NovelToon NovelToon
Aulia

Aulia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Romansa-Percintaan bebas / Amnesia
Popularitas:37k
Nilai: 4.9
Nama Author: Meyes

Aulia Zahra Wijaya, Putri dari Alm. Wijaya Arya, Wanita yang banyak memikat para Pria, tapi hanya satu yang bisa menarik perhatiannya.

Dia tinggal bersama Kakak Kandungnya Angga Wijaya yang meneruskan bisnis keluarga mereka, dan juga perusahaan yang dia kelola Wijaya Group, perkenalannya bersama 3 Sepupuh Kusuma merubah segalanya.

Dari jatuh cinta, konflik sampai dimana mereka harus berpisah, dan saling tarik ulur perasaan membuat Aulia harus bisa tegar dan mencoba tidak ingin jatuh lagi kepada pemilik hati.

Aulia memutuskan untuk fokus pada dunia bisnis keluarga, tapi hati selalu saja membawa Aulia dititik terlemahnya, dan pada satu titik kenyataan yang selama ia pegang ternyata semuanya salah, ia baru sadar pemilik hati itu tidak sengaja untuk melupakannya hanya saja ia harus mengalami Amnesia,

pemilik hati itu akhirnya mencari tahu kemana hatinya membawa, walau ingatan membuat ia lupa akan Aulia tapi hati tidak pernah salah, dan itu membawa mereka bersama kembali, tetapi perjalanan mereka tidak mudah untuk bersama selalu saja ada hal yang menghalangi.

bagaimana kisah cinta tersebut, tetapi Author membuat berbeda, silahkan dibaca dan diberikan like jika suka dan koment agar Author bisa mengembangkan ide apa saja dari readers serta vote yah, jika suka dengan Karya ini., terima kasih 'annyeong' 🤗😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana

*readers maaf jika ada kesalahan dalam unduhan bab episodenya*

keesokan harinya, setelah Aulia mengantar Angel ke rumah sakit, Ayla yang sudah menunggu Aulia untuk mengurus persiapan pernikahannya sudah sangat cantik dan rapi.

Ayla sengaja menunggu Aulia dihalaman samping rumahnya, sebelumnya Ayla sudah berbicara dengan Angga banhwa Dia akan ditemani oleh Aulia untuk mencari Wedding organizer yang kebetulan Aulia kenal salah satunya yang terbaik diantara pilihan yang diberikan oleh Sekretaris Leon kemarin.

setibanya Aulia dengan membunyikan klakson mobil, Ayla bergegas pergi ke teras rumah, orang tua Ayla sudah sibuk bekerja, makanya Ayla tidak perlu lagi masuk kedalam untuk berpamitan.

Pip..pip..pip

suara klason mobil Aulia menyadarkan Ayla, Ia pun berlari kecil kearah mobil Aulia yang terparkir dihalaman depan rumahnya.

"lama enggak kak.?" tanya Aulia saat Ayla masuk kedalam mobil

"tidak juga sih, ayo" ucap Ayla duduk dikursi penumpang

Mobil pun melaju menyusuri jalan ibukota Jakarta yang sangat padat penduduk

1 jam lamanya dijalan raya, mobil Aulia sudah memasuki halaman parkir sebuah gedung yang bertuliskan More Wedding Organizer, Aulia pun turun mengajak Calon Kakak Iparnya itu untuk segera turun.

seharusnya Ayla dan Angga yang harus berkenalan dengan pemilik WO ini, hanya saja Angga sedang ada pertemuan dengan beberapa pengusaha di Singapura yang tidak bisa di wakilkan, dan kebetulan Aulia dan pemilik WO tersebut sudah saling kenal dan sempat bekerja sama dalam pekerjaan yang berkaitan dengan WO.

"ayo kak kita turun" ucap Aulia sambil memakai kacamata hitam yang sangat cantik dipakai untuknya dengan wajah yang putih bersih semakin cantik untuk dilihat.

Ayla pun turun tanpa banyak tanya, tiba didalam Aulia berjalan menuju resepsionis.

"ada ibu pertiwi.?" tanya Aulia dengan melepas kacamatanya

"maaf bu dengan siapa? apa ibu sudah ada janji sebelumnya?" tanya resepsionis sopan

"katakan saja aulia wijaya, sudah ada janji sebelumnya dengan angga wijaya**" pinta Aulia pada resepsionis itu.

"baik bu tunggu sebentar" ucap resepsionis itu sambil mengangkat telepon kearah ruangan Ibu Bosnya

tak lama kemudian, Aulia dipersilahkan masuk oleh resepsionis itu ke ruangan kerja EO tersebut.

tok tok tok

suara ketukan pintu

tak lama pintu itu dibuka oleh resepsionis itu dan terlihat Ibu Pertiwi mempersilahkan Ayla dan juga Aulia masuk kedalam dan duduk di sofa.

