Novel ini bercerita tentang kisah cinta antara guru dan muridnya. Romantisme mereka yang berlangsung secara sembunyi - sembunyi hingga ketahuan, terus bagaimana ya.. penasaran kan..
Lentera dan Rafael Xu alias Wisnu tokoh utama yang memiliki latar belakang berbeda. Siapakah Wisnu sebenarnya?
Akankah Tera berubah?
Dan apakah kisah cinta mereka berjalan mulus?
Simak kisah selengkapnya di novel ini.
Jangan lupa kasih like, favorit, vote, hadiah juga rate buat dukung karyaku ya Kak..
Terima kasih banyak atas supportnya..
Happy Reading..💗💗💗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ria aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ujian Cinta
“Ma, siapa sih laki – laki tua itu?” Manda menunjuk Shuhan dengan dagunya.
“Mama sendiri nggak tau sayang. Kenapa memangnya?”
“Dia mengusirku dari sana, Ma. Gimana caranya aku mendekati Rafa kalau begini terus.” Manda meghentak – hentakkan kakinya manja.
“Nanti kita cari kesempatan lagi.” Monica mencoba menenangkan Manda.
Manda terus melihat Wisnu yang bersikap mesra pada Tera. Dia merasa sangat iri melihat pemandangan itu. Harusnya aku yang di sana, bukan gadis sialan itu. Apa sih hebatnya dia, muka juga kampungan gitu. Lagian kenapa sih Rafa harus ketemu sama saudara tiriku itu. Manda semakin membenci Tera yang baru diketahui sebagai adik tirinya baru – baru ini. Selama ini Manda tinggal bersama keluarga Gunawan, keluarga dari mendiang ayahnya. Belum genap satu bulan dia berada di Indonesia. Dia meninggalkan Amerika karena putus dengan pacar bulenya.
Pesta masih berlangsung dengan meriah, tiba – tiba sorot kamera beralih ke arah panggung musik. Munculah seorang pemuda tampan yang sangat digandrungi anak remaja dan kaum hawa saat ini. Rayn. Dia memberikan sedikit kata sambutan yang berisi ucapan selamat kepada mempelai yang tak lain adalah sepupu dan wanita pujaannya.
Rayn duduk di belakang piano dan mulai memainkannya. Alunan lagu Bruno Mars yang berjudul When I Was Your Man menggema di ruangan itu. Rayn menyanyikannya dengan begitu fasih dan penuh penghayatan. Semua tamu yang hadir disana terpukau menikmati penampilan Rayn. Tetapi muncul beragam spekulasi dari sebagian tamu yang mengetahui makna lagu itu. Lagu patah hati seseorang yang ditinggal nikah mantan kekasihnya. Terlepas dari itu, semua orang menyukai penampilan Rayn malam itu. Suara tepuk tangan menggema memenuhi ruangan saat Rayn selesai menyanyi.
Tera menitikkan air matanya. Dia sudah berusaha menahannya agar tidak keluar, tapi air mata itu mengalir begitu saja. Terlintas memori yang dia lalui bersama Rayn. Dia tidak menyangka kalau selama ini Rayn memendam rasa padanya. Harusnya dia menyadari ketika Rayn begitu peduli padanya dan selalu ada saat dia terpuruk sekalipun. Tapi semuanya sudah terjadi dan ini semua di luar kehendaknya. Tera tidak ingin menyakiti Rayn namun hatinya kini telah termiliki.
Wisnu menatap Tera dengan tatapan yan sulit diartikan. Sejujurnya dia marah dan cemburu melihat reaksi Tera ketika mendengar Rayn bernyanyi. Wisnu sadar kalau Rayn lebih dulu masuk ke dalam hidup Tera dan mungkin lebih dulu jatuh cinta padanya. Bukan salahnya jika sekarang justru dia yang bersama Tera karena dia bukan orang ketiga. Wisnu yang lebih dulu menyatakan cintanya dan saat itu Tera tidak terikat hubungan dengan siapapun termasuk Rayn. Wisnu menutup matanya sejenak dan menghela napas. Menyingkirkan semua pikiran buruk yang mengganngunya. Di usapnya air mata Tera dengan sapu tangan lalu Wisnu kembali bersikap biasa saja.
Apakah kak Wisnu marah ya? Harusya aku tidak menangis tadi. Tera merasa menyesal, dia hanya bisa menunduk.
Manda melihat gelagat aneh Wisnu dan Tera setelah kemunculan Rayn. Dia tersenyum jahat. Entah ide gila apa yang muncul di kepalanya. Manda berjalan ke arah team kreator, dia menyerahkan sebuah flashdisc setelah mengatakan sesuatu pada mereka.
