NovelToon NovelToon
Istri Bayangan Tuan Adhitama

Istri Bayangan Tuan Adhitama

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Tidak ada perempuan yang bermimpi menikahi suami kakaknya sendiri.

Namun itulah takdir yang harus diterima Aisyah.

Demi mempertahankan garis keturunan keluarga Adhitama, ayahnya memaksa Aisyah menggantikan sang kakak, Salsa, yang divonis mandul untuk memberi penerus kepada keluarga Adhitama. Semua orang menganggap itu adalah jalan keluar terbaik.
Tidak ada yang pernah bertanya apakah Aisyah menginginkannya. Aisyah memasuki pernikahan dengan harapan sederhana. Meski menjadi istri kedua, ia percaya waktu akan melahirkan kasih sayang. Namun semua harapannya hancur pada malam pertama.

Di hadapan perempuan yang baru saja sah menjadi istrinya, Ammar Adhitama mengucapkan kalimat yang merobek harga dirinya.

"Aku menikahimu hanya untuk memenuhi keinginan keluargaku. Hatiku hanya milik Salsa. Jangan pernah berharap aku akan mencintaimu apalagi menyentuhmu. Mulai malam ini, kau hanya akan menjadi istri di atas kertas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

"Karena... gara-gara aku semuanya jadi semakin rumit."

Ammar menggeleng pelan.

"Ini bukan salahmu."

Aisyah tersenyum tipis. Senyum yang justru terlihat menyimpan banyak kesedihan.

"Mas nggak perlu khawatir." Kalimat itu membuat Ammar menatapnya kembali. "Aku tidak akan pernah memaksa Mas melakukan hubungan suami istri denganku. Aku juga tidak pernah menginginkan itu."

Suasana kamar kembali sunyi. Aisyah melanjutkan perkataannya dengan suara pelan.

"Besok, aku akan mencoba bicara sama Mama. Aku akan berusaha membujuk beliau. Kalau perlu, aku yang akan menerima semua kemarahannya asal Mama membatalkan niatnya."

Ammar memandang perempuan di depannya cukup lama. Entah mengapa, untuk pertama kalinya, ia benar-benar melihat ketulusan di balik semua sikap Aisyah. Perempuan itu tidak sedang mencari simpati, tidak pula sedang berusaha merebut hatinya. Yang ia lakukan sejak awal hanyalah berusaha meredakan konflik yang tidak pernah ia ciptakan sendiri. Dan tanpa Ammar sadari, tembok kebencian yang selama ini ia bangun terhadap Aisyah mulai memperlihatkan retakan-retakan kecil.

Keheningan memenuhi kamar itu. Aisyah masih berdiri di dekat sofa, sementara Ammar tetap membisu beberapa langkah di depannya. Cahaya lampu kamar yang redup membuat bayangan keduanya memanjang di lantai marmer.

"Aisyah, aku berterima kasih kepadamu karena kau mempunyai niatan untuk membujuk mama. Tapi, mama tidak akan pernah mendengarkan siapapun ketika ia sudah menetapkan keputusannya."

Aisyah mengernyitkan dahinya karena bingung harus melakukan apa untuk membantu permasalahan Ammar dengan Salsa.

"Lalu apa yang bisa aku lakukan untuk mas dan kak Salsa mengenai masalah ini?"

Ammar mendekati Aisyah selangkah dan membuat jarak diantara mereka semakin tipis.

"Satu-satunya jalan yang tersisa adalah aku menerima kamu sebagai istriku seutuhnya."

Ucapan Ammar barusan masih menggema di telinga Aisyah dan membuat Aisyah menatap laki-laki itu dengan matanya yang dipenuhi keterkejutan.

"Mas..." suaranya terdengar lirih. "Apa Mas benar-benar sadar dengan apa yang Mas ucapkan?"

Ammar mengembuskan napas panjang.

"Aku sadar."

"Tidak." Aisyah menggeleng pelan. "Mas sedang tertekan. Mas sedang bingung. Jangan mengambil keputusan hanya karena keadaan memaksa."

Ammar memejamkan mata sesaat.

"Kalau bukan sekarang, kapan lagi semuanya akan selesai?"

Aisyah kembali menggeleng.

"Ini bukan penyelesaian."