"selamat pagi nona aulia, senang bisa bertemu kembali, jadi.?" ucap sopan EO tersebut

"senang bertemu kembali bu, ini Ayla calon kakak ipar saya, maaf sebelumnya pak angga tidak bisa datang" ucap Aulia memperkenalkan Ayla pada EO yang akan bertanggungjawab atas cara pernikahannya

"Ayla Luna Fernandez" ucap Ayla mengulurkan tangan sopan

"baik nona ayla, ini ada beberapa konsep dan juga rancangan acaranya bisa ibu lihat-lihat dulu jika ada yang ibu suka atau nona mau mix silahkan" tawar EO itu memberikan majalah koleksinya

"apa bisa saya bawa dulu untuk dilihat bersama dengan kekasihku, eee., maaf maksudku pak angga" ucap Ayla tak enak saat berkata kekasihku

yang membuat Aulia dan juga EO itu tersenyum sumringah.

"tak masalah, saya juga sudah diberitahu oleh nona aulia sebelumnya bahwa acara nona satu minggu lagi, tapi bisakah besok nona sudah memutuskannya" ucap EO itu lagi

Ayla tersenyum dan mengangguk tanda setuju, tak beselang waktu lama Aulia dan juga Ayla keluar dari gedung itu, mereka pun pergi mencari makan siang karena tak terasa waktu sudah hampir siang.

drreett drreett

suara ponsel Ayla bergetar

panggilan dari Angga membuat Ayla nampak canggung untuk mengangkat telepon, sempat Ia melirik Aulia

"silahkan kak, aku juga pernah sepertimu" ucap Aulia mempersilahkan

"halo sayang, ada apa.?" ucap Ayla canggung

"hey sweet heart, sudah selesai bertemu EOnya.?" ucap Angga saat sudah selesai rapat menuju tempat makan

"sudah, kapan kamu balik ada sesuatu yang ingin aku tunjukan" ucap Ayla

"sedikit lagi, sore aku sudah tiba, apa itu aku jadi penasaran?" ucap Angga

"baiklah, jemput aku di rumah sakit yah, nanti saja kamu lihat, bye" ucap Ayla mengusaikan pembicaraan Ia tak enak terlalu lama berbicara saat ada yang mendengarnya.

tak lama dari Ayla menelpon, mobil Aulia sudah tiba di caffe shop, mereka pun masuk kedalam dan memesan steak daging ayam dan orange juice,

"tenang saja kak, EO itu sangat handal dalam pekerjaanya dijamin kakak ipar tidak akan kecewa, oh yah, jika kalian belum ada planning untuk cincin kawin bisa rekomendasi pada EO itu juga pokoknya kakak tinggal tahu beres" ucap Aulia seketika

"terima kasih yah sayang, kamu uda mau repot urus ini semua" ucap Ayla

"ia kak, lagian bang angga uda bilang ke aulia buat cari rekomendasi EO yang bagus kebetulan lia juga baru habis kerjasama dengan mereka dan memang sangat memuaskan" ucap Aulia sambil menyantap hidangan yang sudah di bawa oleh pelayan.

"jika seperti itu syukurlah" ucap Ayla tersenyum manis dengan meneguk minumannya.

Ayla merasa bersyukur akan mempunyai seorang Adik Ipar yang saat perhatian padanya dan menghargai dirinya sebagai Istri dari Abangnya, perkenalannya bersama keluarga Angga terbilang cukup singkat tapi sangat dekat seperti orang yang sudah kenal lama,

Aulia pun saat mendengar Abangnya akan mengenalkan Calonnya begitu antusias dirinya, selama ini dia berharap mempunyai seorang Kakak Perempuan walau sudah ada Kak Bunga tapi baginya mempunyai lebih dari satu soerang Kakak perempuan sangat menyenangkan untuknya, karena dia orang yang cukup manja.

"lia, mba berharap kamu bisa terima mba yah" ucap Ayla

entah mengapa pertanyaan itu terucap dari bibir Ayla, Aulia yang mendengar tidak senang dengan ucapan Ayla dia pun menghentikan kegiatan makannya.

"kak ayla kok bicara begitu, yah, lia senang dan antusias bakal punya mba, lia tidak pernah menolak kehadiran kak ayla, ada apa kak ayla bicara seperti itu" ucap Aulia seakan aneh dengan pertanyaan itu.

Ayla pun merasa senang dengan ucapan Aulia tanpa sadar bulir bening disudut matanya turun, dengan cepat Ayla menepis dengan tangannya.

"kok kak ayla nangis?" tanya Aulia sambil memegang tangan Ayla

"sama sepertimu, aku senang dan bahagia selama ini aku juga mengharapkan mempunyai adik sepertimu" ucap Ayla sambil membalas pegangan tangan Aulia

"bukan cuman satu tapi lebih dari satu" ucap Aulia nyengir

"kau benar" ucap Ayla sambil terkekeh kecil

mereka pun melanjutkan perjalan kembali kerumah, karena hari sudah cukup terik

.......

drreett dreeett

suara ponsel bergetar

"halo, katakan" ucap Andreas

Dia suda tak sabar menanti penjelasan dari orang suruhannya

"begini tuan, dari yang saya selidiki ternyata memang benar dugaan tuan, ada unsur kesengajaan dibalik kecelakaan yang menimpah tuan saat itu, tapi sayangnya mereka sangat rapi dalam menyembunyikan kasus ini" ucap Orang suruhan Andreas

Andreas yang sedang didalam mobil yang menepikan kendaraannya, terlihat sangat kesal dan memukul setir yang ada didepannya.