Beberapa saat kemudian Manda berdiri di pangung musik tempat pertunjukkan Rayn tadi. Dengan penuh percaya diri Manda memperkenalkan diri, semua orang melihat ke arahnya. Sebagian besar dari mereka merasa tak asing dengan model berkelas internasional itu. Dia memberikan sambutan yang menyatakan bahwa dia sangat mengenal Rafael Xu. Dia tidak menjelaskan secara detail hubungan mereka,itu membuat para tamu bertanya – tanya. Manda meminta band memainkan musik dan dia menyanykan lagu My Heart Will Go On milik Celine Dion. Bersamaan dengan itu layar menampilkan foto dan video kenangan Manda dan Rafael saat mereka kuliah di luar negeri.
Gerry dan Lucky mulutnya menganga saking terkejutnya. Mereka bertanya - tanya apa yang Manda inginkan dengan menampilkan momen romantisnya bersama Rafa. Apakah dia menyesal telah mengabaikan Rafa. Tapi tidak seharusnya dia umumkan di sini. Ini tidak beres, Rafa harus bisa mengatasi ini.
Aku dulu memang mencintaimu Manda. Tapi itu dulu, kenapa kau mengungkit rasa ini sekarang. Saat aku sudah menemukan kebahagiaanku. Dan kau, kenapa kau menyanyikan lagu kenangan yang dulu sering kita nyanyikan. Wisnu menatap layar yang menampilkan seluruh kenangannya bersama Manda. Bohong kalau dia bilang telah melupakannya, tapi dia harus tahu posisinya sekarang. Apalagi wajah Tera sudah terlihat tidak bersahabat. Wisnu melirik seluruh keluarganya yang menatapnya penuh intimidasi. Aku harus kuat. Aku harus yakin, aku akan mengatasi ini.
Sakit. Itulah yang Tera rasakan. Airmatanya kembali mengalir tapi airmata yang keluar dengan alasan berbeda. Dia tidak tahu lagi bagaimana perasaannya. Semua terjadi dengan sangat mendadak. Manda, harusnya bukan dia. Rasa benci kepada Riswan sekeluarga semakin menjadi menyelimuti seluruh hatinya.
Wisnu meminta Gerry untuk mengambilkan mikropon.
"Hadirin semuanya. Terima kasih atas kehadirannya dan doa tulus yang kalian bawa di hari bahagia kami. Saya tidak menyangka momen bahagia kami membuat beberapa hati terluka. Itu di luar kemampuan kami. Aku Rafael Xu dan Lentera istri saya, masing - masing mempunyai masa lalu. Kami mohon maaf jika ada pihak - pihak yang merasa tersakiti. Tera, I love You."
Sambutan singkat dari Wisnu di balas riuh tepuk tangan para tamu. Masalah clear.
Wisnu membisikkan pada Gerry sesuatu. Gerry berjalan ke arah band untuk memainkan musik yang di minta Wisnu.
Tera masih bersedih tapi dia mencoba tetap tersenyum. Dia percaya Wisnu tidak akan pernah menghianatinya. Tera melihat kejujuran di matanya setiap kali menatap bola bening itu.
"Lagu ini ku persembahkan untuk orang yang paling ku cintai.. Lentera.."
Musik mengalun bersama gemuruh tepuk tangan para tamu. Mereka tidak menyangka kalau Rafael Xu bisa seromantis itu. Wisnu memetik gitar yang tadi di bawakan oleh Gerry. Lagu Bryan Adams berjudul Please Forgive Me mengalun dengan indah. Suara merdu Wisnu menghipnotis siapa pun yang mendengarnya.
Tera berjalan mendekat ke tempat dimana Wisnu duduk dan bernyanyi. Dia terus menatap pria tampan itu penuh cinta. Dia lupa amarahnya, dia lupa cemburunya, dia juga lupa rasa sakit hatinya. Di sela - sela bernyanyi, Wisnu meliriknya dengan mesra.
Manda merasa frustasi mendapati usahanya gagal lagi. Untuk saat ini dia harus berhenti, tapi tidak untuk menyerah. Dia akan terus mencari kesempatan untuk merebut hati Rafa kembali.
Diam - diam Shuhan terus mengamati gerak gerik Manda. Dia tak mau kecolongan lagi. Sungguh pesta yang sangat berantakan. Pantas Tera tidak ingin mengundang ayahnya yang tak tahu diri itu. Aku akan membuat perhitungan setelah ini.
****
Bersambung..
semoga ini adalah awal yg baik tuk tera dan Wisnu kedepannya
lanjut kk