Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.
Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.
Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.
Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.
Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.
Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25: Kamar Gavin yang Misterius
...Perjalanan kembali ke mansion Moretti terasa jauh lebih panjang dan menyesakkan daripada biasanya....
... Setelah insiden bom cat di persimpangan jalan tadi, Gavin tidak lagi berbicara sepatah kata pun. ...
...Pria itu menyewa taksi biasa, sebuah keputusan yang sangat tidak lazim bagi seorang pengawal yang biasanya begitu terobsesi dengan keamanan hanya untuk menghindari jejak seseorang....
...Di dalam taksi, Gavin duduk di kursi depan, tubuhnya tegak lurus dengan pandangan mata yang terus memindai setiap kendaraan di belakang mereka melalui kaca spion. ...
...Aura yang dipancarkannya kini bukan lagi sekadar kaku atau ketus, melainkan aura dingin yang mematikan. ...
...Dia seperti pemangsa yang sedang terluka namun tetap berbahaya, menjaga Larissa dengan perlindungan yang tidak terlihat namun terasa sangat nyata....
...Larissa sendiri duduk di kursi belakang dengan perasaan yang berkecamuk....
... Sifatnya yang selalu menyukai tantangan, namun instingnya sebagai putri seorang pengusaha besar mulai membisikkan peringatan keras....
... Pria ini bukan orang sembarangan. ...
...Insiden bom cat tadi bukanlah aksi orang iseng. ...
...Itu adalah sebuah pesan kematian yang ditujukan kepada Gavin, atau mungkin kepada siapa pun yang berada di dekatnya....
...Setibanya di mansion, Gavin tidak menuju ruang utama. ...
...Dia langsung berjalan memutar menuju paviliun terpisah di halaman belakang mansion, tempat tinggal para staf senior dan pengawal pribadi utama....
... Paviliun itu adalah bangunan minimalis berbahan batu alam yang dikelilingi oleh pepohonan rimbun, tempat yang biasanya tidak pernah disentuh oleh penghuni utama mansion....
...Setelah memastikan Larissa masuk ke dalam mansion dengan aman melalui pintu belakang yang dia kunci sendiri, Gavin melangkah cepat menuju paviliunnya. ...
...Dia tampak terburu-buru, seolah ada sesuatu yang mendesak yang harus segera dia selesaikan....
...Larissa, yang sedari tadi bersembunyi di balik pilar teras samping mansion, menunggu hingga Gavin benar-benar masuk ke dalam paviliunnya....
... Rasa penasarannya membuat Larissa mengabaikan segala bahaya yang akan terjadi padanya....
... Dia tidak bisa membiarkan misteri ini berlarut-larut. ...
...Siapa sebenarnya pengawalnya?...
... Dan apa hubungan pria kaku itu dengan pelemparan bom cat beberapa waktu lalu?...
...Dengan langkah seringan bulu, Larissa menyelinap keluar dari persembunyiannya. ...
...Dia melewati taman yang diterangi lampu-lampu taman temaram, memastikan tidak ada penjaga lain yang melihatnya....
... Paviliun itu sunyi....
... Hanya ada suara deburan air dari kolam ikan koi di dekat pintu masuk....
...Pintu paviliun Gavin tidak terkunci. ...
... Larissa mendorong pintu kayu itu perlahan hingga terbuka cukup lebar untuk tubuh rampingnya....
...Di dalam, ruangan itu sangat berbeda dari bayangan Larissa....
... Tidak ada tumpukan buku atau barang-barang pribadi yang mencerminkan seorang "pengawal teladan"....
... Ruangan itu lebih mirip tempat perlindungan atau markas keamanan....
...Dindingnya dicat dengan warna abu-abu gelap. ...
...Di satu sudut, terdapat sebuah meja kerja minimalis dari besi baja yang dilengkapi dengan monitor-monitor komputer kecil yang kini dalam keadaan standby....
...Suara gemericik air dari balik pintu kamar mandi yang berada di sisi lain ruangan menandakan bahwa Gavin sedang membersihkan diri. ...
...Ini adalah kesempatan emas....
...Larissa berjalan mendekat ke arah meja kerja Gavin....
... Napasnya tercekat melihat apa yang ada di sana. ...
...Tidak ada foto keluarga, tidak ada catatan perjalanan, tidak ada barang-barang yang biasa dimiliki seorang manusia normal. ...
...Meja itu hanya berisi sebuah tas senjata, pisau lempar yang tersusun rapi, dan beberapa peta kota Bogota yang ditandai dengan titik-titik merah yang aneh....
...Namun, perhatian Larissa seketika tertuju pada sebuah benda yang terletak di tengah meja kerja itu....
...Itu adalah sebuah ponsel....
... Ponsel itu bukan model terbaru yang ada di toko-toko elektronik. ...
...Desainnya sangat ramping, berbahan serat karbon hitam pekat yang tidak memantulkan cahaya sama sekali, dengan logo keamanan khusus di bagian belakangnya yang terlihat seperti huruf K yang tajam....