"sialan, siapa yang berani berbuat" geram Andreas

"untuk itu saya masih selidiki tuan" ucap orang itu

"silahkan kau lanjutkan" Andreas menutup telepon itu dari genggamannya.

dengan menghela nafas untuk berpikir, Andreas tidak ingin hanya diam saja, Dia pun berinisiatif untuk terjun ke perusahaan agar bisa lebih leluasa mencari dalang di balik itu semua.

"yah, satu-satunya cara aku akan ke perusahaan" gumam Andreas

dia pun berinisiatif pergi menemui Kakek Kusuma.

Setibanya di rumah Kakek, dengan membawa cake kesukaan Kakek, Andreas disambut oleh pelayan rumah Kakek Kusuma didepan pintu.

dengan sopan pelayan itu mempersilahkan masuk Andreas menemui Kakeknya.

Kakek Kusuma yang berada diruang santai sedang mengamati perkembangan perusahaan, membuat Andreas bersemangat dalam misinya.

"siang my grandpa, apa kakek tidak merindukanku" ucap Andreas saat melihat Kakeknya sedang sangat serius membaca laporan.

Kakek Kusuma yang masih memakai kursi roda, dengan menengadahkan kepalanya melihat dengan jelas siapa yang menyapanya, Ia pun sangat senang ada Cucunya datang menemuinya.

"jelas kakek sangat rindu padamu, kemarilah nak" ucap Kakek

Andreas berjalan menghampiri Kakek dan duduk disalah satu sofa yang ada.

"tumben kamu datang kemari, apa ada sesuatu yang penting?" ucap Kakek Kusuma sambil menghentikan kegiatannya dalam melakukan pengecekan laporan.

"apa tawaran kakek masih berlaku?" tanya balik Andreas membuat Kakek bingung

pertanyaan yang diajukan oleh Andreas membuat Kakek nampak berpikir.

"jika waktunya andre siap untuk terjun kedunia bisnis yang kakek kelolah, apa masih berlaku?" ucapan Andreas membuat Kakek membungkam mulutnya.

Kakek tidak percaya jika Andreas mengingat kejadian dimana Kakek menawarkan untuk Dia nengurus dan mengelola bisnis keluarga Kusuma.

"apa kamu sudah mengingat semuanya nak" ucap Kakek masih belum percaya dan tidak menjawab pertanyaan Andreas.

Andreas yang melihat setiap gerak-gerik Kakek yang nampak terkejut hanya bisa tersenyum dan menggenggam tangan Kakeknya, kemudian Ia mengangguk

"ia kek, walau belum sepenuhnya, maka dari itu andre minta tolong pada kakek untuk membantu andre untuk bisa mengingat, hanya dengan bantuan kakek sekali ini saja" ucap Andreas memelas dan berharap

"apa kamu yakin bisa.?" ucap Kakek yang mengkhawatirkan kondisi Andreas, dia sangat senang selama ini harapannya akan terkabulkan karena memang selama ini dia menginginkan Andreas lah yang harus memimpin perusahaan itu.

sebenarnya Andreas tidak ingin melibatkan urusan ini dengan Kakeknya, tapi Dia masih penasaran dengan kecelakan yang menimpanya, Andreas sangat yakin jika itu adalah ulah seseorang dan bukan murni kecelakaan.

Ditambah dengan penelusuran yang dilakukan oleh orangnya bahwa ada orang yang mencoba menutup rapat kejadian itu dan sudah tersusun rapi rencana yang menimpa Andreas.

"andre yakin kek, andre akan coba itu" ucap Andreas mantap

Karena melihat keyakinan dari ucapan Andreas membuat Kakek tersenyum bahagia, dia tidak tahu apa sebenarnya maksud Andreas tapi Ia sangat senang Cucu yang sangat Ia banggakan mau membantunya dalam mengurus Bisnis keluarga Kusuma.

Kakek pun memeluk tubuh Andreas dengan menepuk lembut punggungnya, begitu pun Andreas dia senang bisa membantu Kakeknya dan tak lupa ada sesuatu hal yang ingin Ia telusuri.

setelah berpelukan, Kakek Kusuma mengambil ponselnya Ia memutuskan akan menghubungi Sekretaris Mike setelah Andreas kembali.

