"Aku berselingkuh dengan Mas Bram karena dia memberiku banyak uang. Aku lelah harus hidup sederhana dan mengurus kalian" Bentak Amora.
Apakah pantas seorang ibu mengatakan hal demikian dihadapan anak-anaknya? Bukan nya merasa malu akan hal itu, Dia malah membuka aib nya sendiri dihadapan anak-anaknya.
"Aku akan meninggalkan kalian semua serta ayah kalian yang sudah miskin itu. Kau akan merasakan bagaimana susahnya hidup tanpa ibu. Dan aku, akan hidup mewah bersama Mas Bram. Dan jangan sampai kalian datang kerumahku kelak untuk meminta sumbangan." Ucap sang ibu kepada semua anaknya.
Hidup mewah? Minta sumbangan? Rumahku? Apakah semua itu sudah terjamin?
Ikuti cerita mereka ya...
Dan untuk yang memiliki kesan pertama kurang baik untuk cerita ini, kalian harus baca yaa. Karena penilaian pertama kalian itu salah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kayenna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Sara hanya memutar bola matanya jengah. Sara dan Alden pun memarkirkan motornya di tempat parkir. Mereka bertiga turun dari motornya dan berjalan beriringan menuju dalam sekolah.
"Bagus, sekarang jadi sok belagu. Cuma gara-gara bisa deket sama most wanted sekolah ini aja langsung bangga. Gue juga heran, kenapa bisa Alden malah deket-deket sama mereka ya?" Ucap Bella sambil berjalan mengikuti Sara, Khansa, dan Alden kedalam sekolah.
Ya, gara-gara ucapan dari Bella itulah semua orang menatap aneh ke Sara. Sara masih berjalan tanpa memerdulikan perkataan dari Bella. Sampai mereka berjalan ke lapangan pun Bella masih saja mengoceh.
"Heh anak pelakor! Berhenti nggak Lo?!" Ucap Bella geram karena sedari tadi Sara tak menghiraukan perkataannya.
"Perhatian untuk semua orang!" Ucap Bella sambil menepukkan tangannya untuk mengambil atensi semua orang. Siswa siswi yang sedang berjalan pun menghetikan langkahnya dan menatap Bella.
"Kalian lihat perempuan murahan di depan Gue? Ya, kakak kelas kita tercinta 'Sara Arraselli'." Ucap Bella sambil menekankan suaranya ketika menyebut nama Sara.
"Kalian tahu? Ibu mereka adalah seorang PELAKOR! Ibunya mengambil Ayahku dariku dan ibuku. Menjijikan bukan? Apakah anak dari pelakor pantas untuk sekolah disini? Dasar anak dan ibu sama saja! Sama-sama wanita MURAHAN." Ucap Bella lagi dengan meninggikan suaranya ketika menyebut kata Pelakor dan Murahan.
Sara yang mendengar perkataan Bella pun membalikkan tubuhnya. Alden dan Khansa menghentikan langkah mereka karena Sara berhenti. Sara berjalan maju secara perlahan sambil menatap tajam mata Bella.
Setelah sampai didepan Bella, Sara meneliti penampilan Bella dari atas sampai bawah. Lalu, Sara memutari badan Bella sambil melipat kedua tangannya didepan dada. Setelah selesai, Sara pun melepaskan lipatan kedua tangannya.
"Kau bilang apa barusan?" Ucap Sara tegas dengan suara yang datar.
"Kau wanita MURAHAN! Kenapa? Kau tak rela dipanggil wanita murahan?" Ucap Bella menjawab perkataan Sara.
"Aih, anak anjing ini pintar sekali! Dia menuruti apa yang ku katakan? Kau lihatkan Den, Sa?" Ucap Sara antusias sambil membalikkan badannya menatap Alden dan Khansa. Alden dan Khansa pun saling menatap dan berjalan maju mendekati Sara.
"Wah kau pandai sekali, Sar. Jarang sekali ada anak anjing yang mau menurut seperti ini. Bagaimana cara kau melatihnya?" Jawab Alden sambil melipat kedua tangannya kedada dan mendekati Sara.
"Mudah saja, Kak. Tinggal kau elus saja bagian kepalanya seperti ini." Ucap Khansa dengan smirk nya sambil mengelus kepala Bella. Bella yang dipegang kepalanya oleh Khansa pun menggeserkan tubuhnya menjauhi Khansa.
"Kau mengatakan bahwa aku anak pelakor bukan?! Sekarang ku tanya, apakah kau juga bukan anak pelakor?! Ibumu menikah dengan Pak Bram setelah kau lahir bukan? Istri serta calon bayi yang ada didalam kandungan istri Pak Bram dibunuh oleh Ibumu bukan?! Jadi dia bukanlah Ayahmu, Bella!" Ucap Sara dengan nada marahnya sambil menatap tajam Bella.
Bella pun terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Sara. Selama beberapa tahun, dirinya dan sang Ibu menutupi akan hal itu. Tapi sekarang, Sara membukanya didepan seluruh siswa di SMA nya.