"Kalau begitu bilang padaku!" suara Ammar mulai meninggi. "Apa jalan keluarnya?" Aisyah terdiam. "Aku sudah kehabisan cara, Aisyah." Ammar tertawa hambar. "Papa dan mama mengancam sementara Salsa menangis. Dan sekarang, kamu juga menolak." Ia mengusap wajahnya dengan kasar. "Menurutmu aku harus bagaimana?" Dadanya naik turun menahan sesak. "Aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa lagi."

Melihat keadaan Ammar, hati Aisyah ikut terasa berat. Selama ini yang ia lihat hanyalah Ammar yang dingin. Ammar yang membencinya. Ammar yang selalu menjaga jarak. Namun malam ini, Ia melihat sisi lain laki-laki itu. Seseorang yang sedang dihimpit dari segala arah, Seorang anak yang tertekan oleh orang tuanya, Seorang suami yang ingin mempertahankan istrinya dan seorang laki-laki yang mulai kehilangan arah. Dengan hati-hati Aisyah berkata,

"Mas, Aisyah tahu Mas sedang berada di posisi yang sulit. Tapi jangan jadikan keterpaksaan sebagai alasan untuk melakukan sesuatu yang nanti akan Mas sesali." Tatapan Ammar perlahan terangkat. "Aisyah tidak ingin menjadi penyesalan Mas."

Kalimat sederhana itu membuat Ammar kembali terdiam dan membuat Aisyah melanjutkan perkataannya dengan suara pelan.

"Kalau nanti Mas melakukan hubungan suami istri dengan Aisyah hanya karena tekanan, maka setiap kali Mas melihat wajah Aisyah, yang Mas ingat bukan istri mas, Tapi perempuan yang memaksa Mas mengkhianati hati sendiri."

Ammar langsung menggeleng.

"Bukan begitu."

"Kalau begitu apa?"

Ammar tidak mampu menjawab karena jauh di dalam hatinya, ia tahu Aisyah benar. Semua ini bukan berasal dari keinginannya melainkan karena keadaan. Aisyah mengusap pelan air mata yang kembali mengalir.

"Aisyah tidak mau menjadi alasan Mas semakin membenci Aisyah. Aisyah sudah cukup menerima kebencian Mas selama ini. Jangan tambahkan lagi dengan sesuatu yang bahkan tidak Aisyah inginkan."

Ucapan itu seperti menghantam dada Ammar. Entah sejak kapan perempuan di depannya tidak pernah sekalipun menyalahkannya. Padahal, bukankah yang paling menderita justru Aisyah? Dipaksa menikah, tidak dicintai, tidur di sofa, dicurigai, disalahkan Salsa, dimarahi mamanya, namun perempuan itu masih memikirkan perasaannya. Ammar menggenggam rambutnya dengan frustrasi.

"Aku benar-benar buntu, Aisyah. Aku nggak tahu harus bagaimana. Kalau aku menolak Mama, Salsa akan terus hidup dalam ketakutan. Kalau aku pergi dari rumah, Salsa tidak mau. Kalau aku bertahan, Mama pasti akan mencari perempuan lain." Ia tertawa lirih.

"Hidupku benar-benar berantakan."

Aisyah memandangnya dengan iba.

"Mas, Aisyah yakin Allah pasti memberikan jalan keluar."

Ammar tersenyum pahit.

"Aku sudah mencoba berpikir dari tadi. Tapi aku tidak menemukannya."

Beberapa detik berlalu, Lalu tanpa diduga Ammar melangkah perlahan mendekati Aisyah hingga kini jarak mereka hanya tinggal beberapa sentimeter dan membuat Aisyah tanpa sadar mundur selangkah.

"Mas..."

Namun langkahnya terhenti saat bagian belakang lututnya menyentuh sofa. Ia tidak bisa mundur lagi sementara Ammar berdiri tepat di hadapannya. Tatapan laki-laki itu begitu lelah, begitu putus asa.

"Aisyah."

"Iya, mas."

"Tolong aku."

Deg, Jantung Aisyah berdetak keras.

"Apa?"

"Tolong aku keluar dari semua ini." Air mata Ammar hampir jatuh. "Aku mohon, Aku benar-benar sudah tidak tahu lagi harus meminta tolong kepada siapa."