"baiklah, kakek akan mengurus penempatanmu, kau bisa kembali dan akan segera dihubungi oleh mike" ucap Kakek

"baiklah kek, andre percaya kakek, tapi bisakah jangan kakek pindahkan rian dari jabatannya, tempatkan saja andre di perusahaan cabang, andre tidak ingin jika ada lagi permusuhan antara kita" ucap Andreas memohon agar tidak melibatkan Adrian dalam hal ini.

mendengar permintaan Andreas membuat Kakek tersenyum bangga, ternyata Andreas sudah tidak seperti dulu lagi yang akan tidak mau saling berbagi dengan saudaranya.

"baiklah kakek akan lakukan untukmu" ucap Kakek

setelah mendengar Kakek akan melakukan keinginannya Andreas pun beranjak dari kediaman rumah utama Kusuma, Dia berencana ingin menemui Aulia, kali ini jika Aulia belum mau mendengarnya Dia akan terus memaksa sampai Aulia mendengarkan semua penjelasannya.

........

Ayla baru saja turun dari mobil Aulia, sebelumnya Ayla mengajak Aulia untuk turun dan masuk kedalam, tapi karena Aulia masih ada sesuatu yang mendesak dan harus kembalinke kantor, maka Ia sangat tidak enak pada Calon Kakak Iparnya itu,

Mobil Aulia pun menuju ke kantor, padahal tiga hari kedepannya Ia sedang tak ingin masuk kantor dulu, karena disisi sedang mengurus dan membantu pernikahan Abangnya disisi lain juga karena memang sedang penat dan capek.

sebelumnya Mey sudah meneleponnya jika ada berkas yang tidak bisa di wakilkan olehnya, dan sebelumnya Mey sudah menawarkan agar Ia akan membawa berkas itu kerumah Aulia tapi karena Aulia juga ingin mengambil sesuatu di ruangannya, maka dirinya lah yang akan ke kantor sekalian.

tiba mobil Aulia diparkiran khusus dirinya, Aulia melangkah masuk kedalam lift menuju ruangannya.

saat pintu lift terbuka, terlihat Mey menyambut kedatangan Bosnya yang terlihat cukup santai tidak seperti biasanya, mungkin karena Bosnya sekarang sedang tidak ingin bekerja.

"kamu ikut aku" perinta Aulia saat melihat Mey sedang membawa berkas

Mey pun melangkah mengikuit Bosnya masuk dalam ruangan kerjanya.

"maaf bos sebelumnya" ucap Mey sambil memberikan berkas yang harus Ia tandatangani

setelah Aulia menanda tangani berkasnya, Ia pun mengambil file yang memang menjadi tujuan utamanya untuk datang ke kantor,

setelah usai dengan urusannya, Aulia pun melangkah keluar dari ruangan kerjanya.

"mey, jika ada hal penting lagi kirim lewat surel saja oke" ucap Aulia saat mendapati Mey di meja kerjanya.

"baik bos, silahkan nikmati hari liburnya" ucap Mey

Didalam Lift Aulia nampak sangat santai, tetapi saat pintu lift terbuka dilantai bawah dimana Aulia ingin keluar ke parkiran, matanya membulat tak percaya apa yang Ia lihat.

"dia" gumamAulia merujuk pada Andreas

terlihat Andreas yang tak percaya, sebelumnya Ia khawatir jika tidak bisa bertemu dengan Aulia, tapi tuhan berkata lain tak sengaja Andreas berjumpa pada Aulia.

"aulia" ucap Andreas pelan tapi masih didengar oleh Aulia

tak ingin berlama-lama didalam lift, dan melihat beberapa karyawannya sedang melihat, Aulia langsung menyingkirkan Andreas dari hadapannya dan beranjak menuju parkiran.

tak ingin kedatangannya sia-sia, Andreas pun mencoba mengejar Aulia yang sedang bergegas ke arah mobilnya.

"aulia tunggu" teriak Andreas

membuat Aulia ingin cepat-cepat masuk dalam mobilnya.

tetapi saat berhasil menjangkau pintu mobil tangan Andreas berhasil menarik tangan Aulia mencegat agar Aulia mau berbicara padanya.

"lia tolong dengarkan aku" ucap Andreas memohon

"lepas" ucap Aulia menjauhkan tangan Andreas dari dirinya

"oke, please kita harus bicara" ucap Andreas memohon sekali lagi

Aulia perlahan menarik nafasnya dia teringat dengan kata-kata Ayla

"silahkan" ucap Aulia menutup kembali pintu mobilnya yang terbuka.

"aku tahu kamu mungkin sudah tidak ingin melihat atau pun mendengarkan penjelasanku, tapi, aku harus meluruskan ini semua" ucap Andreas membuka penjelasannya.

"aku sedang lupa ingatan, sudah beberapa bulan ini kamu selalu masuk dalam ingatanku yang membuat aku bingung, sampai pada dimana terakhir aku ingat bahwa kamu adalah sosok yang spesial dalam hidup ku" ucap Andreas lagi

mendengar penjelasan Andreas Aulia masih cuek seakan hanya bualan semata yang ia tidak bisa terima begitu saja.

