Sequel of novel ^Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan^
Hwan Sang-Kyu Dzaka Zuumar, singkat saja panggilannya Dzaka, Pria muda berusia 22 tahun yang berprofesi sebagai Model dan Anggota Boyband K-pop yang tengah digandrungi seluruh remaja dunia.
Dzaka dikenal sebagai seorang Casanova, pria yang senang menjahili dan menggoda wanita baperan dengan mulut manisnya. namun belum pernah menyentuh tubuh wanita sedikitpun. sangat terdengar aneh bukan? tapi begitulah nyatanya.
Dibalik itu semua, Dzaka sangat berpegang teguh pada agama yang dianutnya. bahkan ia rela meninggalkan pekerjaannya demi menjalankan rukun islam kedua.
Hingga suatu hari, tiba-tiba Dzaka menjadi seorang Single Daddy untuk Putrinya dari wanita yang tak bertanggung jawab.
Bagaimana bisa? apa yang terjadi? penasaran kan? yuk kepoin 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Gadis
🌴🌴
"Dzak, kamu gak niat menikah? Alicya juga membutuhkan seorang Ibu" tanya Baba Ye-Jun. Anak dan Ayah itu sedang berada di kantor, tepatnya di ruang Presdir yang diduduki oleh Ye-Jun.
"Belum niat, Ba"
"Emang kamu mau wanita yang seperti apa? kamu jangan sampai berulah lagi, Dzaka"
"Baba tenang aja, aku gak gitu lagi. hanya saja aku sedang menunggu seseorang" ujar Dzaka menatap luar jendela yang berjejeran gedung yang tinggi.
Baba mengerutkan dahinya, baru kali ini anak pertamanya itu mulai terbuka padanya.
"Siapa?" tanya Baba
"Sepupuku sendiri, Ck!" ungkapnya, pandangannya menatap kejauhan.
"Apa!" sontak saja Baba Ye-Jun langsung kaget mendengar ungkapan putranya.
"Apa salahnya, Ba? kan bukan sedarah" sanggah Dzaka
"Emang sepupumu yang mana? Azkira atau Ae-Ca?" tanya Baba
"Kira" jawabnya singkat
"Yang benar aja kau! kenapa gak anak Madrasah aja?"
"Is, Baba! orang gak suka gimana lagi. huh!"
"Apa tante Aera tau?"
"Enggak. gak ada yang tau" jawabnya santai
"Ck! kau ini! Azkira masih remaja. lima tahun lagi sekolahnya selesai. dan pasti banyak yang menantinya disana" gerutu Baba
"Aw ah, Ba" Pria itu tampak acuh
"Ingat, Dzak. Cya butuh Ibu yang mau mengasuhnya dan memberikan kasih sayang."
Dzaka pun terdiam sejenak, memikirkan ucapan sang ayah. memang benar apa katanya, mengingat orang rumah yang mulai sibuk. tak mungkin semuanya diserahkan pada Jasmin begitu saja.
"Ba, aku pamit, ada photoshoot sebentar lagi" pamit Dzaka sembari menatap jam di pergelangan tangan
"Pergilah"
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Dzaka bergegas pergi meninggalkan ruangan ayahnya. Berjalan cepat menuju lift untuk mengantarkannya ke lantai dasar. hingga ke tempat parkiran dimana mobilnya berada.
Dzaka menghembuskan nafas dengan kasar, menatap ke depan sembari memegang setir kemudi. Masih teringat akan ucapan Baba yang menginginkannya menikah. di sisi lain bocah tengil itu juga membutuhkan seorang Ibu. mengingat Cya yang sangat suka menyebut kata 'Mama'. Dzaka tidak mau bila anaknya sendiri kekurangan kasih sayang seorang Ibu. sungguh menyesakkan.
"Semua ini karna perbuatan kau, Alice!!" geram Dzaka. masih kesal pada wanita itu.
