Menikah dengan orang yang dicintai adalah kebahagiaan yang luar biasa. tapi apakah kebahagiaan itu akan bertahan lama jika seorang malaikat kecil tidak ada di tengah keluarga kecil itu?
Ella yang tidak bisa hamil dipaksa harus menerima pernikahan kedua sang suami.
Karena kekejaman sang suami membuat Ella tidak tahan dan meninggalkan surat gugatan cerai serta pergi meninggalkan rumah dengan luka dihati dan luka di tubuhnya.
"Ada syarat agar bisa sepenuhnya sembuh dari luka, yaitu kamu tidak boleh memaksakan diri untuk menghapus lukamu, kamu harus menerima luka itu, tiap luka akan menjadi peta untuk kehidupanmu, jadi alih-alih untuk menyembuhkan luka itu, bagaimana kamu mencoba untuk menerimanya saja?" ujar seorang pria pada Ella
Bagaimana lika-liku perjalanan pernikahan serta kehidupan seperti apa yang akan dilalui Ella?.
****
Instagram : @Latyvolia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aozyrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ini Kamu?
Reiner mengernyitkan dahinya "Aku tidak keberatan, aku lebih suka ada orang yang mengatakan seperti itu" ucap Reiner sambil tersenyum
#Flashback Off
"Apa Ella bertemu dengan salah satu keluarga itu?" batin Reiner
"Aku harus melakukan sesuatu, jika tidak keluarga itu selalu menjadi ketakutan untuk Ella" gumam Reiner dengan geram
Ia tidak mau kejadian enam tahun lalu terulang kembali, Reiner memasuki tubuh Ella kedalam mobil, ia melihat Ella masih menunduk dengan keadaan gemetar ketakutan
"Istriku, apa wajahku yang tampan semenakut kan itu bagimu?" tanya Reiner pada Ella dengan nada menggoda
Ella masih diam tidak bergeming, bahkan suara Reiner tidak mampu mengalahkan rasa takutnya
Reiner menghela nafas panjang "Sampai saat ini kamu masih saja mengabaikanku" ucap Reiner dengan sedih
Ella tersentak kaget mendengar suara lirih Reiner, ia menoleh lalu melihat Reiner yang sudah tertunduk "Rei?, ini kamu?" tanya Ella dengan mata yang terbuka lebar
Reiner terkejut melihat Ella sudah menyadari keberadaannya, tapi ia masih melihat jika tubuh Ella masih bergetar "Kamu melupakanku sayang?" ucap Reiner sambil mengerucutkan bibirnya
Ella langsung menghamburkan pelukannya "Maafkan aku" ucap Ella sambil menangis
"Tidak apa-apa" ucap Reiner sambil membalas pelukan Ella dan menenangkannya
Ia akan melakukan berbagai cara untuk membuat Ella bahagia, setelah melihat Ella sudah lebih tenang, Reiner melepas pelukannya "Kita harus segera pulang ke hotel, aku meninggalkan Leon sendirian disana" ucap Reiner memancing Ella
Ella tersentak kaget, ia membulatkan matanya dan melihat Reiner dengan tajam "Apa!" bagaimana bisa kamu meninggalkan dia sendirian?, jika terjadi sesuatu pada Leon maka kamu harus tidur diluar" ucap Ella dengan meninggikan sedikit suaranya
"Tidak, tidak, jangan seperti itu sayang, apa kamu tidak merasa kasihan padaku?" tanya Reiner dengan wajah sedih
"Tidak" ucap Ella dengan mengerucutkan bibirnya
Reiner tersenyum melihat Ella kembali normal, karena bagi Ella Leon adalah harta yang paling berharga.
Jika menyangkut tentang Leon, Ella seperti melupakan semua masalah yang sedang dihadapinya
"Syukurlah pancinganku bisa membuatnya kembali seperti semula" batin Reiner merasa lega
"Cepatlah, kita tidak punya waktu, aku akan merasa lega jika sudah melihat Leon" ucap Ella sambil mendesak Reiner
"Baiklah sayang" ucap Reiner sambil berlalu menutup pintu mobil lalu berlari untuk menjadi supir
Keduanya tampak diam, Reiner memikirkan cara agar mereka mempunyai bahan untuk dibicarakan "El, apa kamu tau, jika aku pernah membohongi Leon?" ucap Reiner sambil menyetir
"Apalagi yang kamu lakukan pada Leon?" tanya Ella sambil menatap tajam Reiner
"Aku hanya mengatakan padanya bahwa dia akan segera mempunyai adik" ucap Reiner sambil tertawa lebar
Ella membulatkan matanya, ia tidak menyangka bahwa Reiner memikirkan untuk mempunyai anak kedua "Hei suamiku yang super duper payah, aku tidak ingin hamil lagi, apa kau mengerti!" ucap Ella sambil mencubit pinggang Reiner
"Aduh, aduh ... baiklah, baiklah" ucap Reiner dengan kesakitan
"Haha ... lihatlah wajahmu itu sungguh lucu" ucap Ella sambil tertawa melihat wajah Reiner yang kesakitan
Reiner mengerucutkan bibirnya, ia tidak menyangka jika Ella mencubit dirinya hingga membuatnya sakit "Lihat saja, aku tidak akan berbicara lagi padamu" ucap Reiner sambil melihat jalanan
"Kenapa jadi kamu yang marah?, bukankah seharus aku?" tanya Ella sedikit heran
"Hah?, bukannya kamu yang mencubitku?, jadi aku memang pantas marah padamu, sedangkan kamu tidak!" ucap Reiner berpura-pura kesal
Bersambung ...
☠️⃝🖌️M⃤
Hai Author...salam kenal dari Hello Bella
klo ngantuk,tidur dulu ya😂💪