"oke, terserah kamu percaya atau tidak silahkan kamu hubungi dokterku, ini" ucap Andreas sambil menyerahkan kartu nama Dokter Arya pada Aulia.

"aku tidak bisa menjelaskan terlalu lebih, jika saatnya kamu percaya, aku akan beritahu lagi, silahkan jika kamu ingin pergi, sebelumnya maaf menyita waktumu yang berharga hanya untukku" ucap Andreas mempersilahkab Aulia pergi karena dari raut wajah Aulia sudah sangat ingin beranjak sedari tadi.

Aulia yang sudah mendengar itu semua tampak terlihat raut wajah kebencian tabg yang masih ada padanya tidak bisa ditutupi, Andreas pun memilih lebih dulu meninggalkan Aulia.

saat mobil Andreas sudah pergi, Aulia melihat kartu nama Dokter itu di atap mobilnya yang diberikan oleh Andreas tadi.

sempat terbesit tidak ingin terlibat lagi pada Andreas tapi karena Aulia juga merasa penasaran dari pada selalu ada rasa benci itu, maka perlahan Aulia mengambil id card itu dan masuk dalam mobil.

kini mobil Aulia melaju kearah luar gedung perusahaannya.

........

drreett drreett

suara ponsel Aulia bergetar

"kak max" ucap Aulia saat melihaf panggilan di layar ponselnya

sebelumnya Aulia menepikan mobilnya agar bisa leluasa mengangkat panggilan itu, Ia baru sadar jika Ia ada janji yang harus dilunasi pada Maxim.

"hey sweety, sedang apa? apa kita bisa sebentar" ucap Maxim setelah Aulia mengangkat telepon itu ke telinganya.

"hai kak, aku sedang menyetir, bisa" ucap Aulia

"ya sudah, apa aku akan menjemputmu atau aku tunggu" tanya Maxim bersemangat

"kali ini aku terserah kakak aja" ucap Aulia

"ya sudah aku akan jemputmu, bye sweety sampai jumpa nanti berdandanlah yah cantik malam ini oke" ucap Maxim memutuskan panggilannya dengan suasana bahagia.

Aulia kini hanya bisa tersenyum setidaknya perasaan sedihnya terobati oleh panggilan dari Kak Maxim, kini mobilnya melaju ke rumahnya.

......

tok tok tok

suara ketukan pintu

"masuk" seru Angel

Angel yang sedang mengerjakan tugasnya terhenti dan berfokus pada pintu yang di buka.

"maaf dok, ini berkas pasien VVIP, oh ya dok ada seseorang yang ingin bertemu diluar" ucap Perawat wanita itu

sambil menerima berkas pasiennya, Angel nampak penasaran siapakah yang datang.

"siapa.?" tanya Angel

"kurang tahu dok, tapi dia pria itu bilang dokter pasti mengenalnya" ucap perawata itu lagi

"pria" gumam Angel

"baiklah terima kasih" ucap Angel sambil memberikan Map bening itu pada perawatnya.

setelah Perawat itu keluar dari ruangannya, Angel pun beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri pintu.

seketika pintu itu terbuka yang membuat Angel terkejut dan terpaku.

"adit" seru Angel tak percaya

"hey sayang, maaf membuatmu kaget, habis kamu lama sekali keluar" ucap Aditya sambil mendekat pada Angel dan memeluknya erat

Angel membalas pelukan itu dengab penuh kerinduan, bagaimana tidak setelah memutuskan untuk berhubungan kembalu, keduanya disibukkan dengan jadwal masing-masing,

Aditya yang sibuk dengan dunia hiburannya dan Angel yang sibuk dengan pasien-pasiennya, membuat keduanya hanya bisa berhubungan lewat ponsel Android.

cukup lama mereka berpelukkan, sudah cukup berpelukan keduanya pun saling memandang penuh kerinduan dan bahagia tak lama Aditya pun mencium lembut bibir ranum gadisnya itu.

dengan terbawa suasana Angel membalas ciuman itu setidaknya tersalurkan rasa rindu yang teramat itu, keduanya kini saling melempar senyuman dan berakhir dengan Angel duduk di kursinya dan Aditya duduk dihadapannya.

"apa yang membawamu kemari?" tanya Angel

"apa aku harus butuh alasan untuk menemui kekasihku" ucap Aditya memegang tangan mulus Angel.

"tidak, bukan seperti itu, apa kamu tidak sibuk dan bagaimana pekerjaanmu" ucap Angel perhatian

"sejauh ini jadwalku besok baru ada, aku kesini sudah sangat merindukanmu, apa kita bisa pergi walau hanya untuk makan malam saja" tawar Aditya, Dia belum puas bertemu dengan Kekasihnya.

"tapi" seru Angel

sebenarnya Angel tidak ingin ada berita tak mengenakkan untuk Aditya jika Ia harus jalan berdampingan bersamanya, tapi Ia percaya jika Aditya mengajaknya pasti Aditya sudah tahu apa saja yang akan Ia hadapi dan Ia atasi.

