Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia justru menjadi seperti mimpi terburuk yang pernah datang. Di tinggal pergi oleh calon suaminya sendiri tepat di hari pernikahan. Sehingga mau tidak mau Kanaya harus menikah dengan calon kakak iparnya yang terkenal arogan dan juga dingin. Demi menjaga nama baik keluarga, Andreas bersedia menggantikan adiknya yang kabur dan menikahi calon adik iparnya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka? Akan kah pernikahan itu bisa membuat keduanya saling mencintai? Ikuti kisahnya, Ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Restoran Amara
Saat ini Kanaya sedang berjalan mondar mandir seperti setrikaan. Perasaannya menjadi gelisah ketika mengingat jika Andreas akan melakukan kencan buta itu malam ini.
"Ada apa denganku. Kenapa perasaanku malah tidak karuan begini." ucapnya seraya terus mondar mandir serta sesekali menggigit ujung kukunya.
"Kenapa aku harus mengijinkan Andreas kencan buta dengan wanita lain. Bagaimana kalau wanita itu lebih cantik dari pada aku? Lalu bagaimana jika sampai nanti dia malah tergoda dan tertarik untuk melanjutkan kencan buta itu"
Sungguh Kanaya merasa sangat bingung. Entah kenapa tiba-tiba saja dia menjadi takut, takut jika Andreas akan berpaling pada wanita lain..bukan kah sebelumnya Kanaya terkesan cuek dengan acara kencan buta tersebut.
"Ini tidak bisa di biarkan! Aku harus menyusul Andreas ke restoran tempatnya bertemu dengan wanita itu, tapi aku mana tau dimana letak restorannya, di sini saja aku tidak pernah kemana-mana"
Naya terdiam sebentar sembari berpikir sejenak, mencoba mencari cara agar dia bisa sampai di restoran yang di katakan oleh Andra tadi siang.
"Kevin! Ya, sepertinya dia bisa membantuku saat ini" Kanaya bergegas mengambil ponselnya untuk menghubungi Kevin, beruntung saja tadi siang saat di kantin Kevin sempat meminta nomor Kanaya karna ponsel lama milik Kevin rusak.
Berdering, Namun tidak ada tanpa-tanpa panggilannya terjawab. Entah kemana anak itu saat ini, tapi yang pasti Kanaya kesal di buatnya. "Ck! Kemana anak ini! Kenapa dia malah tidak menjawab telponku saat dalam keadaan genting begini" umpat Naya sambil kembali mencoba menghubungi Kevin lagi. Tak menyerah hingga orang di ujung telpon menjawab panggilannya.
📱:Halo kak Naya, ada apa telpon Kevin sore-sore begini, ganggu Kevin tidur saja
📱:Sore palamu, ini itu sudah jam tujuh malam Kevin!
📱:Apa, sudah jam tujuh malam
📱:Iya, dan sekarang aku mau kamu mengantarku kesalah satu tempat
📱:Kemana?
📱:Restoran Amara
📱:Tidak bisa kak! Aku ada pekerjaan setelah ini.
📱:Aku akan membayarmu tiga kali lipat
📱:Deal, aku berangkat sekarang. Cepat kirim alamat tempat tinggalmu
Setelah mendengar itu Kanaya langsung memutuskan sambungan telponnya"dasar mata duitan. Sepupu kurang ajar memang" umpat Naya kesal sambil mengirim lokasi apartemen Andreas pada Kevin..
Ting Tong.... Ting...Tong...
Mendengar suara bell berbunyi membuat Kanaya mengangkat kedua sudut bibirnya, karna iya berpikir jika yang datang adalah Andreas. Namun dugaannya salah, kenyataan tak sesuai ekspektasi, yang datang bukan Andreas melainkan Kevin.
Melihat Kevin yang berdiri di depan pintu apartemen membuat Kanaya sedikit mengerutkan keningnya"Cepat sekali" ujarnya sambil menatap Kevin "Aku tinggal di kostan sebelah apartemen ini. Kenapa kamu tidak bilang kalau tinggal di sini"
"Memangnya kamu menanyakan dimana tempat tinggalku? Sudahlah kita tidak punya banyak waktu"
Kanaya memgambil tas nya lalu kembali menutup kamarnya"Kemana pria sialan itu?" pertanyaan yang Kevin lontarkan lantas membuat langkah Naya terhenti"Pria siapa yang kamu maksud?" bukan menjawab, Kanaya justru malah balik bertanya pada Kevin..
"Aditya lah, memangnya siapa lagi. Jan dia pria sialan yang kau nikahi beberapa hari yang lalu" balas Kevin sambil memutar bola matanya malas. Rasanya Kevin sangat malas sekali menyebut nama pria itu.
"Sudahlah, tidak usah bahas pria itu. aku gagal menikah dengannya"
"Gagal? Benarkah?" tanya Kevin dengan raut wajah bahagia"Hmm, karna dia lebih memilih kakakmu dari pada aku" balas Kanaya sembari kembali melanjutkan langkahnya.