...Tepat saat tangan Larissa hendak meraih benda itu, layar ponsel tersebut menyala dengan cahaya biru pucat yang dingin....
... Sebuah dering bernada rendah dan monoton terdengar, memecah kesunyian kamar tersebut....
...Di layar ponsel tersebut, tidak ada nama kontak yang menunjukkan identitas asli....
... Hanya ada satu kata yang tertera dengan huruf-huruf berwarna merah menyala yang berkedip intens....
..."VIPER"...
...Jantung Larissa berdegup kencang hingga ia merasa suaranya bisa terdengar sampai ke balik pintu kamar mandi....
... Nama itu terdengar sangat familiar, sebuah nama sandi yang sering ia dengar dalam obrolan rahasia ayahnya tentang seorang eksekutor paling ditakuti dari Kingsley Syndicate....
...Ponsel itu bergetar hebat di atas permukaan meja besi, suaranya terasa begitu mengintimidasi di tengah keheningan paviliun....
... Nama "Viper" terus berkedip, menunggu jawaban. ...
...Siapa pun yang menelepon, dia pasti orang yang sangat penting, atau mungkin... seseorang yang ingin menghabisi Gavin....
...Larissa terpaku. ...
...Dia tahu dia seharusnya segera pergi dari sana sebelum Gavin keluar dari kamar mandi....
... Jika Gavin menemukannya di sini, apalagi memegang ponsel rahasia miliknya, dia tidak bisa membayangkan bagaimana pria itu akan bereaksi. ...
...Namun, rasa penasaran yang teramat sangat, ditambah dengan adrenalin yang memompa di nadinya, membuat tangan Larissa bergerak secara otomatis....
...Dia meraih ponsel tersebut....
... Begitu jempolnya menyentuh layar, ponsel itu otomatis memindai sidik jari. ...
...Larissa panik, tapi anehnya, ponsel itu tidak terkunci....
... Apakah sistemnya mengenali Larissa? Atau ponsel ini memang dirancang untuk merespons sentuhan siapa pun yang ada di dekatnya saat panggilan masuk?...
...Panggilan itu berlanjut....
... Larissa menahan napas, tangannya gemetar hebat saat dia mendekatkan ponsel itu ke telinganya....
..."Gavin," suara berat dan serak terdengar dari seberang telepon, suaranya terdengar seperti gesekan antara logam dan beton. ...
..."Bom cat itu hanya permulaan. Tarantula baru saja mengaktifkan sel tidur mereka di sektor barat. Jika kau tidak segera menyingkirkan 'aset' yang kau lindungi itu, kita akan kehilangan segalanya. Keputusan ada di tanganmu, Boss. Apakah kau akan terus bermain peran sebagai pengawal bodoh, atau kau akan kembali memimpin sindikat ini untuk menghancurkan mereka semua?"...
...Dunia Larissa seolah runtuh dalam satu detik....
...Boss? Sindikat?...
...Ponsel itu jatuh dari genggaman Larissa, mendarat di atas karpet dengan bunyi gedebuk pelan....
... Dia merasa lemas. ...
...Segala dugaan gilanya tentang Gavin yang hanya seorang pengawal biasa, atau bahkan mantan tentara bayaran, kini terbukti salah besar....
...Suara gemericik air dari kamar mandi tiba-tiba berhenti....
... Keheningan yang menyusul kemudian jauh lebih menakutkan daripada suara senjata apa pun....
...Pintu kamar mandi terbuka perlahan. ...
...Suara langkah kaki basah yang teratur terdengar mendekat ke arah area utama ruangan....
...Gavin keluar dengan hanya mengenakan handuk putih yang dililitkan di pinggangnya, memperlihatkan tubuh atletisnya yang dipenuhi bekas luka dan tato mawar hitam berduri yang kini terlihat jauh lebih mengerikan dalam pencahayaan ruangan yang minim. ...
...Rambutnya basah, meneteskan air ke atas otot dada bidangnya yang naik-turun dengan tenang....
...Gavin berdiri mematung di ambang pintu kamar mandi....
... Matanya yang biru cerah, tajam bagai elang, langsung terpaku pada sosok Larissa yang berdiri membelakanginya, tepat di samping meja kerja, dengan ponsel rahasia yang masih tergeletak di atas karpet....
...Suasana ruangan itu membeku....
... Gavin tidak berteriak, dia tidak terlihat panik. ...
...Dia justru menatap Larissa dengan tatapan yang sangat dalam, dingin, dan sulit diartikan. ...
...Itu adalah tatapan seorang pria yang menyadari bahwa permainannya telah berakhir, dan kini, dia harus menghadapi konsekuensi terberat dari rahasia yang selama ini dia simpan rapat-rapat....
..."Jadi," suara Gavin memecah keheningan dengan nada bariton yang sangat tenang, namun terdengar sangat mematikan di telinga Larissa....
... "Sekarang Anda tahu siapa pria 'bermutu' yang Anda cari selama ini, Nona Moretti?"...