"baiklah, sore nanti jemput aku, aku masih harus ada jadwal pemeriksaan" ucap Angel.

setelah perkenalannya pada Calon Kakak Iparnya Ayla, belum lama ini Angel sudah selesai dengan dokter residennya (magang), kini Ia sudah resmi menjadi salah satu Dokter Bedah di rumah sakit keluarga Kusuma,

dan memiliki tanggung jawab yang berat, dan hampir semua jadwal operasi Ayla dilimpahkan padanya, Aditya tahu itu semua, walau dia tidak ingin terjun dalam bisnis keluarga tapi Ia masih bisa mengontrol dan mengawasi, di tambah ada orang yang Ia sayang bekerja di salah satu bisnis mereka.

"terima kasih sayang, ya sudah aku keluar dulu telepon aku jika kamu sudah selesai" ucap Aditya sambil berdiri dan menyuruh Angel mendekat kedalam pelukannya.

"apa kamu harus berpakaian seperti ini" ucap Angel saat pelukkan itu melonggar.

bagaimana tidak pakaian yang di kenakan Aditya membuat Angel bingung, sama dengan Artis pada umumnya memakai Hoodie hitam, topi dan juga masker tak lupa celana jeans menyempurnakan penampilannya.

"memangnya kenapa?" tanya Aditya yang sekilas melihat penampilannya.

"itu membuatmu makin dikenal sebagai seorang public figur sayang" ucap Angel mengamatinya.

"oh ya, baiklah aku akan merubah tampilanku jika aku datang diam-diam lagi" ucap Aditya sambil berjalan kearah luar pintu.

Angel hanya bisa tersenyum manis melihat tingkah konyol kekasihnya itu, berlalunya Aditya, Angel pun keluar untuk melakukan pengecekkan kondisi pasiennya yang baru habis melakukan operasi kemarin malam yang Ia sendiri tangani.

.......

malam ini Aulia sudah tampil cantik, Ia melihat dirinya di depan cermin, sekilas matanya tertuju pada ID card milik Dokter yang menangani Andreas.

tak ingin berlarut Aulia memalingkan pandangannya pada pantulan dirinya di cermin itu.

tak lama, suara getaran ponsel Aulia membuat dirinya bergegas kelur dengan mengambil tas tangan dan ponsel di telinganya.

"ia kak, lia akan keluar" ucap Aulia berjalan menuju pintu rumah.

terlihat Maxim sedang berdiri menunggu Aulia turun.

Maxim membukakan pintu mobil untuk Aulia dengan begitu manis,

didalam mobil, Maxim yang sudah menyusun rencana untuk mengungkapkan perasaannya pada Aulia terlihat benar-benar bahagia, sudah sangat lama Ia menantikan ini semua.

saat tiba di salah satu restoran nampak tak terlalu banyak orang didalamnya, Maxim memang sengaja membooking tempat itu tapi tak ingin terlalu nampak Ia membatasi pengunjung disana, jadi Aulia tidak merasa terlalu curiga, mereka pun duduk disalah satu meja yang sudah Maxim pesan

terlihat Aditya dan Angel yang masuk kedalam Restauran itu, untuk dinner romantis, mata Angel sekilas menangkap sosok wanita yang membelakanginya, tapi Ia bisa melihat dengan jelas sosok Pria di hadapan wanita itu adalah Maxim.

"kak max, sedang apa dia disini, oh mungkin akan ada lamaran" gumam Angel saat Aditya meresvasi namanya saat sudah membooking tempatnya.

"mari tuan" ucap Pelayan itu menunjukkan meja pesanan Aditya dan juga Angel yang berseberangan dengan meja Maxim,

kini Angel sudah duduk dan cuek pada sosok Maxim, Dia ingin menghabiskan waktunya hanya untuk Aditya saja.

"apa kamu suka sayang.?" tanya Aditya

"aku suka jika kamu yang memilih" ucap Angel membuat Aditya mencium punggung tangan Angel.

"terima kasih sayang" ucap Aditya sambil mengelus punggung tangan itu.

"angel, apa kamu mau melanjutkan hubungan kita kejenjang yang lebih serius?" tanya Aditya dengan raut wajah serius

pertanyaan yang tiba-tiba keluar dari mulut Aditya membuat Angel sempat kaget, diam dan mematung.

Aditya tahu pertanyaannya pasti membuat Angel kaget.

"aku serius sayang" ucap Aditya lagi

"adit, setelah aku memutuskan untuk menerimamu kembali aku sungguh-sungguh mencintaimu" ucap Angel terhenti

seketika anggukkan kepalanya membuat Aditya sangat senang dan bahagia, membuat Aditya ingin berteriak tapi Ia tahan karena sedang membawa Angel makan.

Aditya hanya memegang tangan Angel dan tak lupa Aditya mengeluarkan kotak cincin dari saku bajunya.

kiniAditya pun berlutut dihadapan Angel dan mengulurkan cincin dihadapannya, Angel yang terpana dengan tindakan Aditya membuat Ia terharu tak percaya Ia akan cepat dilamar oleh sang kekasih.

