NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Floravest

Perubahan signifikan dari sikap suami, membuat Azalea curiga dan mulai menaruh perhatian pada gerak-gerik Ramdan.

Biasanya yang pulang kerja menyambut dengan senyuman hangat, kini cuek dan mengabaikannya. Azalea mulai meneliti setiap kelakuan suaminya.

Ia yang di cap mandul oleh mertua, membuatnya memilih mengakhiri pernikahan 2 tahun ini. Dan pulang ke rumah. Namun di rumah pun ia ditolak, alhasil ia luntang-lantung di jalanan.

Bagaimana kisah Azalea kelanjutannya? Kita kuak balik ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Floravest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ceraikan aku!

Ramdan tatap ragu Aza yang berdiri mematung di depan pintu. Ia benar-benar bingung sekarang. Niat cerita sama keluarga biar dikasi solusi malah langsung disuruh menikah saat ini juga.

Awalnya Ramdan ragu, ia takut Aza pergi setelah mendengar dirinya menghamili wanita lain. Dan berniat untuk nikah siri secara diam-diam di belakang istrinya. Namun ibunya kekeuh menolak. Dan harus menikah sekarang juga. Ia yang tak punya pilihan lain pun hanya bisa pasrah sekarang.

"Aza sangat mencintai ku, dia rela meninggalkan mantannya demi memilihku, dia pasti akan menerima Mia kan? Dia pasti rela dimadu, aku yakin. Aza adalah wanita yang sabar. Ayolah Ramdan....yakinkan dirimu." batin Ramdan terus memohon.

Sementara Bu Ratna yang barusan memanggil Aza langsung bangkit, berjalan mendekat ke menantu pertama untuk duduk bersama mereka.

Aza masih diam, mencerna situasi yang sangat tidak ia mengerti sekarang. Ia panggil Bu Ratna yang tersenyum mengobrol dengan kedua orang tua Mia. Mendengar dirinya dipanggil, wanita paruh baya itu lantas menoleh.

"Kenapa?" nada bicaranya terdengar dingin.

Yah, Aza tau, dari awal mertuanya memang tidak menyukainya. Apalagi setelah tau dirinya tidak kunjung memberikannya cucu. Padahal selama ini dia sudah berusaha keras.

"Anu, ini ada apa yah?" tanya Aza ragu, menatap sekeliling.

Ia tatap Ramdan yang juga menatapnya. Namun pria itu langsung memalingkan muka, wajahnya yang muram membuat Aza tanda tanya.

Sementara Mia yang baru datang langsung tiba-tiba duduk di samping Ramdan. Kini Aza tak bisa berfikir lagi. Bau parfum perempuan yang familiar menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya. Membuat bahu Aza tersentak.

"Apa maksudnya ini, Mas?" tanya Aza dingin pada sang suami yang sedari tadi memalingkan wajah darinya.

"Sabar napa, Za. Ini ibu juga mau jelasin." potong Bu Ratna kesal, menarik bahu Aza untuk menatap ke arahnya.

Bu Ratna menghela nafas jengah melihat tatapan Aza yang berkaca-kaca. Baginya tatapan itu sangat menyebalkan untuk menantu yang tidak bisa memberikannya keturunan.

"Maksudnya apa ini Bu?! Kenapa wanita itu duduk di samping Mas Ramdan?!"

Bu Ratna tergagap, agak canggung karena kedua orang tua Mia melihat interaksi panas ini.

"Ayolah Bu, gausah lama-lama. Toh nanti Kak Aza juga tau. Jadi Kak Aza, ini Kak Mia. Dia bakal jadi istri kedua Bang Ramdan." seru Rara tiba-tiba, main ceplos gitu aja membuat Ramdan mendelik tajam ke arahnya.

Jantung Aza langsung berhenti berdetak, menatap tak percaya dengan apa yang di ucapkan adik iparnya itu. Lalu tertawa getir.

"Hahaha...Kalian pasti bercanda."

Aza masih belum mempercayai semuanya, ia menggeleng dengan tawa getir. Tapi hatinya bak di remuk dari dalam, rasanya sangat sesak hingga jantungnya berdegup kencang.

"Ga-ga mungkin."

Aza sontak bangkit, menarik kerah baju Mia untuk pergi dari samping Ramdan. Mendelik tajam ke arah Mia yang terduduk meringis ngilu di lantai.

"Mia!" pekik Ramdan syok.

Ramdan, Bu Ratna, Rara dan dua orang asing langsung menghampiri Mia, membantunya berdiri dengan raut wajah cemas dan khawatir.

Sementara Aza hanya bisa menatap kosong mereka semua. Air matanya luruh tanpa dipinta. Apa? Istri kedua? Maksudnya Mas Ramdan mau menikah lagi? Aku mau dimadu? Tapi kenapa, apa karena tidak bisa memberi keturunan? Harusnya sedari awal bilang jika sudah tidak tahan. Bukan malah sok perhatian lalu memberi kejutan pahit seperti ini!