"Kau jangan memfitnahku dan ibuku seenak mu saja, Sara! Ibuku menikah dengan Ayahku karena cinta! Dan aku adalah anak dari Ayahku! Apakah kau marah karena aku mengatakanmu anak dari pelakor Ibuku, lalu kau memfitnah ibuku hah?!" Ucap Bella berusaha menutupi fakta yang sebenarnya.
"Aku membicarakan fakta, Bella. Mau kau tutpi sampai kapan pun semua itu akan terbongkar! Aku sama sekali tak memfitnahmu, karena fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan. Aku ingatkan sekali lagi. Jangan pernah mengumbar aib orang lain yang kau ketahui, karena bisa jadi orang tersebut juga memiliki aib mu." Ucap Sara tegas sambil berjalan menjauhi Bella dan teman-temannya.
Baru beberapa langkah Sara berjalan, Bella sudah berteriak lagi.
"Dasar jalan*! Kau dan Ibumu sama saja! Tak tahu malu! Wanita Murahan kau, Sara! Dasar anak pelakor!" Hina Bella yang membuat Sara berhenti melangkah. Sara menatap Alden sejenak. Alden pun menganggukkan kepalanya seakan tahu apa yang ada dipikiran Sara.
Sara berbalik badan dan mendekati Bella lagi.
"Lebih baik anak PELAKOR? Atau anak PEMBUNUH?!" Ucap Sara singkat yang membuat Bella hanya diam membisu. Perkataan Sara tadi membuat warga sekolah heboh.
"Ibumu itu telah membunuh adikku yang tak berdosa! Lalu kau? Dengan percaya dirinya mencaci maki diriku, tapi kau tak melihat bagaimana kondisimu yang sebenarnya. Sekali lagi ku ingatkan! Jangan pernah membuka aib orang lain, jika kau tak ingin dibuka juga aib nya." Ucap Sara sambil menyodorkan dokumen kemarin yang diberi oleh Revan kepada salah satu siswa yang berada disebelahnya.
Sara pun meninggalkan gerombolah anak yang sedang membaca dokumen pemberian darinya. Alden dan Khansa pun berjalan mengikuti langkah Sara. Mereka bertiga berjalan menuju taman belakang sekolah, dan menenangkan diri mereka sejenak.
"Gila ya si Bella. Dia nekat banget ngelakuin hal itu. Sekarang semua orang tahu tentang permasalahan keluarganya juga, akibat kelakuan dia sendiri." Ucap Alden setelah mereka semua duduk berhadapan ditaman belakang sekolah.
"Dia ngelakuin hal itu juga mungkin karena dua hal. Yang pertama, mungkin bisa jadi dia marah sama keluarga kita karena ibunya masuk penjara. Dan yang kedua karena akhir-akhir ini Kak Alden deket sama kita." Ucap Khansa sambil melipat kedua tangannya diatas meja.
"Iya, Den. Palingan juga dia marah, gegara Lo deket-deket sama kita berdua. Mendingan Lo jauh-jauh deh sama kita. Biar nggak ada masalah lagi." Ucap Sara sambil menatap Alden dan Khansa.
"Dih, apaan? Ya kagak lah, terserah Gue juga mau temenan sama siapa. Toh juga kita bertiga kan iparan, ya maklum lah kalo mainnya bertiga." Ucap Alden sambil mengangkat sebelah kakinya.
"Ngarep banget sih, Den? Emang udah yakin banget kalo kita bakal jadi iparan?" Tanya Sara sambil menggelengkan kepalanya.
"Yakin dong, Sar. Secara kalo Abang Gue udah ngomong, pasti bakal ditepatin. Tinggal nunggu tanggal mainnya aja. Eh, tapi kayaknya seru deh kalo kita beneran iparan. Kita bisa buat geng rumpi kayak emak-emak komplek kalo tetangganya habis beli kulkas baru." Ucap Bella yang membuat Sara memelototkan matanya.
"Ihh, masa kayak emak-emak ngerumpi sih? Eh tapi enak juga ya, Kak Den? Apalagi pas ngerumpi kita sambil minum teh sama nyiapin cemilan. Rasanya...ah mantap." Ucap Khansa menanggapi perkataan Alden.
"Bener kan, Sa? Kalo ada rumor ya kita rumpiin, dan kalo ada fakta kita gibahin. Iya kan? Tinggal nambah personilnya aja, Sa. Tapi siapa ya?" Ucap Alden sambil meletakkan jari telunjuknya di dagunya.
"Kita ajakin Bibi Ella, Aurora, Teh Asha, Paman Rendi, sama Bang Revan aja Kak. Pasti mereka mau, kalo ngajak Kak Ethan sama Mbak Sara nanti nggak jadi ghibah." Ucap Khansa menjawab pertanyaan dari Alden.
"Hooh, soalnya mereka berdua kan sama-sama galak. Yaudah nanti pas pulang kita buat agendanya ya, Sa?" Final Alden menyelesaikan acara membuat geng rumpinya.
Sara hanya menggelengkan kepalanya mendengar obrolan somplak antara adiknya dan Alden.
Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.
Iyi Gecerler! all❤.