"ternyata kata lamaran itu bukan untuk orang lain tapi aku" gumam Angel menangkupkan tangannya dibibir tak percaya.

"apa aku sedang dilamar" ucap Angel

yang membuat Aditya terkekeh kecil, tak percaya jika gadisnya tak sadar akan lamarannya.

"ia sayang jadi jawabannya apa" ucap Aditya

Angel pun mendekatkan dirinya ketelinga Aditya

"aku mau sayang" bisik Angel

Angel malu menjadi tontonan menarik perhatian untuk orang yang ada di dalam Restauran itu.

Aditya pun berdiri diikuti Angel, dipasangkannya cincin emas putih itu berbuahkan berlian cantik menjadi permatanya.

mereka pun saling berpelukkab yang membuat siapa saja bertepuk tangan.

yang membuat perhatian Aulia dan juga Maxim teralihkan saat menyantap hidangan diatas meja.

betapa kagetnya Aulia saat melihat Angel dan juga Aditya, melihat reaksi Aulia, Maxim mengamati dua sejoli itu.

"bukankah mereka" ucap Maxim masih ragu

"ia mereka angel dan juga aditya" seru Aulia menyambung kalimat Maxim.

"aku ingat sekarang, saudaramy dan juga sih kusuma itu" ucap Maxim penuh penekanan pada kata Kusuma

"lia, bisakah kamu melihatku" ucap Maxim kembali

kini Aulia mengarahkan pandangannya pada Maxim yang terlihat lebih serius dari sebelumnya.

"lia, aku bodoh menyadari disaat cinta itu sudah hilang, tapi bisakah kamu memberikan aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku layak untukmu" ucap Maxim perlahan memegang tangan Aulia.

"aku tahu jika sekarang rasamu untukku sudah pudar selama ini aku sudah berusaha keras agar hubungan kita bisa lebih dari hanya seorang kakak dan adik" ucap Maxim kembali

Aulia membalas pegangan tangan Maxim dan mendekat

"kak, terima kasih atas cinta dan perlakuanmu untukku selama ini, jika memang dari awal kita bersama, aku akan sangat senang memilikimu, tapi maaf aku benar-benar minta maaf untuk saat ini aku masih belum bisa memberikan harapan itu padamu kak" ucap Aulia tak enak sambil menundukkan kepalanya

seketika Maxim menggerakkan tangan Aulia denngan lembut untuk Aulia bisa melihat Dia.

"hey, sweetie, aku yang minta maaf, aku terlalu egois dan mementingkan perasaan ini, sampai-sampai tidak melihat keadaanmu, semoga kamu tidak merasa terbebani atas pernyataan diriku tadi" ucap Maxim tulus dan mencoba membuat Aulia tak enak hati.

"maafkan aku" ucap Aulia lagi dengan wajah bersalah

"sudahlah, apa kamu sudah selesai?" tanya Kak Maxim

Aulia hanya mencoba tersenyum dan mengangguk

Maxim pun berdiri di ikuti oleh Aulia menuju jalan keluar dari Restauran itu, tetapi seketika mata Aditya yang melihat Maxim mencoba mengamati dia begitu kaget ada Aulia di samping Maxim sedang bergandeng tangan.

Angel yang melihat Aditya mencoba mengarahkan pandangannya kearah mata Aditya.

"lia" seru Angel, Aulia dan juga Maxim terarah pada sosok yang memanggil

"bukankah dia" gumam Aditya

Aulia dan juga Maxim berjalan mendekat meja makan Angel dan juga Aditya.

"selamat yah ngel, aku turut senang melihatmu, adit hey" ucap Aulia saat tiba di depan meja Angel

Angel yang melihat keduanya nampak begitu akrab hanya bisa memaksakan senyumnya, sedangkan Aditya yang ditegur hanya bisa mengangguk tak lupa senyum manis Ia berikan pada Aulia tidak pada Maxim.

"terima kasih sayang, hey kak max" ucap Angel

"hey ngel, adit, kami permisi duluan" ucap Maxim tak ingin berlama-lama disana

"aku balik duluan yah" ucap Aulia sekali lagi dan berlalu bersama Maxim yang senantiasa memegang tangan Aulia begitu penuh kasih.

"jadi aulia sekarang bersama dia?" tanya Aditya penasaran

"aku juga tidak tahu, sebagai teman dan saudaranya saja aku baru lihat dia jalan sama kak maxim" ucap Angel

"apa kak andre tahu soal ini" gumam Aditya dalam hati

Angel yang melihat Aditya hanya berdiam, Dia pun mencoba menyadarkan Aditya dari lamunannya

"sayang?" tanya Angel

"eee., iya sayang" ucap Aditya

"kita balik" tawar Angel

"baiklah" ucap Aditya sambil berdiri tak lupa tangan Angel melingkar dengan sempurna di tangan Aditya mereka pun berjalan dengan hati yang sedang berbunga-bunga.

