat hari akhir nanti, jika kita ditempatkan di surga, maka wanita akan bersama pria yang paling di cintainya.

Kelak di surga tidak ada perasaan benci, iri, dll takdir kita tidak pernah bisa menebaknya sebenarnya. Tapi, untuk Freya sendiri seperti itu.

Cinta Freya emang udah abis di Adnan, Bram tahu itu... Makanya Bram tidak memaksa. Lagian, Bram berani lamat Freya karena Adnan yg minta buat gantiin dia jagain Freya. Freya butuh Bram sebagai pemimpin rumah tangga dan anak-anak mereka butuh sosok seorang ayah.

Semandirinya seorang istri apa ibu, ada satu sisi dia masih butuh sosok seorang pria. Liat aja BCL, dia secinta apa sama alm Asraf tapi─── 😁

Jadikan sebagai hiburan semata aja ya, jangan lupa mampir di karya receh lainnya ☺😘
total 1 replies
Shifa Burhan
adnan meninggal masih bisa diterima

tapi kenapa freya harus menikah lagi dengan bram

harus nya freya menjaga cintanya hanya untuk adnan
Sayang Aku Gak?: Saya sendiri gak terima sih 😁

Jujur banget, ini novel yg penuh menguras air mata pas bikinnya. Bahkan saat ini sedang tahap perbaikan dan mentok gak berani lanjut karena sesedih itu buat Othor...

Keputusan menikahi Bram ya karena biar happy ending aja sih... Toh, di awal cerita Bram dan Freya memiliki hubungan seolah memiliki benang merah.

Adnan sendiri sebenarnya bukan MC Utama pria, tapi memang Freya cintanya habis di Adnan 😅
total 1 replies
Who u not me!
Luar biasa
Who u not me!
udh dbikin baper malah ada adegan temehek2!
emng dsr ya lu thor /Right Bah!//Right Bah!//Right Bah!//Right Bah!/
Rhinduku Ghenio
preeettt lah..
Rhinduku Ghenio
eksekusi aja cepetan
Rhinduku Ghenio
aku setuju sm mba.. udah jd istri org masih hubungan sm mantan.. berbuat zina pula..
Rhinduku Ghenio
mampus lo Adnan.. ayo Namira aku mendukungmu.. freya mampus kamu juga..
Rhinduku Ghenio
aku dukung kamu namira
Rhinduku Ghenio
satu kata " MURAHAN"
Rhinduku Ghenio
cewenya terlalu murahan.. g pd punya tetangga kali y..
Rhinduku Ghenio
crazy...
Rhinduku Ghenio
g suka karakter si freya.. bikin kesel.. plin plan..
Maya Sari
saya uda baca berkali kali
gk bosen bosen
Sayang Aku Gak?: Aaarrrkkk makasii kakaaaak...
Othor terharu bacanya, sehat terus, murah rezekinya dan semoga terhibur dengan karya ini walau di seling menggunakan tissue 🤭
total 1 replies
Paringkik Totol
saya suka novel in
Paringkik Totol
tw akhhh
sedih aq
Paringkik Totol
padahal udah yg kesekian kli aku bca novel in
tpi sllu aj mewek.
good luck buat author
seht sllu
Maya Sari: saya dtng lagi
walau beda akun
gk bosan bosan sllu baper klo bca part in
total 4 replies
Akira Pratiwie
msuk kepo mslahnya..smpai ada anak jdi korban broken home..pdhal ayahnya jg baik
Akira Pratiwie
jek blm Pham alsan brcerai
Cetak Photommp
sifat freya labil nggak tegas! kayak murah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!