"Apa! Maksud kamu Aditya menikah dengan kak Ara?" tanya Kevin memastikan.
"Begitulah. Sudahlah tidak perlu banyak tanya. Lebih baik sekarang kamu antar aku ke restoran Amara,"
Kevin menatap Kanaya dengan penuh pertanyaan, bagaimana bisa dia tidak tau hal seperti ini. "tidak perlu menatapku seperti itu!" seru Kanaya karna Kevin menatapnya.
"Aku bersyukur karna kamu tidak menikah dengan si brengsek kak," tentu saja Kevin merasa bersyukur saat mendengar jika saudara sepupunya itu gagal menikah. Tapi tetap saja Kevin menatap kasihan pada Kanaya karna membayangkan rasa malu yang harus dia terima di hari pernikahannya yang gagal.
"Tidak perlu menatap kasihan seperti itu padaku, biarpun aku gagal menikah dengan Aditya, setidaknya aku mendapatkan pengganti suami yang jauh lebih baik"
"Maksudnya?"
"Iya, aku gagal menikah dengan Aditya tapi aku menikah dengan kakaknya"
"Jadi kamu menikah dengan kakaknya si brengsek" balas Kevin yang masih belum sadar, namun sedetik kemudian"Apa! Kamu menikah dengan kakaknya Aditya? Maksudnya pak Andreas yang dingin dan menyebalkan itu?" tanya Kevin yang memastikan pada Kanaya.
"Kamu itu terlalu banyak bertanya, lebih baik kamu ngebut sekarang ke restoran Amara. Karna aku tidak mau ketinggalan sesuatu"
DI TEMPAT LAIN
Andreas masih diam di dalam mobilnya, entah kenapa rasanya dia sangat malas dengan acara konyol ini, bagaimana bisa perusahaan Dirgantara mengajukan syarat seperti ini untuk mempermulus kerja sama mereka. Namun demi kerja sama itu, Andreas dengan sangat terpaksa menerimanya.
Dttttt....Dtttt
"Tuan dimana? Dia sudah menunggu!"
Membaca pesan Andra membuat Andreas kembali merapikan bajunya, "Kalau bukan karna kerjasama, mana mau saya menerima syarat konyol ini." kata Andreas sembari melangkah keluar dari mobilnya.
Andreas masuk ke dalam restoran Amara yang cukup ramai pengunjung malam ini, dia mencari nomor meja yang sudah di katakan oleh Andra bahwa anak dari DIRGANTARA sudah menunggu.
Setelah menemukan nomor mejanya, Andreas segera memastikan"Selamat malam, maaf apa benar anda adalah anak dari tuan Dirgantara?" tanya Andreas pada wanita yang ada di hadapannya.
Wanita itu yang sejak tadi hanya menunduk akhirnya mengangkat wajahnya, senyum mengembang terpancar jelas dari kedua sudut bibirnya. "Surprise, aku kembali sayang, aku kembali buat kamu. Maaf karna selama beberapa tahun aku sudah memutuskan untuk pergi" kata Wika seraya memeluk Andreas dengan raut wajah bahagianya.
Berbeda dengan Wika, justru kini Andreas terdiam dengan raut wajah dinginnya. Tidak ada lagi kehangatan yang biasa Wika lihat dimasa lalu, bahkan Andreas bergeming tanpa membalas pelukannya.
"Jadi wanita itu adalah mantan kekasihnya yang dulu pergi" ucap Kanaya yang baru saja datang dan melihat adegan itu. Entah kenapa Kanaya merasa hatinya tercubit sakit saat melihat ada wanita lain memeluk suaminya.
"Kita pergi dari sini Vin, tidak seharusnya aku menyusul" ujar Kanaya lirih sambil menarik tangan Kevin dengan membawa rasa kecewa. Kevin hanya diam dan tak bisa berkomentar apa-apa.
Tepat saat Kanaya sudah hampir sampai di pintu keluar, tanpa sengaja Andra melihat keberadaan Kanaya di sana. "Nona Kanaya" gumamnya sembari melirik pada Andreas dan Wika yang terlihat seperti sedang berpelukan..
"Sayang, kenapa kamu diam saja? Kenapa kamu tidak membalas pelukanku? Apa kamu tidak merindukan ku" ujar Wika dengan suara manjanya. Suara yang dulu selalu bisa menaklukkan laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.
"Lepas, jaga sikap kamu, Wika. Kita ini hanyalah mantan kekasih. Kita hanyalah masalalu"kata-kata pertama yang terdengar sangat dingin menerpa indra pendengaran Wika.
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL BARU OTHOR YA, KASIH LIKE, KOMEN ATAU VOTE NYA. MAKASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH SETIA BACA KARYA INI, SALAM HANGAT SEHANGAT MENTARI PAGI❤️