.......

tok tok tok

suara ketukan pintu kerja Adrian

"masuk" seru Adrian

terlihat Mike masuk tak lupa Ia menyapa Bosnya.

"tuan, apa tuan sudah mendengar?" tanya Mike seketika

"tentang apa" ucap Adrian

"sore tadi tuan besar meneleponku, untuk mengurus pengangkatan tuan andre kedalam perusahaan" ucap Mike

Adrian yang sedang mendengar ucapan Mike seperti tak percaya apa yang baru saja Ia dengarkan.

"apa mungkin sudah waktunya andre mempinpin" ucap Adrian

"maaf tuan, atas keinginan tuan andre, ia tak ingin merebut posisi tuan saat ini, tetapi ia ingin di tempatkan di perusahaan cabang" ucap Mike

"maksud kamu" ucap Adrian

"sebenarnya tuan andre datang kerumah utama untuk menemui tuan besar dan mencoba membujuk untuk tuan andre bisa bekerja di perusahaan tapi tidak untuk jabatan tinggi" ucap Mike sambil melihat reaksi Adrian

"yang tuan sedang tempati, karena tuan andre tidak ingin adanya permusuhan" ucap Mike lagi

seketika Adrian terpikirkan saat-saat dimana mereka selalu bertolak belakang, Adrian mencoba menyadarkan kepalanya ke sandaran kursi, dengan membuang nafas Ia melirik kearah Mike

"baiklah, kamu urus saja permintaan kakek dan juga andre" ucap Adrian

"oh yah, ini sudah jam berapa?" tanya Adrian

"hari sudah malam tuan sekarang pukul 07:35 tuan" ucap Mike melirik jam tangannya

bukannya Adrian tak ada jam hanya saja saat Ia bekerja Jam tangan yang cukup mahal melingkar ditangannya pasti Ia akan buka dan mencoba menggulung lengan bajunya dengan memakai kacamata, begitulah keseksian Adrian saat bekerja, dia akan terlihat sangat seksi dan cool jika sedang fokus

Adrian baru sadar jika dirinya terlalu memaksakan diri untuk bekerja dalam membawa perusahaan tetap jaya dan menjadi salah satu bisnis ternama di Indonesia.

sampai-sampai hal pribadinya sudah tak Ia pikirkan, Ia merasa untuk saat ini tak ada waktunya dalam hal pribadi menyangkut perasaannya.

mungkin Aulia bukan sosok yang Ia cari, Adrian selalu berpikir jika waktunya tiba Ia pasti bertemu dengan wanita pujaannya, tetapi rasa sayang untuk Aulia selalu ada karena bagi Adrian, Aulia adalah wanita pertama yang membuat dirinya mengenal cinta dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

"wah ternyata sudah malam, kita pulang" ucap Adrian

Mike pun berjalan keluar menyiapkan keperluannya untuk segera pulang bersama Tuannya.

Adrian segera bersiap untuk pulang memperbaiki penampilannya tak lupa jam tangannya, Jaz hanya ia gantung disalah satu tanganya dan membawa ponselnya.

Adrian pun melangkah keluar ruangan untuk segera pulang Ia merasa sangat lelah seharian di kantor hanya beberapa klien yang menemuinya selebihnya Ia habiskan didalam ruangan.

........

.

.

.

.

.

.

***readers semoga terhibur yah, maaf jika author jarang update.

jika suka dengan ceritanya dan ingin terus update jangan lupa vote, lik dan beri komentar agar author semangat update, gomawo**

1
n_jesika
lanjut thorr
Siti Shalehah Ctg
terimakasih telah kembali Thor...
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
n_jesika
tolong ini lanjutan nya mna 😫
Rupink Chiabella
nabrak mulu
Nia Kurniasih
lamjut...
Aisyah Ajja
kebiasaan deh lg serius2nya baca berhenti ga da lanjutan
Nia Kurniasih
lanjut..
Nia Kurniasih
lanjut...
Tika
semangat!!
Tika
aku mampir di sini...
Suyen Narti
aku suka aku suka ceritax bagus
Nia Kurniasih
lanjut....
milnau
keren 😍😍ceritanya bagus. Semangat thor nulisnya. Btw aku pendatang baru nih. Aku butuh masukan, kritik dan sarannya. untuk novelku "Gigi". Ditunggu ya kedatangannya. Makasih
RA💜<big><_
kak q mampir bawa boomlike dan bintang lima buat kakak, semangat

mampir yuk ke novelku yang berjudul
"pergi ke masa lalu"
"siculun dan pangeran tampan"
minta dukungannya lewat rate komen like dan votenya, apabila suka alurnya bisa klik favorit

salam santun dariku Rija Annisa
Cokorda Swastika
tata naskahnya buat pusing... rapat2...
Dinda Fitrianingsih
seru kayaknya cerita anak sekolah,,
Kinan Adina
keren
Nita Ve
Keren ceritanya😍
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!