Aisyah langsung menggeleng.

"Mas jangan seperti ini. Aku mohon, tolong berdiri dan tenangin diri mas dulu."

Namun, hal yang sama sekali tidak diduga Aisyah terjadi.

Bruk.

Ammar perlahan menjatuhkan kedua lututnya ke lantai.

"Astaghfirullah." Mata Aisyah langsung membulat. "Mas!" Ia benar-benar panik. "Mas, apa yang Mas lakukan?"

Namun Ammar tetap berada di sana. Berlutut di hadapan perempuan yang selama ini selalu ia tolak. Tangannya mengepal di atas kedua pahanya, Kepalanya tertunduk dalam, Harga dirinya sebagai seorang laki-laki seolah telah runtuh malam itu. Dengan suara yang nyaris pecah ia berkata,

"Aku mohon tolong aku, Aisyah."

Aisyah langsung ikut berjongkok di depannya.

"Mas, jangan begini. Tolong berdiri."

Ammar menggeleng.

"Tidak."

"Mas."

"Aku tidak akan berdiri sebelum kamu mau mendengarkan permintaanku."

Air mata Aisyah langsung jatuh.

"Mas, jangan membuat Aisyah berdosa. Aisyah tidak pantas melihat Mas seperti ini."

Namun Ammar tetap menggeleng.

"Kalau harus menjatuhkan harga diriku demi mempertahankan rumah tanggaku dengan Salsa, aku rela."

Kalimat itu membuat dada Aisyah terasa diremas. Dengan tangan gemetar ia mencoba memegang lengan Ammar.

"Ayo berdiri, Tolong mas. Kalau ada pelayan masuk bagaimana?" Ammar tetap diam. Ia bahkan tidak bergerak sedikit pun. "Mas."

Aisyah mulai menarik lengannya perlahan, namun tubuh Ammar tetap kokoh seolah kedua lututnya telah dipaku di lantai.

1
Sari Nilam
thor buat aisyah jauh dari manusia2 toxuc itu , buat aisyah jadi wanita yang mempunyai martabat tinggi ,tidak diinjak2 oleh mereka
Sari Nilam
kan makanya fikir duku sebelum.bertindak ,mana adasuami gak.boleh nyentuh istri ya biarpun karena permintaan istri yang dicintainya...dosa
Sari Nilam
bener2 pak.wira ..semoga kamu juga merasakan sakitnya menjadi salsa
Sari Nilam
nah ini orang tua nya juga gak ada hati reka mengirbanksn anak yang lain drngan mengungkit2 kebaikan2 anak yang lainnya.
parah ini mah kata aku
Sari Nilam
saksa juga egois , dia takut diceraikan malah mengorbankan adiknya
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ah udah deh yah panas Kana hulu na Oge, jangan lupa we mampir jejak di sini 💜
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
lain Asalamualaikum nya, dasar jelema heuras hate.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
keluarga ini semuanya bodoh,rese benci.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
keluarga rese
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ah rese lu
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bakal ai. bentar lagi Kakak mu ini akan jadi villain
sugiarti dra
Berbagi pendapat dengan yang lain
Balqis Inara
di tunggu kak, lagi seru banget bacanya eh hiatus /Sob/
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: aku nggak puas sama ceritanya kak, makanya itu tak Hiatus dulu sekalian memperbaiki novel ini.
total 1 replies
Nda
ditunggu thor 😍
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: siap kak, untuk sementara ini ceritanya Hiatus dulu, author mau ubah ceritanya karena aku sendiri kurang puas dengan ceritanya 🙏🤭
total 1 replies
Marini Suhendar
Ya..padahal lagi seru 😭😭😭
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: aku kurang puas sama ceritanya kak🙏
mungkin kalau udah diubah jadi lebih bagus.
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
jangan lupa mampir we tor
-Thiea-
nyesek banget jadi si Aisyah, serba salah jadinya. padahal dia korban disini. 🥺🥺
-Thiea-
wajar sih kalo Ammar suatu saat jatuh cinta sama adikmu.
Rahmawati Amma
salsa gue tau air mata loe palsu🤣🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
udh yah di sini dulu ku tinggalkan jejak. jangan lupa mampir 🌹🌹💜💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!