"Aza!" seru Ramdan kesal, menoleh menatap Aza dengan tatapan sengit, "Apa yang kamu lakukan?! Mia sedang mengandung!"

DEG!

"Me-mengandung?"

Senyum getir bercampur air mata mengalir deras membanjiri wajah Aza. Wanita itu langsung berteriak bak orang kesetanan. Memekikkan seluruh ruangan.

"Ga mungkin!!" teriak Aza histeris, terduduk di depan mereka, bahunya gemetar hebat. Ia benar-benar belum bisa menerima fakta mengejutkan yang sangat menyiksa ini.

Bu Ratna lirik malas Aza yang bertindak sok paling tersakiti itu, "Padahal dia sendiri gabisa beri keturunan. Kan bener dia mandul."

"Iya Bu, reaksinya ngga harus berlebihan gitu kan? Toh, dengan ini terbukti. Kalo Bang Ramdan ngga mandul."

Aza menutup telinganya kuat, menjerit kesakitan, sebelum akhirnya wanita itu bangkit, mendelik tajam ke arah tiga manusia berhati iblis di depannya.

Aza bangkit, berjalan mendekat ke arah Ramdan yang bengong dengan tatapan kosong ke arahnya.

"PLAKK!"

"Lelaki bangsat! Membusuk kamu dalam penyesalan! Aku benar-benar menyesal memilihmu menjadi suamiku! Dasar pria bajingan!"

Tamparan kuat menggema di pipi Ramdan. Membuat wajah pria itu tertoleh ke samping. Sementara yang lainnya menutup mulut syok. Mereka benar-benar terkejut dengan apa yang mereka lihat.

Aza? Berani memukul? Wanita yang selalu menurut dan mengiyakan semua yang Ramdan ucapkan itu, sekarang berani menunjukkan taringnya? Yang benar saja!

"Apa yang kamu lakukan ,Aza! Dia suamimu!" seru Bu Ratna emosi, "Dan Mia bakal jadi istri kedua, jadi bersikaplah lebih lembut, karena mulai sekarang, Mia juga bagian dari keluarga kita!"

Bu Ratna berdecih sambil memalingkan muka, "Jika bukan karena Ramdan belum mau melepaskan mu saja, sudah saya tendang kamu dari sini sedari tadi." desisnya malas.

Ramdan masih terduduk, syok dengan apa yang Aza lakukan kepadanya. Sementara Aza kini berdiri dengan tatapan mematikan, dada nya naik turun, tangannya mengepal hebat. Rasanya ia ingin mencabik-cabik mertua dan ipar kompor yang sedari dulu mengusik rumah tangganya itu.

"Karena aku tidak bisa memberi keturunan, kau bebas menghamili wanita lain begitu?! Karena aku selalu memaafkan, selalu menuruti dan selalu luluh setiap kau membujukku, kau bisa melakukan apapun padaku?! Awalnya aku mau memaafkan mu, melupakan semua kesalahan dan kecurigaan ku padamu, namun sekarang aku justru seperti orang bodoh. Menerima semuanya seolah kesalahanmu itu kecil! Dan apa ini?! Dimadu?! Kau ingin menikah lagi sementara tak ingin melepaskan ku begitu?! Jangan harap sialan! Lebih baik aku bercerai darimu daripada memiliki madu yang hamil anak harammu!"

DEG!

Ramdan terduduk lemah, tatapannya berubah kosong. Tubuhnya gemetar hebat setelah mendengarkan makian dari istri yang ia kira akan menerimanya itu.

Sementara Bu Ratna yang kesal putranya dimaki lantas bangkit, mendorong bahu Aza hingga kaki belakangnya terantuk meja, nyaris terduduk di atasnya.

"Beraninya kau memaki putraku?! Siapa kau sampai berani bersikap begitu?! Aku saja tidak pernah mengumpati putraku begitu tapi kau?! Orang asing! Beraninya kau!" maki Bu Ratna akhirnya.

Aza terdiam membisu, tersenyum getir, menatap nanar semua orang yang ada disana dengan tawa sumbang yang menyayat.

"Setelah sekian lama aku mengabdi di keluarga kalian aku hanyalah orang asing bagi kalian?" Aza mengangguk beberapa kali, "Baiklah, kalian kuizinkan menikah. Tapi—ceraikan aku sekarang juga!"

1
anggita
ikut ng👍like, kasih iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Floravest🔥: aamiin makasih kakak🤗
total 1 replies
anggita
di novel, tiap pintu dibuka pasti... ceklek😅, ora tau grobyak, bruuak dll
Floravest🔥: nanti jadi aneh😂
total 1 replies
Dynhz
bagus bgt🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!