Kemudian Dzaka bergegas menekan pedal gas mobil, melajukan kendaraan roda empat itu dengan kecepatan tinggi meninggalkan pekarangan gedung tersebut.
Saat Dzaka ingin berbelok, tiba-tiba ia mendadak mengerem dengan jantung yang tak kalah kaget. Ia hampir saja menabrak seorang wanita yang tak berdaya diluar sana.
Dzaka bergegas keluar, memeriksa keadaan.
"Nona, are you oke?" tanya Dzaka saat melihat wanita itu membersihkan kakinya dari jalanan aspal. ia terduduk walau tak ada luka dibetisnya.
"Kalau bawa mobil tu lihat-lihat dong!" teriaknya dalam bahasa Indonesia.
Dzaka mengerutkan dahinya, wanita ini ternyata dari Indonesia.
"Apa kamu orang Indonesia?" tanya Dzaka dalam bahasa Indonesia pula
"Oh astaga! aku lupa kalau disini Korea" gumamnya
"Iya, aku orang Indonesia. kenapa?"
"Berarti kita sekampung"
"Hah? maksudnya?"
"Saya blasteran Korea-Indo"
"Oh, pantesan bisa bahasa indonesia"
"Hmm, ada yang luka?" Dzaka memeriksa betis itu.
"Eh, jangan tengok-tengok! gak ada luka kok!" wanita itu menekuk kakinya, melindungi dengan kedua tangan.
Wanita sederhana yang hanya mengenakan baju kaos dilapisi jaket dan celana denim sebetis, rambut panjang yang tergerai indah namun sedikit berantakan. tampaknya wanita ini membawa tas travel bag di tangannya.
Membuat Dzaka heran
"Kamu mau kemana? kenapa bawa travel bag?" tanya Dzaka, merasa kasihan melihat gadis ini.
"Aku- aku di tipu temanku, Tuan. katanya ada pekerjaan di Korea untukku sebagai pembantu di kediaman jalan xxx, tapi setelah aku periksa gak ada yang membutuhkan pembantu disana. Aku bingung sekarang, maaf malah jadi curhat" ucapnya merasa tak enak, tak terasa ada buliran air mata yang menetes.
Dzaka menatap manik mata yang bersedih itu, ada kejujuran didalamnya. Membuat hatinya terenyuh mendengar cerita wanita tersebut.
"Ayo masuk ke mobilku" ajak Dzaka
"Eh, mau kemana?"
"Aku ada pekerjaan untukmu"
"Pekerjaan apa, Tuan?" tanyanya bingung.
"Ayolah masuk aja"
"Anda gak macam-macam kan?" wanita itu memundurkan langkahnya, menjauh.
"Ck! mana mungkin, ayolah! kita itu satu kampung, saya gak tega membiarkan kamu terluntang lantung disini"
"Hmm, baiklah kalau begitu"
Wanita itu pun menurut, memasuki mobil bagian samping kemudi yang pintunya telah dibuka oleh Dzaka.
Dzaka pun juga ikut memasuki mobil tersebut.
"Namamu siapa, Nona?" tanya Dzaka sembari memasangkan seatbelt ke tubuhnya.
"Larasati"
"Nama yang bagus" puji Dzaka tersenyum. lalu tanpa sengaja ia melihat sesuatu yang belum terpasang oleh gadis itu.
"Nona, seatbeltnya belum dikenakan" Dzaka memberitahu, menunjuk seatbelt di samping wanita tersebut.
"Apa?" Dia bingung
"Seatbelt, itu" tunjuknya lagi
"Ini?" tanyanya
"Ya! ayo pasang"
"Caranya gimana?" wajah lugu yang tidak tahu apa-apa itu pun membuat Dzaka tertegun, sampai segitunya kah tidak tau benda tersebut?? hmmm, gadis yang unik.
Dzaka melepaskan seatbelt miliknya, mencondongkan tubuhnya untuk semakin dekat dengan wanita tersebut.
"Stop! mau ngapain!"
🌴🌴
ngga skrg 😂🤣🤣🤣